My Idiot Wife

My Idiot Wife
29: I Love You



**NOTED: Sebelumnya mau ngasih tahuu IDIOT di sini sesuai dengan judul punyaku yang pakai bahasa inggris ya. Jadi jangan tanya\, kok LOLI-nya kayak gak idiot? hihiihihi. Idiot dalam bahasa inggris itu artinya orang bodoh. Di sini penulis menggambarkan LOLI sebagai sosok yang agak LOLA (loading lama) dan polos. Jadi jangan dipatokkan idiot yang kalian pikirkan^^  ***


 


SELAMAT MEMBACA^^


 


Lolita POV


Usai menghabiskan makanan bersama Axel dan Reyes. Aku pun membersihkan diriku. Begitu aku keluar dari kamar mandi, aku pun melihat Axel yang juga baru selesai mandi.


"Loli kelamaan ya? Axel mandi di mana?"


"Oh itu, aku mandi di kamar Reyes. Tadi aku sakit perut, jadi sekalian mandi saja," kata Axel seraya mengusap-usap rambutnya dengan handuk, tapi aku justru langsung menerjang Axel hingga Axel terjatuh di atas kasur. Aku mengangkat baju Axel ke atas dan segera memeriksa perutnya.


"Axel, Axel sakit? Pasti gara-gara makanan Loli ya? Loli minta maaf," kataku sangat menyesal. Lalu aku menyingkir dari Axel, segera mencari obat di laci meja, tapi baru saja aku sibuk mencarinya, tubuhku malah melayang karena Axel angkat.


"Siapa yang sakit sih," kata Axel seraya menurunkanku di atas ranjang. Dia menarik selimut untuk menutupi tubuhku dan Axel bergabung denganku.


Tak mau menghabiskan waktu, aku pun merapatan tubuhku ke arah Axel. "Tadi Axel bilang sakit," kataku memeluknya dari samping dan menyandarkan kepalaku di lengan Axel yang besar. Sementara Axel malah terkekeh lalu mencubit pipiku. Tak lupa dia mencuri kecupan di bibirku, membuatku langsung memukul dadanya.


"Axel!"


"Awww!" Axel meringis seraya mengusap-usap dadanya.


"Loli kan nanya ke Axel! Kenapa Axel malah ketawa!" kataku kesal. Padahal aku sangat khawatir, tapi Axel malah tertawa begitu saja. "Nanti kalau Axel sakit, Loli siapa yang jagain? Kan kata Mas Aldi, Axel harus jagain Loli."


Axel pun mengubah posisi tidurnya hingga berhadapan denganku. "Aku nggak sakit, Sayang." Axel kembali mencubit pipiku, kali ini lebih lama dan aku hanya mampu mencemberutkan bibirku.


"Cuma sakit perut biasa karena mau pup," katanya dan aku pun tertawa mendengarnya seraya menutup bibirku.


"Loli kira, Axel sakit, ternyata karena Axel mau pup," aku tertawa lagi dan Axel langsung menggelitik badanku membuatku langsung kegelian.


"Kenapa ketawa!! Memangnya lucu!" kata Axel masih menggelitikku, sementara aku berusaha melawannya, tapi aku kalah karena kini Axel sudah menguasai diriku.


Axel berada di atas tubuhku hingga aku bisa melihat jelas wajahnya yang memerah entah kenapa. Aku pun mengusap lembut wajah suamiku yang tampan. Sungguh aku semakin menyukai Axel, tapi apakah Axel juga merasakan apa yang aku rasa? Megingat apa yang Chef Valdi katakan bahwa 'pacar' adalah seseorang yang mengatakan cinta padaku,Axel tak pernah melakukannya.


"Axel, Axel kenapa sangat tampan? Loli sangat mencintai Axel sebagai suami Loli," ucapku entah kenapa keluar begitu saja. Aku masih menatap lekat wajah Axel dan menyentuh satu persatu anggota wajah Axel tanpa absen. Aku menyukainya, sungguh menyukainya.


"Kau juga sangat cantik, Sayang. Sangattttt cantikkkk."


"Benarkah?" tanyaku dengan nada begitu senang dan Axel merendahkan wajahnya ke arahku. Beda dengan apa yang aku lakukan. Axel malah mengecupi setiap bagian yang ada di wajahku, lalu dia tersenyum ke arahku.


"Iyah, kau sangat cantik dan aku lebih mencintaimu, sangat mencintaimu, benar-benar hanya kamu, Lolita. Kamu percaya kan?" Mendengar kata-kata itu dari bibir Axel, membuatku langsung menutup bibirku dengan ke dua tangan. Aku tidak mengira kalau Axel juga mencintaiku dan entah kenapa air mataku keluar, terharu.


"Axel," rengekku langsung mengulurkan tanganku ke arah lehernya. Aku pun menarik Axel yang berada di atasku hingga kami berpelukan. Aku sangat senang mendengar pengakuan Axel. Sekarang, aku bisa katakan pada Chef Valdi bahwa aku punya pacar.


"Loli juga sangat mencintai Axel. Tidak ada yang lain pacar Loli, selain Axel."


Axel pun kembali menjatuhkan dirinya di sampingku. Kembali seperti semula, dia menyelipkan tangannya di leherku. "Aku bukan hanya pacarmu, Sayang. Aku suamimu!" kata Axel menyingkirkan rambut-rambut yang menutupi wajahku.


