
Rumah Sakit Ueno
Setelah persidangan selesai, Kenta menjenguk Miyu lebih dari sebelumnya. Dia terus mengawasi siapa saja yang datang menjenguk Miyu, berharap tidak ada orang asing yang datang untuk mengancam Miyu.
"Kamu selalu bertanya kepada suster siapa yang datang, ada masalah apa sih Kenta?" tanya Miyu yang saat ini bersama Kenta
"Gak, gak ada apa - apa kok. Aku cuman..." mata Kenta tertuju pada nama Hasegawa dan Uchida dalam catatan
"Kenapa, sayangku?" Miyu mendekati Kenta
"Siapa Hasegawa dan Uchida? Apa kamu mengenal mereka?" tanya Kenta
"Dia Yuki, dulu dia satu sekolah denganku di Fuji. Yang satu lagi adalah pacarnya, Uchida namanya. Aku tidak masalah dengan mereka, karena Misaki juga mengenal mereka." jawaban Miyu membuat Kenta agak kesal
"Mereka tidak boleh datang kesini, apapun alasannya! Meskipun, mereka teman Misaki." Kenta bangkit dari kursi lalu berjalan keluar ruang inap
"Kenapa dia jadi overprotective sih? Apa yang dia sembunyikan dariku?" Miyu kemudian mencoba menghubungi Misaki dengan ponsel
SMA Hoshizora
Misaki kembali berperan sebagai Taro seperti biasanya, tapi kali ini dia beberapa kali menahan Maulana ketika mereka bertemu di sekolah.
"Sebaiknya kau jelaskan sesuatu!" ucap Misaki
"Jelaskan apa, Taro? Tidak ada yang aku sembunyikan darimu, juga ke Misaki. Lepaskan aku!" Maulana tertahan di toilet
"Bohong! Pasti ada sesuatu? Sebaiknya jelaskan sekarang!" Misaki terus memaksa
"Sebentar lagi kelas dimulai, aku harus kembali sebelum pak Nishida masuk." Maulana menepis tangan Misaki dan berjalan keluar toilet
Miyamura melewati jalan menuju toilet, berpapasan dengan Maulana tapi tak saling menyapa. Misaki juga akhirnya keluar dari toilet dengan amarah, tapi Miyamura berusaha menenangkannya.
"Taro! Kebetulan kita bertemu, ada sesuatu yang ingin ku bicarakan." Miyamura mendorong Misaki kembali ke toilet
"Jadi.. ada apa Miyamura?" tanya Misaki
"Aku sudah menyewa pengacara untukmu, dia akan datang besok untuk mewawancaraimu. Kau tenang saja, aku janji akan membebaskanmu." Miyamura berusaha meyakinkan Taro yang adalah Misaki
Misaki terdiam cukup lama, sampai bel masuk berbunyi.
"Terima kasih untuk bantuanmu, sudah saatnya masuk kelas." Misaki berjalan menuju kelas
Miyamura berjalan melewati lorong kelas, lalu dia masuk ke kelas dengan rasa senang karena sosok Misaki yang menjadi Taro menerima bantuan darinya.
*Bel terakhir berbunyi
Maulana berjalan cepat guna menghindari Misaki dan Miyamura, kemudian dia berjalan melewati jalan depan Sakura Gakuen sambil berharap ada Yuki, Taguchi atau Rio.
Misaki berjalan bersama Miyamura menuju rumah Furuhashi, namun Misaki menahannya agar penyamarannya tidak ketahuan.
"Kau langsung pulang saja Miyamura, aku harus pergi ke tempat lain. Jangan mengikutiku!" Misaki berjalan ke arah taman dimana dia bisa menukar pakaiannya
"Jangan lupa ya Taro! Besok kau akan ku bebaskan!" Miyamura berjalan memasuki mobil menuju rumah
*Rumah Sakit Ueno
Kenta berjalan melewati lorong sambil mendorong kursi roda, dia mendekati ruang inap Miyu. Miyu sudah dalam posisi duduk dan siap untuk pergi bersama Kenta, kemudian dia segera duduk di kursi roda dan pergi keluar ruang inap.
"Apakah kamu senang, Miyu?" tanya Kenta
"Aku akan lebih senang lagi, jika kita berjalan menuju pelaminan." ucap Miyu
"Sabarlah, kita sebentar lagi akan menikah." Kenta dan Miyu berjalan menyusuri lorong rumah sakit sambil membahas masa sekolah mereka
*Taman Rumah Sakit
Miyu tersenyum menatap Kenta, mata yang penuh makna. Kenta membalasnya dengan rasa takut, selain memang dia merasa dimanfaatkan Gen.
"Kamu kenapa sih, akhir - akhir ini over protective?" tanya Miyu dengan suara halus
"Kamu gak perlu khawatir, pokoknya kamu akan segera sembuh. Aku janji, bakal segera membawa pendonor." Kenta bertekuk lutut dan memegangi kedua tangan Miyu
"Kalo kamu kayak gitu terus... aku gak akan punya teman, aku gak akan bebas." Miyu mengelus rambut Kenta
Saat saling bertatapan, Kenta mendekati wajah Miyu hendak mencium. Namun, Misaki datang dan mengejutkan mereka berdua.
"Selamat siang kalian berdua, maaf mengganggu." ucap Misaki
"Hai cantik!" Miyu bangkit lalu memeluk Misaki
Kenta menatap Misaki dengan satu makna yang sama saat Misaki menatapnya, yaitu kebencian.
