My Cold Friend Is My Husband

My Cold Friend Is My Husband
Chapter 7. Hukuman



Setelah puas membeli makanan di kantin, mereka pun akhirnya kembali ke kelas. Yuki sebenarnya merasa kasihan saat melihat Leon yang ingin mencoba baksonya. tapi mau bagaimana lagi? dia tidak ingin Leon keluar di tengah tengah pelajaran karena sakit perut.


"Maapin aku ya yon, aku gak ngasih kamu bakso aku, " Ucap Yuki setelah sampai di kelas, namun Leon tak membalasnya.


"Yah... Ngambek deh. Aku harus gimana biar kamu gak ngambek? hm? " Tanya Yuki sambil berusaha tersenyum.


"ck, diem ah. " Ketus Leon sambil mendelik pada Yuki.


'Hahahaha, gemes deh. makin pengen jailin ni anak, perkara bakso doang dia ngambek. ' Batin Yuki tertawa kecil.


Kini mereka saling diam satu sama lain. kembali canggung seperti saat pertama mereka bertemu.


"Loe pulang duluan aja ntar, " Ucap Leon saat Yuki sedang menulis soal di papan tulis.


"Kenapa? " Tanyanya dengan nada kecewa.


"Gua piket dulu, ngejalanin hukuman dari bu Rose, " Jawab Leon sambil melihat ke papan tulis juga.


"Ooh... mau aku bantuin? " Tawar Yuki dengan senyuman manisnya.


"gak usah. " Tolak Leon tak peduli.


"eh?! biar cepet lo...


" Ga- u-sah. " Tolak Leon sambil menatap tajam.


"iii... huuh! Yaudah deh, " Jawab Yuki pasrah.


Setelah sekolah usai, Rezel dan Leon masih disana dan menunggu semua murid pulang dulu, baru setelah itu mereka bisa membersihkan toilet.


Baru satu langkah mereka masuk ke toilet pria, Leon sudah mual duluan dan menjauh dari sana. Toilet itu bagai mimpi buruk baginya. Kumuh, kotor, bau! Leon tidak suka semua itu.


"Ughhh!!! "


"Jangan muntah! Kita harus beresin ini biar cepet pulang, " Sahut Rezel sambil menahan tangan Leon.


"Gua gak kuat Zel, gak mau ah! tau gini gua mending lari aja, " Tolak Leon mentah mentah.


"heh, loe pikir toilet mana? Bukan yang itu, yang ini. " Tunjuk Rezel pada Toilet sebelahnya.


Oh iya... Ternyata Toilet yang dimaksud Leon itu toilet yang memang sudah tidak dipakai bertahun tahun karena rusak. Dan konon katanya, seorang siswa pernah bunuh diri di sana karena depresi.


Ting!!!!


Seketika bulu kuduknya berdiri, Leon yang memang cool ini memang mempunyai sifat sedikit penakut walaupun ia adalah pecinta horor.


"O, oh... yang ini... " Kata Leon cengengesan.


"Haaaaa... loe takut ya??? Rumor itu gak usah dipikirin, itu cuma mitos, (Kayaknya sih)" Ujar Rezel menakuti Leon.


"Ck, cepetan ah. " Ajak Leon sambil menarik tangan Rezel masuk kedalam.


Di dalam, mereka mulai membersihkan toilet toilet itu walaupun sesekali Leon mual mual. sekitar 30 menit mereka membereskan toilet pria. Belum lagi 30 menit untuk membersihkan toilet wanita. Mereka pun berjalan lunglai menuju toilet wanita.


Namun...


mereka terkejut karena toilet wanita sangat bersih dan wangi. Sepertinya sudah tidak dibereskan lagi, pikir Rezel sambil tersenyum senang.


"Akhirnya bisa pulang... " Ucap Rezel bersyukur.


"Iya, gue udah cape ah, " Keluh Leon juga.


"Ngomong ngomong, Yuki mana? " Tanya Rezel baru menyadari yuki tidak ada.


"Ya kali gua biarin dia nunggu. Gua udah nyuruh Axel temenin dia pulang, " Jawab Leon datar.


"Belum tentu Miyu suka sama gua. Dan belum tentu gua nerima Miyu sebagai istri gua. sampai sini paham? " Ucapan Leon yang kembali membuat Rezel tak bisa berkata kata lagi.


