
Jika dia menerima atau menolak mungkin pria itu membahas seseorang yang dia kenal
"ini juga tak kalah enak dengan milik mu, yakin tidak mau" ucap Seok Jin yang mengira jika wanita di hadapannya tidak menyukai es cream miliknya, dan akhirnya dia pun mau lalu memberikan beberapa suap es cream, keduanya nampak seperti sepasang kekasih, dan pria itu tersenyum membuat nya ingin melakban mulutnya agar tidak tersenyum, dia tahu apa yang dia katakan
"sepertinya sudah sore kita seharusnya cepat balik mereka pasti menunggumu" ucap Cha Eun Sang dan dia pun setuju, dan mereka pun kini memutuskan untuk pulang, di dalam mobil
"tadi kita berbagi sendok, dan tidak secara langsung kita sedang berci_uman" gumam Seok Jin
"aku dan dia berci_uman karena berbagi sendok" gumam Cha Eun Sang dan kini kedua nya nampak dalam pikiran nya masing-masing, dan hening
"apa jangan-jangan kita" gumam Seok Jin dan Cha Eun Sang dalam hati mereka masing-masing
"sudah" ucap mereka bersamaan tidak terduga dan secara spontan
"apanya yang sudah" tanya Cha Eun Sang yang merasa bingung
"apa kau sudah memikirkan akan datang nanti di acara kami" tanya Seok Jin yang bisa mengalihkan pembicaraan
"jika dia tahu apa yang aku pikirkan bisa-bisa aku bingung mau menjelaskan dari mana" gumam Seok Jin dalam hati dan tetap tersenyum
"iya sepertinya aku sudah bilang, tadi saat kita berkumpul di belakang panggung, jika akan datang tetapi sedikit terlambat" ucap Cha Eun Sang
"kenapa apa perlu aku menjemput mu" ucap Seok Jin
"tidak perlu nanti aku akan menuju ke suatu tempat, jadi kau tidak perlu repot-repot menjemput ku" ucap Cha Eun Sang
"sepertinya aku dengar kamu mengatakan sudah" ucap Seok jin yang kini berbalik bertanya
"aku sudah memikirkan jawaban ku, dan aku bisa datang di acara kalian nanti malam" ucap Cha Eun Sang dan pria itu bingung dengan jawaban Cha Eun Sang
"bukankah kau sudah menjawab nya tadi di belakang panggung di saat kita berkumpul tadi" ucap Seok Jin
"kita sudah sampai, ini apartemen ku sudah dekat apa kau lupa" ucap Cha Eun Sang dan dia pun baru menyadarinya lalu segera menepikan mobilnya, dan wanita itu pun segera melepaskan sabuk pengaman nya dan tetapi di terlihat kesusahan, dan Seok Jin segera membantu nya
"biar aku bantu" ucap Seok Jin lalu mendekati dirinya dan segera membantu dirinya untuk melepaskan sabuk pengaman nya dan langsung terlepaskan, dan kini kedua nya nampak sangat dekat, keduanya nampak saling menatap
"terimakasih, sepertinya sabuk pengaman nya sudah terlepas" ucap Cha Eun Sang dan pria itu pun segera menjauh
"oh iya" ucap Seok Jin, beberapa detak keduanya nge bug
"kenapa jantung ku" gumam Cha Eun Sang dalam hati
"apakah aku memiliki sakit jantung, eomma Appa" gumam Seok Jin dalam hati, karena merasa dadanya berdetak tidak karuan ketika dekat dengan wanita itu, begitu pun dengan Cha Eun Sang
"aku segera turun, terimakasih sudah mengantar ku pulang" ucap Cha Eun Sang, menyadarkan Seok Jin dan dia tersenyum membuat Cha Eun Sang terpanah dengan ketampanan dirinya
Mereka pun melanjutkan sampai mabuk
"Tapi Hyung, untuk kali ini biarkan kuki bebas minum, dia tidak akan mudah mabuk meski sudah minum banyak" ucap J-hope dan mereka mengangguk setuju memang benar adanya
"Dan yang mudah mabuk hanya Namjoon Hyung, dan mpi" ucap Park Jimin dengan entengnya, dan sehingga dia mendapatkan tatapan tajam dari Kim Namjoon, dan memang benar adanya jika mereka berdua akan mudah mabuk, sedangkan yang di tatap dengan tajam oleh olehnya hanya bisa tersenyum
"Baiklah Namjoon dan Tae kalian jangan terlalu banyak minum ingat kita berada di luar, bukan di mansion" ucap Seok Jin mengingat kan kedua adiknya
"Baiklah Hyung" ucap mereka berdua
"Dan Cha Eun Sang apa kau mudah mabuk" tanya J-hope
"Aku tidak tahu, kapan terakhir mabuk" ucap Cha Eun Sang karena untuk pertama kali dan untuk terakhir kalinya dia mabuk ketika bersama seseorang, dan dia sering keluar masuk club malam hanya untuk mencari mangsa untuk pelampiasan emosi, manusia yang tidak pantas untuk hidup, dan tugas dia hanya membasmi mas tersebut, dan Seok Jin hanya tersenyum karena tahu wanita itu mabuk akan seperti apa, dan dia akan memastikan jika dirinya tidak akan mabuk parah
