My Woman Is Cold

My Woman Is Cold
seperti mumi



"Kamu akan baik-baik saja" ucap anak lelaki yg berusia sama seperti dirinya dia tersenyum memberi semangat


Mobil ambulan menuju rumah sakit terdekat dan mereka langsung mendapatkan perawatan


Dokter memeriksa denyut nadi kedua pria dan gadis


"Tuan barang yg kami temukan mungkin milik korban" ucap petugas ambulan yg memberikan sebuah dua dompet dan dua ponsel yg terlihat sudah retak


"Terimakasih" ucap keduanya dan menyimpan barang milik korban


"Kedua pasien tersebut sudah tidak bernafas lagi dan nona mengalami gegar otak efek dari benturan yg dahsyat" ucap sang dokter


"Dok tolong selamatkan gadis itu" ucap wanita asing yg memohon


"Baik kami akan berusaha semaksimal mungkin" jawab dokter lalu pergi menuju ke ruangan


"Ibu ayah apa dia baik-baik saja" tanya lelaki kecil yg terlihat sangat khawatir


"Semoga saja dia baik baik saja" jawab sang ayah meski belum yakin dengan jawabnya, keduanya pun mengurus semua biaya administrasi, dan juga akan mengurus pemakan untuk mereka


Dan kartu identitas mereka tidak dapat di temukan sehingga mereka tidak tahu siapa, dan ponsel milik mereka semua rusak sehingga tidak bisa menghubungi keluarga nya dan hanya menemukan sebuah pasport milik mereka dan ternyata mereka bukan asli warga Korea


"Eun Woo tidur lah pasti kamu lelah" ucap sang ibu, lelaki tersebut mengangguk paham dan tertidur di pangkuan sang ibu, mereka pun memilih untuk duduk di depan ruangan perawatan


Hingga pukul 3 pagi para dokter pun keluar dan perawat memindahkan ke kamar inap


"Operasi berhasil tetapi dia mengalami koma butuh beberapa hari dia akan bangun" ucap dokter dan pria tersebut bernafas lega


Beberapa hari gadis itu belum bangun dari koma nya, dan juga kedua orang tuanya mencari informasi dan mendapatkan jika mereka tidak memiliki informasi lengkap tentang keluarga nya terlebih mereka bukan asli penduduk setempat, sehingga tidak ada satu pun keluarga yg mendatangi kecuali gadis yg terbaring koma, keduanya di makamkan di makan keluarga nya sehingga keduanya bisa di makamkan tanpa harus kembali ke negara nya, setelah selesai mereka pun kembali menuju ke kamar rawat gadis asing tersebut


"Kasihan sekali dia keluarga nya sudah tidak ada kini tinggal dia saja sendirian" ucap pria yg menatap seduh gadis yg terbaring koma


"Ayah ibu biar dia tinggal dengan kita bagaimana kasihan disini dia sendirian" ucap lelaki tersebut dan keduanya nampak berfikir dan menimbang


"Ibu setuju kita angkat dia sebagai saudara perempuanmu" usul sang ibu kini keduanya menatap ke pria yg masih berfikir dan akhirnya dirinya setuju karena dia juga tidak tega melihat kondisi gadis asing tersebut


Mereka masih setia menjaga merawat hingga genap 1 Minggu dia masih koma


"Hay nona apa kamu tidak bosan tidur terus, sudah 1 Minggu aku kesepian jika sudah bangun, ku ajak kamu bermain" ucap lelaki tersebut yg kini dia menemani gadis tersebut setelah sepulang sekolah, sedangkan ayah nya harus berkerja dan sang ibu menyiapkan makanan untuk kedua nya sang suami dan putranya


"Apa kamu tidak ingin ke sekolah padahal loh bisa bertemu guru teman, dan bermain, meski di sekolah aku lebih sering tidur" lanjutnya tetapi tidak ada respon dia tidak berhenti bercerita


"Kamu bangun lah" ucapnya lirih tidak terasa air mata menetes di tangan nya seketika tangan tersebut bergerak dan lelaki tersebut terkejut lalu memanggil sang ibu dan dokter


Setelah di periksa, gadis itu pun perlahan membuka matanya


"Nona apa ada keluhan yg lain" tanya sang dokter dan gadis itu menggeleng kepala sebagai jawaban tatapan kosong nya pun seperti mumi yg terbangun dari ber abad-abad