
9 bulan terlewati. Lolita melahirkan seorang bayi laki-laki yang wajahnya benar-benar mirip dengan Axel hingga membuatnya kesal setengah mati. Dia yang mengandung dan melahirkan tapi kenapa anaknya tidak sama sekali mirip dengannya. Ahh, tapi Axel bilang bibir dan alisnya sangat mirip dengan Lolita dan tetap saja Lolita masih tidak terima, tapi kebahagiaan mereka jelas tidak bisa digambarkan oleh apapun.
Suara tangis bayi menyeruak di telingaku. Aku pun segera bangun dari baringanku dan mengangkat Danish ke dalam gendonganku.
“Sayang, Danish bangun lagi?” suara Axel dari atas ranjang seraya mengucek matanya lalu berjalan ke arahku.
“Iya namanya juga bayi. Bi Tikah bilang aku harus jadi ibu siaga dan siap bangun berkali-kali karena kerewelannya.”
“Yasudah sini aku aja gantian yang ngasih Danish susu.”
“Ehh?? Kamu kan gak ngeluarin susu buat Danish.”
Axel menatapku lalu terkekeh. “Kamu masih aja lugu ya. Maksudnya aku yang pegangin botol susu Danish. Sini mana susunya, kamu lanjut tidur aja gih. Kamu pasti capek banget ya seharian siaga ngurus Danish.”
“Enggak kok, ini kan emang udah tugas aku. Aku juga senang bisa ngurus Danish,” kataku seraya menatap Danish yang tengah asik dengan ASI-nya. Tubuhku pun perlahan bergoyang ke kanan- ke kiri untuk membuat Danish tenang.
“Kamu memang yang terhebat, Sayang,” puji Axel seraya memelukku dari belakang dan tubuhnya ikut bergoyang searah aku dan Danish.
“Oh ya Axel, bagaimana dengan Irene dan Damar? Apa mereka sudah berbaikan?”
“Hufttt aku males bertanya padanya. Biarkan saja dia mengurusnya sendiri. Aku tidak mau terlalu ikut campur urusannya. Aku yakin Damar bisa mengendalikan amarah Irene.”
“Kamu ingat kan kalau Irene punya adik? Sepertinya dia sangat mengkhawatirkannya.”
“Ohhh Elena? Beberapa hari yang lalu aku ke kantor Irene yang sudah menjadi milik Max. Aku juga bertemu dengan Elena di kantornya dengan Damar. Irene sangat menyayangi adikknya. Jadi wajar saja jika dia mengkhawatirkannya. Aku juga tidak menyangka kalau keluarganya akan jatuh miskin. Max benar-benar menguras semuanya kecuali rumah besar peninggalan Ayahnya yang mati-matian Elena pertahankan hingga dia sendiri mau menikah dengan Max sebagai ganti agar rumah itu tidak Max ambil juga.”
“Maksudmu rumah besar yang Irene dan Damar tempati sekarang?”
Axel mengangguk dan aku mengerti kenapa Elena mau menikah dengan Max yang sudah merebut perusahaan keluarganya. Rumah besar itu, ahh bukan. Mansion itu pasti sangat banyak kenangannya. Elena pasti mempertahankannya agar peninggalan keluarganya tidak jatuh begitu saja ke tangan orang lain.
“Menurutmu apa Elena baik-baik saja dengan Max?”
“Yaa aku juga mengenal Max lama. Dia itu sangat tegas, keras kepala dan sebelum dia menikahi Elena. Dia kan pernah menjalin hubungan dengan Irene. Mungkin karena itu, Max bisa tahu kelemahan perusahaan Irene, tapi aku rasa Elena baik-baik saja.”
“Maksudmu, Max tidak mencintai Irene? Dia hanya mempergunakan Irene untuk mencari kelemahan perusahaannya?”
Aku rasakan Axel yang mengangguk di bahuku. “Lama-lama kau cerdas juga ya. Aku tidak perlu lagi menjelaskan panjang lebar,” kata Axel membuatku langsung menginjak kakinya.
“Sakit kan!” kataku seraya kembali menaruh Danish di ranjang bayi karena dia sudah kembali tertidur.
“Tapi Sayang, Kau tahu? Sampai sekarang Irene masih sering menangis diam-diam karena merasa bersalah dengan Elena, tapi aku rasa Elena akan baik-baik saja. Menurutku Elena berbeda dengan Irene yang tempramen. Elena lebih tenang dan lebih sabar jika harus berhadapan dengan Max yang agak keras kepala.”
Aku pun mengangguk mengerti dan kembali ke atas ranjang bersama suamiku yang juga memasukkan tubuhnya ke dalam selimut.
“Axel, besok kan hari libur. Bagaimana kalau kita ke rumah Irene dan Damar? Aku sudah lama tidak bertemu dengannya.”
Axel nampak berpikir lama, tapi akhirnya dia setuju dan kami kembali tidur dengan tenang karena Danish tidak lagi menangis sampai menjelang pagi.
.......................
Cek juga karyaku yang lainnnya^^
-Justin
-Rewind: Love Stories
-Secret Marriage
Akan ada lagi cerita lainnya yang bakal aku masukin. Jadi jangan lupa follow jugadan terus ikuti cerita lainnya karena akan aku umumin setiap ada karya baru^^
Ini udah ending banget ya^^ Boleh dong komen terakhirnya^^ Akhirnya selesai dengan banyak kekurangan yang aku punya. Pokonya makasih yang udah like, komen dll. Cerita ini sebenarnya udah lama banget, jadi banyak typo, penulisan eyd yg salah dll. Begitu juga sudah sampai di sini cerita Lolita karena kalau dipanjang-panjangin jatuhnya malah muter lagi gitu-gitu aja dan ceritaku konfliknya memang tidak berat. jadi inilah cerita sederhanaku^^ thanks semuanya. Kalaupun ada extra part mungkin aku gak bisa janjiin dan hanya bisa memberikan 2-3 part saja^^