
Persidangan babak baru dimulai, semua barang bukti yang dibawa sudah diidentifikasi oleh pihak kepolisian. Di antara semua barang bukti, ada dua barang yang memiliki sidik jari yang sepertinya sudah terdeteksi siapa pemiliknya.
Hakim mengumumkan hasil pemeriksaan sidik jari.
"Setengah atau lebih dari barang bukti yang sudah dibawa, sebagian sidik jari tertinggal dan terlihat. Sedikit diantaranya sudah bisa kita nyatakan, kalau tiga saksi yang ada di hadapan kalian ini.... terdapat sidik jari atas nama Sawaki Endo dan Junichi Ueda."
Hasil yang dibawa oleh beberapa orang "saksi" menyatakan Junichi dan Sawaki telah melakukan pembunuhan terhadap Hose dan Mark, namun bukti yang dibawa Nguyen dan Maulana sama sekali tidak meninggalkan satu jejak sidik jari sedikitpun.
"Apa?" Sawaki berdiri
"Ini tidak benar! Kami sama sekali tidak berbuat apapun! Kami bersumpah!" Junichi berdiri lalu menghadap para saksi
Yoshida, Yoshuke dan Gen yang datang juga terkejut dengan hasil forensik, dimana tidak ada sidik jari Taro Furuhashi disana. Kemudian Kenta mengajukan keberatan, sambil Mizuki membantahnya.
"Bagaimana dengan saudara Furuhashi Taro? Apa tidak ada keputusan apapun soalnya? Jangan menyembunyikan sesuatu soal itu pak Hakim!" teriak Kenta
"Keberatan yang mulia, tidak ada satupun kesalahan terkait saudara Furuhashi Taro. Jadi bukti hanya mengatakan kalau dua orang lain adalah tersangka, dan tidak menyangkut saudara Furuhashi." ujar Mizuki
"Oh ya? Sebegitu yakin dirimu soal orang yang kau bela itu? Bagaimana kalau dia menyembunyikan bukti yang aslinya?" ucap Kenta
"Kau sendiri? Begitu yakin dengan saksi palsumu itu tuan Koga Kenta?" ujar Mizuki
"Artinya, kalung dengan simbol bintang jatuh itu tidak ada artinya? Aku... aku buntu." Maulana kemudian menatap Misaki dari jauh
"Mengecewakan ya, maafkan aku Yoshida!" ujar Nguyen dari kejauhan
Misaki dan Taro masih terdiam, entah apakah masih ada sidang lanjutan dan hasil dari barang bukti lain menunjukkan kalau Taro juga tersangka.
Yuki kemudian datang bersama Miyamura, lalu Kim Sung-Min datang dan mendekati Nguyen.
"Soal kalung dengan simbol bintang jatuh itu, tidak ada petunjuk soal sidik jari. Tapi, aku menemukan fakta.." ucap Kim Sung-Min
"Apa? Bagaimana kau tau?" Nguyen menatap Kim
"Fakta kalau kalung itu ada kaitannya sama seseorang dari gang milik Yoshuke ini, dan kalung ini khusus dan bisa ditemukan di pasad gelap di Tokyo." Kim membisikkan "Kalung ini adalah tanda pewaris keluarga Sawada yang merupakan pedagang di pasar gelap yang isinya perdagangan organ tubuh manusia."
"Sepertinya kita harus bertanya langsung pada Yoshida." ucap Nguyen kemudian mendekati Yoshida
Yuki dan Miyamura mendekati Misaki.
"Jadi.. bagaimana keputusan hakim soal Taro?" tanya Miyamura
"Belum ada kejelasan, karena barang bukti yang sudah di dapat sebagian tidak ada sidik jari. Yang dibawa rekan Yoshida, dan yang dibawa Maulana juga tanpa sidik jari yang jelas." Mizuki yang menjawabnya
"Aku bicara pada Misaki! Bukan Mizuki!" ucap Miyamura
"Kalian bisa diam tidak? Ini persidangan!" ucap Misaki
Maulana tidak berani mendekati Misaki sedikitpun, meskipun ada Mizuki dan Yuki disana, dia memilih diam dan mendengar kesaksian beberapa orang.
