
Halo semua~
Sebelumnya kenalin dulu namaku Hill. Terima kasih karena udah baca karyaku❤
aku mau kasih note sedikit nih mengenai cerita ini. Mungkin ada yang berpikir kok Lolita A banget sih, B banget sih, C banget sih D,E,F dll. Tapi menurutku, Lolita adalah apa yang aku ciptakan. Itulah kenapa aku kasih note jangan tafsirkan Loli sesuai apa yang kallian pikir, karena biasanya kalian gak baca dengan detail yang padahal udah aku jelasin di awal cerita atau mugkin di perjalan ceritanya. Kemudian aku mau kasih tahu juga kenapa sih bisa ada Lolita di karyaku? Di dunia nyata ada enggak sih?
Aku enggak tahu ya, kalian udah pernah bertemu orang seperti Lolita ini. Tapi beberapa komen aku lihat, ada yg bilang anak muridnya seperti itu, ada juga kakak ipar dan teman sebangkunya. Dan kalau aku pribadi, aku udah pernah ketemu orang yang kaya Lolita. Di mana orang ini cantik, sekolah bersama anak-anak biasa/ bukan cacat mental/ berkebutuhan khusus. Tapi seperti yang aku gambarkan juga di sini. Dia tuh bener-bener lugu, LOLA, lamban, (mohon maaf) otaknya tidak sampai dengan kita). kadang menyerap apapun itu butuh waktu. Bahkan dia enggak tahu yang dimaksud pacaran itu apa (ini real). Dia malah ngeibaratin, pacar itu cowok2 yg chatan sama dia wkwkwkw (jadi pacarnya dia banyak katanya). Sometime, aku merasa dia tuh kaya anak kecil banget, terus suka pamerin barang dia kaya anak kecil yang punya botol baru gitu loh! pun cara bicaranya, cara dia senyum dan cara dia suka gerakin badannya yang agak digoyang2 kaya anak kecil. Aku benar-benar masih membekas banget, tapi kadang dia kelihatan normal juga. aku enggak tahu ya ini sejenis penyakit atau emang apa. aku googling juga gak nemu ini semacam penyakit atau memang kelainan atau gmna.
Terus suatu saat dia juga pernah nangis ke aku, merasa dibedakan dan suka di bully sama teman-temanku. Aku juga kesian liatnya karena enggak ada teman. Kalau belajar pun benar-benar kaya gak paham, tapi guru-guru tuh kaya kasihan dan mungkin karena orang tuanya ada. jadi dia bisa naik kelas, tapi enggak untuk lulus sekolah. I mean, pas kelas dua SMA itu dia enggak ada kabarnya gimana dan tiba-tiba udah pindah aja~
Untuk judul, kenapa sih aku pilih idiot? Karena idiot itu kan kalau kita artikan sebenarnya luas ya. Cuma orang indonesia tahunya idiot itu orang yang (maap) cacat mental. Padahal, aku mengambil makna luasnya dan karena judulnya bahasa inggris, jadi menurutku idiot itu cocok. meski entah suatu saat ganti jadi judul lain, tapi menurutku untuk skrg aku tetap memilih judul ini. dari awal rilis karya di platforn lain sampai di sini. judulnya tetap sama. Karena itu jangan dipatokkan dengan apa yang kalian pikirkan ^^ But thanks karena sudah baca karyaku^^
Jangan lupa mampir ke karya yang lain^^