
"Kakak aku gak yakin dia bisa bayar baju branded disini, apa dia sudah lupa jika sudah jatuh miskin dan kini berangan angan masih punya uang" ledek nya semakin tertawa keras melihat wajah Excel di buat malu
"Ada apa ini siapa mereka apa yang kalian lakukan kepada adik ku" tanya Evans kepada Excel yang terlihat terdiam setelah mendapat kan caci maki serta hinaan dari mereka
"Diam kalian jangan pernah menghina adik kami" ucap Hans menatap tajam ke arah mereka, bukan takut tetapi keduanya semakin menjadi jadi mengatakan mereka
"Lihat sepupu kita kini dia memiliki geng miskin lihat pakaian mereka terlihat sangat jelas jika mereka tidak mampu bayar tetapi berlagak kesini" ucap gadis itu dengan nada mengejek, membuat mereka geram tetapi tetap menahan nya tidak ingin membuat keributan
"Mending kalian pergi, karena disini tidak menerima hutang" ejek nya lagi, membuat Excel geram dan tidak bisa menahan emosi
"Cukup Evelin Edwin keluarga kalian sudah merampas apa yang kami miliki sekarang jangan ganggu aku, apa kalian tidak puas sudah mengambil harta keluarga ku dasar pembunuh" ucap Excel menatap tajam keduanya dan tonjokan mentah-mentah mendarat tepat di pipinya yang di layangkan oleh pria bernama Edwin
"Kau" ucap mereka kompak merasa geram, ingin membalas, tetapi kalah cepat keduanya sudah pelayan untuk mengusir mereka
"Bagaimana kerja kalian, orang seperti mereka bisa masuk kesini mengganggu suasana saja" ucap Edwin
"Maaf kan kami tuan nona kami akan mengusir mereka" ucap kedua pelayan tersebut membungkuk memberi hormat
"Apa kalian tidak tahu jika mereka berniat mencuri" ucap Evelin menambah bara api
"Maaf kan kami, sekarang kalian keluar sebelum pihak berwajib menangkap kalian" ucap pelayan wanita tersebut
"Apa salah kami sehingga kalian mengusir kami" ucap Jack tidak terima
"Jika kalian bisa mengusir mereka aku akan merekomendasikan kalian akan naik jabatan" ucap Edwin dengan senyum kemenangan, dan kedua pegawai tersebut kini semakin semangat untuk menghina mereka
"Mohon maaf jika kami mengganggu aktifitas belanja kalian hanya saja ada maling yang mengaku mau menjadi pembeli disini" ucap pelayan gadis tersebut
"Dia adalah sepupu kami yang sering mencuri di rumah kami dan mereka pasti komplotan mereka" ucap Edwin dan Evelin mengikuti adegan drama sang kakak nya
"Memang gak tau malu yah tampan sih tapi jadi maling percuma dong" ucap mereka yang ikut menggunjing mereka, kedua kakak beradik tersebut tersenyum
"Jaga ucapan kalian jika tidak tahu yang sebenarnya" ucap Bram yang ikut geram, dan mereka menyuruh salah satu dari pegawai tersebut memanggil security untuk mengusir mereka, dan mereka akhirnya terlihat akan mengusir
"Berhenti kalian jangan usir mereka" ucap pria paruh baya yang menghampiri mereka dan di depannya sosok gadis yang tak asing bagi ke enam pria tersebut
"Tuan mereka adalah pencuri di toko kami" ucap salah satu pelayan toko
"Benar Apa yang di katakan pegawai itu mereka adalah pencuri" ucap salah satu dari mereka membenarkan perkataannya
"Lihat mereka adalah pencuri apa kau ingin mereka mencuri disini" ucap Evelin
"Tuan sebaiknya kita bawa mereka ke kantor polisi" ucap pegawai nya lagi
"Jaga ucapan mu, mall ini sudah bukan milikku dan sudah di beli oleh nona ini dan mereka adalah kakak dari pemilik mall ini" ucapnya tegas membuat mereka terkejut, karena memfitnah mereka yang tak lain pemilik mall tersebut
"Ja jadi mereka adalah pemilik mall ini" ucap ketiga pegawai tersebut terlihat wajahnya sangat takut
"Aku tidak pernah melihat status sosial miskin atau kaya karena mereka semua memiliki hak, dan saya kecewa kepada kalian dan baru sadar jika kalian seperti ini memperlakukan tamu" ucapnya tegas membuat nyali mereka ciut