
Sumidagawa, Tokyo
30 Juli 2013
Hari dimana festival kembang api pada akhir musim panas di daerah Sumida sudah tiba, hari ini semua orang di kalangan anak kecil hingga dewasa berkumpul untuk melihat kembang api raksasa.
Beberapa orang mulai memenuhi sekitaran stand yang berisi aneka macam makanan, minuman, dan permainan, sebagian lagi sedang mempersiapkan kembang api yang akan mereka nyalakan.
Misaki dan Taro sudah berada di jalan menuju Sumida, Yuki dan Rio juga sudah berada dekat dengan Sumida. Sementara Taguchi dan Ishihara masih berada di kediaman Miyamura, Taguchi bertugas untuk menjaga Miyamura jika terjadi sesuatu. Maulana sendiri akan pergi sendirian dari rumah, kedua orangtuanya dan Silvia hanya akan menikmati malam ini di rumah.
*Kediaman Gunawan
"Kalian yakin tidak mau ikut?" tanya Maulana
"Sesekali kamu harus merayakan pesta bersama temanmu, kamu selalu berada di rumah selama liburan ini." ucap pak Gunawan
"Iya, kamu tuh selalu menghabiskan waktu di kamar dengan buku 📚📖. Kakak capek ngeliatnya." sambung Silvia
"Kamu jarang bermain keluar, semenjak ayah sakit." ucap bu Nami
"Ayah pengen kamu pergi bersama temanmu, lagian kamu sudah janji mau datang kan? Tepatilah janji, sebagaimana pria sejati melakukannya." pak Gunawan menggenggam tangan Maulana
"Pergi sana, temanmu sudah menunggu." bu Nami mengelus rambut Maulana
"Baiklah, aku akan pulang sebelum jam 11 malam." ucap Maulana
"Pulang besok juga tak apa, asal kamu tidak *Bermain* dengan wanita dewasa." goda pak Gunawan
"Ayah?!" teriak bu Nami
"Aku hanya bercanda, 🤣" pak Gunawan malah tertawa
Maulana akhirnya berjalan menuju keluar lalu memberhentikan taksi 🚕, dia berangkat menuju Sumida.
*Pakaian yang Maulana kenakan
*Pakaian yang Yuki kenakan Yukata 👘
* Biru terang baju yang dipakai Taro
* Biru gelap baju yang dipakai Miyamura
* Putih adalah baju yang dipakai Taguchi
* Merah adalah baju yang dipakai Rio
*Pakaian yang Ishihara kenakan
* Misaki memakai dress putih
*Pukul 7.30 malam
Yang sampai duluan di festival adalah Misaki, Taro, Yuki, Rio, dan Miyamura, sementara Taguchi, Ishihara dan Maulana masih terjebak di jalan.
"Maulana kemana ya? waktunya sudah mau dekat, tapi aku belum melihatnya." Yuki nampak tidak tenang.
"Yuki!" panggil Misaki dari kejauhan
"Hei! Misaki!" Yuki berjalan menuju Misaki diikuti Rio "Heh Hasegawa-san, tunggu!"
"Kamu memakai Yukata?" tanya Misaki
"Iya, kamu kenapa tidak memakai Yukata?" tanya Yuki
"Dia lupa dimana Yukata miliknya, jadi dia memakai dress putih." jawab Taro
"Eh, ada Taro juga. Kau akhirnya datang, sudah lama sekali tidak bertemu." ucap Rio
"Kenapa kau seperti orang habis dikejar hantu begitu?" Taro mendekati Rio
"Ah tidak penting! Aku kira kau akan memakai Yukata juga, tapi ternyata tidak." ujar Rio
"Tidak, kau sendiri juga tidak kan?" Taro menunjuk pakaian Rio
"Taguchi juga tidak memakai Yukata, Ishihara-san juga tidak." ucap Rio
"Ishihara? Oh gadis itu ya." Taro memalingkan wajah ke sekitar jalan masuk dan menemukan Miyamura, Taguchi dan Ishihara berjalan mendekat.