"Persetan denganmu, Kenta!" ucap batin Misaki
"Setelah ini, kamu tidak bisa menemui Miyu lagi!" ucap batin Kenta
"Sebelum ini, ada sesuatu yang aku ingin bicarakan. Maaf Kenta, kau harus pergi. Sekarang!" Misaki sangat tegas, membuat Miyu kebingungan
Kenta bangkit dan berjalan melewati Misaki, kemudian membisikkan sesuatu.
"Asal kau tau! Harus ada korban untuk bisa menolong Miyu, dan itu adalah Taro Furuhashi!"
Misaki terdiam dan Kenta berjalan menjauh, tanpa pamit dan membuat Miyu bertanya.
"Ini ada apa sih sebenarnya? Kalian kok jadi ribut?" Miyu menatap Misaki
SMA Sakura
Setelah pulang sekolah tadi, Hikari menemui Maulana dan Yuki yang berjalan berdua menuju mobil Yuki. Hikari menahannya sebentar, namun secara berani Yuki menolak dan membawa Maulana ke mobil.
"Tunggu! Maulana!" ucap Hikari
"Ada kebutuhan apa, Hikari-chan?" ujar Yuki
"Tidak ada urusannya denganmu, aku ada urusan dengan Maulana sebentar." ucap Hikari
Maulana berjalan menemui Hikari.
"Ada apa, Hikari?" tanya Maulana
"Mama ngundang kamu ke rumah malam ini, bisakan kamu datang walau sebentar?" Hikari memegang tangan Maulana
"Kenapa?" tanya Maulana
"Kenapa apa?" Hikari bingung
"Kenapa kamu masih mengejarku? Kita sudah tidak ada hubungan, apapun itu." ujar Maulana kemudian melepas genggaman Hikari
"Kamu belum bilang putus, dan kamu ninggalin aku gitu aja. Aku cuman minta kejelasan, masalah hubungan kita ini gak sepele. Aku juga udah minta maaf, dan kamu juga harusnya memaafkanku." Hikari meneteskan air mata
"Aku... Sudah memaafkanmu, bahkan sebelum ini. Jadi gak ada lagi masalah diantara kita, demi apapun Hikari!" Maulana jelas menolak
Hikari masih mencoba merayu, dia malah berani memeluk Maulana dari belakang.
"Aku mohon! Maulana!" Hikari menangis sejadi - jadinya
Yuki kemudian menarik Maulana, Hikari terkejut lalu melepaskan Maulana.
"Aku mohon dengan sangat, lepaskan Maulana untukku." bicara Yuki agak merendah
"Aku juga mohon, beri aku kesempatan sekali lagi. Aku janji, bakal jadi perempuan yang baik untuk Maulana." Hikari kembali menahan Maulana
Maulana kemudian mendekati Hikari.
"Aku akan memberikanmu satu kesempatan lagi, tapi bukan untuk menjadi kekasihku." Maulana kini terbebas dari Hikari
"Lalu jadi apa?" tanya Hikari
"Teman biasa." ucap Maulana
Hikari tidak bisa menahan Maulana seperti sebelumnya, Yuki kini berada di hadapannya.
"Sudah dengar, Hikari-chan?"
"Tapi aku janji, malam ini akan datang." ujar Maulana
Yuki dan Hikari sama - sama terkejut, keduanya menatap Maulana penuh tanda tanya.
"Benarkah?" emosi Hikari berubah menjadi senang
"Iya, karena aku tidak hafal rumahmu jadi aku memintamu menjemputku di taman dekat sini." ucap Maulana
"Baiklah! Aku bakal jemput kamu, sampai jumpa nanti malam." Hikari kemudian menjauh dari Maulana dan Yuki
"Kamu yakin, Maulana?" Yuki bingung
"Tak apa Hasegawa-san, biar semua selesai malam ini." ucap Maulana
Yuki akhirnya mengajak Maulana masuk mobil, dan membawanya ke Miyu.
Rumah Sakit Ueno
Misaki akhirnya angkat bicara soal masalah terkait Kenta, pendonor organ dan Miyu.
"Soal pendonor organ jantung itu, apakah kamu sudah mengenalnya?" tanya Misaki
"Sudah, waktu itu seorang gadis bersama si pendonor datang kepadaku." ucap Miyu
"Seorang gadis? Siapa?" Misaki penasaran
"Namanya Mizuki Kanzaki." jawab Miyu
"Mizuki.. Kanzaki?" Misaki mengingat sosok ini, teman lama Maulana
"Soal pendonor itu, ada kaitannya dengan Kenta." ucap Misaki
"Apa kaitannya? Bukankah Kenta juga sudah mengenal pendonor organ jantung itu, namanya Daniel James kan?" Miyu kemudian menjelaskan bagaimana dia bisa mengenali Daniel James "Kenta sudah menyebut namanya, tapi gadis bernama Mizuki Kanzaki lah yang memperkenalkannya."
"Daniel James? Pria yang bersama Mizuki waktu itu?" Misaki mengingat pertemuannya dengan Mizuki dan seorang pria berdarah Amerika
Entah bagaimana, Misaki menjelaskan apa yang dia ketahui soal James.
"Gadis bernama Mizuki Kanzaki itu, dan Daniel James. Mereka adalah sepasang kekasih."
"Pacar gadis itu? Kamu serius?" Miyu agak syok
Baik Misaki dan Miyu punya persepsi yang berbeda soal Daniel James, keduanya mengetahui nama itu. Tapi bagi Miyu, dia adalah sosok yang berbeda dengan siapa sosok Daniel James yang dikenal Misaki.
Lalu, bagaimanakah soal rencana lanjutan Kenta, Gen dan Yoshuke? Bagaimana juga Maulana dan Yuki menyusun rencana penyelamatan Taro?