My Pretty "Boy" Girl?

My Pretty "Boy" Girl?
S2E12 antara Tokyo dan Yokohama



*New Chitose Airport


Keluarga Hasegawa sedang dalam perjalanan menuju Tokyo setelah berada di Hokkaido selama seminggu, Yuki menyambutnya dengan gembira.


"Aku dan Misaki sudah menyiapkan rencana untuk kegiatan selama musim panas, aku tinggal menunggu jawaban Maulana soal rencanaku." Yuki terus menatap layar ponsel untuk menunggu balasan pesan Maulana


"Aku dalam perjalanan menuju Yokohama, sebentar lagi kereta akan datang. Nanti lagi kita bahas soal ini, Misaki dan Taro juga akan datang kan?"


tertanda pesan dari Maulana 10 Juli 2013, Yuki sebenarnya sudah mendapatkan jawaban dari Misaki dan Taro juga.


"Kamu terlalu lama membalas, kenapa sih." Yuki sedikit bosan dengan menunggu jawaban Maulana


"Kamu masih aja ngurusin masalah rencana kamu itu, liburan sama keluarga aja sih." ucap Sayaka


"Aku udah sering liburan keluarga, sesekali liburan sama teman. Emang apa salahnya sih?" jawab Yuki


"Iya deh.. maaf ya cantik." Sayaka membuang muka


"Bikin tambah bad mood aja, udah kakak urusin aja urusan pribadi kakak." Yuki semakin marah meski pada akhirnya keduanya saling diam


*Beberapa saat kemudian


Saat sampai di Narita, Yuki segera mengambil beberapa barangnya. Yuki juga memperhatikan sekeliling untuk melihat situasi, kemudian dia menjauh dari keluarganya untuk mengirim pesan ke beberapa teman.


Pukul 15.12


Yuki mendapatkan balasan dari Maulana yang kini sudah berada di Yokohama, Yuki meneruskan pesan Maulana.


"Aku akan ikut, tetapi hanya bisa ikut di sisa 3 hari rencanamu dan Misaki. Karena aku akan pulang sekitar sisa 8 hari liburan musim panas, jadi aku tidak bisa mengikuti rencana kalian. Sekali lagi, maaf. 🙏"


^^^maul.17@au.co.jp^^^


"Tidak apa, meski hanya sebentar tetapi aku senang bila kamu bisa ikut." tutur batin Yuki


*Yokohama Kediaman Uchida 内田


Maulana terfokus pada kolam kecil yang berada di halaman belakang rumah kakeknya, dia memikirkan apa yang harus dilakukan selama di Yokohama. Maulana sama sekali tidak punya rencana selama liburan musim panas sekarang, dia pun mengingat kembali rincian kegiatan musim panas yang diberikan Yuki padanya.


*Rencana Yuki & Misaki


26 Juli : Akihabara tour


27 Juli : Shibuya tour


28 Juli : Natsu matsuri di Saitama


29 Juli : Tokyo Bay Trip


30 Juli : Pesta kembang api


31 Juli : Mengunjungi kastil dan kuil Shinto/Buddha


"Aku mungkin hanya bisa ikut sampai di pesta kembang api di sungai Sumida, dan tidak akan ikut menuju kuil. Bukan disana, tempatku ibadah." ucap Maulana


*Kediaman Hasegawa


Sesampainya di rumah, Yuki segara mengirim pesan kepada Misaki.


"Misaki, Maulana hanya akan ikut selama sisa tiga hari liburan. Bagaimana menurutmu?" ucap Yuki


"Berarti bagaimana dengan rencana kita ke pantai? Maulana pasti bisa ikut kan?" tanya Misaki


"Aku dengar dia anti melihat perempuan berbikini, bagaimana? Saat dia mengatakannya, aku tidak jadi membeli bikini. Aku takut dia malah menjauh."


Saat Yuki, Misaki, Miyamura bertemu Maulana di mall, mereka sempat datang ke sebuah toko pakaian dalam. Saat Yuki bicara dengan Maulana sebentar, keputusannya untuk membeli bikini langsung berubah.


"Aku, tidak suka dengan perempuan berbikini. Bagiku, mereka sama saja seperti menjual tubuh mereka. Oh maaf Yuki, aku tidak bermaksud apapun terhadapmu." mendengar ucapan Maulana ini, Yuki mengurungkan niat membeli beberapa pakaian dalam dan memilih membeli baju atau pakaian musim panas biasa.


"Tak apa Maulana, aku tidak seharusnya meminta bantuanmu untuk memilihkan bikini untukku." Yuki menunduk


Yuki mengingat kejadian itu dengan sangat jelas, Misaki membalas pesannya.


"Kalau begitu kita ke pantai sebelum rencana ke Akihabara, jadi saat sisa tiga hari kita bisa mengajak Maulana menuju Tokyo Bay." ucap Misaki


"Maksudmu kita tetap ke Tokyo Bay di awal minggu sebelum kembali ke Tokyo Bay tapi tak ke pantai?" Yuki agak ragu untuk mengambil keputusan


Miyamura membalas pesan


"Kita ke pantai di sisa tiga hari, aku akan setuju jika seperti itu. Aku harap, yang lain setuju."


