
Seok Jin melihat jika Eun Sang mulai mengantuk dan dia segera membawa nya pulang, dia menghubungi Eun Woo untuk menjemput Eun Sang, akan tetapi dia tidak bisa karena dia masih berada di luar kota, dan dia pun memberi tahu kata sandi apartemen Eun Sang, akhirnya dia lah yang mengantarkan dia
Anak buahnya tidak berbuat sesuatu seperti biasanya, jika mereka juga tahu pria yang bersama sama sang lady yang tak lain pria yang sering bersama dia
Dan terlebih jika Eun Sang mencari mangsa dia selalu mendatangi klub malam bukan kedai atau restoran
Mereka masih memantau dari jauh, tidak percaya pria yang bersamanya, jika terjadi sesuatu mereka akan cepat bertindak
Mobil Seok Jin berhenti di dekat swalayan dan tidak lama dia pun keluar, dan membawa kantong plastik, salah satu anak buahnya sudah mengikuti nya, dan ternyata dia membeli pereda mabuk, dan melanjutkan perjalan pulang, tidak ada sesuatu yang mencurigakan, mereka pun sampai di apartemen tempat tinggal Eun Sang dan Seok jin segera pergi setelah mengantar kan dia
"Dia sungguh pria yang sangat baik" gumam seseorang
Keesokan harinya Eun Sang terbangun mendapati dirinya di apartemen tidak ada yang berubah, hanya saja siapa yang membawa nya pulang, dia masih merasa pusing dan segera menghubungi seseorang menanyakan apa yang sebenarnya terjadi tadi malam
Lalu anak buahnya pun menceritakan sedetail mungkin
"Dia sudah menyediakan apa yang di butuhkan lady" ucap salah satu anak buahnya lalu dia menutup panggilan tersebut lalu melihat di dalam lemari pendingin ternyata benar ada yang di butuhkan lalu dia mengambil untuk meminum
"Apa yang sebenarnya terjadi tadi malam" gumam dalam hati dia mencoba mengingat tetapi tidak bisa, untuk pertama kali dia mabuk, karena biasanya dia tidak pernah mabuk separah ini, dan dia masih mengendalikan dirinya, dan Evans atau Hans yang akan menemani dia, tiba-tiba terbesit ingatan semalam
Dia pun segera membersihkan diri lalu segera menuju bandara karena dia harus mengurus perusahaan nya, untuk beberapa hari dia berada di luar negeri
"Lady pesawat sudah siap terbang" ucap pramugari yang tak lain dia salah satu anak buahnya yang di tugaskan disana, dan dia mengangguk, lalu dia menunduk hormat
Di meja sudah tersedia beberapa macam makanan, karena tadi dia belum sempat makan, setelah selesai beberapa pramugari menyediakan beberapa makanan ringan, dia pun menikmati jamuan tidak sia-sia dia membeli pesawat, wanita itu segera pindah tempat untuk dia fokus bekerja, seorang pria tampan, berpakaian rapi, tapi santai mendatangi dia, terlihat dia sangat sibuk dengan laptop nya dan beberapa berkas yang harus dia urus
"Lady ini berkas yang harus di periksa" ucap Bram memberikan beberapa lembaran kertas dan dia pun menaruh di atas meja dia menunduk hormat sebelum meninggal kan atasnya
Dan tidak lama Excel pun sama dia memasuki ruangan tersebut dan memberikan sebuah flash disk
"semua yang lady perintah tersimpan disini" ucap Excel lalu dia pun menerima nya dengan senyum smirk nya, lalu dia merasa hawa dingin melihat ekspresi sang Lady, lalu dia menunduk hormat sebelum meninggal kan dia, sudah 2 jam dia berada dalam ruangan tersebut dan pramugari menyiapkan beberapa hidangan makanan dan minuman untuk makan malam, ponsel miliknya berdering dia melihat lalu menekan ikon warna hijau untuk menerima panggilan tersebut
"Kamu kapan ada waktu" tanya seseorang di seberang sana
"Aku tidak berada di Korea karena perusahaan mengirim bertugas di luar" jawab Eun Sang
"Baik lah jika sudah kembali kabari aku" ucap nya lalu Eun Sang menutup panggilan tersebut, dan kembali fokus dengan pekerjaannya, sudah beberapa jam penerbangan akhirnya sampai juga, di bandara sudah ada beberapa anak buahnya yang menunggu dirinya, dia pun menggunakan mobil sport nya sendiri dan di ikuti beberapa mobil di belakang nya, dan setelah selesai dia pun melanjutkan penerbang lagi hingga 5 hari, dia mengurus perusahaan nya, lalu kembali lagi ke Korea, dia pun menghubungi seseorang dan memberitahu nya jika dia ada waktu hari itu juga, lalu dia pun segera mengganti mobil yang biasa dia pakai, dia menyempatkan waktu untuk mampir ke toko kue, karena seseorang akan mengunjungi dia di apartemen nya, lalu melanjutkan perjalanan nya menuju ke apartemen, dia pun menyiapkan makanan untuk tamunya
