My Pretty "Boy" Girl?

My Pretty "Boy" Girl?
Omong Kosong (Last Episode Season 1)



Beberapa hari yang lalu polisi yang memeriksa kasus kematian Hose dan Mark mengumumkan daftar nama yang kemungkinan mereka adalah pelaku pembunuhan, anehnya ada beberapa nama yang diketahui bukan siswa Hoshizora dan ada yang merupakan korban kenakalan Hose dan Mark.


"Sangat lucu begitu aku melihat namaku dalam daftar nama ini." ucap salah satu orang siswa luar Hoshizora


"Aku bingung, kenapa kematian dua setan itu melibatkanku." ujar mantan siswa Hoshizora


Beberapa orang asing mendekati sekolah Hoshizora karena daftar nama mereka ada di sana, polisi juga sudah berada di dalam sekolah untuk memeriksa beberapa orang yang datang.


Taro, Maulana, Miyamura, Taguchi dan Rio masuk sekolah untuk melihat situasi, meskipun nama Taro juga ada di sana dia tidak takut sama sekali.


"Jika memang aku pelakunya, aku tidak takut sedikitpun!" ucap Taro


"Akan ada benturan antar siswa di sekolah ini, dasar payah!" ujar Taguchi


"Dari semua daftar yang aku lihat, beberapa diantaranya adalah mantan siswa sekolah ini. Cukup aneh bukan?" Miyamura sempat memeriksa daftar nama siswa yang diduga telah melakukan kejahatan


"Aku yakin tidak ada satupun dari mereka yang menjadi tersangka, kecuali ada permainan dari Yoshuke dan temannya." Rio tidak menunjukkan rasa takutnya


"Puncak masalahnya adalah siapa yang membawa mereka, dan dengan siapa mereka terakhir bicara? Tidak ada yang mengaku, lalu soal Yoshuke dan Yoshida ini juga misterius." Maulana menduga kalau kakak adik itu pelakunya


"Tidak adakah di antara kalian yang memikirkan kondisiku sekarang?" ucap Taro dengan kesalnya


"Kau sangat ingin dipedulikan? Kalah begitu ikut rencana kami saja!" Taguchi menyaut dengan rasa kesal


"Apakah dengan rencana kalian, aku bisa bebas dari Yoshida?" Taro sedikit menantang


"Bukankah kau sendiri yang menginginkannya? Masuk dalam permainan kakak adik tersebut." kali ini Maulana membuka suaranya


Selama pemeriksaan, tidak ada satupun siswa yang nampak mencurigakan. Bahkan tidak ada satupun yang punya masalah dengan Hose dan Mark, lebih parahnya lagi tidak ada yang menunjukkan tanda - tanda kalau mereka pelaku kejahatan.


Sebagian besar memang pernah berurusan dengan gangster sekolah Hoshizora, namun tidak ada yang sampai berkelahi dan memilih keluar dari sekolah.


Kediaman Furuhashi


Misaki hanya terdiam di rumah, memikirkan apa yang harus dia lakukan untuk kakaknya.


"Ini semakin sulit bagiku, rencanaku untuk menyamar semakin sulit karena ada yang kakak sembunyikan dariku." Misaki terus menatap layar handphone yang sampai detik ini tidak ada yang menghubunginya


"Apa aku menghubungi Maulana saja ya? Semoga dia membalas pesanku." Misaki menyadari kalau Maulana sedang menjaga kakaknya selama di sekolah hari ini


"Maulana, aku boleh meminta bantuanmu? Tolong terus awasi kakakku lalu kamu foto setiap kegiatannya hari ini, aku khawatir jika dia dijebak lagi seperti dulu. Terima kasih sebelumnya."


Misaki mengirim pesan kepada Maulana sambil berharap sang kakak tidak macam - macam, Yoshuke dan Yoshida bisa saja membuat jebakan yang lebih parah dari sebelumnya.


Pemeriksaan berhenti kepada Taro


Pemeriksaan siswa Hoshizora terhenti pada sosok Taro Furuhashi, banyak pernyataan Yoshuke yang mengarah kepadanya.


"Sejak awal aku tidak melakukan apapun terhadap kalian, lagipula kalian kan yang selalu menekanku." ucap Taro


"Kau berhak diam Taro! Hutangmu jangan dijadikan alasan, lagipula aku sudah berusaha meringankannya kan?" Yoshuke semakin terlihat licik


"Aku tidak peduli! Pokoknya aku bukanlah pelakunya! Kau tidak punya bukti yang kuat untuk menahanku, dan satu yang harus kau tau ya Yoshuke! KAU ADALAH PENJAHATNYA! Ya Kaulah orangnya kan?" Taro merasa dirinya semakin tertekan dan memilih mengungkapkan apa yang dia pendam


"Kau menuduhku membunuh sahabatku, Taro?! Jangan asal bicara!" Yoshuke sempat bangkit dari kursi sebelum akhirnya Yoshida menahannya


"Kakak tidak perlu semarah itu, kita akan segera mendapatkan bukti kalau Taro pelakunya." Yoshida juga menyudutkan Taro


Tidak ada yang berani membela Taro dalam kasus ini, ditambah tidak ada Maulana ataupun Miyamura yang mendampinginya.