"Halo kalian semua!" ucap Miyamura
"Nampaknya dia sudah sembuh." tutur batin Rio
"Kau sudah baikkan rupanya, Misaki mencemaskanmu loh!" goda Yuki
"Eh enggak!" Misaki tersipu malu
"Kamu cantik, dengan dress putih itu Misaki." pujian Miyamura menusuk hati Misaki
"Terima kasih." ucap Misaki
"Kau juga Hasegawa, kamu cantik dengan Yukata motif hanabi itu." Miyamura juga memuji penampilan Yuki
"Terima kasih banyak, tapi Ishihara-san juga cantik dengan pakaian itu." Yuki memuji Ishihara
"Terima kasih..." ucap Ishihara
Taguchi, Rio dan Taro menatap mereka semua dengan tatapan aneh.
"Dasar perempuan!" tutur batin Taro
"Saling melempar pujian ya?" Taguchi tertawa dalam hati
"Hadueh... kejadian di stasiun terjadi lagi disini." Rio juga tertawa dalam hati
"Oh iya, aku belum melihat Maulana sejak tadi. Apa dia belum datang ya?" tanya Taguchi
"Aku sudah mengirim pesan, tapi dia tidak menjawabnya." ujar Rio
"Sepertinya dia tidak akan datang, hahaha" Taro dan Miyamura tertawa sampai Misaki menatap mereka dengan amarah
"Kalian!!!" Misaki benar - benar marah
"Eehhh? Dia mengerikan sekali kalau marah." Taro agak takut dengan reaksi wajah Misaki
Akhirnya semuanya memilih untuk pergi ke stand yang ada di festival, sambil menunggu kedatangan Maulana.
"Ah aku mau main game!" ujar Rio
"Aku ikut denganmu, Rio! ujar Taro
"Eh? Aku juga! Kamu ikut denganku Ishihara!" Taguchi memegang tangan Ishihara
"Ah? Baiklah." Ishihara menuruti kemauan Taguchi
"Mereka sangat mesra." tutur batin Yuki
"Misaki, ayo kita bermain juga." ucap Miyamura
"Tidak, aku akan menuju ke tempat makan atau minum." ujar Misaki
"Aku pikir aku akan menunggu Maulana disini, jadi kalian bersenang - senanglah." ucap Yuki
Misaki meninggalkan Miyamura dan Yuki, Miyamura nampaknya tidak mengejar Misaki dan itu membuat Yuki agak terganggu.
"Yuki! Aku ingin minta bantuan!" ucap Miyamura
"Hemm? Bantuan apa?" Yuki masih membuang muka
"Aku minta bantuan, aku hendak menyatakan cinta pada Misaki. Maulana tidak bisa membantuku, dia akan menggunakan cara yang tidak masuk akal." Miyamura berlutut dihadapan Yuki
"Kenapa harus aku? Kau kan bisa meminta bantuan Taro juga, sambil meminta restu padanya." Yuki menjawab dengan nada emosi
"Ayolah Yuki, ini lebih sulit. Dan hanya kau yang bisa aku percaya, aku berjanji akan membantumu mendapatkan Maulana." tawaran yang menarik dari Miyamura nampak membuat Yuki melunak
"Kau serius? Kau akan membantuku mendapatkan Maulana?"
"Aku serius!" mata Miyamura agak berkilau
"Hemm... Baiklah! Tapi kali ini saja aku membantumu, tidak akan ada lagi bantuan yang lain." ucap Yuki
"Terima kasih, Hasegawa." Miyamura hendak memeluk Yuki, sebelum....
Yuki memalingkan wajah ke arah pintu masuk, mendapati Maulana yang sudah berdiri sejak tadi.
