
Sepulang sekolah
Misaki dalam perjalanan pulang setelah sekolah, kebetulan Taro tidak bisa masuk sekolah karena diare yang membuatnya sulit fokus dengan pelajaran.
"Untung pelajaran hari ini tidak berat, lagipula aku juga sudah lama tidak bertemu Maulana di sekolah." ucap Misaki sedikit tersenyum
Setelah sampai perempatan jalan pulang, Misaki tertahan oleh beberapa orang yang sedang ribut. Misaki tidak mungkin menerobosnya, lalu mencari jalan lain.
"Beberapa orang sedang kepanasan hari ini, aku sedikit kelelahan harus mengambil jalan yang lebih jauh." Misaki terus melangkahkan kakinya hingga terhenti lagi pada satu jalan
Saya jalan itu adalah tepat jalan satu - satunya menuju rumah, dan ada seseorang yang mendatanginya.
"Selamat sore nona cantik." Itu Haruki
"Kenapa dia ada di sini? Apa maunya?" Misaki sedikit terkejut
"Apakah kamu yang bernama Misaki? Salam kenal ya." Haruki memberanikan diri menjulirkan tangan namun Misaki nampak tak peduli
"Maaf kamu siapa? Dan dari mana kamu mengenaliku?" Misaki menunjukkan wajah tak peduli
"Tidak penting dari mana, oh ya aku sahabat kakakmu." Haruki segera mendekati Misaki
"Sahabat? Kakakku tidak pernah berbicara mengenai dirimu sebelumnya, dan ini pertama kalinya aku mengenalmu." Misaki mencoba mundur
"Baiklah kalau begitu, aku mau main ke rumahmu. Ets, kamu tidak boleh menolakku." Haruki semakin berani
"Aku baru menyadari satu hal, dari gayamu kau sepertinya tidak nafsu denganku hah?" Misaki mencoba memancing
"Bagaimana kau tau?" Haruki sedikit terkejut
"Tatapan seseorang lelaki yang nafsu dengan perempuan itu tidak ada dalam matamu, kau hanya memandangku sebagai perempuan biasa dan orang normal biasa." Misaki kini mendekati Haruki
Dalam kurun waktu 5 menit, Misaki terus mencoba memancing nafsu Haruki yang pada akhirnya tidak menghasilkan apapun.
"Bagaimana bisa kakakku berteman dengan seorang Homo? Menjijikan!"
"Dengar ya, aku datang kesini untuk menagih uang. Dan asal kau tau, kakakmu berhutang padaku 💴 50.000." Haruki mulai emosi dan tidak bisa menyembunyikan apapun lagi
"Kau mengejutkanku, emosimu sudah menjawab pertanyaanku. Soal hutang itu, sebaiknya kau berhati - hati ya. Aku bisa saja membawa urusanmu ke penjara, dan aku tidak segan - segan melaporkan ke orang tuamu." Misaki menang dalam hal ini
"Hutang itu tidak akan lunas sampai kakakmu mati, lihat saja!" Haruki berjalan menjauh dari Misaki
"Hufft untuk saja dia tidak menyadari pakaian yang aku gunakan, bisa - bisa penyamaranku terbongkar. Ini semua gara - gara kakak, aku akan buat perhitungan." Misaki kemudian melangkah ke rumah dan segera mencari Taro
Kediaman Furuhashi
Sesampainya di rumah, Misaki mendapati sang kakak sedang mesra bersama seorang gadis. Gadis itu tidak asing bagi Misaki, yakni sahabat semasa SMP yaitu Amamiya.
"Eh, kamu sudah pulang Misaki?" ujar Taro terkejut
"Oh begitu ya, jadi kau sedang bermesraan dengan gadis yang pernah mencoba merebut pacarku dulu? Aku kesulitan di sekolahmu, sementara kau sedang pacaran di sini? Kau gila!" Misaki melempar tas ke arah Taro yang langsung membuat Taro bangkit dan memarahi Misaki
"Kamu ini apa - apaan sih? Siapa juga yang pacaran? Aku sengaja ngundang Amamiya untuk merawatku selama di rumah, jangan salah sangka!" Taro hampir menampar Misaki sebelum akhirnya Misaki menangkap tangannya
"Aku baru saja bertemu Haruki, kau tau apa? Dia mengancamku dengan sejuta rencana, ini semua karena hutangmu yang bodoh itu. Aku penasaran, apa yang akan Papa dan Mama lakukan setelah tau masalahmu." Misaki kini mengancam sang kakak
"Awas ya kalau berani!" Taro menarik kerah Misaki
"Oh jadi kau sudah berani menantangku? Aku akan membongkar rahasiamu pada Papa dan Mama, lihat saja!" ucap Misaki
"Aku akan bongkar penyamaranmu di depan Maulana, Taguchi, Yuki dan Rio!" ucap Taro
Kedua orang ini saling menatap satu sama lain, yang artinya mereka sedang perang pikiran dan mencoba saling mengalahkan.
