My Pretty "Boy" Girl?

My Pretty "Boy" Girl?
S2E20 Jebakan Yoshuke dan Gen



Sisa seminggu liburan musim panas


Misaki berkumpul bersama keluarga Miyamura untuk menikmati masa bersama, setelah sekian lama Misaki kembali ke rumah keluarga Miyamura.


Misaki masih mendapatkan tempat di hati keluarga Miyamura, terutama Tsumugi.


"Aku senang bisa kembali kesini, tapi aku khawatir bila membuat hati mereka sakit sebelumnya." tutur batin Misaki


Tsumugi kemudian mengajak Misaki ke ruang makan, namun Miyamura menahannya.


"Eh Tsumugi! Jangan langsung masuk dong."


"Ih kenapa sih kak?" Tsumugi kesal


"Izin dulu..." ucap Miyamura


"Kita kan masuk rumah sendiri, gak perlu minta izin." jawab Tsumugi


"Paling bisa kamu jawab kata kakak." Miyamura yang kesal sekarang


Dari tangga, turun seorang wanita paruh baya yang terlihat anggun.


"Eh ada tamu?" Wanita ini mendekati Misaki "Apa kabar sayangku?"


"Saya baik, nyonya Shoko Miyamura." jawab Misaki


"Sudah lama tidak bertemu, ayo masuk." nyonya Shoko membawa Misaki dan Tsumugi masuk ke ruang makan, disana sudah ditunggu tuan Miyamura


"Hadueh mereka melupakanku." ucap Miyamura


"Hei Takumi! Kenapa kamu diam disana? Masuk ruang makan! Sekarang sudah waktunya makan." ucap tuan Miyamura


"Iya pa." Miyamura mendekati meja makan


"Selamat pagi tuan Miyamura." ucap Misaki sambil membungkuk


"Ah iya iya silahkan duduk Misaki, aku senang melihatmu lagi." ucap tuan Miyamura


Misaki, Tsumugi dan Miyamura segera duduk, tuan dan nyonya Miyamura amat sangat terbuka kepada Misaki yang sudah mereka anggap sebagai anak sendiri.


"Kakak Misaki tinggal disini ya?" pertanyaan Tsumugi membuat semua yang berada di ruang makan langsung tertawa


"Ya ampun putriku ini... hahahaha" tuan Miyamura sangat menikmati tertawanya


"Ada - ada aja kamu, kak Misaki punya rumah... sayangku.." ucap nyonya Shoko


"Kamu nih ada - ada aja." ucap Miyamura


"Kenapa kamu pengen kakak tinggal disini?" tanya Misaki


"Biar aku bisa tidur sama kakak, kak Takumi susah kalo disuruh nemenin aku tidur. Kak Takumi juga males kalo bacain dongeng, aku kan suka dongeng." jawab Tsumugi dengan tertegun


"Yaudah kapan - kapan kakak kesini ya nginep, biar bisa bacain dongeng buat kamu." Misaki mengelus rambut Tsumugi


"Terima kasih..." Tsumugi tersenyum ceria


"Yasudah.. sekarang kita fokus sama makanan ya." ucap tuan Miyamura


Misaki sangat amat merasa senang sekaligus sedih dengan apa yang keluarga Miyamura lakukan padanya saat ini, rasa bersalah muncul di kepalanya saat ini.


"Bagaimana caranya aku membalas kebaikan mereka? Aku sudah menghancurkan harapan Miyamura terhadapku, tapi tidak ada yang berubah dari sikap dan perlakuannya kepadaku." Misaki tanpa sadar meneteskan air matanya


*Kediaman Furuhashi


Taro yang menunggu kehadiran Sofie nampaknya mulai merasa resah, entah sudah berapa jam dia habiskan untuk menunggu gadis yang dia cintai.


"Aku ingin menjemputnya sekarang, aku sudah tidak than untuk bertemu dengannya. Tidak ada salahnya kan?" Taro bangkit dari sofa lalu berjalan menuju pintu keluar


Taro baru saja menginjakkan kakinya di luar rumah, sampai ponselnya berbunyi. Ada panggilan masuk untuknya dari Sofie, namun suara yang muncul adalah suara seorang pria.


"Bisa bicara dengan Taro?"


"*Iya saya sendiri, ini siapa ya? Kenapa ponsel teman saya ada pada anda?" tanya Taro


"Saya ingin memberitahukan, kalau teman anda sekarang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Dia baru saja kecelakaan, dan kondisinya Luka parah*."


Taro yang mendengar hal itu langsung terkejut lalu menangis, dia pun bertanya dimana tempat Sofie dirawat.


