
*Saitama
Yuki dan Misaki membatalkan rencana untuk liburan ke Saitama karena alasan kelelahan mereka saat berada di Shibuya, Miyamura juga terlihat kurang sehat sesaat setelah pulang dari Shibuya.
Hari ini Yuki memutuskan untuk pergi ke Asakusa sendirian tanpa Misaki, Miyamura, Rio dan Taguchi. Sementara Misaki, berniat menemui Maulana dan menyambutnya di Tokyo siang ini.
*Stasiun Tokyo
Misaki awalnya sendirian datang, tapi Rio dan Mizuki mendapatkan kabar kepulangan Maulana juga yang akhirnya bergabung bersama Misaki.
"Hei Rio! Siapa gadis ini? Untuk apa dia menunggu Maulana?" tanya Mizuki
"Dia temannya Maulana juga, adik dari Taro." jawab Rio
"Oh.. dia adik Taro rupanya. Aku ingin berkenalan, siapa tau bisa jadi sahabat." Mizuki mendekati Misaki
"Eh?" Misaki terkejut
"Halo, kamu temannya Maulana-senpai ya?" tanya Mizuki antusias
"Iya, aku Misaki Furuhashi. kamu sendiri siapa ya?" tanya Misaki
"Mizuki Kanzaki, junior Maulana-senpai waktu SMP." jawab Mizuki
"Oh junior Maulana rupanya, kamu cantik ya." ucapan Misaki membuat wajah Mizuki memerah
"Ah masa sih? Gak mungkin ah, cantikan kamu lagi..." Mizuki membalas pujian Misaki
"Dasar perempuan, dimana - mana sama saja. Saling memuji, sampai lupa daratan." ucap Rio
Tiba - tiba seseorang menepuk pundak Rio dari sampingnya, orang itu membalas ucapan Rio.
"Tapi kita tidak bisa memaksa mereka merubah dirinya loh!"
"Iya sih, kita sebagai lelaki hanya bisa sabar saja. Loh?" Rio memutar badan lalu mendapati Maulana sudah berada di sampingnya "Maulana?"
"Kenapa kau membuntuti dua orang itu?" tanya Maulana
"Kenapa kau ada disini? Bukankah kau akan keluar dari pintu C? Kenapa keluar dari pintu B?" tanya Rio terkejut
"Tau darimana kau? Asal bicara." ujar Maulana
"Ya aku kira jalur keluar ** East Yokohama dari sana." ujar Rio
"Eh, itu bukannya Misaki? Dia bersama siapa?" tanya Maulana
"Itu Mizuki, dia minta ikut kesini. Tadinya aku mau menolaknya, tapi meskipun begitu dia tetap akan datang juga." ucap Rio
"Tapi aku bingung, kenapa Misaki bisa tau aku pulang sekarang." Maulana menatap tajam mata Rio
"Aku tidak tau, sungguh!" Rio nampak ketakutan
"Oii Misaki! Mizuki!" Maulana memanggil Misaki dan Mizuki
"Ah? Maulana disana?" Misaki menatap ke arah suara Maulana
"Senpai ada disana rupanya." Mizuki segera mendekati Maulana dan Rio, diikuti Misaki
"Selamat datang Maulana." ucap Misaki
"Terima kasih kau mau datang, tapi darimana kamu tau aku pulang hari ini?" Maulana penasaran
"Bukankah waktu itu kamu bilang, 8 hari sisa liburan sekolah kamu akan pulang dari Yokohama. Kemudian kamu bilang 5 hari setelahnya baru pulang, jadi aku datang kesini." jawaban Misaki membuat Maulana mengingat apa pesan yang dia kirim sebelumnya.
"Ah, bagaimana bisa aku lupa." Maulana menggaruk rambutnya
"Kau hampir saja salah sangka padaku, Maulana!" ucap Rio
"Selamat datang kembali Senpai! Sepertinya aku datang diwaktu yang tepat ya." ucap Mizuki
"Terima kasih, Mizuki. Waktu yang tepat untuk apa?" tanya Maulana
"Waktu yang tepat, untuk membahas masalah saksi palsu itu. Orang yang akan menjebak Taro, dan pencarian barang bukti." ucapan Mizuki membuat Misaki cukup terkejut
"Ada apa dengan kakakku?" tanya Misaki
Maulana, Mizuki dan Rio terdiam dan saling menatap satu dengan yang lain.
"Aku baru saja mengatakan hal bodoh." ucap Mizuki
"Katakanlah padaku!" Misaki mendekati Mizuki
"Sudahlah Misaki, aku dan Rio berniat untuk menjaga Taro dari sidang palsu buatan Yoshuke dan Yoshida itu. Aku berpikir bila ada bantuan dari Mizuki, maka semuanya akan mudah." ucap Maulana
"Aku masih memikirkan soal itu, apakah orangku bersedia membantu atau tidak. Tapi diluar itu, aku rasa kasus ini ada kaitannya dengan kekasihku juga." ujar Mizuki
"Kita bahas ini lain kali, sekarang kita antar Maulana pulang ya Misaki!" Rio berusaha mencairkan suasana
"Maaf, tidak seharusnya aku membuat suasana kepulanganmu menjadi buruk Maulana." ucap Misaki
"Yasudah, ayo kita ke rumahku." Maulana pun mengajak Misaki, Rio dan Mizuki kerumahnya
*Kediaman Hasegawa
Yuki hanya memandang kartu pos yang dikirim Sayaka sang kakak yang kini berada di Saitama, Sayaka menikmati liburan bersama sang kekasih di Saitama.
