
SMA Hoshizora
Pelajaran Belajar Mengajar berjalan seperti biasanya tanpa ada gangguan, Misaki kembali berperan menjadi Taro seperti biasanya juga. Maulana hari ini datang sedikit terlambat dari biasanya karena urusan, Taguchi datang lebih cepat dari biasanya.
Namun tentu tidak ada sepanjang hari yang tenang bukan?
π₯ π₯ π₯ π₯ π₯ π« ππ·π₯πΊπ«οΈβοΈ
Suara teriakan beberapa siswa terdengar di kelas 1 dan 2, mereka semua meneriakkan nama satu orang.
"TANAKA!!!!!!"
Di antara yang paling kesal, tentu saja ada Taguchi, Miyamura dan Ketua kelas Haraguchi. Mereka bertiga mengejar Rio yang ternyata sengaja melempar pupuk atau tanah ke segala arah, Misaki hanya tertawa melihat aksi Rio sementara Maulana nampak agak marah.
"Ya ampun...." Misaki tertawa kecil
"Haduh si bodoh itu apa yang dia lakukan?? Sebaiknya aku mengejarnya sebelum pak Sakamoto membawanya ke ruang guru." Maulana pun berlari dari lantai dua dengan cepat
"Maulana bisa berlari begitu cepat, aku yakin dia juara waktu hari olahraga di sekolah." ucap Misaki
*Lapangan sekolah
Rio berlari kesana kemari menghindari kejaran Taguchi, Miyamura, Haraguchi dan Maulana. Beberapa Kali Taguchi dan Miyamura hampir mendapatkannya, namun hasilnya gagal.
"TANAKA!!! DASAR KAU!!" Haraguchi mengeluarkan seluruh tenaga untuk mendapatkan Rio
"AKU TIDAK SENGAJA!" teriak Rio
"Hadueh apa yang coba dia lakukan, dia membuatku marah." ucap Maulana yang berlari di belakang Haraguchi
"Entah apa mau nya, dasar si payah itu." ujar Taguchi
"Berhentilah mengejarku!" Rio sampai di gawang dan terjatuh karena lelah berlari
"Akan ku dapatkan kau!" Haraguchi melompat dan berusaha meraih Rio
Dan!!!!
*Duarrrr
Haraguchi terjatuh menyentuh tanah dan wajahnya penuh kotoran tanah, Rio tertawa dalam dekapan Maulana yang menangkapnya dari belakang.
"Apa yang kau lakukan, Rio?" tanya Maulana melotot
"Hehehe, aku tadi hendak menanam sesuatu bersama Miyamura, Taguchi dan Haraguchi-kun, tidak sengaja melempar pupuk ke belakang dimana mereka berada." Rio sedikit tertawa
"Hadueh dasar kau, ayo ikut aku ke kelas." Maulana menarik lengan Rio yang membuat Rio bangkit dari duduknya
"Hei tunggu!" Haraguchi bangkit juga "Dia harus ikut aku ke ruang guru, dia harus menjelaskan semuanya kepada kami."
*Gambaran Haraguchi
"Apa? Ruang guru?" Rio terkejut
"Iya, dan aku tidak bisa memaafkanmu soal ini!" Haraguchi menarik lengan Rio, dan genggaman Maulana terlepas
"Hadueh dasar, merepotkan saja. Biarlah Rio mendapatkan apa yang harus dia dapatkan, iyakan Maulana?" ujar Miyamura
"Bukankah kau sebaiknya membersihkan diri hah? Miyamura!" ujar Maulana
"Huh, galak sekali." Miyamura dan Taguchi berjalan menuju wastafel
Selepas itu, Rio menghadap pak Miyazaki dan mendapati dirinya mendapatkan hukuman yang ringan.
"Kau membuat satu sekolah ribut hari ini, ada - ada saja kau Tanaka-san." ucap pak Miyazaki
*Rio membereskan kebun berisi beberapa tanaman serta memberikan pupuk
"Hukuman yang pantas untukmu!" ucap Haraguchi
"Iya, maafkan aku." ucap Rio
*Sore harinya
Sepulang sekolah, siswa Hoshizora berbondong - bondong menuju gerbang dan berlari keluar. Miyamura, Taguchi dan Maulana menemani Rio selama jalan menuju gerbang agar tidak ada yang mengganggunya.
"Aku yakin habis ini kau akan menjadi olok - olokan, terutama para anggota gangster sekolah." ucap Miyamura
"Bisakah kau diam!" Rio marah
"Kau tidak pantas marah Rio, kau yang berbuat salah." ucap Taguchi
"Iya deh." Rio menunduk tanda dia malu
"Ngomong - ngomong akhir pekan ini kalian ada rencana apa?" tanya Maulana
"Aku akan ke perpustakaan kota." ucap Miyamura
"Aku berniat menginap di rumah saudaraku, katanya dia membawa temannya yang berasal dari Vietnam untuk berjalan - jalan." ucap Rio
"Kalian sibuk sekali ya rupanya, sepertinya aku sendiri yang tidak punya rencana." Maulana sedikit kecewa
Tiba - tiba, seseorang datang dari belakang lalu menepuk pundak Maulana. Saat menengok, orang itu menusuk pipi Maulana dengan jari telunjuknya.
