My Pretty "Boy" Girl?

My Pretty "Boy" Girl?
Masa Kelam Hoshizora



Berdiri sejak 2010, Sekolah khusus anak lelaki Hoshizora tidak pernah sekalipun tercoreng oleh satu atau lebih kasus. Terbaru, Hoshizora mendapatkan penghargaan sekolah terbersih di daerah Chiyoda, Tokyo.


Beberapa siswa juga mendapatkan penghargaan dari pihak dinas kebersihan kota Tokyo sebagai siswa teladan, sementara yang lain mendapatkan predikat kelas terbersih di sekolah Hoshizora.


Namun kabar baik ini tercoreng oleh kejadian tak terduga sebelumnya, tewasnya dua siswa SMA Hoshizora dalam posisi menggantung di sebuah hutan di daerah barat Tokyo.


Miyazaki Sasuke selaku kepala sekolah mengumumkan rasa duka yang mendalam terhadap dua siswa itu, dan mengumumkan masa berkabung selama seminggu.


"Dengan kabar tewasnya siswa bernama Hose Takahiro serta Mark Raul de Borg (Kinosuke Kurihara), maka dengan ini saya umumkan masa berkabung selama seminggu. Dan yang akan menjadi perhatian bagi kita sekarang adalah, saling menjaga satu sama lain sebagai siswa dan guru. Terima Kasih." pak Miyazaki Sasuke nampak sangat jelas merasa kehilangan, namun sepertinya dia hanya memunculkan topeng pada saat pidato tadi.


Beberapa siswa juga hanya menunduk dan tidak nampak berekspresi sama sekali, tak terkecuali Taro, Maulana, Taguchi, Rio dan Miyamura.


"Siapapun itu, aku yakin ada hubungannya dengan Yoshuke." tutur batin Taro


"Aku tidak peduli siapa yang jadi korban, yang jelas siapapun itu harus mengakui kesalahannya telah membunuh seseorang." tutur batin Miyamura


"Aku tidak habis pikir, anggota gangster sekolah punya masalah serius soal ini. Aku yakin, seseorang di dalamnya adalah dalang dari kasus ini." Maulana kini menatap anggota gangster sekolah seperti Yoshida dan Yoshuke yang berdiri di belakangnya tiga baris darinya.


"Sudah cukup konspirasi yang mereka buat!" Taguchi nampak marah


"Persetan dengan anggota gangster sekolah Hoshizora, hanya mencoreng nama sekolah." tutur batin Rio


"Hei Maulana, apakah pikiran kita sama?" Taguchi menyenggol lengan Maulana


"Aku rasa iya, tapi untuk sekarang sebaiknya kita rahasiakan rencana kita dulu." Maulana dan Taguchi saling menatap


"Aku harap kau tidak membuat kesalahan yang bodoh, Maulana." ucap Taro kepada Maulana


"Aku yakin kau akan tertarik dengan rencananya." ucap Miyamura


"Heeh diam kau Takumi!" Taro berbalik dan memarahi Miyamura


"Aku hanya meramalkannya saja." Miyamura kini hanya bisa tersenyum melihat Taro marah


Kediaman Hasegawa


Sungguh mengerikan apa yang terjadi pada Hose dan Mark membuat keluarga Hasegawa khawatir dengan Yuki yang bersekolah dekat sekolah Hoshizora, Tuan Hasegawa yang paling khawatir dengan hal ini.


"Apa tidak sebaiknya kita pindahkan Yuki ke sekolah yang lebih aman sekarang?" Tuan Hasegawa begitu takut


"Jangan paksakan Yuki, nanti dia ngambek lagi." Nyonya Hasegawa tetap tenang dengan apa yang terjadi


"Papa sama Mama gak perlu khawatir, lagian Yuki sudah dewasa." Sakura Hasegawa tidak terlalu khawatir juga dengan adiknya itu


"Kamu ini bisanya cuman iri aja sama adikmu." Tuan Hasegawa menanggapi sikap Sakura


"Papa tuh yang overprotective sama Yuki, asal Papa tau ya Yuki itu berteman sama orang miskin tau gak?!" Sakura baru saja membangkitkan amarah sang ayah


"Orang miskin? Siapa orangnya? Enak saja berani mendekati putriku!" Emosi terpancing membuat Tuan Hasegawa sedikit hilang kesabaran


Kediaman Furuhashi


Semenjak kedua orang tuanya pulang ke luar negeri, Misaki terus memantau perkembangan kasus kakaknya hanya berdua. Saat ini dia melihat berita tentang pembunuhan siswa sekolah Hoshizora, dan tentu Misaki mengenali dua siswa yang tewas tersebut.


