My Pretty "Boy" Girl?

My Pretty "Boy" Girl?
S3E1 Bukti pada Taro



Malam 31 Juli 2013


Misaki kembali ke rumah Miyamura setelah pencarian Taro yang gagal, Maulana memutuskan untuk datang melihat rumah keluarga Furuhashi untuk memastikan apakah Taro ada disana. Taguchi dan Mizuki memutuskan pulang ke rumah masing - masing, Taguchi tidak langsung memberitahu Rio soal kejadian hari ini.


"Kalian berhati - hatilah dalam perjalanan, semoga tidak terjadi hal yang buruk kepada kita semua." ucap Maulana


"Kau juga Senpai, berhati - hatilah selama perjalanan ke rumah Taro." ujar Mizuki


"Aku akan mengabari kalau aku menemukan sesuatu, selamat malam semuanya." ucap Taguchi


"Malam ini kamu menginap dulu ya di rumahku, besok baru kamu pulang." Miyamura menuntun Misaki menuju mobil


Misaki tentu masih syok dengan kejadian buruk hari ini, entah kemana pikirannya melayang memikirkan Taro. Saat dalam mobil pun Misaki lebih banyak menangis dan memilih diam, sementara Miyamura memikirkan cara untuk menemukan Taro.


Pukul 22.45


Maulana mendekati kediaman Furuhashi, cukup malam untuk pulang bila dia menemukan sesuatu.


"Sepertinya sulit untuk pulang di jam segini, untung Misaki memberikanku kunci rumahnya tadi."


Maulana mengirim pesan kepada kakaknya, dia mengatakan akan menginap di rumah temannya.


"Aku akan menginap malam ini, jadi tidak perlu menungguku pulang."


Saat sampai di depan pagar, Maulana mendapati Taro berbaring di depan pintu.


"Taro? Dia ada di rumah? Tapi kenapa dia tertidur di depan pintu?" Maulana mendekati Taro lalu mencoba membangunkannya


"Ahh.. ada apa ini?" Taro mengusap mata dan melihat Maulana


"Hei Taro, kenapa kau tertidur disini?" tanya Maulana


"Ah?? Dimana Sofie?" Taro terbangun dan kaget karena dia sudah di rumah


"Sofie? Kau mengigau ya?" Maulana semakin bingung


"Kemana? Dimana? Kenapa aku ada disini?" Taro pun bingung


"Aku mendapat kabar kalau pacarmu kecelakaan, kemudian Misaki juga mengabari kalau kau masuk sebuah tempat bekas rumah sakit yang sudah tak beroperasi lagi. Kami mencarimu tadi." ujar Maulana


"Ahh aku baru ingat, tadi ada yang menghubungiku soal kecelakaan. Tapi saat aku bertemu dengan Sofie, dia sedang disekap dalam posisi duduk di kursi dengan tangan terikat dan mulut tertutup." ujar Taro


"Apa mungkin ini jebakan? Lalu apa yang terjadi?" tanya Maulana


"Seseorang menutup mulutku dengan lap tangan, lalu aku pingsan. Tapi.. Sofie.. bagaimana dengannya?" Taro merasa bersalah atas kejadian yang menimpa Sofie


"Tenangkan dirimu, sebaik kita masuk ke rumahmu. Kau butuh istirahat, nanti aku akan mengabari Misaki soal dirimu." Maulana dan Taro memasuki rumah Furuhashi


Maulana dan Taro berjalan ke ruang tengah, Taro hendak pergi ke toilet sementara Maulana menghubungi Misaki.


"*Moshi Moshi, Misaki-san!" ucap Maulana


"Maulana-san, bagaimana?" tanya Misaki


"Aku menemukan Taro, dia terbaring di depan rumahmu." ucap Maulana


"Terbaring di depan rumah? Apa dia sudah sadar? Aku akan pulang sekarang ya." Misaki tergesa - gesa


"Tidak perlu Misaki, biar aku saja yang malam ini menginap di rumahmu. Aku sudah izin dengan orang tuaku, Taro juga memperbolehkanku menginap. Kamu pulang besok saja, kasihan kamu kelelahan. Sudah dulu ya." Maulana langsung menutup teleponnya


"Halo? Maulana-san*?"


"Ada apa Misaki?" tanya Miyamura


"Kakak sudah ketemu, Maulana yang menemukannya. Maulana akan menginap malam ini, katanya dia mau mengawasi kakakku." ucap Misaki


"Oh baguslah, bagaimana kondisi Taro?" tanya lagi Miyamura


"Dia sudah sadar, besok aku langsung pulang pagi sekali." ucap Misaki


"Yasudah kalo gitu kamu tidur di kamar Tsumugi ya." ucap Miyamura


"Terima kasih, Miyamura." ucap Misaki


Miyamura mengangguk lalu membawa Misaki ke kamar Tsumugi.


Kembali ke kediaman Furuhashi.


