My Pretty "Boy" Girl?

My Pretty "Boy" Girl?
S3E2 Keputusan Mizuki, keraguan Misaki



*Rumah sakit Ueno


Misaki menjenguk Miyu setelah beberapa pekan, bukan karena dia sibuk melainkan karena larangan Kenta dan Dokter.


"Aku kangen...." ucap Misaki memeluk Miyu


"Aku juga kangen, gimana musim panas kamu?" tanya Miyu


"Rame, cuman aku merasa kurang kalo gak ketemu kamu." ujar Misaki


"Ada - ada aja kamu." Miyu tersenyum


"Maaf soal waktu itu ya, Misaki." ucap Kenta


Misaki nampak tidak mau membalas maaf Kenta, apalagi setelah dia melihat Kenta dekat dengan Gen.


"Tak apa Kenta, Misaki bisa memahaminya kok." ucap Miyu


"Ah, jadi apa yang kamu lakukan selama liburan musim panas ini Miyu?" tanya Misaki mengalihkan pembicaraan


"Aku mendapatkan perawatan selama 3 hari, saat sadar aku sudah dijenguk teman sekelas. Tapi, ayah dan ibuku tidak datang menjenguk. Padahal mereka sudah janji, tapi mereka selalu mencari alasan untuk tidak datang." Miyu menunduk


"Ah, Miyu. Kamu jangan nangis dong, kan ada aku disini sekarang kan? Aku janji sehabis pulang sekolah, aku akan sering datang kesini." ucap Misaki berusaha menenangkan Miyu


"Terima kasih, Misaki." Miyu tersenyum


"Sebelum itu.. aku harus segera memberitahu kepada Maulana soal Kenta." tutur batin Misaki


*Resto Kopi


Maulana menemui Mizuki mengenai rencana yang akan mereka lakukan setelah persidangan, namun Maulana ingin cepat menahan saksi palsu agar tidak datang ke persidangan.


"Ngomong - ngomong, apakah kamu sudah bertanya soal foto itu ke Misaki?" tanya Mizuki


"Aku belum sempat bertanya, tapi apakah kamu bisa mempercepat pergerakan kita? Aku khawatir, kejadian kemarin adalah pergerakan dari Yoshuke yang sudah dimulai. Apalagi, soal kekasih Taro itu." Maulana agak terburu - buru


"Kamu saja belum bertanya soal foto itu, tapi sudah memintaku bergerak dengan cepat. Aku baru punya rencana, tapi baru bisa dilakukan setelah persidangan pertama." ujar Mizuki


"Lalu? Apa aku harus bergerak sendiri menahan saksi palsu itu? Tapi... tak semudah itu." Maulana memikirkan Misaki


"Jawabannya ada pada foto itu, sebaiknya kamu tanya kepada Misaki segera. Jika yang dimaksud saksi palsu itu adalah orang ini, maka jalan untuk menangkap saksi palsu akan lebih mudah lagi." Mizuki kemudian menghubungi rekannya


"Aku akan menghubungi Misaki sebentar." Maulana agak menjauh dari Mizuki yang juga sedang menghubungi rekannya


*Rumah sakit


Misaki masih bersama Miyu dan Kenta.


"Oh iya, Kenta bukannya kamu hari ini ada janji dengan seseorang?" tanya Miyu


"Ah iya, tapi dia belum mengabari lagi." jawab Kenta


"Oh begitu.." Miyu tersenyum


"Miyu, apakah aku boleh menginap disini? Sehari.... saja." Misaki memohon


"Kenapa gitu? Bukankah kamu juga punya urusan di rumah? Kamu boleh kok dateng kesini, cuman gak usah menginap juga." jawab Miyu


"Ihh aku kan kangen sama kamu... boleh ya??" Misaki masih memohon


Sampai dia mendapat pesan dari Maulana.