"Aku rasa ada permainan di dalam gang mereka, semenjak Haruki dan Ryusei masuk ke gang ini semuanya jadi aneh. Aku jadi teringat kejadian pada acara kebudayaan sekolah kemarin, banyak sangkut pautnya dengan mereka. Aku penasaran, siapa so pelaku utamanya." Misaki terus memantau sekolah Hoshizora dari berita


Tidak ada yang tau pasti kejadian tersebut berawal dari apa, hanya anggota gangster sekolah Hoshizora yang tau siapa dalang dibalik kejadian ini. Siswi sekolah Sakura Gakuen pun tidak mau terlibat dan memilih menghindari pertemuan dengan siswa Hoshizora, hanya Yuki yang masih berani menemui beberapa siswa yang ia kenal seperti Miyamura, Maulana, Taro, Taguchi dan Rio.


"Aku khawatir jika ini terjadi pada sekolah kita juga, bagaimana menurutmu Hasegawa-san?" kepala sekolah Rino sedang berbicara bersama Yuki


"Aku harap mereka baik - baik saja bu, aku juga khawatir dengan beberapa temanku di Hoshizora." Yuki teringat Taro, Miyamura, Taguchi, Rio dan Maulana


"Kau masih akan menemui mereka? Aku cukup Khawatir juga, aku harap kasusnya cepat selesai." Nona Rino akhirnya berjalan mendekati pintu gerbang sekolah dan akan berjalan pulang


"Aku khawatir sasaran berikutnya adalah Taro." tutur batin Yuki


Yuki akhirnya mendekati mobil yang sudah menjemputnya, dia langsung berlari dan memasuki mobil demi menghindari kerumunan wartawan.


"Ayo pak, kita jalan." ucap Yuki kepada supirnya


Kediaman Gunawan


Pak Gunawan, Nyonya Nami dan Silvia juga terfokus pada berita hari ini yang mengumumkan ada dua siswa SMA Hoshizora yang tewas di dalam hutan, cukup mengejutkan karena Maulana juga bersekolah disana.


"Aku cukup kaget melihat hal ini, kenapa bisa ada orang yang tega melakukan ini." ucap pak Gunawan


"Biasanya kasus seperti ini melibatkan orang dalam yah, entah itu dendam seseorang yang dirundung atau semacamnya." ujar Silvia


"Ibu haap, Mauana gak apa - apa." Nyonya Nami nampak mengeluarkan air mata


"Ibu yang sabar, Maulana pasti gak - apa. Dia anak yang kuat, dia juga kan belajar bela diri dari ibu." pak Gunawan mencoba menenangkan sang istri


"Oh iya, kan ibu yang ngajarin Maulana Karate 🥋 kan? Aku inget waktu itu Maulana masih kelas 2 SD, jadi ibu gak perlu khawatir ya." Silvia juga mencoba menenangkan sang ibu


Jam pulang Sekolah


Sesampainya di rumah masing - masing, terlihat keluarga Hasegawa begitu sangat cemas meski Yuki tidak bersekolah di Hoshizora. Keluarga Taguchi dan Rio nampak lebih daripada khawatir biasa, sementara keluarga Miyamura nampaknya sudah bersiap lebih awal akan khawatir kejadian ini. Taro dan Maulana juga tidak nampak khawatir dengan kejadian ini, namun tetap waspada.


"Taro, coba sesekali kamu membuka mata. Orang yang kau temui beberapa kali bisa saja adalah pembunuhnya, iya kan?" Maulana mencoba merayu Taro


"Tidak lucu, aku yakin Yoshida bukan pelakunya. Tapi mataku menuju ke arah orang lain, entah itu korban terdahulu atau yang membenci mereka sekarang." Taro berbalik dan menatap Maulana


"Kau bisa berfikir sejauh itu untuk mengira aku pembunuhnya? Kau gila!" Maulana agak kesal sekarang


"Berita itu tidak penting bagiku, pembunuhan itu hanya kedok pengalihan isu saja bagiku. Jadi Maulana, jangan sok ikut campur!" Taro berjalan menjauh dari Maulana


"Hufft susah juga menjelaskannya padamu, Taro!" Maulana juga berjalan menuju ke rumah dengan santainya


*DPO


Polisi merilis daftar orang yang akan mereka cari selama menangani kasus pembunuhan siswa sekolah Hoshizora, dan yang paling membuat terkejut adanya nama Furuhashi Taro di dalamnya.


Entah bagaimana kabar itu datang begitu cepat, Misaki dan Taro sama terkejutnya mendengar hal itu. Misaki yakin sang kakak tidak akan melakukan hal kejam seperti itu, begitupun juga Taro yang terkejut dan tidak bisa mempercayainya.


"Aku? DPO? Omong kosong!" Taro membanting gelas yang berada di tangannya dan tidak bisa menahan amarahnya


Entah apa yang terjadi, namun Misaki dengan kepala dinginnya berusaha mencari tau soal masalah ini.