My Pretty "Boy" Girl?

My Pretty "Boy" Girl?
S2E15 Omikuji dan rencana besar



*Hari kedua rencana liburan


*Shibuya*



Jinja? Otera? Malam?


Penuh sesak di Shibuya, Misaki, Miyamura dan Yuki menuju sebuah kuil Buddha dan Shinto. Misaki mengunjungi kuil Buddha sendirian, sementara Miyamura dan Yuki mengunjungi kuil Shinto.


Omikuji?


Yuki mencoba keberuntungan setelah berdoa kepada dewa, begitupun juga Miyamura. Mereka mencoba keberuntungan masing - masing, Miyamura mendapatkan ramalan kesehatan sedangkan Yuki mendapatkan ramalan cinta.


*おみくじ小愛 (Kecil)


Seseorang yang menemanimu dimasa kini akan menjadi seseorang yang memimpinmu dimasa depan, membuat kehidupanmu lebih baik dari sebelumnya. Orang yang berada di samping...


Yuki terkejut dan melihat Miyamura dengan wajah merah, sementara hasil Miyamura..


*おみくじ大健康 (Besar)


Masalah besar akan datang dimasa depan, kedepankan kesehatan sendiri dibanding orang lain.


Miyamura langsung merobek kertas Omikuji dan melemparnya ke tempat sampah, Yuki hanya terdiam melihat itu.


"Omong kosong!" Miyamura nampak bertengkar dalam pikirannya


"Ada apa Miyamura? Kenapa kau nampak marah?" tanya Yuki


"Tidak penting, ayo kita temui Misaki." Miyamura berjalan


*Kuil Buddha


Misaki berdoa untuk seluruh anggota keluarga serta teman - temannya, dia sangat fokus sampai lupa waktu.


"Eh ini jam berapa? Kasihan Miyamura dan Yuki yang sudah menunggu." Misaki membereskan barang lalu mengambil Omikuji, dia mendapatkan hasil yang bagus.


*おみくじ大恋愛 (Besar)


Seseorang akan datang untuk membuat hidupmu berubah menjadi lebih baik, melepasnya akan membawa keburukan.


Misaki tersenyum lalu berjalan menjauh dari kuil, dia menuju tempat janjian dengan Yuki dan Miyamura. Saat melangkah menuju persimpangan jalan, Misaki sudah bertemu dengan Yuki dan Miyamura yang nampak saling menjauh.


"Kenapa mereka berdua?" tanya Misaki, saat mendekat...


"Kamu sudah sampai Misaki? Ayo kita pulang." ucap Yuki


"Loh? Kenapa? Kita kan belum lama, masih lama waktu untuk pulang bukan?" Misaki bingung dengan keputusan Yuki


"Aku lebih setuju kita pulang, lagipula aku sudah lelah." ujar Miyamura


"Yasudah deh, nanti aku dimarahi lagi kalo kelamaan." Misaki nampak kecewa karena masih ada beberapa tempat yang ingin dia kunjungi, tapi sikap Yuki nampak berbeda kali ini.


*Mizuki dan Rio


Rio menemui Mizuki di Musashi plaza untuk pertemuan khusus, Maulana sendiri hadir namun hanya melalui telepon.


"Kau masih mengingatku? Aku terkejut sekali Mizuki-chan." ucap Rio


"Dasar payah, kau lupa aku pernah menolongmu dulu?" Mizuki nampak kecewa


"Heh! Kenapa jadi nostalgia sih? Aku mengajak kalian bertemu untuk membahas soal jebakan terhadap Taro." Maulana interupsi


"Ya maaf.." ucap Rio


"Siapa Taro? Jadi ada apa kau mengundangku kesini Maulana-senpai?" tanya Mizuki


"Aku dan Rio punya masalah besar, sahabat kami diancam oleh 5 orang gila yang mengincarnya selama setahun ini. Namanya Taro Furuhashi, dia sekelas dengan kami." ujar Maulana


"Dia diancam akan dipenjara karena kesalahan seseorang, masalahnya sangat besar." ucap Rio