"Y, yaudah. pulang yuk, "


Di rumah Yuki...


Yuki sibuk membicarakan Leon yang tadi ia jaili di sekolahnya. Cyan dan Deon tertawa mendengar hal itu. Yuki pandai sekali soal menghibur seseorang.


"Gitu ceritanya... " Kata Yuki mengakhiri cerita.


"Terus kak Leon nya mana? Kok gak di ajak? " Tanya Deon, adik Yuki yang sedang sakit.


"Kak Leon tadi ngejalanin hukuman gara gara telat ke sekolah. makannya dia nyuruh aku pulang bareng sama Axel, " Jawab Yuki agak sedih.


"Yakin udah setuju dan fiks sama Leon? Gak akan kecewa? " Pertanyaan yang dilontarkan kakaknya ini membuatnya sedikit bingung.


"Yakin kok, aku udah percaya sama Leon. Lagian... aku juga sebelumnya udah pernah suka, sih... "Gumam Yuki yang membuat Cyan dan Deon saling tatap satu sama lain.


"Kamu harus cepet sembuh! Udah seminggu kamu sakit. Kalo papah pulang malem sekarang, kamu bisa langsung dibawa ke rumah sakit lagi lho, " Ucap Yuki mencoba menghibur adiknya.


"Hmm... Iya kak. Deon juga pengen sembuh, tapi gimana lagi kan? " Jawab Deon kembali sedih.


Deon tertabrak mobil yang melakukan dengan kecepatan tinggi. Diduga mobil itu milik teman sekelasnya yang kehilangan kendali karena rem blong. Kakinya patah dan belum bisa digerakkan lagi, ia mengalami cedera yang cukup serius. Papahnya sedang bekerja diluar kota, dan Deon meminta kepada kedua kakaknya agar jangan sampai papahnya tahu.


"Yah... pokoknya Deon harus semangat! bakal sembuh kok, jangan nangis ya? " Ucap Yuki kembali menyemangati Deon.


"Iya, makasih... " Jawab Deon yang memeluk Yuki.


"Kakak, jalan jalan keluar yuk. sambil beliin martabak telor buat Deon, " Ajak Yuki pada Cyan.


"Ya, hayu. "


Mereka pun akhirnya pergi keluar untuk membeli martabak. Tapi, sayangnya mereka bertemu dengan bunda Leon yang sedang pergi keluar juga bersama ayahnya sekalian.


"Eh? Bunda Leon... " Kata Yuki malu, ia pun mencium punggung tangan kedua orang tua Leon diikuti Cyan juga.


"Lagi apa kalian malem malem gini? " Tanya Bunda ramah.


"Eeeh... lagi mau beli martabak buat adek bun, Sekalian aja jalan jalan sama kakak, " Jawab Yuki tetap malu.


"Hmm... yaudah. kalo gitu sekalian ikut bunda yuk, bunda mau pilihin baju pengantin buat kamu nanti, " Tawar Bunda pada Yuki yang membuat Cyan kaget.


"T, tapi... pernikahan nya kan sebulan lagi. Papah belum pulang, " Jawab Cyan kaku.


"Nah justru itu, mumpung masih lama, kita pilihin baju dari sekarang, sekalian kita mau pilihin tempat buat kalian nanti, "


"Mmm... gimana ya? " Gumam Yuki ragu.


"Gak papa Yu, Cyan, sekali kali kita jalan jalan bareng biar tambah akrab, " Jawab Bunda berusaha membujuk keduanya.


"Di dalem juga ada serena, hayu. " Ajak ayah juga.


Akhirnya karena tidak bisa menolak lagi, mereka pun pergi menaiki mobil keluarga Brady. Di sana Cyan mengobrol banyak dengan serena, ternyata mereka akan menjadi keluarga. Namun Yuki merasa kesepian karena tidak ada teman.


"Kamu kesepian ya gak ada Leon? " Tanya bunda tiba tiba.


"Eh?! gak papa kok bun, Leon pasti lagi bobo siang. " Jawab Yuki yang menduga.


"Tebakan kamu bener banget! Leon lagi bobo siang, jadi... maklum ya kalo nanti dia suka banget rebahan, karna... imun nya lemah. Makannya bunda sama ayah gak pernah ngizinin Leon aktifitas yang berat, " Jawab Bunda panjang lebar.


"Iya bun, bakal Yuki inget kok, "


Bersambung...