Dia tidak sempat istirahat lalu membersihkan diri, tidak lama kemudian mereka pun datang tamu yang di tunggu-tunggu
"Hay Eun Sang, sudah lama kita tidak bertemu" sapa Valencia dengan tersenyum hangat lalu memeluk dia, dan Eun Woo pun tersenyum menatap kedua wanita di hadapannya, dan meski Eun Sang tidak membalas pelukannya
"Kamu kapan sampai" tanya Eun Woo untuk basa-basi, meski terlihat dia sudah berubah tidak seperti Eun Woo yang dia kenal
"Kemarin" jawab Eun Sang singkat, mereka pun segera masuk ke dalam lalu duduk di kursi dan di sana sudah tersedia beberapa cemilan
"Kau buat sendiri ini" tanya nya lagi
"Aku membeli nya tadi" jawab Eun Sang singkat
"Begini kami kedatangan kesini untuk memberi tahu tentang pertunangan kami" ucap Eun Woo tanpa basa-basi dan dia mengangguk paham tanpa ada respon, menyimak apa yang dia katakan
"Jadi kami ingin mengundang mu dan beberapa kerabat terdekat saja" ucap Eun Woo
"Kamu orang terdekat nya dan aku berharap kamu datang di acara kami" ucap Valencia penuh harap kedatangan nya
"Kamu datang lah eomma pasti sangat merindukan kamu karena sudah lama tidak pulang" ucap Eun Woo dan dia mengangguk paham
"Boleh aku coba ini seperti nya sangat enak" ucap Valencia yang mengambil kue yang terlihat sangat imut dan nampaknya sangat enak, dia tidak menanggapi
"Kau sangat suka nanti aku akan belikan yang banyak untuk persediaan di apartemen" ucap Eun Woo membuat dia sangat bahagia
"apa boleh aku meminta alamat toko kue itu sepertinya aku sangat menyukai nya" ucap Valencia dan dia menjawab akan mengirim melalui pesan ke Eun Woo, tidak lama kemudian mereka berdua berpamitan untuk pergi, untuk menyiapkan acara penting nya
Di dalam mobil Valencia terlihat sangat pucat dan terasa dadanya sesak sudah mengatur nafasnya
"Ada apa dengan mu" ucap Eun Woo yang sangat khawatir melihat perubahan kondisi Valencia yang drastis dan dia terlihat susah mengatur nafasnya, dan memegang dadanya
"Kita sebaiknya ke rumah sakit" ucap Eun Woo lagi terlihat sangat bingung di situasi saat ini
"Dada ku terasa sakit dan tubuh ku terasa aneh" ucap Valencia berusaha untuk berbicara lalu Eun Woo pun segera membawa nya ke rumah sakit terdekat
"Kamu bertahan lah jangan bicara jika sakit" ucap Eun Woo mengenang tangannya dengan erat, dia mengangguk paham tetapi rasa sakit pada dadanya tidak bisa di tahan lagi, lalu dia pun sampai di rumah sakit
"Tolong selamat kan dia" ucap Eun Woo dengan suara berteriak
"Baik ikut lah kami" jawab dokter tepat berada disana, dan terlihat jika kondisi wanita itu sangat serius dan susah bernafas, lalu dia segera membawa nya menuju ke UGD, dokter dan perawat pun menunjukkan tempat nya , dan segera mendapatkan perawatan, Eun Woo segera mengurus administrasi dan sebagai walinya, dan tidak lama kemudian dokter pun datang
"dokter bagaimana keadaan dia" tanya Eun Woo
"Beruntung anda segera membawa nya kemari jika tidak maka berakibat kan fatal pada pasien" ucap dokter membuat Eun Woo sangat tertekan
"Apa yang membuat nya sesak nafas dan demam" tanya Eun Woo karena sangat penasaran
"Penyebab dia sesak nafas karena alergi sesuatu seperti nya makanan, dan dari pemeriksaan kami jika pasien mengalami alergi memakan makanan seperti kue mengandung kacang" ucap dokter panjang lebar dan dia tertegun akan penuturan sang dokter
"Dia belum lama memakan kue dan saya tidak tahu jika kue tersebut mengandung kacang, dan dia memang benar memiliki alergi dengan kacang" ucap Eun Woo
"Jangan pernah memberikan pasien dengan makanan tersebut jika tidak nyawa dia tidak akan tertolong" ucap dokter