"Memangnya dia diancam karena kasus apa? Aku punya beberapa orang teman yang bisa berkelahi kapan saja, tapi aku harus tau dulu kasusnya seperti apa." ucap Mizuki


"Dia terjerat kasus pembunuhan, dan ada kabar kalau pelakunya adalah kerabat dekat dua mayat itu. Tapi buktinya hilang, beberapa hari kemudian beberapa bukti itu ditemukan seseorang." ujar Rio


"Dan ada kabar kalau orang ini menyiapkan saksi palsu serta berencana menjebak Taro temanku, barang bukti kemungkinan ada pada si penjebak itu." jawab Maulana meyakinkan Mizuki


"Hanya itu?" tanya Mizuki


"Hanya itu? Kau menyepelekan masalah ini?" Rio terkejut


"Aku rasa kami butuh waktu untuk berfikir, tidak secepat itu juga aku mengumpulkan anggotaku." ucap Mizuki dengan ragu


"Aku ragu kau bisa membantu kami." Rio cukup meremehkan


"Jangan asal ucap, akan aku buktikan nanti!" Mizuki mulai kesal


"Hadueh kenapa jadi begini, yasudah kalau begitu. Mizuki, aku harap kau bisa membantu kami tentang ini." Maulana berharap pada Mizuki


"Yang jelas, aku akan membantu sebisaku. Sisanya, kalian harus membuat pasukan sendiri sebelumku." Mizuki segera bangkit "Aku pamit dulu ya, kita bahas lagi nanti setelah liburan musim panas berakhir."


Maulana mengakhiri panggilan, Mizuki dan Rio akhirnya pulang ke rumah masing - masing.


*Kediaman Furuhashi


Taro menerima kedatangan Taguchi dan Ishihara, Taro sama sekali tidak berusaha curiga dengan kehadiran Taguchi.


"Jadi maksud kedatanganmu kesini apa? Dan siapa gadis cantik yang bersamamu ini, Yamada-san?" tanya Taro


"Kenalkan, ini Ishihara Kanae kekasihku." Taguchi memperkenalkan Ishihara, Ishihara dan Taro berjabat tangan. "Kebetulan ada yang ingin aku sampaikan padamu, ngomong - ngomong dimana Misaki?"


"Dia sedang pergi, paling sebentar lagi dia pulang. Dia pergi bersama Yuki dan Miyamura, aku tidak mau melarangnya." ucap Taro


Beberapa saat kemudian, Misaki sudah sampai depan rumah dan pamit kepada Yuki dan Miyamura. Segera masuk ke rumah dan menemukan Taro bersama Taguchi dan Ishihara, Misaki segera mendekati mereka.


"Hei Taguchi-san! Dan ini?" Misaki menatap Ishihara


"Aku Ishihara, kekasih Taguchi." Ishihara dan Misaki berjabat tangan


"Kamu cantik sekali..." ucap Misaki antusias


"Terima kasih." Ishihara tersenyum


Misaki mendapatkan pesan dari Maulana.


".... Jika kamu melihat Taguchi bersama seorang gadis muda bernama Ishihara, ajak dia bicara dan menjauhlah dari Taro dan Taguchi ya."


"Jadi ini gadis yang Maulana maksud, baiklah." tutur batin Misaki


"Ah iya Ishihara, bisa kita bicara sebentar? Pembicaraan antar perempuan saja." Misaki mengundang Ishihara ke kamarnya


"Ehmm baiklah." Ishihara mengiyakan ajakan Misaki


"Kalian berdua tetaplah disini ya! Jangan naik sebelum aku turun!" ujar Misaki


"Dasar kau!" Taro kesal


Misaki dan Ishihara meninggalkan Taro bersama Taguchi, pembicaraan pun dilanjutkan.


