My Pretty "Boy" Girl?

My Pretty "Boy" Girl?
S3E3 Back to School



Agustus, 2013


Misaki, Maulana, Miyamura, Taguchi, dan Rio kembali beraktifitas seperti biasa di sekolah Hoshizora. Yuki kedatangan teman baru di sekolah Sakura Gakuen, seorang perempuan pindahan dari Mie.


*pukul 06.00


Misaki melewati gerbang sekolah disambut Maulana dan Rio, Taguchi berjalan bersama Miyamura dan Haraguchi di belakangnya.


"Selamat pagi semuanya!" ucap Rio


"Sambutanmu seperti kita tidak bertemu lama." ucap Taguchi


"Jangan begitu Taguchi, jangan hilangkan semangat belajarnya." ucap Miyamura


"Dia hanya semangat di awal waktu, dan lemah di akhir waktu." Miyamura tertawa mendengar pertanyaan Taguchi


"Selamat pagi, Taro!" ucap Maulana dengan tatapan datar


"Selanat pagi, Maulana." Misaki membalasnya sambil berusaha tidak tersenyum


"Sebentar lagi masuk, ayo kita jalan!!!" Rio menarik lengan Miyamura dan Taguchi


Saat Maulana berjalan bersama Misaki, seseorang menatapnya dari belakang dan Maulana menyadarinya dan berbalik melihat.


"Aku senang bisa melihatmu lagi, Maulana!" ucap seorang gadis


Maulana terkejut dan tidak mengeluarkan sepatah katapun, Misaki terdiam lalu menarik tangan Maulana.


"Sebaiknya kita berjalan masuk, Maulana!" ucap Misaki


"Ada apa denganmu?" Maulana menatap mata Misaki


"Maaf!" Misaki melepas genggamannya


Maulana berbalik kembali lalu berjalan bersama Misaki menuju kelas, gadis tadi hanya tersenyum menatap punggung Maulana.


"Kamu? Akan kembali kedalam dekapanku, dan setelahnya tidak akan lepas." gadis ini berjalan menuju sekolah Sakura dan bertemu Yuki


"Permisi, apakah kamu anak baru di sekolah ini? Aku baru melihatmu." ucap Yuki


"Iya, aku pindahan dari prefektur Mie. Namaku..." Yuki memotong pembicaraan gadis itu "Nanti saja perkenalannya, kita harus segera masuk." Yuki menggandeng tangan gadis itu lalu membawanya masuk ke sekolah


*Kelas 1-A Hoshizora


Maulana berjalan paling terakhir diantara semua teman sekelasnya, dia sangat risau sekali dan itu terlihat dari wajahnya.


Taguchi dan Rio yang melihat itu langsung mendekat kursi Maulana, sementara Miyamura nampak sibuk mendekati Misaki.


"Hei! Pagi hari sudah lesuh, tadi baik - baik saja." ucap Rio


"Iya, ada apa denganmu pagi ini?" tanya Taguchi


"Tidak apa - apa, aku hanya merasa aneh." jawaban Maulana menjadi pertanyaan baru bagi Rio


"Aneh gimana?" tanya Rio lagi


"Sudahlah nanti saja kita bahas, sebentar lagi sudah bel pertama berbunyi." Maulana mengeluarkan buku PR berisi tugas musim panas


*Kelas 1-A Sakura Gakuen


Yuki ternyata sekelas dengan gadis yang dia temui di depan gerbang sekolah tadi, dan gadis itu akan memperkenalkan diri di depan guru dan siswa kelas 1-A.


"Selamat pagi semuanya, perkenalkan namaku Sakamoto Hikari. Usia 15 tahun, aku merupakan murid pindahan dari prefektur Mie. Di masa depan, mohon bantuannya."



*Gambaran Hikari


"Mohon bantuannya." ucap seluruh siswa di kelas


"Aku seperti pernah mendengar nama itu..." ujar salah satu siswi


"Seperti tidak asing bagiku, tapi dimana ya?" ujar siswa yang lain


Hikari duduk tepat di samping tempat duduk Yuki di bagian tengah barisan, Yuki menyambutnya dengan senang.


"Namaku Hasegawa Yuki, salam kenal ya Sakamoto-san." ucap Yuki


"Salam kenal juga Hasegawa-san, selanjutnya kamu boleh memanggilku dengan Hikari." ujar Hikari sambil tersenyum


"Baiklah, kamu juga boleh memanggilku dengan nama Yuki kok. Biar tidak ada jarak di antara kita." Yuki balas senyuman Hikari


*Istirahat makan siang


SMA HOSHIZORA


Maulana berkumpul bersama Taguchi dan Rio di kantin, Misaki pun ikut bergabung.


"Kau masih dengan wajah lesuhmu itu, Maulana." ucap Taguchi


"Bagaimana ya menjelaskannya..." Maulana masih menatap makanannya


"Apa karena perempuan tadi pagi?" tanya Misaki


"Perempuan? Perempuan mana lagi?" Taguchi penasaran


Maulana melihat sekeliling, dan berhenti pada Rio.


