My Woman Is Cold

My Woman Is Cold
gedung tak bertuan



"Pindah ke dalam mobil kalian" ucap nya yang menunjuk ke arah mobil sport yang baru mereka lihat, dan sedari awal mereka nampak mengagumi mobil sport tersebut tetapi mereka tidak berani karena tahu jika mobil tersebut milik lady nya


"Baik lady" jawab mereka dengan kompak


"Setiap mobil berisi 3 dan sesuaikan senjata kalian" ucap Eun Sang mereka mengangguk paham


"Baik lady" jawab mereka kompak dan sangat semangat karena mimpi mereka tercapai bisa mengendari mobil sports bukan hanya melihat di jalanan


Di dalam mobil Lamborghini ke 1 berisi Evans, Excel dan Jack dan di lanjut mobil Lamborghini ke 2 berisi Bram, Gio dan Hans sedangkan mobil Ferrari hijau berada barisan paling depan


Ketiga nya keluar dari area mansion perjalanan menuju markas mafia musuh berada sangat jauh memakan waktu 2 jam


Hingga mereka memasuki area hutan, mobil hijau itu pun berhenti tidak jauh dari sebuah gedung besar yang nampaknya tidak berpenghuni karena berada di tengah hutan


Dia pun mengeluarkan laptop dan membuka nya lalu menyala, tangan nya tidak berhenti mengetik di sebuah aplikasi yang dia buat sendiri, dan hanya butuh waktu 5 menit dia sudah berhasil meretas cctv gedung tersebut


Dan dia pun keluar dari mobil dan di ikuti oleh anak buahnya, dia membuka ponsel nya lalu sekali tekan gerbang terbuka secara otomatis, dan membuat para mafia musuh maupun anak buahnya terkejut


"Kenapa bisa terbuka sendiri" gumam Evans


"Apa disini ada hantu mana mungkin sih" gumam Hans


"Namanya saja gedung tak bertuan pasti ada 2 penjaga" gumam Jack


"Dua penjaga" tanya Bram yang masih bisa mendengar gumam pria di sampingnya


"Kalian siapa berani sekali datang ke sini" ucap salah satu dari mereka berdiri dari kursi nya, terdengar suara mereka sedikit tidak sadar, dan membuat gadis itu tersenyum miring, terlihat mereka menikmati makan malamnya


"Cari masalah mereka datang kesini" timpal salah satu dari mereka yang masih ada makanan di dalam mulutnya


"Aku habisi mereka dulu jangan habisi makanan ku" ucapnya dengan remeh


"Ke beri waktu 5 menit habisi mereka jika tidak akan ku habiskan semua jatah makanan mu" timpal yang lain dengan makanan yang masih di dalam mulutnya


"Jangankan 5 menit hanya butuh 10 detik sudah ku tebas itu kepala mereka" ucapnya dengan sombong membuat Evans Hans Bram Gio Jack dan Excel kesal, tetapi gadis di depannya memberi kode agar tetap diam


Pria bertubuh kekar pun berjalan mendekat dan memberikan senyuman yang aneh


"Kau pasti gadis cantik jangan nakal kota bermain di dalam aku punya kamar yang nyaman" ucapnya dengan suara yang sangat mesum dan di teriakin teman-temannya


"Gadis cantik dari tubuh mu sudah menjelaskan" ucapnya terpotong ketika dia menendang area kelamin nya tepat membuat dia tersungkur ke tanah, dan teman-temannya pun tidak terima


"Jangan aku saja dia hanya gadis nakal akan ku beri pelajaran" ucapnya dan menahan rasa kesalnya dan rasa sakit di area bawah nya


Keduanya pun bertarung dan hanya beberapa detik dia pun kalah dan hiasan terakhir dia mengeluarkan pisau lalu menancapkan ke leher darah bercucuran ketika dia cabut dan mengenai wajahnya membuat nya tersenyum miring berb da dengan anak buahnya merasa ngeri berbeda dengan musuhnya merasa geram lalu menyerang


"Serang" ucap mereka bersamaan mereka pun mengeluarkan pisau untuk membantu pertarungan mereka, sedangkan pistol atau senapan di gunakan nanti pada saat nya akan tiba


Gadis itu pun berjalan ke mansion dan para anak buah dari musuhnya menghampiri nya dengan cepat dia kalahkan karena mereka tidak sepenuhnya sadar dan dari belakang anak buahnya datang tanpa lecet sedikit pun dan hanya darah menempel, mereka pun bertarung ketika musuh semakin banyak datang setelah mendengar keramaian, gadis itu pun tersenyum miring dan mengeluarkan katana miliknya yang dia lipat, dalam hitungan menit dia mampu mengalahkan 70 dan sisa nya anak buahnya dan membuat ketua dan tangan kanannya menghampiri mereka dan ikut menyerang