
Hari - hari setelah persidangan kedua
Misaki dan kawan - kawannya kembali menjalani kegiatan sekolah seperti biasa, suasana sekolah juga berjalan seperti biasa. Maulana sendiri saat ini sering menghindari Misaki agar tidak mendapat pertanyaan, Misaki malah terus mengejar Maulana agar menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Sepulang sekolah
Maulana berjalan ke taman bersama Rio dan Taguchi, kebetulan ini hari Jumat dan besok lebih santai. Maulana, Rio dan Taguchi memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama di taman, tanpa Taro dan Miyamura.
"Huuh besok sudah sabtu lagi." Rio duduk di ayunan
"Iya, sudah santai lagi di rumah." ucap Taguchi
"Aku penasaran, apa yang dilakukan Mizuki sekarang ini. Soal persidangan kemarin, kau sepertinya menghancurkan 5 hati dengan sekali serang." Rio sangat amat menikmati kemenangan
"Mizuki tentu saja sibuk dengan pacarnya, lagian sidang kan berlanjut dua minggu lagi. Aku sendiri tidak tau langkah berikutnya, untuk menahan Yoshuke." Maulana memikirkan apa yang sebaiknya dia lakukan selanjutnya
"Oh iya soal Misaki, apa yang akan kau lakukan untuk menghindarinya?" tanya Rio
"Aku khawatir soal Misaki, kau selalu menghindarinya kan?" ujar Taguchi
"Untuk sementara waktu, aku harus menjauh darinya." Maulana kembali berdiri, saat melihat sekeliling sama sekali tidak nampak Misaki ataupun Taro.
"Eh, aku lapar nih! Bagaimana kalau kita pergi ke toko Kue gitu, atau konbini." Rio bangkit dari ayunan
"Iya, aku juga." Taguchi berjalan mendekati Rio
"Yasudah, kita ke konbini dekat sini saja." Maulana berjalan, Taguchi dan Rio mengikutinya
Jarak antara taman dengan konbini hanya 5 menit, jadi mereka berjalan tidak banyak memakan tenaga. Sesampainya di depan Konbini, Maulana hendak membenarkan tali sepatu dan tidak sengaja tertinggal dari Rio dan Taguchi.
"Aduh, tali sepatuku." Maulana membenarkan tali sepatu
Setelah selesai dan bangkit, terkejutnya dia melihat sosok Misaki dan Yuki berdiri di depannya.
"Apa?" Maulana langsung duduk kembali
"Aku bersyukur bertemu denganmu disini." ujar Misaki
"Kenapa..?" Maulana berdiri lagi
"Kenapa? Mungkin Yuki bisa menjelaskannya padaku." Misaki menatap Yuki
Maulana menatap Yuki, Yuki malah memalingkan wajah ke arah Misaki.
"Ada apa Hasegawa?" tanya Maulana
"Maaf, aku terpaksa menceritakan semuanya kepada Misaki." Yuki menutup wajahnya dengan buku
"Tidak bisa diharapkan." Maulana sangat kesal
"Kamu harus menjelaskannya sendiri, ikut denganku!" Misaki membawa Maulana ke rumahnya, Yuki hanya terpaku.
Taguchi dan Rio keluar dan mencari Maulana.
"Loh? Maulana kemana ya?" tanya Taguchi
"Eh? Hasegawa-san?" Rio melihat Yuki
"Hai kalian." Yuki terlihat lesuh
"Maaf Hasegawa, apakah kamu melihat Maulana?" tanya Rio
"Misaki membawanya pulang, semua gara - gara aku." Yuki menunduk
"Kenapa jadi ribet begini sih.. hadueh!" Rio kemudian mengejar Misaki
"Hei Rio! Dia malah mengejar mereka, ayo Hasegawa-san!" Taguchi juga ikut berlari
"Ehh? Iya!" Yuki juga mengejar Misaki dan Maulana
Dalam perjalanan
Misaki menarik tangan Maulana, sambil membawanya jalan cepat.
"Ayolah Misaki, lepaskan tanganku!" ujar Maulana
"Enggak mau! Kamu berhak untuk diam!" Misaki keras kepala
Kediaman Furuhashi
Saat membuka pintu, alangkah terkejutnya Misaki dan Maulana melihat Taro keluar dari dapur hanya dengan handuk yang menutupi bagian intim.
"Alamak!" ucap Taro
"Ahh!" Misaki menutup mata
"Wow?! Pemandangan macam apa ini?" Maulana malah tertawa
"Cepat masuk kamar, dan pakai baju!" Misaki menyuruh sang kakak untuk pergi ke kamar
"Dasar!" Misaki kembali berjalan ke pintu lalu menutup dan menguncinya
"Kenapa malah menutup pintu? Kau pun menguncinya?" Maulana menatap Misaki
"Kau harus menjelaskan apa yang terjadi kemarin! Tuan Uchida!" Misaki menatap Maulana
"Apa yang harus ku jelaskan? Nona Furuhashi? Tidak ada yang perlu dijelaskan."
