My Woman Is Cold

My Woman Is Cold
merasa puas



Mereka bingung melihat Seok Jin yang tiba-tiba lari, dan seketika tahu dia menuju ke arah Cha Eun Sang berdiri


"lihat mobil itu sepertinya melaju dengan kecepatan tinggi" ucap Jimin dan mereka melihat ke arah mobil sport yang memang dalam kondisi melaju dengan cepat, karena setelah selesai menemani mereka berkeliling, dia memutuskan untuk segera pulang, dan mengantar kan mereka ke apartemen tempat mereka tinggal, karena tahu jika mereka hanya pendatang, sedangkan dia sudah lama tinggal disana, dan terkejut dari jarak jauh sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke arah wanita itu, ketika berjalan penyebrangan jalan raya, yang ketika waktu itu lampu hijau, dan jalanan tidak ramai, untung saja Seok Jin lari menghampiri dirinya, lalu menarik tangannya yang untuk berusaha menghindar dari mobil yang ingin menabrak nya, hingga mereka berdua jatuh dan menggelinding di pinggiran jalan, dan untung saja mereka tidak tertabrak


"Jin hyung, Eun Sang" ucap mereka bersamaan, memanggil nama mereka berdua, yang terkejut apa yang di lihatnya, lalu segera menghampiri nya, dan mobil sport yang ingin menabrak telah kabur


"Kau baik-baik saja" tanya Seok Jin yang sangat mengkhawatirkan kondisinya


"Aku baik-baik saja, tangan mu terluka sebaiknya kita ke rumah sakit" ucap Eun Sang yang melihat jika pergelangan tangan Seok Jin berdarah, terlihat Eun sang sangat khawatir kepadanya


"Ini hanya luka kecil, nanti aku obati" ucap Seok Jin berusaha untuk tenang, dan dia sangat bahagia mendapatkan perhatian dari dia


"Kalian tidak apa-apa" tanya Suga dan mereka menjawab jika baik-baik saja


"Untung saja jin Hyung dengan cepat menyelamatkan Eun Sang jika tidak, entahlah" ucap Jungkook


"Sepertinya tadi mengemudi dengan keadaan mabuk sehingga tidak melihat jika lampu lalu lintas berwana merah" ucap RM yang tidak habis pikir dengan perilaku orang disana berkendara dengan kondisi mabuk, akan membahayakan nyawanya dan nyawa orang lain


"Setidaknya kami selamat dan kalian tidak perlu khawatir" timpal Seok Jin yang mencoba membuat mereka tenang


"Sebaiknya jin Hyung segera di obati lukanya" ucap V yang masih memapah tubuh Seok Jin dan di bantu oleh Jungkook


"Dan Eun Sang kami akan mengantarkan mu kembali karena sudah malam" ucap RM


"Baiklah biar aku dan Suga Hyung yang mengantar kan Eun Sang pulang" ucap Jimin dan mereka pun segerav mengantar kan Eun Sang meski dia ingin menolak tetapi mereka masih merasa khawatir dengan kondisi nya


"Sebaiknya kau di antar oleh mereka berdua pasti kau juga sakit habis jatuh tadi" ucap Seok Jin yang meminta agar dia mau di antar oleh kedua pria itu dan akhirnya dia mau atas permintaan Seok Jin, sebenarnya dia ingin mengetahui siapa pelaku yang ingin menabrak dirinya, dan beberapa anak buahnya sudah mengikuti dia, dan tinggal eksekusi


Setelah sampai mereka pun segera kembali, karena besok mereka harus latihan untuk konser yang akan di adakan beberapa hari lagi


"Lady dia sudah berada di markas" ucap seseorang dari jarak jauh, dan dia pun menutup panggilan tersebut tanpa menjawab, dia pun memutuskan untuk segera mendatangi markas nya dan ingin melihat siapa yang berani mengusik ketenangan nya


"Selamat datang lady" sapa mereka dan menunduk hormat, dia berjalan dengan tatapan dingin, lalu dia berjalan menuju ke ruang penyiksaan, dan ikuti beberapa anak buahnya, di depan ruangan tersebut ada beberapa penjaga, yang menunduk memberi hormat atas kedatangan nya


Di dalam ruangan seorang pria dengan jaket hitam dengan posisi duduk di kursi, tangan terikat dan mata di tutup oleh kain hitam


"Siapa kalian, lepas kan aku, apa kalian tidak tahu siapa aku, jika tahu pasti kalian akan berlutut meminta maaf di kaki ku dan pada saat itu juga, gemetar lah kau dek dek" ucap nya sombong dengan berteriak, membuat Eun Sang tersenyum miring


"Siapa disana, lepaskan aku, jika tidak ingin masalah ini semakin rumit" ucap nya lagi yang terdengar suara kaki melangkah yang mendekati dirinya