"Apa kalian tidak malu, bertengkar dihadapan orang asing?" akhirnya Amamiya angkat bicara
"Diam kau Amamiya! Setelah ini aku akan menghajarmu!" ucap Misaki dengan nada tinggi
"Jangan berani menyentuhnya!" Taro pun membuat Misaki tidak habis pikir dengan sikapnya
"Oh jadi kau membela gadis ini? Kau akan lihat apa yang akan aku lakukan pada Haruki besok, dan kau akan terus terancam olehnya." Misaki beranjak dari ruang tamu menuju kamarnya dengan air mata di pipinya
Dalam tangisannya, Misaki terus memikirkan apa yang akan dia lakukan besok dengan Haruki. Taro sendiri merasa malu untuk mengakui kesalahannya pada Misaki ataupun Maulana nantinya, Amamiya menjadi gadis yang membuat Taro mampu merasakan hidup kembali setelah kejadian buruk yang dia alami.
Keesokan Hari
Haruki kembali menemui Misaki untuk membahas apa yang coba dilakukannya kepada Taro, Misaki nampak kesal dan hampir bertengkar dengan Haruki.
"Apapun masalahmu dengan kakakku, sebaiknya kau segera membereskannya sebelum polisi." Misaki mengancam Haruki dengan beberapa kata yang cukup pedas sebelum mengancam akan melaporkannya kepada polisi
"Gadis manis, kau tidak perlu mengancamku begitu. Kita sudah membahas ini kemarin, aku akan terus mengganggu kehidupan kalian berdua. Sampai akhirnya Taro mau berteman denganku, dan kau menjadi kekasihku." Haruki mencoba menggoda Misaki
"Bagaimana jika hutang kakakku berhasil aku lunasi? Apakah kau akan menghindar dari hadapanku?" Misaki memikirkan sesuatu yang sebenarnya membuatnya terjebak
"Melunasi hutang kakakmu? Bagaimana caranya? Aku cukup tertarik."
Misaki menjelaskan kepada Haruki sebuah hal yang sangat mudah dilakukan namun menghasilkan yang besar, namun Haruki sedikit ragu.
"Menyewakan dirimu kepada lelaki tua?" Haruki cukup terkejut
"Aku akan membawakan uang sebesar 1 juta yen untukmu nanti, tenang saja. Dan aku akan tutup mulut mengenai penyakitmu itu, asal kau menjauhi kakakku." ucapan Misaki masih meragukan bagi Haruki
"Apakah kau yakin? Perjanjian ini akan menyebabkan kakakmu murka bukan?" Haruki menatap mata Misaki
Keesokan Hari
Misaki menemui Maulana, Taguchi dan Rio yang berada di kelas, Misaki akan ikut rencana Maulana untuk menghancurkan Yoshuke dan gangster.
"Kau yakin ini akan berhasil Taro?" Rio sedikit bingung
"Kenapa kau berubah lagi seperti ini Taro? Apakah Yoshuke mengancammu?" Taguchi pun ragu
"Aku rasa akan lebih baik kita susun rencana sekarang, besok aku akan pura - pura merubah sikap dan beberapa rencana kita akan berhasil." Misaki mengingat kalau Taro akan masuk besok, namun Misaki sudah menyiapkan beberapa jebakan sebelum dirinya diganti oleh Taro besok
"Apapun itu asal aku bisa melihat Yoshuke menangis, aku akan ikut." ucap Maulana
"Baiklah kalau begitu." Misaki senang karena Maulana, Taguchi dan Rio akhirnya setuju untuk mengikuti rencananya
Apapun yang dilakukan Misaki sekarang, itu semua demi sang kakak yang ceroboh dan bodoh. Misaki yakin suatu saat Maulana akan mengerti sikap kakaknya itu, juga memahami kenapa Misaki berperan sebagai Taro selama di sekolah.
Season 2 Original Soundtrack
Yorushika - Tada Kimi ni Hare
夜に浮かんでいた
海月のような月が爆ぜた
バス停の背を覗けば
あの夏の君が頭にいる
だけ
鳥居 乾いた雲 夏の匂いが頬を撫でる
大人になるまでほら、背伸びしたままで
遊び疲れたらバス停裏で空でも見よう
じきに夏が暮れても
きっときっと覚えてるから
追いつけないまま大人になって
君のポケットに夜が咲く
口に出せないなら僕は1人だ
それでいいからもう諦めてる
だけ
夏日 乾いた雲 山桜桃海 錆びた標識
記憶の中はいつも夏の匂いがする
写真なんて紙切れだ
思い出なんてただの塵だ
それがわからないから、口を噤んだまま
絶えず君のいこふ 記憶に夏野の石一つ
俯いたまま大人になって
追いつけない ただ君に晴れ
口に出せないまま坂を上った
僕らの影に夜が咲いていく
俯いたまま大人になった
君が思うまま手を叩け
陽の落ちる坂道を上って
僕らの影は
追いつけないまま大人になって
君のポケットに夜が咲く
口に出せなくても僕ら一つだ
それでいいだろう、もう
君の思い出を噛み締めてる
だけ