My Pretty "Boy" Girl?

My Pretty "Boy" Girl?
S2E10 Mizuki Kanzaki




Liburan musim panas sudah dimulai, siswa Hoshizora maupun Sakura Gakuen menikmati musim panas dengan caranya masing - masing. Tapi cerita bagi tiga siswa ini mungkin berbeda, Misaki yang menikmati musim panas di Tokyo sedikit berbeda dengan yang dia alami sebelumnya.


"Aku harus terjebak di Chiyoda dengan orang tua yang tidak tau cara menikmati musim panas di Tokyo, bagaimana bisa kakakku menikmatinya? Payah." ucap Misaki


Misaki menikmati musim panas hanya di rumahnya bersama keluarganya, tapi karena orang tuanya terlalu kaku jadi dia tidak bisa menikmati liburan.


"Hahaha Misaki, sepertinya kau tidak bisa keluar rumah sebelum mereka (orang tua) pulang ke negaranya masing - masing." ujar Taro


"Kau lebih baik mengurusi gadis yang hamil muda itu, kalau Papa sama Mama tau..." pembicaraan mereka terganggu dengan kehadiran nyonya Furukawa "Tau apa?"


"Mama?" Taro langsung kabur setelah melihat mamanya


Misaki terjebak bersama Mamanya.


"Eh? etto bukan apa - apa kok ma, aku tadi becanda sama kakak. Hehehe 😉" Misaki segera mengambil ponsel lalu pura - pura menghubungi seseorang.


"Kenapa sih anak ini? Hadueh.. Mama tunggu di bawah ya, makanannya udah siap." Nyonya Furukawa segera turun dari lantai 2


Saat Misaki hanya berpura - pura, ternyata ada yang mengangkat teleponnya


"Moshimoshi Misaki-san." suara Maulana


"Eh ehh? Maulana?" Misaki terkejut


"Ada apa kamu menghubungiku, apakah kamu sudah kembali ke Tokyo?" Maulana melanjutkan pembicaraan


"Eh iya aku sudah di Tokyo sejak kemarin, kamu sendiri bagaimana?" Misaki terlanjur melanjutkan pembicaraan


"Ini sudah seminggu sejak musim panas, aku dan keluargaku memutuskan untuk pergi ke Yokohama minggu depan." ujar Maulana


"Yokohama? Kemana kamu akan liburan?" tanya Misaki


"Aku akan menemui keluarga ibuku, keluarga Uchida. Mereka tinggal di desa kecil di Yokohama, aku sudah lama ingin bertemu kakek Uchida. Apakah kamu ada rencana di Tokyo?" ujar Maulana


"Tidak ada, Hasegawa ada di Hokkaido plus selama seminggu ini aku terjebak di rumah." jawab Misaki


"Sayang sekali ya, mungkin dia sedang sibuk dengan urusan keluarga. Katanya keluarga Hasegawa akan pindah ke Hokkaido tahun depan, tapi itu masih sekedar rencana saja." ucap Maulana


"Benarkah? Kasian sekali, kamu pasti merasa kesepian. Yang sabar ya Maulana, kamu pasti akan menemukan gadis lain." Misaki sedikit bercanda


"Apa yang kau katakan? Aku tidak begitu dengan Yuki, dasar. Yasudah ya Misaki, ada seseorang yang datang ke rumahku. Sepertinya tamu ayah, jadi sampai disini dulu pembicaraan kita." Maulana segera mengakhiri pembicaraan


"Baiklah, maaf sudah menganggumu ya. Sampai jumpa di pesta musim panas, jya ne." Misaki menutup teleponnya


Misaki merasa bersalah karena menganggu Maulana, padahal dia hanya berpura - pura menghubungi seseorang.


"Maafkan aku ya Maulana-san." tutur batin Misaki, dia pun beranjak dari tempat tidur, keluar kamar lalu turun ke lantai 1


*Hokkaido


Sepertinya Yuki tidak terlalu menikmati liburan musim panas ini bersama keluarga Hasegawa, dia berusaha untuk menikmati liburan meskipun merasa kesepian.


"Andai saja aku bisa liburan di Tokyo, aku akan mengajak Maulana jalan - jalan ke seluruh Tokyo. Meskipun dia menolak, aku juga akan mengajak keluarganya. Lalu Misaki, Tanaka, Yamada, dan Miyamura juga akan ikut, tapi itu akan terjadi hanya jika aku di Tokyo." Yuki memandangi matahari yang sangat amat terang siang ini


"Kita hanya di Hokkaido selama dua pekan saja... Yuki! Kita akan pulang pada sisa dua minggu di bulan Juli, setelah itu kamu akan menikmati liburan musim panas bersama pria yang kamu cinta." ujar Sayaka sang kakak


"Apaan sih, tapi bener ya kita cuman dua minggu disini? Aku punya rencana.." Yuki berfikir akan mengajak temannya untuk liburan bersamanya


"Kayak gak punya kakak aja kamu, kemana - mana pasti sama temen bukan sama keluarga." Sayaka akhirnya memilih meninggalkan Yuki sendirian


"Huh, ambekan!" ucap Yuki


Yuki segera menghubungi Misaki dan membahas soal liburan sekolah.