"Eh, ponsel kamu berbunyi tuh! Pasti ada pesan penting, angkat dulu deh." ujar Miyu


"Ini hanya pesan email, bukan telepon." ucap Misaki


"Misaki, maaf bila aku menganggumu. Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan, aku harap kamu menjawabnya segera."


Pesan Maulana disertai foto Kenta bersama Gen


Misaki terkejut melihat foto tersebut, dia langsung menghubungi Maulana.


"Ahh Miyu aku izin menelfon temanku sebentar ya, nanti aku kesini lagi." Misaki berjalan keluar ruangan


"Baiklah..." Misaki menghubungi Maulana


"Moshi Moshi Maulana, ada apa ya?"


"Aku menghubungimu karena ada hal penting, aku harap kamu segera menjawabnya. Apakah kamu kenal dengan orang yang ada di foto itu?" tanya Maulana


"Ini Gen kan? Dan yang satu lagi adalah kekasih sahabatku, namanya Kenta." jawab Misaki


"Maaf sebelumnya Misaki, ini hanya pendapatku dan Mizuki saja. Orang yang bersama Gen ini, katanya adalah saksi palsu yang disewa Yoshuke. Dan ada kabar lain juga, kalau barang bukti sudah ada pada orang ini." Maulana kemudian menjelaskan apa yang terjadi


"Benarkah?" Misaki lupa kalau dia harusnya memberitahukan pertemuan Gen dan Kenta sebelum ini


"Jadi apa kamu melihat sesuatu yang aneh diantara mereka berdua?" Maulana penasaran


"Aku sempat memergoki mereka berdua bicara saat terakhir kali aku kesini seminggu sebelum liburan bersama Yuki, tapi aku tidak mendengar jelas apa yang mereka bicarakan." jawab Misaki sambil mengingat kembali kejadian di rumah sakit


"Baiklah Misaki, kalau ada info tentang mereka berdua tolong segera memberitahuku. Aku dan Mizuki akan segera bergerak, sebelum Taro masuk persidangan. Sampai jumpa, Misaki." Maulana menutup telepon


Misaki kembali masuk ke ruang inap Miyu, dia berjalan seperti biasanya agar tidak terlihat panik di depan Kenta.


"Aku kembali." ucap Misaki


"Sudah? Menghubungi temanmu?" tanya Miyu


Seseorang mengetuk pintu, dan Kenta langsung berjalan kearahnya.


"Itu pasti Gen, biar aku yang buka pintunya."


"Gen? Aku harus menutup wajah!" Misaki langsung memakai Masker 😷


"Kenapa kamu memakai masker, Misaki?" Miyu terkejut


"Tak apa, aku hanya ingin memakainya saja." ujar Misaki


Gen memasuki ruangan sambil membawa bunga.


"Selamat siang nyonya Miyu."


"Selamat datang, Gen-san." ucap Miyup


"Dan gadis ini?" Gen melihat Misaki


"Ini Misaki, temannya Miyu di sekolah." ucap Kenta


Gen membungkuk kepada Misaki, Misaki membalasnya tanpa mengeluarkan kata - kata.


"Gen ini yang membantu Kenta mendapatkan pekerjaan sekarang, Misaki." ucap Miyu


"Benarkah? Kau sangat beruntung ya, Kenta." Misaki berpura - pura antusias


"Ya, aku beruntung ada yang mau membantuku disaat sulit seperti ini." ucap Kenta


"Ah Miyu, boleh aku meminjam Kenta lagi?" tanya Gen


"Silahkan, sepertinya sekarang kalian sedang sibuk dengan bisnis ya. Hehehe" Miyu sedikit tersenyum


"Ya begitulah, yasudah kami permisi dulu ya." Gen membawa Kenta keluar


Misaki cukup penasaran dengan apa yang Gen dan Kenta lakukan, dia berpindah sedikit.


"Miyu, apa Kenta selalu seperti ini kalau Gen datang?"