Kini tiba saatnya mereka menanyakan hal yang sangat penting, yang sudah mereka pendam
"Maaf,... Cha Eun Sang jika kami menanyakan hal yang membuat mu tidak nyaman tetapi, kami ingin tahu jawabannya" ucap Park Jimin dan wanita itu tersenyum
"Awalnya aku mengira jika aku tidak bisa merasakan sebuah kebahagiaan, tetapi aku salah, bersama kalian membuat ku sadar jika aku bisa merasa sangat bahagia, gomawo" ucap Cha Eun Sang dan mereka merasa sangat senang mendengar jawaban dia, dia pun berterima kasih kepada mereka, karena selalu ada di sampingnya dan membela dirinya
"Dan ini pertanyaan yang mungkin membuat mu tidak nyaman" ucap Seok Jin menjeda, dia nampak bingung dan takut, karena terakhir pertemuan mereka berdua dirinya sudah membuat nya kesal
"Eun Woo si pria br_ng_k dia menghubungi salah satu dari kita untuk mencari tahu keberadaan mu, dan dia sangat menyesal telah tidak mempercayai mu dan dia ingin minta maaf apakah kau akan" ucap Suga panjang lebar, mengganti kan Hyung nya karena tahu jika tahu Seok Jin tidak tahu harus berkata apa jika mengenai sepupu Cha Eun Sang
"aku memaafkan nya karena mereka juga sudah ku anggap seperti keluarga ku dan mereka juga menerima ku dengan baik masuk ke dalam keluarga nya" ucap Cha Eun Sang dengan tulus tanpa ada keraguan dengan jawabannya, karena tahu jika dia tidak bisa membenci mereka, meski sudah membuang dirinya terlebih, keluarga itu lah yang membawanya serta menerima gadis dengan asal asik tidak jelas, notabenenya dia bukan asli warga Korea, tetapi mereka juga bukan hanya menerima serta mereka lah yang merawat nya seperti putri kandungnya, kasih sayang yang tulus yang dia dapat, sehingga dia mampu menjalankan kehidupan nya dengan normal, meski tanpa kehadiran sosok sang ayah atau ibu, tetapi mereka juga tidak tahu jika dirinya sudah masuk ke dalam dunia yang keras, dunia yang tidak seharusnya dia berada, karena dia tahu jika meninggal nya baba dan pamannya bukan sebatas kecelakaan biasa, tetapi kecelakaan yang sudah di rencanakan
"kalian pasti sudah tahu jika aku bukan sepupu atau keluarga Eun Woo terlebih mereka menemukan aku di saat baba dan paman meninggalkan kan sendirian dan mereka lah yang merawat ku" ucap nya lagi dan mereka mengangguk sebagai jawaban, karena tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka di rumah sakit, lebih tepatnya mengarah ke pertengkaran
"mereka sangat berjasa kepada mu Eun Sang tetapi mereka" ucap V dan wanita itu mengangguk paham apa yang dia maksud
"tetapi mereka pasti tidak tahu yang sebenarnya yang terjadi, dan mereka akan kembali seperti dulu, menyayangi Eun Sang" ucap Park Jimin
"kau tahu jika Eun Woo jika memiliki perasaan untuk orang dia akan di butuhkan, tetapi dia akan cepat sadar jika apa yang dia lakukan salah" ucap RM
"dia harus secepatnya tahu keberadaannya jika tidak ingin kehilangan seseorang yang berharga dari hidupnya" ucap Suga
"apa kau akan meninggalkan kami" ucap J-hope seperti tidak rela jika wanita itu akan kembali akan meninggalkan mereka, meski tidak hak untuk, dan Seok Jin menggeleng kepala seperti tidak rela
"Eun Sang tetaplah bersama kami, jika bisa bekerja lah untuk kami, jika ingin memiliki seperti di tempat kerja mu yang dulu kami bisa dan bonus pun akan dapat" ucap jungkook
"tetap lah bersama kami meski kami tidak berhak untuk menahan mu" ucap Seok Jin, dan wanita itu tersenyum melihat ketujuh pria itu ternyata mabuk, karena dari tadi meminum terus menerus sambil mendengarkan dirinya, tanpa sadar mereka pun mabuk terlebih Cha Eun Sang sudah memberikan sesuatu di dalam minuman nya, agar mereka akan mabuk berat bukan untuk mencari mangsa seperti biasa, tetapi dia hanya ingin mereka melupakan untuk malam ini, dan dirinya sudah memiliki penawar, dia sangat bahagia mendengar kejujuran mereka, dan dia mengelus lembut pipi pria itu, yang bersandar di bahunya, sudah berapa lama dia menatap nya dan tersenyum, dia merasa ingin selalu menjaga dia