"Moshimoshi..Yuki?" Misaki menjawab


"Hai Misaki! Kamu sedang apa sekarang?" tanya Yuki


"Baru selesai makan, bagaimana Hokkaido?" tanya Misaki


"Bosan... Aku akan pulang mungkin lusa, jadi aku berniat mengajakmu dan yang lain untuk liburan bersamaku." ujar Yuki


"Liburan? Kemana? Tapi, Maulana tidak bisa ikut." Misaki ingat kalau tidak semua bisa ikut liburan bersama


"Oh ya? Dia akan pergi ya ke Yokohama? Tapi kita kan bisa bertemu nanti saat pesta kembang api." ucap Yuki


"Daftar liburan kita itu ke Sumida, Ueno, Musashi, Saitama dan terakhir ke Kyoto." Yuki seperti bercanda


"Liburan kita hanya sebentar, tapi bisa keliling Jepang Gini sih? Ada - ada aja kamu." Misaki menyadari kalo Yuki bercanda


"Yasudah, nanti akan aku hubungi lagi. Sampai jumpa di Tokyo, Misaki." Yuki menutup teleponnya


*Kediaman Gunawan


Maulana sedang sibuk menyelesaikan tugas sekolah, beberapa sudah selesai tinggal tugas liburan sekolah.


"Tugas liburan sekolah sudah selesai, tinggal tugas liburan saja. Hadueh aku sudah lelah menulis semua hal yang aku lakukan selama liburan musim panas." Maulana bangkit dari kursi lalu melompat ke kasur


*Notifikasi ponsel


"Ah ada pesan?" Maulana meraih ponsel


"*Apa kabar, Maulana-senpai? Sudah lama kita tak berjumpa ya, ngomong - ngomong ada sesuatu yang aku ingin kamu ketahui. Bisa kita bertemu?"


^^^^^^M.Ki@au.co.jp*^^^^^^


"Siapa ini? Senpai?" Maulana pun membalas


"Maaf, aku tidak bersedia bertemu dengan orang asing. Apalagi orang itu tidak diketahui asal usulnya."


Beberapa saat kemudian, orang itu membalas dan mengirim sebuah foto.


"Ini foto..? Hose dan Mark? Dan beberapa foto barang bukti?" Maulana terkejut orang itu mengirim foto blur tentang Mark dan Hose dengan background lokasi kematian keduanya.


"Kematian keduanya masih menjadi misteri, tapi kenapa orang ini punya foto buktinya?" Maulana terkejut


"Siapa kamu sebenarnya? Kenapa kamu punya foto bukti ini?" Maulana membalas pesan


"Kita bertemu di taman dekat rumahmu." balas orang itu


Maulana bangkit lalu segera meraih jaketnya, beberapa saat dia sudah berada di depan rumah dan menaiki Sepeda menuju taman.


"Siapapun orang ini, dia harus menjelaskan soal foto itu." Sesampainya di taman, Maulana tidak menemukan siapapun.


Saat hendak mencari, seseorang mendekatinya dari belakang. Maulana melepaskan dekapan orang itu, dan hendak memukul namun orang itu menahannya.


"Pertemuan yang tak terduga, Maulana-senpai!" Seorang gadis hadir


"Mizuki? Kau Mizuki Kanzaki kan?"



*Mizuki Kanzaki


Junior Maulana di SMP Sumida, Maulana mengenali gadis ini meskipun sudah berubah.


"Kau masih mengenaliku, Senpai?" Maulana terkejut melihat Mizuki


"Kenapa kau ada disini?" Maulana menghindar


"Kau sendiri?" tanya Mizuki


"Aku mencari seseorang yang mengirim pesan singkat, dia memintaku datang kesini." ucap Maulana


"Apakah disertai foto dua siswa Hoshizora yang menggantung di tengah hutan?" jawaban Misaki mengejutkan Maulana


"Kenapa kau tau?" tanya Maulana


"Akulah yang mengirim pesan itu, percayalah." Mizuki terlihat santai


"Kalau begitu jelaskan padaku, dari mana kau mendapatkan foto bukti barang itu?" Maulana mulai serius


"Tidak perlu buru - buru, aku tau kamu pasti ingin mencari tau soal masalah ini kan? Sekarang begini saja, kau traktir aku makanan." Mizuki berjalan ke sebuah toko di dekat taman, Maulana meraih tangan Mizuki yang membuat Mizuki berputar dan sampai dipelukan Maulana.


"Waw, berani sekali ya?" Mizuki menggoda Maulana, seketika Maulana melepaskan genggamannya


"Setelah ini, kau harus menjelaskan padaku soal semua foto itu!" ujar Maulana


"Beres! Dan kau harus berjanji untuk mengajakku ke rumahmu setelah ini ya?" Mizuki berjalan menjauh


Sepertinya Mizuki menyimpan banyak rahasia soal Maulana, beberapa diantaranya adalah saat SMP. Kira - kira apa ya yang akan terjadi selanjutnya?