Disaat yang sama, Misaki membuang muka ke arah pintu luar. Maulana menatapnya bingung, kemudian memikirkan apa yang dia lakukan.
"Apa maksudmu membawa Yuki menjenguk Miyu? Dan kenapa kamu hadir di persidangan, membawa barang bukti lagi." Misaki kesal
"Oh.. masalah itu.." giliran Maulana yang melihat ke arah pintu luar
"Masalah itu masalah itu... jelaskan padaku!" Misaki memukul meja
"Hemm, aku tidak punya waktu untuk menjelaskannya." Maulana mencari alasan
"Kenapa tidak ada waktu?" tanya Misaki
Maulana melihat ke arah jam, kemudian melihat ke arah Misaki.
"Bukan itu." jawab Maulana
"Lalu kenapa?" Misaki mendekat ke Maulana
Maulana kemudian berdiri berhadapan dengan Misaki, kemudian dengan beraninya dia mendekati dan mendorong Misaki ke dinding.
Di hadapan Misaki, terpampang jelas wajah Maulana yang agak kemerahan. Begitupun juga Maulana, dia melihat wajah Misaki yang nampak jelas tersipu malu.
"Apa yang mau kamu lakukan?" Misaki tersudut
"Tidak ada waktu lagi." mata Maulana membesar
"Apa?" Misaki menutup mata pada akhirnya
Maulana mulai berhitung
"Tiga... Dua.. Satu!"
"MAULANA UCHIDA!" secara bersamaan, Yuki, Taguchi dan Rio teriak di depan rumah Furuhashi
Maulana bergegas membuka kunci pintu, kemudian keluar dari rumah Furuhashi. Misaki akhirnya gagal menahan Maulana, hanya demi mendapat penjelasan.
"Kita pulang sekarang!" ucap Maulana yang kini sudah di hadapan Yuki, Taguchi dan Rio
"Eh? Kau bisa keluar? Mana Misaki?" tanya Rio
"Sudahlah! Bagus kalo kamu bisa keluar, sekarang kita pulang. Maulana, biar aku yang antar saja." ujar Yuki
"Hemm, bisa aja. Mengambil kesempatan dalam kesempitan." ujar Taguchi
"Benar juga, ada yang ingin aku tanyakan padamu. Hasegawa!" Maulana langsung mendekati Yuki
"Yaudah! Aku harap kalian tidak melakukan hal yang aneh nantinya, ayo Tanaka!" Taguchi membawa Rio pulang
"Sampai ketemu besok di sekolah!" ucap Maulana
"Iya! Terserah kau!" ujar Taguchi
Maulana dan Yuki masuk ke mobil, dan menjauh dari rumah Misaki. Misaki yang berada di dalam rumah masih merasa terguncang, Taro kemudian bertanya.
"Loh? Kamu kenapa? Maulana kemana?" tanya Taro
Misaki masih terdiam, kemudian akhirnya dia menarik nafas panjang.
"Dia... dia baru saja pulang." wajah Misaki masih memerah
"Wajahmu memerah tuh, abis ngapain sih kalian? Terus itu Maulana kabur lagi, pasti kalian habis melakukan sesuatu ya...?" Taro malah memancing emosi Misaki
"Apaan sih? Enggak ngapa - ngapain kok. Udah ah, aku capek! Mau istirahat! Awas kalo ganggu!" Misaki memilih menghindar dari Taro.
"Kenapa sih cewek? Ada - ada aja." Taro memilih ke dapur
Perjalanan pulang
Maulana memberikan pertanyaan mengenai Misaki, entah kenapa Yuki bisa membocorkan sedikit rencananya.
"Jadi.. Hasegawa! Bagaimana bisa Misaki mengetahui rencanaku? Apa yang dia lakukan, sampai kamu harus memberitahunya?" tanya Maulana
"Dia melihatku juga saat aku menemanimu hadir di persidangan kemarin, kemudian dia menahanku saat pulang sekolah tadi. Kebetulan, kami bertemu di taman." Yuki menjelaskannya sambil menunduk
"Kenapa di taman? Memangnya, kamu mau kemana?" tanya lagi Maulana
"Aku mau ke konbini dekat taman, kebetulan sekali dia lewat sana juga. Maafin aku ya, Maulana." Yuki memohon
"Hemm, lalu soal Miyu?"
Kemudian Maulana dan Yuki menyusun rencana berikutnya mengenai Miyu, Maulana memutuskan untuk sering menjenguk Miyu dan memastikan Kenta menjauhinya.
Misaki juga jadi lebih sering datang, dia berusaha menjauhkan Miyu dari Kenta, Gen, dan Yoshuke.
Lalu, langkah apa yang akan dilakukan Mizuki Kanzaki selanjutnya?