"Jadi aku akan terus terang saja, soal kasus pembunuhan Hose dan Mark. Kau akan berada di persidangan bersama dua orang terduga, kau akan mendapati polisi datang dan menjemputmu nanti." ujar Taguchi


"Untuk apa polisi menjemputku? Aku tidak terbukti bersalah kok! Lagipula, semua bukti tidak ada padaku." ujar Taro


"Itu menurutmu saja Taro, ini akan lebih sulit dari sebelumnya. Jika kau masih berurusan dengan gangster sekolah, jangan harap kau akan selamat." Taguchi sedikit memperingatkan apa yang akan dilakukan Yoshuke dan yang lain


"Oh begitu, dengarkan aku baik - baik Taguchi! Mereka tidak akan melampaui batasan terhadapku, dan ancaman penjara itu hanya omong kosong belaka. Lagipula, Yoshuke dan para anggotanya tidak bisa menahanku atau melaporkanku atas kesalahan yang bukan atau tidak ku lakukan." Taro mulai marah


"Percayalah Taro, akan ada bahaya besar jika kamu tidak menjauh dari mereka. Biarlah aku dan yang lain akan mengurus ini, kau hanya harus menjauhi anggota gangster sekolah saja. Aku mohon Taro!


Kali ini, Taguchi yang membuat Taro kesal. Nampaknya Taro mulai kembali dengan sikapnya, menolak semua bantuan kepadanya dari Maulana, Taguchi dan Rio.


"Aku akan tetap melawan mereka sendirian, dan aku harap kau tidak merayuku sebagaimana Maulana lakukan itu." Taro kemudian memanggil Misaki untuk turun "Misaki! Turun dan bawa gadis yang bersamamu!"


Beberapa saat kemudian, Misaki membawa Ishihara turun dan menyerahkannya kepada Taguchi. Taguchi bangkit dari sofa dan pamit, Misaki menyambutnya dengan senyum namun Taro menyambutnya dengan tak acuh.


"Aku pulang dulu ya Misaki, sampai jumpa dia pesta kembang apa nanti. Maulana juga akan datang katanya, hanya saja dia akan kelelahan setelah pulang dari Yokohama besok." Taguchi dan Ishihara berjalan keluar rumah Misaki


"Akan aku tunggu kalian, sampai jumpa juga Ishihara-san." Misaki tersenyum


"Sampai jumpa Misaki-san, Taro-san." ucap Ishihara


Semua nampaknya masih berjalan sulit bagi rencana Maulana, Taguchi dan Rio, apalagi Taro tentu tidak akan merubah sikap sampai pada akhirnya dia sendiri akan mengalami hal buruk.


*Kediaman Tanaka


Rio sampai di rumah dengan perasaan bingung, kedua orang tuanya nampak ikut bingung.


"Jadi hari ini kamu tidak bersama temanmu, menikmati musim panas ini?" tanya tuan Noriyatsu Tanaka


"Aku ada janji dengan temanku pah, tapi hanya sebentar. Mungkin aku akan ikut acara pesta kembang api setelah ini, tidak ikut ke Saitama." ujar Rio


"Yasudah, kamu pasti lelah hari ini. Besok saja kita bahas lagi soal ini ya, Rio." ucap nyonya Mami Tanaka


"Iya mah, aku tidur duluan ya. Selamat malam semuanya." Rio berjalan ke kamar dan langsung melompat ke tempat tidur


*Kediaman Yamada


Tuan Kenichi Yamada dan Hisui Yamada menyambut kedatangan Ishihara dengan perasaan bahagia, tentu ini adalah sambutan hangat untuk Ishihara sebagai kekasih Taguchi.


"Malam ini kamu menginap disini ya, Ishihara." ucap nyonya Mami


"Jika Taguchi berkenan, kalau tidak ya aku akan menginap di hotel saja." jawab Ishihara


"Kamu menginap saja dan tidur bersama ibunya Taguchi, biar Taguchi denganku malam ini." ujar tuan Kenichi


"Jadi begini deh.." Taguchi menggaruk rambutnya


"Yasudah karena sudah malam, sebaiknya kita segera tidur. Ayo Ayo!" ucap tuan Kenichi


Semuanya tentu lelah malam ini, entah itu Misaki, Miyamura, Yuki, Taro, Taguchi, Mizuki, Rio dan Maulana. Tapi masih ada hari esok yang lebih berat lagi, apakah mereka siap untuk itu?