"Iya, mereka akhir - akhir ini membicarakan soal pendonor organ tubuh. Gen sudah menemukan orang yang cocok untuk itu, dia membantu Kenta menemukannya sebulan yang lalu." jawab Miyu menjelaskan apa yang saat ini dibicarakan Kenta dan Gen


"Pendonor?" Misaki penasaran


"Katanya ada seorang pria yang akan mendonorkan jantungnya untukku, hanya saja aku belum tau siapa orangnya tapi aku tau namanya. Kalau tidak salah, namanya Daniel James." ujar Miyu


Ini bisa menjadi info penting bagi Misaki, Maulana dan Mizuki, ini akan lebih baik lagi bila informasinya lebih jelas.


"Aku bersyukur ada orang yang mau mendonorkan organ tubuhnya untukku, aku juga bersyukur dipertemukan dengan orang yang membantuku." Miyu cukup senang dengan itu, tapi tidak dengan Misaki


"Sebaiknya aku mengirim pesan ke Maulana sekarang, agar semuanya jelas." tutur batin Misaki


*Di luar ruangan


"Jadi bukti itu semua sudah ada pada Taro, persidangan masih agak lama sih. Jadi aku harap kau bisa menunggu, setidaknya sekitar dua minggu lagi." ujar Gen


"Lalu, bagaimana dengan pendonor itu? Siapa namanya? Daniel James." Kenta penasaran dengan sosok Daniel


"Tenang saja, soal dia aku sudah bereskan. Yang penting, kau harus melaksanakan tugasmu dengan baik di persidangan nanti." ucap Gen


"Lalu.. bagaimana dengan gadis bernama Sofie itu?" tanya Kenta


"Dia sudah kembali pulang, dia hanya syok karena aku mengikatnya terlalu kencang. Setidaknya, dia tidak keguguran." ucapan Gen cukup mengejutkan Kenta


"Dia sedang hamil?" Entah kenapa reaksi Kenta berubah


"Iya, dia sedang mengandung anak Yoshida. Yasudah, aku ada urusan lain dengan Daniel James itu. Aku akan menghubungimu lagi, awasi pacarmu!" Gen berjalan menjauh dari Kenta


*Dalam ruangan


Misaki sudah mengirim pesan kepada Maulana


"...Soal pendonor organ jantung, pria bernama Daniel James. Tapi kata Miyu, dia belum bertemu dengan orang ini."


*Maulana dan Mizuki


Maulana yang bersama Mizuki menjelaskan apa pesan Misaki.


"Soal pendonor organ jantung, jadi saat ini Yoshuke menjalankan rencana berikutnya." ucap Maulana


"Soal pendonor Miyu itu? Aku sudah tau sejak awal." ucap Mizuki sambil menunduk


"Kau sudah kenal?" tanya Maulana


"Iya..." Mizuki mengelap air matanya "Namanya Daniel James, dan dia adalah kekasihku."


Maulana sangat terkejut mendengar hal itu.


"Bagaimana bisa kekasihmu menjadi...?"


"Pendonor? Aku rasa dia dijebak oleh Yoshuke, dia baru saja sampai dari Amerika karena dia orang Amerika. Dia juga belum tau rasanya tinggal di Jepang, ini kali pertama dia ke Jepang." Mizuki menjelaskan soal kekasihnya itu


"Aku rasa ada alasan lain kenapa Yoshuke mengambil kekasihmu." ujar Maulana


"Aku juga berfikir begitu, sekarang kita menghadapi lawan yang lebih berbahaya dari sebelumnya. Aku merasa sulit menghadapinya..." Mizuki hendak menangis


Maulana, Mizuki dan Misaki menghadapi masalah yang lebih besar dari sebelumnya, dan ini menjadi catatan hitam gangster sekolah Hoshizora berikutnya. Karena ini mungkin saja akan menjadi kekejaman yang lebih besar daripada kasus Hose dan Mark, bahkan akan banyak korban.