"Tolong beritahu saya, dimana teman saya dirawat! Saya ingin bertemu dengannya, saya mohon!"


"Rumah sakit Chiyoda, dekat stasiun Tokyo." jawab pria itu


Taro menutup telepon lalu menghubungi Misaki, sayangnya Misaki saat ini tidak bisa menerima telepon karena sibuk dengan keluarga Miyamura.


"Aku harus minta tolong siapa?" Taro mencari nomor telepon temannya yang lain.


Taro berhenti pada nama Taguchi.


"Taguchi! Aku mohon jawab...!"


Sama halnya dengan Misaki, Taguchi juga tidak bisa menjawab telepon saat ini. Taro mencoba menghubungi yang lain, dan hasilnya pun sama.


Pada akhirnya, Taro memutuskan berjalan kesana sendirian. Taro mengirim pesan pada Misaki, agar nanti Misaki tidak susah mencarinya.


"Misaki! Aku harus ke rumah sakit sekarang, nanti jika kamu mau pulang tolong beritahu aku. Aku mungkin akan sangat lama di rumah sakit, Sofie kecelakaan."


Taro segera mencari taxi 🚖 untuk segera menuju rumah sakit, dia segera mengejar taxi yang kosong agar tidak memakan banyak waktu.


*Kediaman Miyamura


Misaki dan keluarga Miyamura baru saja selesai makan, Misaki langsung membantu nyonya Shoko bersih - bersih dan mencuci piring.


Nyonya Shoko sempat menolak...


"Eh kamu kan menjadi tamu, tidak boleh ikut mencuci piring."


"Tidak apa, saya ingin membantu nyonya Shoko mencuci." Misaki menjawabnya dengan senang


"Ehh sudah, kamu temani Miyamura saja di ruang tamu ya. Biar ini aku dan Tsumugi yang bereskan, sudah sana." Nyonya Shoko langsung mengambil alih semua pekerjaan yang hendak ditolong Misaki


Misaki melangkah menuju Miyamura, sampai dia membuka ponsel dan melihat pesan baru yang dikirim Taro.


Misaki syok lalu menangis, membuat Miyamura khawatir.


"Ada apa Misaki?"


"Ada apa dengannya?" tanya Miyamura ikut khawatir


"Sofie kecelakaan, dia dibawa ke rumah sakit." Misaki semakin merasa lemah


"Rumah sakit mana? Aku akan mengantarmu ya." Miyamura mencoba menenangkan Misaki


"Rumah sakit Chiyoda dekat stasiun Tokyo." jawab Misaki


"Rumah sakit Chiyoda? Dekat stasiun Tokyo? Sungguh?" Miyamura berubah jadi bingung


"Hah? Kenapa Miyamura?" Misaki ikut bingung namun tidak bisa berfikir jernih


"Itu rumah sakit yang sudah tidak beroperasi lagi, rumah sakit itu terbakar 10 tahun lalu. Darimana Taro tau tempat itu?"


Miyamura membuat pikiran Misaki terbang, dan juga membuat Misaki terkejut.


"Maksudmu? Kakakku?"


Tuan Miyamura mendatangi mereka berdua diikuti nyonya Shoko dan Tsumugi.


"Ada apa ini? Kenapa kamu menangis Misaki?" tanya tuan Miyamura


"Ada apa kak Misaki?" Tsumugi mendekati Misaki


"Ini pa, Misaki mendapat pesan dari kakaknya. Katanya pacar kakaknya kecelakaan dan dibawa ke rumah sakit, nama rumah sakitnya adalah rumah sakit Chiyoda. Daerahnya di pusat Chiyoda, dekat stasiun Tokyo." jawab Miyamura


"Rumah sakit itu.. bukannya sudah lama tidak beroperasi ya?" tuan Miyamura juga bingung


"Setau saya, rumah sakit itu sudah tutup akibat kebakaran. Aku ingat sekali, kejadiannya sehari setelah aku pulang dari rumah sakit tempat Tsumugi dilahirkan." ujar nyonya Shoko


"Berarti? Kakakku? Pacarnya?" Misaki masih bingung harus bagaimana


"Taro kena tipu seseorang, kita harus menghubungi Maulana atau yang lain." ujar Miyamura


"Ini pasti kerjaan....?" Misaki segera menghubungi Maulana


*Lokasi kematian Hose dan Mark


Yoshida kembali mengunjungi tempat kematian kedua sahabatnya, mencari tau apa yang sebenarnya masih tersembunyi.