Di kelas


Maulana, Rio dan Taguchi mencoba menyelidiki kasus ini dengan cara mereka sendiri, yaitu menanyai orang yang pernah berhadapan dengan Hose dan Mark selama beberapa kali.


Rio menemui beberapa orang yang menjawab kalau masalah mereka hanyalah masalah biasa, Taguchi mendapati beberapa siswa asing yang punya masalah serius terutama kenakalan Hose dan Mark.


Maulana menemui beberapa siswa yang punya masalah hutang piutang, beberapa diantaranya berhasil melunasi namun sebagian mendapatkan perlakuan buruk dari Hose dan Mark.


"Aku mendapati mereka merusak rumahku sehari setelah tenggat waktu hutangku selesai, aku tidak mampu membayar hutangku karena telah menumpuk." ujar Nakayama (14) SMA Fuji


"Jadi perlakuan seperti itu ya? Baiklah terima kasih untuk infonya." Maulana segera berkumpul dengan Taguchi dan Rio di ruang kelas


Ruang kelas


"Tidak lucu bukan aku menemui beberapa orang yang punya masalah biasa malah terseret kesini." ucap Rio


"Lebih parah dari ekspektasiku, ternyata siswa asing banyak yang mengejar dua manusia itu karena masalah pribadi sampai salah satunya mengancam akan membunuh mereka. ucap Taguchi


"Jadi letak masalahnya ada pada hutang piutang, lalu kenakalan Hose dan Mark juga membuat beberapa orang kesal sampai mau membunuh mereka. Sekarang Taro dalam masalah besar jika hutangnya tidak lunas, dia terus terpojok oleh Yoshuke juga." Maulana masih mencoba memikirkan langkah selanjutnya untuk menghadapi Yoshuke dan Yoshida


Polisi kembali ke Kantor membawa Yoshuke


Beberapa saat kemudian para polisi sudah berangkat ke pos masing - masing, Yoshuke ikut untuk menjadi saksi bersama Yoshida. Anehnya adalah tidak ada Haruki, Ryusei dan Gen yang ikut bergabung dengan mereka.


"Untuk sementara kalian bersembunyi sampai waktu habis untuk Taro, bagaimana?" Yoshuke ternyata sedang menghubungi Gen sejak tadi


"Kau tetap pada rencana, aku akan merubah sedikit keadaan sekolah setelah masuk kembali." ucap Gen


"Selama tidak ada seseorang yang berani ikut campur, tidak akan ada masalah bagi kita." Ryusei sangat amat merasakan kebahagiaan setelah sekian lama


Gen, Ryusei dan Haruki benar - benar dalam masa kejayaan mereka, namun Maulana tidak tinggal diam dengan apa yang terjadi. Akan ada saatnya Maulana, Taro, Taguchi dan Rio bergerak melawan semua kejahatan di sekolah mereka.


...Last Of Season 1...


Ending Song


Sana - Kotobano iranai yakusoku


Overview


Listen


Videos


Artists


Analysis


Main results


独りじゃないよ


恐れるものなんてないから


行こうさぁ目を開けて


ぶつかっていた


本当は追いつきたくて


傷つけ合って


繋ぎ止める絆ほしくて


ごめん


忘れないで


信じて待ってて


迎えに行くんだ


勇気の灯火照らし出せ弱さを


傷だって痛みだって


分け合えば平気だ


君の背中押す結んだ約束


いつだって離れたって


信じられる絆は胸に眠ってる


ヘタクソなんだよ


恐れ知らず破天荒でさ


聞く耳持たず


敵を作る正義もあって


ほらね


忘れないで


ずっとそのままで


知らなくていいよ


勇気の足音迷いなき強さが


傷だって痛みだって


かき消した平気だ


キミの背中押す結んだ約束


いつだって離れたって


信じられる絆は胸に眠ってる


言葉のない約束は今


ぶつかり合う事も減った


分かってた


君と僕は交わらずに


忘れないで


ずっとそのままで


合図はいらない


勇気の灯火照らしだせ僕らを


傷だって痛みだって


分け合えば平気だ


君の背中押す結んだ約束


いつだって離れたって


信じられる絆は胸に眠ってる