"Waw?!" ucap Maulana
"Maulana?" Yuki terkejut
"Kau sudah disini? Sejak kapan?" Miyamura juga terkejut
"Pembicaraan kalian aku rasa terlalu dalam, sampai lupa kondisi sekitar. Tak perlu menghiraukan aku, aku kesini demi seseorang." ucap Maulana dengan wajah datar
"Maksudmu siapa?" tanya Miyamura
"Kau tidak perlu tau, ngomong - ngomong dimana Misaki dan Taro?" tanya Maulana
"Misaki hendak mencari makan, kalau Taro ikut bersama Rio dan Taguchi bermain." jawab Miyamura
Maulana berjalan melewati Miyamura dan Yuki, sebelum akhirnya dia berhenti dan mengatakan sesuatu.
"Ngomong - ngomong, kalian serasi sekali malam ini. Kau Miyamura dengan baju biru gelap, Yuki dengan Yukata 👘 warna biru gelap dengan motif hanabi." Maulana kembali berjalan, namun Yuki tidak bisa mengatakan apa - apa.
"Kenapa aku tidak bisa berkata apapun? Apakah aku seorang pengecut?" Yuki bertarung dengan pikirannya sendiri
"Hei Maulana! Tunggu!" saat hendak bergerak, Yuki menahan langkah Miyamura
"Miyamura-kun!" ucap Yuki
"Kenapa?" tanya Miyamura
"Sebaiknya kita sampai pada Misaki, sebelum Maulana. Saat itu, aku akan membantumu." Yuki nampak meneteskan air mata
"Air mata?" tanya batin Miyamura "Ah! Baiklah, ayo kita pergi ke Misaki sekarang!"
Yuki mengangguk dan berlari bersama Miyamura.
*Festival
Rio, Taro, Taguchi dan Ishihara sangat amat menikmati permainan yang ada di festival, mereka menghabiskan waktu yang banyak dalam berbagai permainan seperti menangkap ikan emas, mengaitkan balon, wheel fortune, dan sebagainya. Misaki yang tadi mencari makanan juga baru saja selesai makan, dia segera berjalan mendekati tepi sungai Sumida untuk segera melihat kembang api.
Maulana kemudian menyusuri beberapa tempat makanan, sayangnya dia tidak mendapati Misaki di dalamnya. Maulana sempat bertemu Taro, Taguchi, Rio dan Ishihara.
"Kalian?" Maulana terkejut
"Maulana? Kau sudah datang." ucap Taguchi
"Taro disini?" Maulana menatap Taro
"Oh kau datang rupanya, apa kabar hah?" Taro nampak biasa saja
"Tidak ada waktu, aku mencari Misaki. Dimana dia?" Maulana melihat sekeliling
"Kenapa mendadak sekali sih?" Rio bingung
"Aku akan mencarinya sendiri." Maulana langsung pergi dan itu membuat Taro dan Rio mengejarnya, sementara Taguchi dan Ishihara berusaha mencari Misaki.
*Maulana bertemu Misaki
Maulana berhenti pada satu tempat dimana semua orang bisa melihat kembang api, dan disana ada sesosok gadis dengan tinggi 155cm, rambut pendek warna Hitam menggunakan dress putih. Wajah gadis itu nampak sangat dia kenal, Maulana mendekatinya.
"Misaki?" panggil Maulana
"Maulana?" Misaki terdiam
"Akhirnya aku menemukanmu." ucap Maulana
"Aku senang bisa melihatmu, kamu sudah sampai sejak tadi?" tanya Misaki
"Aku baru saja sampai." Maulana terlihat kelelahan
"Kamu habis berlari ya?" Misaki mendekati Maulana lalu memberikan air minum
"Aku mencarimu, ngomong - ngomong kamu cantik dengan dress putih itu." Maulana memuji Misaki
"Eh? Te.. terima kasih." Misaki tersenyum
"Sudah lama aku tidak melihatmu tersenyum begini, apakah kau senang dengan kehadiranku disini?" Maulana sedikit menggoda
"Aku khawatir kamu tidak bisa datang." ucap Misaki
"Eh ini sudah jam 8, sebentar lagi kembang api akan terbang ke udara." Maulana melihat jam tangannya
Taguchi, Rio, Ishihara, Taro, Miyamura dan Yuki mendekati Maulana dan Misaki.