"Gemetar lah kau dek dek jika tahu siapa aku, dan sebaiknya lepas kan aku, dan aku akan menganggap tidak pernah terjadi" ucap nya lagi


"Kau ingin tahu siapa aku" tanya Eun Sang dengan suara datar nya, membuat dia merasakan hawa dingin di ruangan tersebut, dan sebelum nya dia merasa kan jika ruangan itu lembab, dan kini menjadi sangat dingin, dan bingung seorang wanita berada di sana bersama dia, sebelum nya dia di hadang oleh beberapa mobil yang menutup jalan nya, ketika kabur yang gagal menabrak targetnya, dan ketika ingin melawan, dan kalah jumlah, dia pun terkapar kalah dan setelah itu tidak mengingat lagi, dan berakhir di tempat asing, dengan kondisi tangan terikat, mata di tutup dengan kain, karena sebelumnya dia merasa jika musuhnya sudah kalah, Eun Sang pun memberi isyarat untuk anak buahnya membuka penutup matanya


"kau wanita itu" ucap nya yang betapa terkejut nya, setelah melihat sosok wanita di hadapannya yang tak lain target dia, dan kini dia merasa memilih target yang salah, karena dia sudah bisa di bawa ke tempatnya dan menjadi sandarahan


"siapa" ucap Eun Sang satu kata yang terucap membuat dia bingung


"siapa yang menyuruh ku untuk membunuh mu, kalo bicara jangan setengah-setengah" ucapnya dengan meledek


"seharusnya kau sekarang masih terbaring berada di rumah sakit, antara hidup dan mati tetapi pria itu menolong mu, dan sekarang aku dan kau berada disini kau bukan lah lawan ku meski kau membayar orang untuk menangkap ku" ucap nya lagi membuat Eun Sang sangat emosi mengingat kejadian tadi, Seok Jin terluka karena menolong dirinya dan benar dia sudah melepaskan ikatan lalu berdiri, dan Eun Sang pun sudah siap untuk melawan dia, karena sebelumnya dia menyuruh agar tidak mengikat dengan kencang


"baik kemari lah" ucap Eun Sang dan dia pun mendekati nya, ketika pria itu melayang kan pukulan lalu dengan cepat dia menahan tangannya lalu melintir nya dan menendang dadanya dengan kaki nya dengan kuat, membuat pria itu merasa sakit pergelangan tangannya dan tubuhnya yang jatuh ke lantai, dan mulutnya mengeluarkan darah kental


"kau tidak ada rasa takut sama sekali, cukup bermain-main" ucapnya dan mengelap darah yang keluar dari sudut bibirnya, lalu dia kembali menyerang, tetapi Eun Sang sudah di tutupi oleh kegelapan dia pun menyerang dengan brutal hingga dia terkapar di lantai, wajah dan kepalanya mengeluarkan darah, serta kakinya patah sebelah membuat dia berteriak kesakitan, dia pun mendekati pria itu


"siapa yang menyuruh mu" ucap Eun Sang lagi dengan tatapan dinginnya, dia berjongkok, dan tangannya di masukkan ke dalam saku, pria itu tahu dalam pikirannya saat itu, tetapi dia tidak akan menjawab pertanyaan nya, karena tahu jika dia memberi tahu tetap saja dia akan mati di tangannya terlebih dia memiliki tanggung jawab, dan meski dia mencoba mencari tahu identitas nya, akan tetap dia tidak akan mendapatkan nya


"bunuh saja aku lebih baik" ucap nya bukan menjawab, tetapi dia menyuruh nya untuk membunuh diri nya yang sudah terkapar tak berdaya, dan dengan senang hati di menuruti keinginannya, meski tanpa dia membuka suara, Eun Sang dengan mudah mendapatkan apa yang dia inginkan, lalu pistol yang berada di sakunya dia ambil, lalu dia menarik pelatuk tepat di kepalanya dengan dua kali tembakan darah segar sudah memenuhi tubuh dan wajahnya, dan membuat dia tersenyum miring ketika melihat nyawa orang melayang tepat di depan matanya, dia pun berdiri lalu keluar dari ruangan itu, kini giliran anak buahnya yang melanjutkan, mereka sudah biasa akan hal itu, Eun Sang pun segera membersihkan diri dari darah kotor seperti manusia tadi, dan kesenangan di depan mata dia tidak ingin ketinggalan


"menyenangkan sekali" gumam Eun Sang dalam hati, dia pun tersenyum miring dan mengingat dia sudah puas membunuh orang, terlebih dia bingung hati nya merasa sakit ketika melihat Seok Jin terluka, dan dia tidak sabar melihat seseorang yang berniat membunuh dirinya, dan setelah selesai dia pun tidak ingin tidur dan memilih untuk menuju ke ruang kerja