"Keputusan hakim menyatakan, saudara Furuhashi Taro, Junichi Ueda dan Sawaki Endo berada dalam posisi yang berbeda. Oleh karena bukti yang ditemukan oleh beberapa saksi, dan warga sekitar. Tidak bisa memastikan ketiganya benar bersalah, terkhusus saudara Furuhashi Taro dinyatakan tidak bersalah!" Hakim akhirnya memutuskan untuk membebaskan Taro dan menangkap Ueda dan Sawaki
Serentak pihak pembelaan terhadap Taro terkejut, sementara pihak Yoshuke malah merasa keberatan dengan status Taro.
"Apa - apaan ini pak Hakim? Kenapa anda membebaskan Furuhashi Taro dengan alasan yang tidak jelas?" Kenta terlihat kesal
"Sudah jelas! Kalau tidak ada satupun sidik jari saudara Taro di barang bukti itu, Maka pantaslah keputusan hakim untuk Taro Furuhashi." ucap Mizuki dengan tegas
"Soal keputusan hakim ini, sepertinya aku harus mencari tau sendiri darimana kalung itu berasal. Aku tidak bisa membiarkan orang yang tidak bersalah masuk penjara, meskipun aku tidak mengenal mereka." Maulana memutuskan untuk pergi dari persidangan, meninggalkan Misaki
Yuki kemudian menatap Maulana dari kejauhan, kemudian mengejarnya. Misaki menyadari itu lalu mengejar Yuki, meninggalkan Taro, Mizuki dan Miyamura.
Luar gedung
Maulana hendak mendekati taksi yang terparkir, diikuti Yuki dan Misaki. Saat berbalik, Maulana tertabrak Misaki yang lebih dulu menggapai Maulana daripada Yuki yang terdiam di belakang.
"Misaki! Aduuuh!" ucap Maulana
"Kamu mau kemana? Cukup sudah kamu lari dariku!" Misaki menarik dan menahan Maulana
"Aku lelah terus berbohong, Maulana." ucap Yuki yang mendekati mereka
"Jadi benar, ada yang kamu sembunyikan dariku?" Misaki menatap Maulana
"I..i.. Iya, aku akan mengakui sesuatu." Maulana kemudian berlutut dihadapan Misaki
"Akui semuanya sekarang! Atau, kamu akan kehilanganku untuk selamanya." ucapan Misaki membuat Yuki terkejut
"Misaki?" Yuki terdiam
Misaki kemudian menyadari apa yang dia katakan itu sebuah kebodohan, dia menatap Yuki lalu memohon maaf.
"Eh? Aku tidak bermaksud begitu, Yuki. Maafkan aku ya." ucap Misaki
Maulana kemudian mengakui segalanya di depan Misaki.
"Salahku! Aku yang membuat Yuki dalam masalah ini, aku memutuskan untuk mencari barang bukti sendirian lalu membiarkan Mizuki membantumu. Aku tidak mau melibatkanmu kedalam masalah ini, itu lebih baik daripada harus mengorbankanmu. Kamu bisa jadi korban Yoshuke selanjutnya, apalagi sekarang Kenta ada didepan mereka juga. Aku minta maaf, Misaki." Maulana hendak sujud sebelum Misaki menahannya lalu membangunkannya.
"Kamu gak perlu bersikap begitu Maulana!" Misaki meneteskan air matanya "Kamu itu sahabatku! Apapun yang kamu lakukan pasti adalah menolongku dan Taro, aku hanya ingin kamu terbuka padaku. Hal kecil sekalipun, bukan masalah yang sepele bagiku."
Baik Misaki, Yuki dan Maulana sama - sama sudah memahami satu sama lain, Taro dan Miyamura juga sudah mulai mereda dalam hubungan pertemanan mereka. Mizuki kini berhasil membantu Maulana membebaskan Taro dari serangan awal Yoshuke, kali ini dia akan membebaskan sang kekasih.
Tapi, apakah Kenta akan membiarkan hal ini terjadi?