My Pretty "Boy" Girl?

My Pretty "Boy" Girl?
S2E3 De-To? Omiai? Kencan?



Aeon Mall Tokyo 🗼


Yuki mengajak Misaki untuk membeli beberapa baju dan beberapa pakaian sebagai persiapan untuk musim panas, Yuki membeli beberapa set baju dan celana sedangkan Misaki lebih memilih membeli beberapa baju saja dan Kimono atau Yukata 👘👘.


Dalam perjalanan ke toko kimono, Misaki menyadari kalau dia lupa sesuatu.


"Ah aku lupa sesuatu Yuki."


"Lupa apa? Apa Taro menitip sesuatu? Atau ada barangmu yang hilang?" tanya Yuki


"Aku lupa titipan Taro soal baju tim baseball, tapi dia tidak memberiku uang." Misaki mengeluarkan sejumlah uang untung menghitungnya "Satu, dua, tiga... ahh hanya tersisa 3.000 Yen?!"


"Sepertinya Taro lupa kalau uangnya masih dalam genggamannya. Hehehe." Yuki sedikit tertawa


Beberapa saat kemudian


Misaki menghubungi Taro dan meminta Taro datang untuk memberikan uang kepadanya, karena akan memakan waktu dan tenaga bila Misaki harus pulang ke rumah.


"Misaki, apakah kau sudah membelikan baju yang aku titipkan?" ucap Taro


"*Hei kakak, kau lupa memberiku uang ya?" Misaki menjawabnya dengan nada tinggi


"Apa? Uangnya....? Kau kan bisa membelinya dengan uangmu, nanti aku ganti di rumah." ucap Taro mengambil nada bicara yang sama dengan Misaki


"Kau pikir aku datang ke sini mengharapkan Yuki membayar semua barang yang aku beli? Dasar bodoh!" Misaki kesal


"Hentikan omong kosongmu! Jangan lupa baju itu*!"


Taro menutup telepon yang berakhir dengan rasa kesal Misaki, tidak mungkin Misaki meminta uang kepada Yuki hanya untuk membeli baju Taro.


"Sepertinya kakakmu tidak akan datang ke sini ya, Misaki? Hehe." Yuki tertawa palsu


"Aku tidak akan memberikan apa yang dia mau, dasar gila. Ngomong - ngomong setelah membeli baju, kita pergi kemana lagi?" tanya Misaki


"Kita beli buku novel, aku ingin membeli beberapa novel. Bagaimana denganmu Misaki?" Yuki ingin membeli beberapa Novel, namun Misaki nampak tidak tertarik dengan Novel


"Mungkin... aku akan beli komik saja deh." jawab Misaki


"Kamu suka komik? Kamu sama seperti Miyamura ya... Eh?" tanpa sadar Yuki menyinggung soal Miyamura


"Miyamura? Aku rasa kami memilih genre yang berbeda." Misaki mencoba mencairkan suasana agar Yuki tidak merasa bersalah


"Genre apa yang kamu suka?" Yuki penasaran


"Genre Komedi romantis, kalau Miyamura biasanya genre Komedi dan petualangan semacam itu." jawab Misaki


"Begitu rupanya, yasudah ayo kita ke toko buku." Yuki segera berjalan dan diikuti Misaki di belakangnya


Toko buku


Yuki mencari novel yang dia ingin baca, namun dia teringat seseorang ketika dia sampai pada novel genre horror.


"Horror... Kenapa aku jadi teringat sosoknya.. Ayo Yuki! Lupakan lelaki pengecut itu!" Yuki memukul kedua pipinya


"Ah Yuki, kau kenapa?" Misaki mendekati Yuki


"Ah? Aku.. tidak.. ada apa - apa kok. Iya, tidak.. ada.."Yuki mengelak


"Jadi kau akan membeli novel Horror?" Misaki melihat buku yang tersusun rapih di rak buku di hadapan Yuki


"Tidak, aku tidak menyukai novel ini. Kebetulan lewat, jadi aku terhenti sebentar." ucap Yuki


"Hmm 🤔 baiklah kalau begitu..." Misaki dan Yuki akhirnya selesai memilih buku untuk dibeli


Misaki dan Yuki berjalan menuju restauran


Perjalanan Misaki dan Yuki terhalang oleh keramaian di suatu toko olahraga, di sana ada seorang atlet baseball âš¾ yang melempar kaos dengan tanda tangan di dalamnya. Secara mengejutkan Misaki berhasil mendapatkan kaos tersebut, Yuki yang melihatnya ikut senang.


"Waw! Selamat ya Misaki, aku rasa Taro tidak akan marah padamu." ucap Yuki


Misaki dan Yuki melanjutkan perjalanan, namun kali ini tidak sengaja mereka bertemu dengan Miyamura yang sedang mencari seseorang.


"Miyamura?" kaget Yuki


"Kenapa kau di sini? Dan sedang apa?" tanya Misaki


"Aku kehilangan Tsumugi lagi, aku mencarinya sejak tadi tapi belum ada hasil." Miyamura terus melihat sekitar


"Kau melakukan kesalahan yang sama dua kali, di tempat yang sama pula." ujar Misaki agak kesal


"Tapi sayangnya bukan Misaki yang menemukannya kali ini, kau sudah mencarinya berapa lama?" Yuki bertanya, namun diselingi candaan


"Sudah satu jam." Miyamura mulai panik


"Kita cari bersama kalau begitu, semoga Tsumugi cepat ketemu." Misaki, Yuki dan Miyamura bergerak mencari Tsumugi


Tsumugi ternyata sedang memperhatikan kue yang ada di sebuah toko di lantai dasar, dia berharap kakaknya mau membelikan kue.