"Hah? Hasegawa?" Maulana menengok ke belakang
"Maulana! Bisa kita bicara sebentar?" Yuki mendekati Maulana
"Ada apa? Kenapa mendadak?" Maulana terkejut
"Maaf ya Miyamura, Yamada, Tanaka, aku pinjam Maulana dulu." Yuki membawa Maulana
"Mereka semakin dekat saja ya." Rio tersenyum
"Nah... sekarang kau ikut denganku ya! Takumi, aku duluan!" Taguchi menarik Rio dan berjalan menjauh dari Miyamura
"Sampai besok kawan - kawan." Miyamura kembali melihat ke arah Yuki yang membawa Maulana "Semakin dekat ya? Aku juga akan berjuang mendapatkan Misaki!"
*Taman
Yuki dan Maulana duduk di ayunan, Yuki nampak sangat serius soal sesuatu.
"Baiklah Hasegawa, sekarang kita hanya berdua." ucap Maulana
"Ini soal perasaanku, apa kamu tidak merubah jawabanmu saat itu?" Yuki hanya menunduk
"Kenapa masih mempertanyakan soal itu? Bukankah sudah ada jawabannya?" Maulana membuang muka
"Kamu terus membuang muka jika aku bertanya soal itu, coba sesekali kamu menatap wajahku." Yuki bangkit lalu menarik wajah Maulana agar melihatnya
"Hei, tatap mataku!" kata Yuki
"Hadueh anak ini." ucap Maulana
Beberapa orang berlalu lalang dan memperhatikan apa yang Yuki dan Maulana lakukan di taman, beberapa orang nampak berbisik satu sama lain.
"Aku tidak mau ke Hokkaido, aku mau tetap disini bersamamu." ucap Yuki menatap tajam mata Maulana
"Mata ini..." Maulana menatap Yuki dan seperti bisa menangkap emosi Yuki
"Dia menangis?" tanya batin Maulana
"Aku akan menanyakan hal yang sama padamu, tolong jawab dengan benar. Maukah.." saat hendak melanjutkan pembicaraan, Maulana menutup Mulut Yuki dengan jari telunjuknya
"Jawabannya masih sama, maaf aku tidak bisa." Maulana kemudian bangkit, Yuki hanya bisa mengangguk dan terdiam
"Aku mungkin belum bisa mendapatkan hatimu, tapi aku tidak menyerah sedikitpun." ucap Yuki sambil menahan tangis
"Soal Hokkaido, apakah aku boleh tau kenapa kamu akan pindah?" Maulana cukup penasaran
"Papa pengen deket sama keluarganya di Furano, jadi beliau meminta kami untuk tinggal bersamanya. Aku tidak bisa menerimanya, lagipula aku di sekolah Sakura sedang belajar dan akan naik kelas dua. Tidak mungkin juga kakakku pindah kuliah ke Hokkaido kan? Jadi aku menolaknya mentah - mentah." jawab Yuki
"Bukan karena aku kan?" Pertanyaan Maulana sedikit membuat Yuki terkejut
"Etto?" Yuki tersipu malu
"Wajahmu memerah, Hasegawa. Ini sudah sore, sebaiknya kau temui pak Hideki sekarang dan pulang." Maulana bangkit dari ayunan
"Aku akan mengantarmu pulang, aku tidak menerima kata tidak dari mulutmu." Yuki nampak marah sedikit
"hmm baiklah, aku akan ikut denganmu." Maulana mendekati Yuki dan mereka berjalan bersama
*Di Mobil
Maulana dan Yuki hanya saling terdiam, sunyi sekali di dalam mobil dan tidak ada bicara. Pak Hideki terfokus pada jalan tanpa berusaha membuka pembicaraan karena takut akan menganggu majikannya itu, Maulana dan Yuki saling membuang muka.
*Kediaman Uchida
Sampailah di depan rumah Maulana, saat turun Maulana tidak lupa mengucapkan terima kasih sambil Ojigi.
"Terima kasih sudah mengantarku ke rumah, Hasegawa-san. Sampai besok di sekolah, pak Hideki tolong hati - hati ya." ucap Maulana
"Sama - sama Maulana, terima kasih sudah mendengar curhatku." ucap Yuki lalu menutup kaca mobil
Saat Maulana hendak membuka pintu, seseorang mendekatinya dan membuatnya kaget.
*Ohisashiburi, Maulana-senpai!
Suara serak seorang Gadis memecah keheningan malam, Maulana hanya bisa terdiam menatap Gadis berpakaian seragam SMP yang kini berada di depannya, Maulana menatap gadis itu penuh makna terdalam.
*Siapa ya gadis itu?