Yuki segera mengirim pesan kepada Miyamura


"Maaf, bagaimana kalau rencananya kita ubah sedikit? Kita ke pantai di awal minggu, lalu kembali ke Tokyo Bay di sisa tiga hari tanpa mengelilingi pantai?"


*beberapa saat


"Kau takut dengan Maulana? Dia tidak berhak melarangmu atas apapun itu, dia pikir dia siapa." ucapan Miyamura ada benarnya juga, untuk apa Yuki terlalu terpaku pada Maulana?


Yuki pun membalas


"Baiklah, kita tetap pada rencana sebelumnya. Aku akan menghubungi yang lain."


Secara mengejutkan, Maulana membalas pesan Yuki.


"Sepertinya aku batal ikut rencana kalian, tapi aku akan hadir di Sumidagawa untuk menikmati festival kembang api. Kau dan yang lain silahkan menikmati pantai musim panas dengan tenang, aku akan berada di rumah selama sisa liburan."


Yuki terkejut dengan ucapan Maulana, lalu dia mengirim pesan kepada Misaki dengan melanjutkan pesan Maulana.


"Bagaimana ini? 😢 😭"


Misaki menjawab....


"Sebaiknya kita mengikuti rencana awal saja, aku tidak mau mengadu pendapat dengan Miyamura dan Maulana. Lagipula kita masih bisa bertemu Maulana saat festival kembang api."


Yuki akhirnya memutuskan untuk mengikuti rencana awal, dia juga berusaha untuk tetap tenang menghadapi perbedaan pendapat.


*Rumah sakit


Misaki hendak berjalan menujur ruang inap Miyu, di tengah jalan dia melihat sosok Gen yang sedang bicara dengan Kenta.


"Gen? Kenapa dia bersama Kenta? Ada apa ini?" Misaki menutup wajahnya dengan tas demi menghindari Gen


Saat sampai di depan ruang inap, Misaki mengetuk pintu dan dijawab oleh Kenta.


"Oh Misaki, sebaiknya kamu kembali saja nanti. Miyu butuh istirahat, aku mohon." ucap Kenta


"Kenapa kau tidak memperbolehkan aku masuk?" Misaki memaksa masuk, terlihat Miyu memang sedang istirahat.


Kenta sedikit mendorong Misaki


"Aku mohon datang lagi nanti!"


"Au! Sakit!" Misaki terjatuh namun Kenta tidak peduli dan memilih menutup rapat pintu ruang inap Miyu


"Aku mulai penasaran, apa yang Kenta sembunyikan dariku. Gen? Kenapa Kenta bersamanya tadi? Aku harus segera menghubungi Maulana." Misaki segera berjalan menuju luar gedung dan segera menghubungi Maulana


Sesampainya di luar gedung hendak menghubungi Maulana, Misaki bertemu Miyamura.


"Ah, Misaki?" ucap Miyamura


"Miyamura? Sedang apa kamu disini?" tanya Misaki lalu memasukkan ponsel ke kantungnya


"Aku habis bertemu temanku disini, kamu sendiri?" tanya Miyamura


"Aku habis menjenguk temanku, maaf aku harus pulang." Misaki hendak berjalan namun Miyamura menahannya


"Misaki, tunggu!" Miyamura menggenggam tangan Misaki


"Ada apa?" tanya Misaki


"Kamu masih menggantungkan cintaku, mau sampai kapan?" pertanyaan Miyamura membuat Misaki terdiam, namun Misaki memilih menghindar dengan ucapan "Sampai Maulana membalas cinta Yuki, aku harap kamu tidak ikut campur urusan mereka."


Miyamura yang kini terdiam mendengar ucapan Misaki, Miyamura mengingat apa yang dia katakan pada Yuki tadi.


"Selama kamu masih ikut campur urusan mereka, jangan harap aku akan kembali!" Misaki berjalan menjauh dari Miyamura yang terpaku


Yuki sempat mengirim pesan kepada Misaki dengan meneruskan pesan Miyamura, yang artinya Yuki tanpa sadar memberikan pesan ke segala temannya tanpa dia saring.


"Darimana dia tau aku mengirim pesan seperti itu ke Yuki? Aku hanya menjelaskan hal yang benar kan? Lagipula aku tidak salah mengatakannya." tutur batin Miyamura


Misaki kembali terfokus kepada kasus Gen dan Kenta, entah mengapa hari ini segala hal buruk muncul dari arah manapun. Biar bagaimanapun, Maulana harus segera mengetahui hal ini dan Misaki tau kapan dia harus memberitahukan kepada Maulana.


Misaki menatap langit dan melihat kembang api malam yang entah datang dari mana.


Misaki pun memutuskan waktunya.


"Malam pesta kembang api!"