"Hei, Rio!"


"Iya kenapa?" tanya Rio


"Gadis cahaya itu kembali muncul." ucap Maulana


"Gadis cahaya? Apa sih maksudmu? Aku tidak paham." ucap Rio


"Hikari! Hikari! Dia muncul tadi pagi..." jawab Maulana


"Hikari? Hikari siapa?" Rio masih bingung


"Hikari Sakamoto! Aku melihatnya tadi, dia memakai seragam Sakura Gakuen." Maulana nampak gelisah


"Hikari itu? Ya ampun!" Rio terkejut dan akhirnya gelisah juga


"Aku seperti pernah mendengarnya, Tapi dimana ya...." Taguchi mencoba mengingat


"Apa jangan - jangan, dia...?" Misaki bergabung dengan obrolan


"Si gadis kelinci? 🐇." Tebakan Taguchi nampaknya tepat


"Gadis kelinci? Maksudmu..?" Misaki penasaran


"Sudah jangan diperpanjang lagi, aku benci terus membicarakan dia." ucap Maulana


"Terus.. bagaimana ini?" Rio masih gelisah


"Aku harus mencari cara agar tidak bertemu dengannya hari ini, sepulang sekolah nanti aku harus langsung berlari. Aku harus menghindarinya!" Maulana memikirkan cara untuk menghindari Hikari


"Jadi kau berusaha pergi menjauhi gadis aneh itu, aku akan membantumu Maulana! Asal kau mentraktirku besok." ucap Taguchi


"Huuu mengambil kesempatan dalam kesempitan." Maulana kesal namun memilih mengiyakan


Mereka pun kembali melanjutkan menghabiskan bekal makan siang mereka, Misaki nampak masih bingung dengan pembicaraan Maulana, Rio dan Taguchi.


Rumah sakit Ueno


Miyu sedang dalam kondisi yang baik, namun dia harus banyak istirahat pasca pengobatan yang sangat lama.


"Kenta, bisakah kamu menemani malam ini? Kenapa sih kamu selalu pulang?" tanya Miyu


"Maaf ya, malam ini aku harus pulang. Besok aku akan datang lagi, lagipula kondisi kamu sudah membaik kan?" Kenta mencoba menenangkan Miyu


"Kamu udah gak sayang ya sama aku?" Miyu kesal dengan keputusan Kenta


"Aku masih sayang kok, kamu jangan ngambek gitu. Nanti cantiknya ilang loh!" Kenta merayu Miyu


Miyu memilih untuk membuang muka, disaat itu Kenta menerima telepon dari seseorang.


"Eh ada yang telepon, aku terima telepon dulu ya Miyu."


"Yaudah." Miyu masih kesal


Kenta berjalan keluar ruangan, dia langsung mendekati toilet yang jauh dari ruangan inap Miyu.


Beberapa saat kemudian


Nampak dua sejoli berjalan mendekati ruang inap Miyu, salah satu dari mereka mengetuk pintu lalu mengatakan "Permisi."


Miyu yang tidak mampu bangun hanya bisa memperbolehkan mereka masuk dari bicaranya saja, Miyu mengusap air mata yang sempat turun.


"Permisi, apa benar ini saudari Miyu Kanazawa?" tanya si perempuan yang ternyata adalah Mizuki Kanzaki


"Iya benar, kamu berdua ini siapa ya?" tanya Miyu


"Izin memperkenalkan diri, saya Mizuki Kanzaki." jawab Mizuki


"Saya Daniel James, saya yang akan mendonorkan organ jantung saya kepada saudari Miyu." ujar pria yang mengaku sebagai Daniel tapi sebenarnya dia adalah orang yang berbeda


"Oh jadi anda orangnya? Maaf saya terkejut sekali, karena saya belum kenal dengan pendonor." Miyu antusias sekali


"Tak apa, saya senang bisa bertemu penerima donor. Setidaknya sekedar mengenal saja sudah membuat saya senang, apalagi kalau nanti organ ini sudah saya berikan untuk saudari Kanazawa." ujar pria itu


*Toilet


Kenta sedang berbicara dengan Yoshuke, mereka membahas sosok Daniel James.


"Jadi pria yang kau kenalkan waktu itu adalah Daniel James yang akan mendonorkan organ jantung untuk Miyu?" tanya Kenta


"Iya benar, dia sudah kembali dari tes kesehatan di Amerika. Lusa nanti, dia akan melakukan res kesehatannya kembali di Tokyo. Aku sudah buat janji dengan beberapa Dokter spesialis, sekarang saatnya kau fokus dengan tugasmu." ujar Yoshuke


Sosok Daniel James ini masih dirahasiakan Kenta dan Yoshuke, namun Mizuki tentu punya rencana untuk menyelamatkan sang kekasih dari rencana jahat Yoshuke dan Kenta. Entah bagaimana akhirnya, apakah Miyu akan mengetahui siapa sosok pendonor organ tubuh baginya atau tidak. Nampaknya semua sudah berjalan sesuai rencana Yoshuke, Kenta dan yang lainnya.