"Tadi aku sudah mengatakan ke Misaki kalau aku akan menginap disini, dia mengizinkannya." ucap Maulana


"Kau menipuku ya? Saat kau minta izin, sesaat kemudian kau menutup telepon." tebakan Taro benar


"Sudahlah, sebaiknya kau istirahat. Besok kau jelaskan semuanya kepadaku dan Misaki, jadi jangan terlalu lelah." ucap Maulana


"Baiklah, jika kau ingin tidur maka pergilah ke kamar Misaki." Taro segera menaiki tangga sampai Maulana menghentikannya


"Apa? Tidur di kamar Misaki? Kau gila ya? Aku sebaiknya tidur di sofa saja, aku tidak mau tidur di kamar wanita." ucap Maulana menolak tawaran Taro


"Terserah kau saja, besok pagi kau harus segera pulang!" Taro kini meninggalkan Maulana


Maulana akhirnya tertidur di sofa, Taro kembali ke kamarnya lalu tidur.


Keesokan harinya


"Itu seperti mobil Yuki?" Misaki menengok ke samping "Dan ada Rio juga?"


Mobil Yuki melaju kencang sekarang, meninggalkan mobil Miyamura yang ditumpangi Misaki.


"Itu mobil Yuki kan Misaki?" tanya Miyamura


"Iya, aku juga melihat Rio. Mereka mau kemana ya?" Misaki cukup penasaran


*Sesampainya di rumah Furuhashi


Yuki dan Rio menunggu di luar, kemudian disusul Misaki yang baru saja sampai.


"Yuki?" Misaki terkejut


"Misaki, hai." Yuki memeluk Misaki


"Kenapa kamu ada disini? Rio juga." ucap Misaki


"Hai Misaki-chan." ucap Rio


"Aku dengar dari Taguchi dan Rio kalau Taro habis menjenguk pacarnya di rumah sakit, tapi rumah sakit itu tidak beroperasi. Artinya dia hampir diculik kan?" Yuki sepertinya kurang mendapat informasi yang jelas


"Aku sulit menjelaskannya, biar nanti Taro saja yang jelaskan ya. Ayo kita semua masuk." Misaki mengajak semuanya masuk


Maulana sudah bangun dan bersiap untuk pulang, Taro juga baru saja selesai Mandi.


"Aku pulang." ucap Misaki


"Selamat datang." ucap Taro


"Hemm Maulana?" tanya Yuki


"Oh selamat pagi, Hasegawa." ucap Maulana


"Kau mau langsung pulang?" tanya Rio


"Iya, aku hanya izin menginap bukan izin tinggal. Orang tuaku sudah menunggu di rumah, aku pamit dulu ya. Terima kasih sudah menerimaku, Taro." ucap Maulana


"Iya, kau berhati - hatilah!" ucap Taro


Langkah Maulana tertahan Yuki.


"Bisa bicara sebentar?" tanya Yuki sambil berbisik


"Ada apa? Cepatlah!" ucap Maulana


"Kita bicara di luar." Yuki menggandeng tangan Maulana


Miyamura dan Rio masuk, Maulana dan Yuki di luar.


"Kau sudah baikkan?" tanya Rio


"Ya aku baik - baik saja." jawab Taro


"Syukurlah, aku mendapatkan kabar dari Taguchi katanya kau diculik?" tanya Rio


"Dia bukan diculik, dia dijebak." jawab Miyamura


"Dijebak? Taguchi tidak menjelaskannya di email." Rio bingung


"Sejujurnya aku hendak menengok temanku, Sofie. Aku mendapatkan kabar kalau dia kecelakaan, seseorang membawanya ke rumah sakit yang ternyata sudah tidak beroperasi. Jujur saja, aku tidak tau kalau rumah sakit itu sudah lama ditutup." ucap Taro


"Lalu kenapa kau bisa ada di depan rumah?" tanya Miyamura


"Aku ingat, Sofie sedang dalam posisi terikat tali di sekujur tubuh lalu mulutnya dilakban. Kemudian ada seseorang yang membiusku dari belakang, ya lalu aku tertidur." Taro mengulang apa yang dia katakan pada Maulana karena sesuai dengan apa yang dia alami.


"Aku akan membuat teh untuk kalian." Misaki berjalan menuju ruang dapur


*Di luar


Yuki mempertanyakan jawaban Maulana soal pertanyaan kemarin.


"Jadi apakah kamu sudah menemukan jawaban atas pertanyaanku kemarin?" tanya Yuki


"Baru saja berjarak sehari tapi kamu sudah mempertanyakannya lagi, aku belum bisa menjawab sekarang." Maulana sedikit kesal


"Maaf, aku hanya memastikan kamu tidak jatuh cinta pada perempuan lain." ujar Yuki


"Sebaiknya kamu fokus saja sama pelajaran sekolah, tidak perlu memikirkan masalah percintaan. Karena cinta akan datang pada waktu yang tepat, percayalah." ucapan Maulana membuka mata Yuki kalau dia terlalu mengikat Maulana


"Iya, aku sungguh minta maaf." ucap Yuki membungkuk


"Yaudah aku harus pulang, sampai jumpa di sekolah." Maulana berjalan melewati Yuki


Yuki sempat menatap Maulana sebentar, lalu masuk ke dalam rumah Misaki.


Semakin cepat pergerakan Yoshuke dan kawan - kawannya untuk menjebak Taro, dengan alasan itu pula Maulana juga harus bergerak cepat untuk menghalangi niat jahat Yoshuke. Mizuki, Taguchi, Rio dan Miyamura juga sudah bersiap siaga untuk membantu, Misaki juga sudah siap menjadi tameng bagi sang kakak.


Akankah Taro berhasil lepas sebelum persidangan? Atau ada rencana jahat lainnya yang akan dilakukan Yoshuke?