My Pretty "Boy" Girl?

My Pretty "Boy" Girl?
S2E2 Keguncangan Hati



Kediaman Hasegawa


Yuki berniat untuk menemui Miyamura sebelum akhirnya menemui Taro mengenai masalah hubungan antara keduanya, Yuki berharap Misaki dan Miyamura bisa bersatu seperti dulu dan mendapatkan restu dari Taro.


"Aku hanya ingin Misaki bahagia soal ini, lagipula Miyamura juga sangat mencintainya lebih daripada aku yang bukan siapa - siapa." Yuki memandangi foto Miyamura dan Misaki yang kini ada dalam galeri di Handphone nya


Yuki bersiap segera setelah dia mengerjakan tugas sekolah, menemui Taro demi meminta restu untuk Misaki dan Miyamura. Taro bisa saja mengubah pandangannya, tapi hanya orang tertentu saja yang bisa mempengaruhinya.


Kediaman Miyamura


Miyamura sengaja mengundang Maulana dalam acara di rumahnya, dimana sang ayah sedang berulang tahun yang ke 70. Beberapa kali Miyamura sempat mencuri waktu untuk bicara dengan Maulana, tentu saja Maulana menerima ajakan tersebut.


"Ulang tahun orang tuamu, kenapa kau mengundangku ke sini Miyamura?" tanya Maulana


"Panggil saja aku Takumi, kita kan teman satu sekolah." ujar Miyamura


"Kita tidak sedekat itu, aku mohon langsung ke intinya saja. Apakah mungkin ini mengenai Yuki?" Maulana langsung menebak


"Apa? Yuki? Kau ini bicara apa, aku tidak akan membahasnya. Lagipula, ada gadis lain yang pantas aku perjuangkan." Miyamura sedikit memberi kode untuk Maulana agar menyadari gadis yang dimaksud dirinya adalah Misaki


"Baiklah langsung saja, Furuhashi Misaki kan?" tebakan Maulana langsung membuat Miyamura tersenyum


"Kau cukup pintar ya Maulana, benar bahwa gadis yang ku maksud adalah Misaki."


Mendengar hal itu, Maulana sebenarnya ingin sekali membahas soal masalah Taro juga. Tapi dengan kondisi sekarang, sebaiknya dia cukup mendengarkan cerita Miyamura mengenai Misaki.


"Ya baiklah, apa yang kau ingin katakan soal Misaki?" Maulana sedikit malas


"Aku sangat sulit mendapatkan restu Taro, serta semenjak putus aku dan Misaki nampak seperti musuh. Ya meskipun sikapnya biasa saja, tapi aku merasa dia sepertinya membenciku." Miyamura merasa kalau Misaki menjauhinya karena suatu masalah, tetapi Miyamura tidak tau masalah apa itu


"Apa tidak sebaiknya kau segera menemui Taro dan meminta restu dan dukungannya? Kau tau kan meski Misaki bisa saja kembali padamu, akan sangat sulit melangkah lebih jauh jika keluarganya menolak kehadiranmu." Maulana mencoba sedikit menyadarkan Miyamura mengenai keadaan sekarang


"Masalah mengenai Taro aku rasa sementara ini sulit untuk diatasi, tapi aku akan mencoba membantunya terus - menerus meskipun dia menolaknya."


Miyamura bertekad akan terus mendekati Taro dan Misaki dan mencoba membantu mereka menyelesaikan masalah apapun, dengan hati yang penuh kesabaran dan rasa ikhlas juga.


"Oh iya, bagaimana sikap keluarga Hasegawa kepadamu Miyamura?" Maulana teringat sosok Yuki


"Keluarga Hasegawa? Mereka sangat baik padaku, bahkan tuan Hasegawa memintaku mendekati Yuki agar jatuh cinta padaku." Miyamura mengingat kembali kejadian di masa lalu saat dirinya masih menjadi kekasih Misaki


"Benar begitu? Lalu kenapa kau tidak mencoba mendekati Yuki lagi? Lagipula keluarganya menyukaimu kan?" Maulana sedikit penasaran


"Dia pernah menyatakan cinta padaku saat aku menjadi kekasih Misaki, sampai pada saat aku putus dengan Misaki akhirnya Yuki menjauhiku. Dia menyerah sebelum aku putus dengan Misaki, dia berharap aku dan Misaki bisa terus bersama." Miyamura sedikit mengeluarkan air mata


Miyamura, Misaki dan Yuki memang sempat mengalami kejadian cinta segitiga, sayangnya hal ini berakhir tragis bagi ketiganya. Misaki yang merubah sikap demi bisa membantu sang kakak, Yuki yang mulai menemukan lelaki lain yang membuatnya jatuh cinta, serta Miyamura yang mendapati dirinya kesepian setelah dua gadis itu menjauh darinya.