"Huh dasar tukang pamer!" ucap Yuki
Yuki malam ini hanya sendirian di rumah, dia tidak berniat pergi kemanapun. Apalagi, Misaki juga sibuk dengan urusannya sendiri.
"Misaki sedang apa ya sekarang? Aku juga belum dengar kabar dari Maulana soal kepulangannya, aku kangen cueknya dia." Yuki sempat mencoba mengirim pesan, namun Maulana nampaknya tidak sempat membalas.
"Maulana, kamu kapan pulang? Aku Kangen banget sama kamu. Bosan di Tokyo, tidak ada yang biasa cuekin aku." pesan ini dikirim sekitar 2 hari yang lalu
*Beberapa saat kemudian
Pukul 21.40
Waktu tidur datang, Yuki terus menatap ponsel genggam.
*ting
"Aku sudah ada di Tokyo sekarang, aku rasa sebaiknya kamu coba cari lelaki yang cuek padamu selain diriku. Agar saat aku tidak di Tokyo, kamu bisa bermesraan dengannya." Balasan Maulana cukup membuat Yuki terkejut
"Dia membalas? Aku hanya bercanda padahal..." Yuki membalas pesan Maulana
"Payah! Aku tidak mau berhenti mengejarmu! Aku tetap pada pendirianku, mendapatkanmu!"
*Ting
Pesan dari Maulana yang singkat
"Sampai kapan hah? Ngomong - ngomong ada Misaki dan Rio disini."
Balasan Maulana cukup membuat Yuki kesal, pasalnya Misaki tidak memberitahukan soal pulangnya Maulana ke Tokyo.
"Haaah? Misaki? Tanaka-san? AAAAAA!" teriakan Yuki cukup keras, dia pun mencoba membalas pesan Maulana
"Kenapa kamu gak bilang akan pulang hari ini? Aku tadi mau menjemputmu Maulana!"
Maulana tak lagi membalas pesan Yuki, dia memilih fokus melayani Misaki, Rio dan Mizuki.
"Curang ih! Awas aja nanti pas festival di Sumida, akan aku genggam kamu dan gak aku lepas!"
Yuki segera menaruh ponselnya di tas, lalu tidur
*Kediaman Uchida
Misaki dan Rio membahas soal rencana Mizuki, Maulana terfokus pada kesehatan sang ayah.
"Jadi rencana terbaikku sekarang adalah bagaimana agar menahan saksi palsu itu agar tidak datang ke persidangan, sisanya aku serahkan kepada Misaki-san dan Rio." ucap Mizuki
"Aku berniat mengajak Taguchi untuk mencari tau siapa saksi palsu itu, hanya pergerakan kami mungkin agak lambat." ujar Rio
"Aku belum bisa ikut rencana saat ini, aku sedang fokus pada kesehatan ayahku. Kesehatannya mulai memburuk setelah pergi ke Yokohama, beliau dirawat disana." ujar Maulana
"Aku turut perihatin, nanti soal Taro biar aku yang urus. Kamu fokus merawat ayahmu saja sekarang, aku janji akan menjaga Taro lebih dari sebelumnya. Semoga pak Gunawan segera membaik ya, Maulana." ucap Misaki
"Iya, terima kasih Misaki." Maulana sulit tersenyum
"Oh iya, soal rencana kita ke Tokyo Bay? Apakah akan lanjut? Aku dengar, Miyamura sedang sakit sekarang." ucap Rio
"Iya, Miyamura tidak bisa ikut karena sakit. Aku dengar, Taguchi akan mengajak kekasihnya liburan bersama kita. Aku izinkan dia, asal tidak menganggu rencana yang sudah ada." ujar Misaki
"Bagaimana dengan Yuki? Apa dia bisa ikut?" tanya Maulana
"Dia memang akan ikut, tapi kenapa kamu bertanya begitu? Ah aku tau..." Misaki sedikit menggoda
"Jangan berfikir aneh - aneh!" Maulana kesal
"Kamu rindu padanya kan? Hayoo ngaku!" Rio sekarang yang menggoda
"Yuki Hasegawa? Kekasihmu ya?" tanya Mizuki
"Bagaimana kau bisa mengenalnya? Kalian kan tidak pernah bertemu." Maulana terkejut
"Hehehe, aku sedikit bercerita soal Yuki padanya." ujar Rio tertawa kecil
"Dasar kau."
Saat ini yang ada hanyalah keceriaan kecil di musim panas, Misaki tentu berharap agar Taro mau mengikuti kemauannya dan Maulana untuk tetap melawan kejahatan Yoshuke dan rekannya. Maulana, Rio, Mizuki dan Taguchi juga akan berusaha semaksimal mungkin membantu Misaki, sementara Yuki dan Miyamura fokus mengejar cinta mereka.