
"Apa kau sudah memberi tahu kebenaran dan mencari keadilan" timpal Evans pria itu mengangguk sebagai jawabannya
"Aku sudah melaporkan ke pihak kepolisian" jawabnya lesuh
"Jadi bagaimana" tanya nya kompak membuat mereka menjadi pusat perhatian karena merasa kepo tingkat dewa
"mereka menutup kasus menganggap kedua orang tua nya memang bunuh diri mereka tidak mempercayai perkataan nya" timpal gadis itu membuat mereka penasaran karena jawabnya benar
"Apa itu benar" tanya Hans dan pria itu mengangguk membenarkan jawaban gadis itu
"Mereka pasti sudah mendapatkan duit sudah jelas itu" timpal Jack
"Mereka kelompok mafia" ucapnya lagi membuat mereka melongo, mereka pun menikmati makanannya
"Jadi kau putra dari pengusaha terkenal itu gak salah nama mu Excel dari keluarga Alexander" timpal Gio dan dia pun mengangguk sebagai jawaban
"Berarti kita sepatara dong" ucap Jack dan dia mengangguk lagi, ketika akan makan dia membuka topi dan maskernya, membuat mereka kagum atas kecantikan gadis di hadapannya, terlihat sangat asing, mereka menyimpan pertanyaannya karena melihat dia terlihat sangat lapar, karena sebelumnya dia melakukan pertarungan
"Kau dari mana" tanya Evans
"Aku asli China dan nama ku Lie Chyou Annchi Bao-Yu dan sekarang Cha Eun Sang" ucapnya mereka mengangguk paham
"Usiamu pasti di bawa ku tapi kau sudah mengendarai mobil sendiri tidak mungkin kah kau menggunakan SIM tembak" ucap Gio di angguki oleh semua nya
"Aku 17 tahun" ucapnya
"Jadi kita bertiga sama dong" ucap Jack dengan bangganya membuat mereka menggeleng kepala, dia juga calon mafia tetapi masih seperti bocah
"Kalian tinggal dimana" tanya gadis itu dan mereka menjawab dengan menunjuk ke arah mobil Vans sebagai tempat tinggal nya
"Kami berpindah- pindah tempat, ketika panti asuhan kami tinggali di gusur kami tinggal bersama di pinggiran jalan" jawab Hans
"Di toko yang sudah tutup" timpal Jack si paling bontot
"Ikuti aku" ucap gadis itu yang kini memasuki mobilnya dan mereka pun sama, lalu meninggalkan restoran tersebut, hingga memakan waktu 1 jam mereka pun sampai di gadung besar gerbang tinggi menjulang, mereka melihat mobil di depannya masuk, mereka pun mengikuti nya
Mereka sangat takjub dengan keindahan taman dan danau yang terletak di sana, lampu taman menghiasi jalan menambah kesan keindahan, hingga mereka sampai di halaman mansion masih ada air pancur disana
"Ini istana atau mansion besar banget" gumam mereka
"Mansion ku tak sebesar mansion ini" gumam Excel mereka pun mengikuti gadis tersebut hingga masuk ke dalam mansion
"Sultan memang bedah" gumam dalam hati mereka mengagumi keindahan mansion tersebut dan mengikuti arah langka wanita tersebut
"Pilih lah" ucap gadis itu dan kini mereka memahami dan mereka pun memilih kamar untuk dirinya sendiri yang berjumlah kan 6 ruang kamar yang memiliki kamar di dalamnya
"Tidurlah nanti pagi bangun 5 kita akan memulai" ucapnya lalu dia pun pergi begitu saja meninggalkan mereka tak lupa memberi hormat kepadanya
"Dia memiliki hati yang baik" ucap Evans dia sangat beruntung bertemu seseorang yang mau menampung dirinya dan ke empat temannya
"Di balik wajah yang dingin dia masih perduli" timpal Gio
"Tapi kenapa dia masuk ke dunia bawa tanah padahal sangat bahaya" timpal Hans
"Dia pasti memiliki luka seperti diriku" timpal Excel
"Benar kata dia aku akan melindungi dia seperti adikku sendiri" ucap Hans
"Aku akan melindungi dia seperti saudara ku sendiri" ucap Jack
"Sebaiknya kita segera istirahat dan besok kita harus bangun pagi" ucap Evans mereka pun setuju karena memang benar Evans paling tua disana meski berbeda beberapa bulan
Kini gadis itu pun mandi untuk menghilangkan rasa penatnya setelah 50 menit, dia pun mengakhiri nya berganti pakaian, lalu kembali fokus bermain laptopnya, karena besok dia akan kembali sekolah