"Cheesecake cheesecake cheesecake... Aku mau Red Velvet, eh? Cheesecake." Tsumugi sedikit bernyanyi


Tsumugi berusia 5 tahun namun dia tidak takut pada siapapun, dia hanya takut pada kakakknya dan orang tuanya saja.


Di sisi lain Maulana sedang berjalan sendirian menuju toko kue, dia sedang menyiapkan kejutan untuk ulang tahun ayahnya.


"Semoga ayah suka hadiahku, aku tidak bisa membeli barang karena uangku hanya cukup untuk membeli kue biasa." Maulana tidak sengaja menabrak Tsumugi


Seketika Tsumugi terjatuh dan menangis, Maulana langsung membangunkannya dan meminta maaf.


"Aduh, maafkan aku ya adik kecil. Aku tidak sengaja, maaf ya." ucap Maulana


Tsumugi berdiri dan sedikit tersanjung melihat wajah Maulana, Tsumugi merubah mimik wajah menjadi tersenyum.


"Enggak apa - apa kok, aku gak sakit." Tsumugi mengeluarkan suara imutnya


"Oh iya di mana orang tuamu?" Maulana melihat sekitar


"Aku sama kak Takumi, cuman aku sedang melihat kue. Aku mau kue, apakah kakak sendirian?" tanya Tsumugi


"Kebetulan aku juga akan membeli kue, apakah ada kue yang kamu mau?" Iya, aku sendirian." jawab Maulana


Maulana akhirnya mendapatkan kue yang akan dia berikan untuk ayahnya, dan sekaligus membelikan Tsumugi kue yang anak itu mau.


Dalam perjalanan


Yuki, Misaki dan Miyamura hampir menyerah untuk menemukan Tsumugi, waktu semakin menipis bagi mereka.


"Bagaimana ini? Aku sudah tidak kuat lagi..." Misaki terlihat sangat lelah


"Aku juga, bagaimana Miyamura?" Yuki sangat lelah


"Aku akan menghubungi orang tuaku." Saat akan menghubungi orang tuanya, Miyamura melihat Tsumugi sedang digendong seorang pria


"Itu? Maulana kan?" Misaki terpaku pada Maulana yang datang bersama Tsumugi


"Eh? Kak Takumi!" Tsumugi turun dari gendongan Maulana dan berlari ke arah Miyamura


"Kamu! Ya ampun kamu dari mana aja...?" Miyamura segera memeluk Tsumugi


"Aku tidak menyangka akan bertemu kalian lagi, tapi kali ini ada Miyamura." ucap Maulana


"Sekalian saja kamu ikut dengan kami, makan bersama kami." Yuki antusias mengajak Maulana


"Aku harus pulang karena kue ini harus aku simpan di rumah, ini untuk ayahku." Maulana mencoba untuk menjauh


"Ehemm Maulana.." Miyamura mendekati Maulana lalu berbisik "Kalo kau ingin aku merahasiakan cerita kemarin soal masa lalumu, maka ikutlah bersama kami."


"Kau mengancamku? Oh kalo begitu, aku tidak akan membantumu bersatu dengan Misaki." Maulana berbisik dan mengancam Miyamura


"Aww berani sekali..!" Miyamura menahan amarahnya


"Kalian kenapa sih berbisik begitu? Ayolah Maulana, kali ini saja kamu ikut kami makan bersama." Yuki segera menarik lengan Maulana dan mengajaknya berjalan menuju restauran


"Ayo Misaki!" ucap Miyamura


"Ayo kak Misami!" ucap Tsumugi


Misaki, Miyamura dan Tsumugi berjalan bersama, Tsumugi berada di antara Misaki dan Miyamura. Tsumugi senang bisa bergandengan tangan dengan Misaki dan Miyamura, dia mengingat di masa lalu soal Miyamura dan Misaki.


"Aku belum mengatakan pada Tsumugi kalo kamu belum putus denganku." Kalimat ini terngiang di kepala Misaki sekarang


Restaurant ayam


Misaki duduk berhadapan dengan Miyamura, Maulana duduk berhadapan dengan Yuki dan Tsumugi duduk di tengah menghadap jalan.


"Makan! Makan! Makan!" ucap Tsumugi antusias


"Kamu udah gak sabar ya?" Misaki mengelus rambut Tsumugi


"Aku tidak menyangka, akhirnya Maulana ada di depanku dan makan bersama." tutur batin Yuki


"Aku tidak akan melupakan momen ini, Misaki." tutur batin Miyamura


Ketika makanan datang, semua langsung menikmati momen ini bersama. Bagi Yuki ini akan dia ingat untuk selamanya, Maulana tepat berada di hadapannya dan menyantap makanan bersamanya.


"Aku harap Maulana menerima undanganku makan di rumah satu saat nanti, dan berharap setiap hari dia memakan masakanku." Yuki tersenyum dalam diamnya


Misaki sendiri merasa kedekatannya dengan Tsumugi membawanya kembali ke masa dimana dirinya sangay bahagia bisa memiliki Miyamura, segala yang ia inginkan dari seorang lelaki ada pada Miyamura seorang.


Demi sang kakak, Misaki terpaksa menjauh dari Miyamura dalam waktu yang tidak dia ketahui. Misaki kini berharap dia bisa menebus kesalahannya di masa lalu, demi Miyamura juga demi Tsumugi.