
Kediaman Furuhashi
Sebelum berangkat sekolah, Misaki dan Taro sibuk mencari barang yang dimaksud Miyamura dan Maulana ada dalam jaket Taro.
"Kamu yakin tidak menemukan apa - apa gitu?" tanya Taro
"Barang? Aku hanya menemukan kayu seperti gagang pisau, lalu aku hanya melihat bercak kecil di jaketmu." jawab Misaki
"Apa mungkin... hilang?" Taro sedikit senang
"Aku membuangnya, lagian ngapain sih kamu membawa pulang kayu? Apalagi bentuknya seperti gagang pisau." ucap Misaki
"Bukan begitu, Maulana dan Miyamura seperti menyadari sesuatu yang ada padaku saat menemukanku malam itu." Taro menjelaskannya
"Hanya itu?" Misaki sedikit curiga juga, tapi dia berusaha tenang
"Sudahlah, kau pergi ke sekolah! Nanti terlambat, aku yang kena marah." ujar Taro
"Yasudah!" Misaki langsung berangkat ke Hoshizora, dia tidak lupa memakai rambut palsu
*Hoshizora
Seperti biasanya, Misaki bertemu Maulana di gerbang sekolah. Rio, Miyamura dan Taguchi juga menyambut mereka berdua di depan gerbang, tak lupa Yuki juga bergabung dengan mereka.
"Selamat pagi tuan Furuhashi!" ujar Rio
"Sok manis banget!" ujar Taguchi
"Selamat pagi kalian!" ujar Miyamura
"Selamat pagi." jawab Misaki
Yuki menatap Maulana penuh arti, Maulana hanya terdiam
"hmmmm." Yuki menunjukkan senyum
"Ah sudahlah, selamat pagi nyonya Hasegawa." ucap Maulana, lelah dengan permainan tebak - tebakan ekspresi Yuki
"Pagi, tuan Uchida..." balas Yuki
Hikari yang melihat suasana hangat ini langsung bergabung.
"Selamat pagi semuanya."
Rio, Taguchi dan Miyamura memandangi Hikari dengan rasa kagum dan tersanjung akan kecantikannya, sementara Maulana dan Misaki terkejut dengan itu.
"Ah? Maulana?" Rio melihat ke arah Maulana
"Kenapa harus diwaktu ini sih?" Maulana menatap Rio
"Oh iya semuanya perkenalkan, ini siswi baru di sekolahku. Namanya Hikari Sakamoto, dia baru saja pindah dari Mie." ucap Yuki
"Aku sudah tau." ucap Taguchi
"Aku juga, sudah tau." ujar Miyamura
"Loh? Kalian tau saya dari mana?" pertanyaan Hikari membuat Taguchi dan Miyamura terdiam
"Sekarang aku tau apa yang ada di otak mereka." tutur batin Misaki
"Ehemmm, sebentar lagi sudah mau masuk jam sekolah. Aku duluan ya semuanya!" Maulana berjalan masuk ke sekolah, namun Yuki menahannya.
"Setelah pulang sekolah, bisakah kamu menemuiku?" tanya Yuki
"Ada apa Hasegawa?" Maulana berusaha mempercepat percakapan
"Nanti saja aku jelaskan, sekarang kamu masuk gih sana!" Yuki menjawab dengan tersenyum
"Baiklah!" Maulana berlari dan Rio mengikutinya "Heh! Maulana! Tunggu aku!"
Misaki menatap tajam Miyamura dan Taguchi.
"Kalian!"
"Eh, sudah hampir terlambat. Aku duluan ya Yuki! Hikari!" ujar Miyamura, Taguchi juga berlari tanpa pamit
"Yasudah, Yuki-chan ayo kita masuk sekolah." ucap Hikari
"Ah? Iya. Taro, aku duluan ya!" ucap Yuki
"Iya, aku juga mau mengejar yang lain." ucap Misaki
Hikari dan Yuki berjalan masuk ke sekolah Sakura, Misaki berjalan dengan lambat ke sekolah Hoshizora.
*Pelajaran olahraga
Setelah renovasi gymnasium selesai, siswa Hoshizora kembali bisa memakai gedung untuk olahraga. Siswa kembali belajar basket, voli dan latihan kebugaran dengan alat.
Yoshuke dan kawan - kawan sibuk bermain basket melawan anak kelas 3, sementara gang Maulana sibuk dengan permainan masing - masing.
"Hari ini aku harus bermain voli, kalian bagaimana?" tanya Taguchi
"Aku latihan kebugaran bersama Miyamura, bagaimana denganmu Maulana?" tanya Rio
"Aku bermain basket setelah Yoshuke dan gangnya selesai bertanding." jawab Maulana
"Yasudah sekarang kita berpencar, sampai jumpa di waktu istirahat nanti." ucap Taguchi
Gang Maulana berpencar dalam jadwal olahraga hari ini.
*Sakura Gakuen
Yuki sedang menikmati pelajaran seni kesukaannya, yaitu seni lukis. Beberapa siswi juga sibuk dengan lukisan mereka, tak terkecuali Hikari yang hari ini melukis wajah seseorang.