"Ada apa ini Yoshida? Kenapa kamu membawaku kesini?" Yoshida membawa seseorang bersamanya untuk berjaga - jaga


"Aku ingin menyelidiki kasus ini sendirian, kau bisa membantuku menelusuri kasus kematian kedua sahabatku? Aku sudah bosan meminta bantuan kakakku, dia sama sekali tidak serius soal ini." ujar Yoshida


"Apa imbalan untuk ini?" tanya pria itu


"Kau akan mendapatkan kebebasan tanpa syarat, karena membongkar kasus pembunuhan terhadap dua siswa SMA Hoshizora." ujar Yoshida


"Baiklah, aku setuju." Pria ini berjabat tangan dengan Yoshida tanda bahwa keduanya sepakat.


*Keberangkatan Misaki


Misaki berhasil menghubungi Maulana untuk segera menyusulnya.


"Aku akan kesana sekarang, kamu jangan panik ya. Aku akan menghubungi yang lain untuk membantu." sepenggal pesan Maulana


Misaki terus merasa khawatir selama perjalanan, Miyamura mencoba menenangkannya.


"Cobalah untuk tenang Misaki."


"Aku tidak bisa tenang soal kakakku!" Misaki menjawab dengan nada marah


*Di lokasi


Taro segera menyusuri jalan menuju lokasi, sayangnya yang dia dapati adalah rumah sakit yang sudah tinggal tanda polisi. Namun Taro bisa mendengar jeritan suara perempuan di dalamnya, Taro segera menyusuri ke dalam rumah sakit itu.


Taro terus menyusuri lokasi dari lantai 1 sampai lantai 3, namun anehnya dia tidak menemukan siapapun. Sampai dia menuju sebuah tempat yang diterangi lampu, dan disanalah dia menemukan sesosok gadis yang diikat di kursi.


"Sofie?" Taro berjalan mendekat


"Hmmm mmmm." Sofie menggelengkan kepala tanda kalau Taro dilarang mendekatinya


Seseorang mendekati Taro saat Taro sudah berada di depan Sofie, memberikan obat bius kepada Taro yang membuatnya pingsan.


"Mudah sekali bukan menjadikan gadis ini sebagai alat untuk menjebak Taro? Aku sudah mengatakannya padamu, Kenta." ucap Gen yang keluar bersama Kenta dari kegelapan


"Pekerjaanku jadi lebih mudah, sekarang saatnya membawanya pulang." Kenta membawa Taro pulang ke kediaman Furuhashi tanpa meninggalkan jejak.


Gen membawa Sofie kedalam dekapan Yoshuke.


"Kamu ingin bayi ini selamat hah, Kitagawa Sofie? Ikut denganku, dan Yoshida akan bertanggung jawab atas ini."


Kini yang tersisa hanyalah Misaki, Miyamura, Maulana, Taguchi dan Mizuki yang berjalan menuju lokasi yang Taro datangi.


Mizuki, Misaki dan Taguchi menyusuri lantai 1 dan 2, sedangkan Maulana dan Miyamura menyusuri lantai paling atas. Hasilnya? Nol besar.


"Aku tidak bisa menemukannya, bagaimana dengan kalian?" tanya Maulana


"Tidak, aku tidak menemukan apapun." ucap Miyamura


Mizuki dan Taguchi menggelengkan kepala, Misaki kini menangis.


"Tenanglah Misaki, kita pasti akan menemukan Taro." Taguchi coba menenangkan Misaki


"Sebaiknya kita cari dia lagi besok, ini sudah malam." ujar Mizuki


"Kamu menginap di rumahku dulu ya, Misaki." Miyamura menawarkan Misaki


"Aku akan mengunjungi rumah Misaki, tolong kau temani Misaki ya di rumah Miyamura." Maulana berbisik kepada Taguchi


"Apa? Kau gila! Aku tidak mau menginap di rumah orang itu." Taguchi kesal


"Tidak perlu, lagipula Miyamura punya adik perempuan kan? Jadi Misaki tidak perlu kau awasi." Mizuki bergabung dengan pembicaraan Maulana dan Taguchi


"Bagaimana kau ta.." Maulana menghentikan pembicaraan saat melihat Miyamura memeluk Misaki


"Kita lanjutkan pencarian besok, aku sudah lelah! Aku tidak akan begadang lagi!" Taguchi berjalan keluar diikuti Mizuki, Maulana, Misaki dan Miyamura.


Entah rencana apa lagi yang coba digunakan Yoshuke dan Haruki gunakan untuk menjebak Taro, tidak habis pikir akan sejauh ini bukan? Tapi tenang saja, Maulana, Misaki, Mizuki, Taguchi, Rio dan Miyamura tidak akan kehabisan ide untuk menyelamatkan Taro dari genggaman anggota gangster sekolah Hoshizora.


...End of Season 2...