"Kalian disini rupanya!" ucap Rio
"Dasar, kau mencari kesempatan ya?" goda Taguchi
"Apa sih?!" ucap Maulana mengelak
Semua orang sudah berkumpul untuk menghitung mundur waktu kembang api, disaat inilah Yuki memegang tangan Maulana dan Miyamura mendekati Misaki.
Tamaya kagiya adalah dua kata yang diteriakkan pada saat kembang api meluncur ke udara, dan semuanya sekarang berteriak.
"TAMAYA!"
"KAGIYA!"
Kembang api meledak di udara, meninggalkan jejak illuminasi yang indah di langit. Semuanya menikmati suasana malam penuh cahaya, begitu juga dengan para pelaku dibalik layar.
Pukul 10 malam
Semuanya berjalan ke arah pulang, semuanya sudah sangat lelah dengan hari ini dengan kegiatan yang luar biasa menyenangkan.
Waktu pertemuan yang singkat membuat Misaki sulit berkomunikasi dengan Maulana, ini sudah terlalu malam untuk mereka berdua berbincang.
"Sebaiknya kamu dan Taro segera pulang, ini sudah terlalu malam." Maulana menatap langit malam
"Iya, kamu juga sebaiknya pulang. Orang tuamu pasti sudah menunggu di rumah, aku akan baik - baik saja bersama Taro." Misaki tersenyum kecil
Maulana dan Misaki sekarang berjalan bersebrangan, namun Yuki dan Miyamura mendekati mereka berdua.
"Maulana, bisa bicara sebentar?" tanya Yuki
"Ada apa Yuki? Ini sudah malam, kamu harus pulang. Rio akan pulang bersamamu kan?" Maulana menunjuk ke arah Rio yang berjalan dengan Taguchi dan Ishihara
"Dia akan pulang bersama Taguchi, aku akan mengantarmu pulang. Jangan menolak ya!" ucap Yuki
"Baiklah, apa yang mau kau katakan?" Maulana cukup menanggapi permintaan Yuki
"Aku akan tetap menanyakan hal yang sama, tapi aku butuh jawaban yang berbeda." Yuki mengambil jeda pembicaraan untuk menarik nafas panjang "Maukah, kamu menjadi pacarku?"
Maulana terdiam dan mengambil nafas panjang
"Maukah kamu menunggu jawabannya?"
"Mau! Aku akan menunggu jawaban darimu, aku akan tetap menunggunya." Yuki sangat antusias
"Baiklah, ayo kita pulang." Maulana berjalan dan Yuki mengikuti langkahnya.
Sementara...
Misaki berhadapan dengan Miyamura untuk sebuah jawaban.
"Jadi, ajakanku kemarin. Bagaimana, Misaki?" tanya Miyamura
"Aku akan hadir." jawaban Misaki cukup membuat Miyamura senang
"Benarkah? Aku akan menjemputmu besok, Tsumugi pasti senang mendengarnya." Miyamura sangat antusias
"Malam ini, kamu akan pulang dengan siapa? Taguchi akan pulang bersama Rio, dan Maulana nampaknya akan pulang bersama Yuki karena mereka searah." Misaki sedikit menunjukkan rasa peduli
"Papa akan menjemputku sebentar lagi, sudah ya Misaki. Aku akan menunggumu besok, sampai jumpa." Miyamura berjalan menuju gerbang, Misaki mendekati Taro yang sudah berada di depan taksi
Baik Yuki serta Miyamura telah menyatakan apa yang ingin mereka katakan selama ini, meski pada akhirnya jawabannya tentu masih samar untuk mereka.
Bagi Maulana dan Misaki, ini saat yang sulit untuk menghadapi masalah lain diluar masalah percintaan. Taro berada dalam bahaya, dan Maulana dan Misaki tidak mau lengah soal ini.