"Wah, gambarmu bagus sekali Hikari." ucap Noguchi, Ketua kelas 1-A
Yuki juga memperhatikan lukisan Hikari,
"Ini wajah seorang pria, kalau boleh tau siapakah gerangan?"
"Wajah yang selalu muncul dalam pikiranku akhir - akhir ini, orang yang mungkin sulit ku dapatkan kembali." ujar Hikari
"Aku seperti pernah melihat wajahnya, tapi dimana ya?" Noguchi memikirkannya
"Ini seperti..." Yuki tersadar akan sesuatu
"Uchida? Iya, ini Uchida. Siswa kelas 1-A Hoshizora, bagaimana mungkin?" Noguchi terkejut
"Uchida? Maksudmu Maulana?" tanya Yuki
"Iya!" ucap Noguchi
"Loh, bagaimana kamu bisa kenal dengan Maulana?" Yuki penasaran dengan Hikari
"Hah? Eee bagaimana cara menjelaskannya ya..?" Hikari sedikit tersenyum
"Dia pria yang kamu incar itu kan, Yuki-chan?" tanya Noguchi
"Eh? Iya, tapi Hikari?" Yuki kembali menatap Hikari
"Dia teman sekelasku waktu SMP, aku pindah ke Mie saat kelas 2 SMP. Dan aku terkejut karena bertemu dengannya lagi disini, aku pikir dia sudah pindah dari Chiyoda." ujar Hikari, menjelaskan bagaimana dia mengenal Maulana
"Apakah kalian sangat dekat?" tanya Noguchi
"Bagaimana Maulana saat SMP?" Yuki penasaran
"Aku tidak bisa menjelaskannya." Hikari menunduk dan memilih tak menjawab pertanyaan Yuki dan Noguchi
*pukul 15.00
Waktu pulang sudah tiba, beberapa siswa sudah berlari keluar sekolah sementara yang lain masih berkumpul. Gang Yoshuke berjalan menjauh dari sekolah, diikuti gang Maulana yang nampaknya sudah kelelahan setelah olahraga.
"Tanganku bengkak, aku pikir kekuatanku sudah hilang dan belum kembali." ucap Taguchi
"Aku juga, disuruh berlari keliling di lantai keramik membuat kakiku sakit." ujar Rio
"Itu karena kau terbiasa dengan lapangan pasir dan tanah, apalagi keramiknya licin." ujar Maulana
"Kau bagaimana, Taro?" Miyamura hanya memikirkan Misaki dan Taro
"Aku baik, sudah biasa olahraga seperti ini. Lagian, aku olahraga bersama Maulana tadi." jawab Misaki
Sampai di gerbang sekolah
Yuki ternyata sudah menunggu di gerbang sekolah, dia langsung menarik lengan Maulana yang sedikit sakit.
"Au!" Maulana menjerit
"Eh? Maafkan aku ya." ucap Yuki
"Kenapa mendadak sih?" Maulana kesal
"Maaf, ngomong - ngomong lengan kamu kenapa? Yang lain juga, kalian terlihat pucat dan kelelahan." tanya Yuki
"Habis olahraga, pokoknya sangat lelah dan pegal rasanya." ujar Rio
"Sudah lama tidak olahraga di gymnasium sekolah karena renovasi, jadi otot kami terasa sakit saat olahraga lagi." ujar Taguchi
"Sepertinya hanya aku dan Taro yang tidak merasakan sakit." ujar Miyamura, membanggakan diri
"Aku tidak terlalu sakit, hanya lelah saja. Aku tidak terbiasa bermain basket, aku sering latihan bela diri." ujar Misaki
"Oh iya Taro, hari ini aku dan Taguchi berniat main ke rumahmu. Boleh kan ya?" tanya Rio
"Apa?" Rio menginjak kaki Taguchi "Au."
"Oh iya, kalian bilang ingin bermain kesana kan? Tadinya aku ingin mengajak mereka tanding Sepeda, tapi karena mereka ingin ke rumahmu dan Yuki mengajakku pergi..." Ucapan Maulana dilanjutkan Rio "Jadi kami mengurung niat itu, dan pergi ke rumahmu."
"Benarkah? Baiklah kalau begitu, ayo sekarang kita pergi. Aku duluan ya, Maulana, Miyamura, Hasegawa." Misaki berjalan, diikuti Taguchi dan Rio yang mengancungkan jempol ke arah Maulana
"Aku juga harus pulang, Tsumugi sendirian di rumah. Sampai jumpa besok, Maulana, Yuki!" Miyamura berjalan mendekati mobil yang menunggu di seberang sekolah
"Bye bye!!" ujar Yuki "Nah karena sudah pulang sekolah, sekarang kamu ikut aku ya!"
"Ikut kemana sih?" tanya Maulana
"Udah.. ikut aja!" Yuki mendorong Maulana dari belakang dan membawanya ke mobil
. ............