
Ketiga pria itu tidak habis pikir dengan pola pikir mereka yang bersikap arogan dan main keroyok, seandainya tidak datang tepat waktu ntah apa yang akan terjadi dengan Eun Sang yang mendapat kan perlakuan tidak menyenangkan dari rekan kerjanya sendiri
Eun Sang masih dalam gendongan Seok Jin, pria itu yang fokus berjalan, dia diam-diam menatap nya pria itu, yang terlihat sangat mengkhawatirkan keadaan dirinya, ada yang aneh yang di rasakan bagian dadanya, sepertinya dia merasa sakit
"Kenapa dengan dada ku, apa aku memiliki penyakit" gumam Eun Sang dalam hati yang memegang dadanya, membuat Park Jimin melihat Eun Sang yang memegang dadanya yang memejamkan matanya tanpa dia sadari seseorang melihat dirinya
"Sebaiknya kita ke rumah sakit dia seperti nya merasa kesakitan Hyung" ucap Park Jimin membuat Eun Sang membuka matanya lebar-lebar karena namanya di sebut, Seok Jin menatap ke arahnya ketika mata Eun Sang terbuka dan mereka saling menatap hitungan detik mereka mengalihkan pandangan nya
"Kau sakit apa sebaiknya kita ke rumah sakit" ucap Seok Jin
"Benar Hyung dia sepertinya demam" ucap Jungkook yang melihat pipi merah Eun Sang
"Aku bisa pulang sendiri kau bisa menurunkan ku disini aku baik-baik saja mungkin jas ini yang membuat ku gerah" ucap Eun Sang yang melepaskan jas tersebut tetapi masih tetap dia bawa, dan pria itu pun menuruti keinginan nya, karena merasa jika dia tidak nyaman
"Apa kau baik-baik saja, tadi habis terpeleset kaki mu pasti sakit duduklah" ucap Seok Jin yang menurunkan nya tepat di kursi agar dia bisa duduk, lalu dia berjongkok melihat kaki nya yang cedera, dan mencoba memijat nya tetapi dia menghindar dan berdiri karena dia mencoba tidak merasakan sakit di bagian kakinya, di tambah ketiga pria tersebut menatapnya dengan intens
"Aku baik-baik dan kau sebaiknya segera ganti pakaian atau kau akan semakin bau, aku pulang duluan bye" ucap Eun Sang lalu pergi begitu saja, membuat ketiga pria tersebut tersenyum melihat tingkah menggemaskan wanita itu, dia berjalan dengan santai seperti tidak pernah terjadi sesuatu jika wanita lain mungkin akan meminta di antar atau mencari kesempatan untuk mendekati mereka
"Tapi itu" ucap Jungkook yang tidak bisa di dengar oleh Eun Sang
"Ada apa" tanya Seok Jin
"Jas milik Yoongi Hyung masih di bawa sama dia" ucap Jungkook yang ingin meminta kembali jas milik Hyung nya
"Biarkan saja mungkin dia masih membutuhkan" ucap Park Jimin, mereka mengangguk paham
"Dingin tapi menggemaskan" gumam ketiga pria tersebut dalam hati
"Hyung benar kata Eun Sang kau semakin bau" ucap Jungkook yang menutup hidung nya
"Meski sudah di bersihkan masih tetap bau Hyung" timpal Park Jimin dan pria itu tersenyum lalu melepaskan jas nya lalu melemparkannya kepada kedua adiknya, dan berakhir mereka bertiga kejar-kejaran dari kejauhan seseorang melihat tingkah kocak ketiga nya dan dia tersenyum, lalu pergi meninggalkan gedung besar tersebut, meski dia berharap kedatangan nya akan tetapi itu semua hanya angan-angan nya saja, tetapi dia masih bisa tersenyum melihat ketujuh pria itu sangatlah peduli kepadanya, dia melihat juga jika mereka memang tulus kepadanya
"Maaf tuan bukan kami membenci Eun Sang hanya saja laporan tersebut di buat oleh dia" ucap wanita tersebut sambil menundukkan kepalanya, dan pria itu hanya tersenyum kecil dan wanita yang di panggil namanya hanya diam, karena tahu jika mereka ingin menyingkirkan dirinya
"Tuan jika di biarkan seperti ini sebaiknya di pecat saja maaf jika ikut campur dia tidak pernah bekerja dan hanya bersantai-santai di kantor" ucap wanita yang lainnya
"Jika tidak percaya tuan bisa menanyakan ke yang lainnya" ucap nya lagi dan mereka mengangguk setuju dengan apa yang dia katakan, karena mereka sudah merencanakan segalanya agar dia di pecat, dan Evans hanya tersenyum tipis karena dia tahu jika dia tidak pernah mengerjakan laporan apapun terlebih dirinya yang mengerjakan semuanya dan dia hanya mengurus perusahaan nya, dan laporan milik nya yang sudah di buat oleh evans sudah di manipulasi isinya sehingga hasilnya buruk
"Baiklah meeting berakhir kalian kembali dan lanjutkan bekerja kau ikut ke ruangan ku" ucap Evans yang datar dan dia pun hanya diam sehingga mereka pun terlihat sangat bahagia jika tahu Eun Sang akan segera di singkirkan dari sana
Mereka berdua pun menuju ke ruangan milik Evans
"Lady maaf jika berlaku kurang ajar tadi" ucap Evans yang menunjuk hormat dan wanita itu duduk di sofa
"Kau urus mereka dan aku akan berhenti bekerja seperti mereka inginkan" ucap Eun Sang karena dia harus mengurus perusahaan dan tidak ada waktu untuk bermain kantor kantoran
"Dia adalah dalang dari balik semuanya lady apa yang harus kita lakukan" ucap Evans yang tahu dalang dari kekacauan di kantor yang ingin menghancurkan karir Eun Sang tetapi dia salah lawan karena perusahaan itu adalah miliknya
"Tunggu tanggal mainnya" ucap Eun Sang ambigu dan Evans tahu apa yang di maksud sang lady, dan dia pun keluar dari ruangan Evans dan segera mengambil tas miliknya yang hanya berisi beberapa makeup dompet dan kunci mobil nya saja
"Kasihan sekali di pecat" bisik mereka yang sangat bahagia melihat dia di pecat
"Makanya jangan jadi cewek yang menyebalkan jadi nya seperti sekarang bukan" ucap seseorang yang dia kenal dan dia mengacuhkan memilih untuk pergi dari tempat itu
Dan beberapa hari kemudian, berita tentang Eun Sang yang dipecat terdengar sampai ke telinga para member BTS dan Eun Woo tetapi dia sama sekali tidak perduli dengan Eun Sang berbeda terbalik dengan ketujuh pria itu sangat mengkhawatirkan keadaan nya, Jimin pun berusaha menghubungi dia tetapi ponsel miliknya tidak aktif
"Hyung ponsel miliknya dari tadi tidak aktif kemana dia" ucap Jimin yang sangat mengkhawatirkan dirinya
"dan Eun Woo tidak tahu keberadaan dia karena saat ini dia berada di luar kota" ucap V yang sudah menghubungi dia, tetapi terdengar acuh dan tidak mengkhawatirkan wanita itu
"sebaiknya kita fokus agar cepat selesaikan ini agar bisa cepat kembali dan segera mencari keberadaan Eun Sang" ucap Seok Jin dia juga merasa sangat khawatir karena sudah beberapa hari setelah bertemu dengan Eun Sang mereka pun ada kegiatan di luar kota