"Tapi Loli senang, akhirnya Loli bisa menjawab pertanyaan Chef Valdi kalau Loli punya pacar," kataku pada Axel dan tiba-tiba Axel menarik tangannya dari leherku, lalu dia bangun dari posisinya dan bertolak pinggang.


Aku pun mengubah posisiku juga, duduk di atas ranjang dan mencoba menarik tangan Axel agar Axel tidak marah-marah karena aku takut.


 


"Axel, jangan seperti itu. Jangan marah. Loli takut,"kataku padanya, tapi Axel terlihat haya menghela napasnya. Lalu dia duduk di pinggir ranjang.


"Katakan padaku, Chef itu mengatakan apa padamu?!"


Axel masih tetap membantakku.Aku pun meremas tanganku sendiri. Lalu menunduk dalam-dalam karena takut Axel semakin memerahiku. Aku tak mau menjawab jika Axel masih marah-marah seperti ini.


"Kenapa diam saja?" Tanya Axel lagi menggoyangkan tubuhku dan aku masih tidak menjawabnya. Aku bahkan kembali berbaring di atas ranjang. Menarik selimut sebatas kepalaku dan membelakangi Axel.


 


"Ck, Loli!" aku mendengar decakan dari Axel. Lalu kurasakan ranjang yang bergerak dan tiba-tiba Axel menarik selimut yang aku pakai untuk menutupi seluruh tubuhku. "Jawab aku!" katanya yang ternyata sudah berada di depanku---sisi lain ranjang di mana Axel tadi duduk. Dia masih bertolak pinggang, berdiri membuatku takut.


"Apa yang kau bicarakan dengan Chef sialan itu! Kenapa dia bertanya tentang pacar dan apa yang kau jawab ketika dia bertanya tentang itu?!"


"Axel," ucapku dan aku perlahan menitihkan air mataku. "Loli takut, jangan marahi Loli," kataku dan lagi-lagi aku mendengar helaan napas Axel. Perlahan, Axel pun berjongkok di sisi ranjang. Dia menatapku sebentar, lalu mengusap air mataku.


"Maaf, aku hanya tidak suka, kau dengan pria lain. Aku sudah bilang kan, jangan terlalu dekat dengan pria lain, bahkan Reyes sekalipun. Aku tidak suka, kau tahu?"


"Tapi kenapa? Kenapa Loli tidak boleh? Mereka baik dengan Loli, bahkan Chef Valdi mengantar Loli pulang ke rumah," kataku dan ketika aku mengatakannya, wajah Axel langsung memerah padam.


"Loli, dengarkan aku baik-baik." Pinta Axel dan aku mengangukkan kepala. "Kau ini istriku, milikku, pacarku, ibu dari anak-anakku. Jika ada seseorang yang menanyakan tentang cinta, kekasih atau seseorang yang kau suka, kau hanya perlu menjawab kalau kau punya aku, mengerti?" Aku menganggukkan kepala, sementara Axel masih mengusap-usap pipiku yang tadi basah karena air mataku.


"Hanya aku yang boleh mencintaimu dan hanya aku yang boleh kau cintai, mengerti?" Aku mengangguk lagi dan kini Axel kembali memutari ranjang. Dia kembali berbaring di sampingku dan memelukku.


"Besok, kau tidak boleh menerima ajakan pulangnya lagi, aku tidak suka. Kau tahu, aku pencemburu dan aku benar-benar tidak suka melihatmu bersama pria lain karena aku sangat mencintaimu," ucapnya lagi membuatku hatiku berdegup kencang. Axel benar-benar manis, aku juga semakin menyukainya.


"Maafin Loli ya Axel. Loli janji tidak akan mengulanginya lagi."


"Iya, aku maafkan. Yasudah, sekarang ayo tidur. Aku sangat lelah seharian bekerja." Kata Axel dan aku pun mengeratkan pelukanku, tapi aku mengingat sesuatu.


"Axel," panggilku lagi, tapi Axel terlihat sudah memejamkan matanya.


"Hmmmm," sahutnya.


"Loli mau buat baby lagi malam ini. Kata Axel, kalau mau punya baby, harus sering-sering melakukannya. Lagi pula, Loli suka kok melakukannya," kataku lalu cekikikan seraya memeluk Axel erat.


Axel pun membuka matanya dan ikut tertawa. "Aku tidak menyangka istriku benar-benar polos, bahkan tentang hal seperti ini," katanya mengacak rambutku. "Jangan malam ini ya. Aku lelah dan kau pun pasti lelah."


Aku refleks menggelengkan kepalaku," Enggak kok, Loli gak lelah, benar deh! Suer!!" kataku mengangakat ke dua jariku ke arahnya, tapi Axel tiba-tiba melepas tanganku yang memeluknya. Lalu dia membelakangiku membuatku kewalahan langsung kembali memeluknya dari belakang.


"Ihhh ayo Axel, Loli mau malam ini!!"


"Sutttt sudah malam ah! Besok lagi saja. Tidak baik juga dilakukan terlalu sering." Mendengar itu, aku langsung kesal! Aku juga hanya mampu memandangi punggung belakang Axel, tapi yasudahlah, aku juga akan tidur membelakangi Axel!! Huh!


.........................................................


Hahahahah Loli ngebet punya baby wkwkw, jangan lupa vote dan komentarnya ya^^ thank u for reading!!