Yuki sudah sampai di depan pintu rumah Taro, beberapa kali Yuki memanggil Taro namun tidak ada jawaban. Saat menyerah dan hendak pulang, sosok Taro muncul dihadapan Yuki, dia datang dari arah datangnya Yuki tadi.


"Ah Taro." ucap Yuki


"Hasegawa-san? Kenapa kau ada di sini?" Taro sedikit terkejut


"Aku ingin menemuimu, ada sesuatu yang penting." Yuki menatap Taro dengan serius sekarang


"Apa ini mengenai Misaki dan Miyamura? Jangan harap aku akan membahas mereka, tidak ada restu dariku."


Taro mencoba meraih gagang pintu namun Yuki menahannya, Yuki ingin Taro mendengar apa yang akan dia bicarakan.


"Aku bersumpah ini akan menjadi yang terakhir kalinya, aku mohon Taro!" Yuki berharap penuh


"Dengarkan aku baik - baik ya Hasegawa, selama Misaki adalah adikku dan aku adalah kakak kandungnya. Tidak ada restu apapun untuk Miyamura, tidak ada alasan bagiku memberinya restu. Lagipula orang tuaku lebih setuju dengan pendapatku daripada orang lain, dan Misaki harus menghormati keputusan kami!" Taro segera meraih gagang pintu dan langsung masuk tanpa menghiraukan Yuki


Yuki menyadari kalau Taro sudah pasti tidak akan bisa merubah sikapnya dan tidak akan merubah keputusannya itu, sekarang yang terpenting adalah agar Misaki dan Miyamura bersatu kembali seperti dulu agar kejadian yang dia alami tidak terjadi juga pada Maulana.


Kediaman Miyamura


Maulana membahas kembali apa yang dia alami di masa lalunya dengan seorang gadis, saat SMP Maulana pernah dekat dengan seorang gadis yang menjadi idola di sekolah.


"Aku pernah dekat dengan idola di sekolahku dulu, tapi karena dia terlalu banyak diperhatikan akhirnya aku mundur."


"Begitukah? Lalu kenapa kau memilih mundur? Bukankah itu akan menjadi hal yang positif?" Miyamura tidak paham apa yang Maulana hindari


"Aku tidak suka menjadi pusat perhatian orang lain, Miyamura. saat itu ketika satu sekolah tau aku dekat dengan gadis idola sekolah, langsung banyak menyerangku dengan kata - kata kasar dan sebagainya. Sejak itu aku memilih menjadi pendiam dan berteman dengan orang biasa, dengan alasan yang sama aku menjauhi Yuki saat mencoba mendekatiku." Maulana memang menjauhi Yuki sejak saat mereka pertama kali bertemu


"Kau benar - benar menolak cintanya? Alasannya? Kau tau kan semua teman Yuki di Sakura Gakuen adalah perempuan? Jadi tidak mungkin ada gadis yang cemburu padamu kan?" Miyamura sedikit bercanda


"Aku tidak mau menjadi pusat perhatian, aku sudah berfikir lama soal ini. Dan catatan untukmu, semua gadis di Sakura Gakuen adalah gadis normal yang menyukai lelaki. Jangan berfikir aneh soal mereka, aku tidak mau menjadi pembicaraan mereka semua." Maulana hendak bangkit dan pamit sebelum akhirnya Miyamura menahannya


"Baiklah aku tidak akan memaksamu menyukai Yuki, tapi bagaimana soal Misaki?"


Maulana sempat berfikir untuk mendapatkan jawaban terbaik demi Misaki dan Miyamura, dia mencoba mendekatkan kedua hati ini tanpa diketahui Taro ataupun yang lain.


"Aku sebenarnya sudah punya ide untukmu, namun ini butuh sedikit dorongan dari situasi saja." ucap Maulana


"Benarkah? Bagaimana? Aku ingin segera tau..." Miyamura sangat antusias


Maulana akhirnya membisikkan rencana agar Miyamura dan Misaki bisa dekat kembali, Maulana juga berharap kondisi akan sangat membantu untuknya saat ini.


Soal Taro, Yuki akan memilih untuk membantu Misaki secara langsung daripada membahasnya dengan Taro. Yuki juga tidak lupa untuk terus mendekati Maulana bagaimanapun caranya, Yuki harap Maulana bisa menerima cintanya suatu saat nanti.