
Akhirnya Leon bingung sendiri setelah ia menyatakan bahwa ia ingin kencan bersama Yuki. Bukan keinginannya tapi keinginan teman temannya, bagaimana ini?!
Leon merasa depresot sekali sampai mengacak acak rambutnya.
Rezel pun masuk ke kamarnya setelah lelahnya latihan. namun ia terkejut melihat kembarannya melamun seperti orang gila.
"Anjai! kaget gua, kirain si Jojo (Orang gila yang selalu mengelilingi rumahnya.) Kenapa? punya masalah hidup tuh cerita, " Ucap Rezel sambil mengelus dadanya.
"Gue malu... abis nyatain mau kencan ke Miyu, " Jawab Leon masih dengan melamun.
"lah? kok malu? yaudah, ikut aja. kan masa pendekatan, gua dandanin deh, biar loe gak malu malu amat. cepet, baju mana yang mau loe pake? " Tanya Rezel sambil membukakan lemari (rahasia) mereka.
"Yang mana aja lah, gak akan penting juga, " Jawab Leon sudah pasrah.
"Yaudah... jangan sampe loe ngedemo pas gua pilihin baju, "
Disisi lain...
Clara dan Laras pergi duluan sebelum akhirnya Yuki yang pergi ke rumah mereka. Mereka menunggu nunggu Yuki datang, tapi tak datang datang.
"Okey, gue maapin. tapi sebagai gantinya, Kencannya kudu berhasil, ya? " Ucap Clara padanya.
"tahap pertama sebelum ketemu bebeb adalah... Maskeran! " Ujar Laras sambil mengacungkan kuas dan masker wajah.
Yuki dengan pasrah nya di beri perawatan oleh mereka sampai ia lelah da tertidur. namun Clara terus menegurnya agar tidak tidur.
sampai pada akhirnya...
persiapan pun selesai. Yuki merasakan perawatan dari kedua temannya itu selama 5 jam kurang lebih, hanya untuk berkencan dengan Leon?
Malam pun tiba...
Leon siap bertemu calon mama mertuanya lagi. ia malu malu saat di persilahkan masuk ke kamar Yuki. Ia pun menunggu saja di depan kamar Yuki. Saat Yuki keluar... Leon langsung memalingkan wajahnya dengan Cepat.
"Eh?! Leon?! Kamu kenapa?! "
"Harusnya loe nyadar, keluarga loe berhijab tapi loe malah ngumbar aurat kek gitu? Setidaknya belum siap pake kerudung, jangan buka bukaan kayak gitu, gua gak suka. " Jelas Leon yang membuat Yuki malu sekali dan kembali masuk ke kamarnya lagi.
"kenapa ini?! kenapa gak keluar? " Tanya Laras panik.
"Leon... Leon marahin aku. Dia bilang dia gak suka kalo aku pake baju pendek kayak gini, " Jawab Yuki memerah.
"Yaudah yaudah, kita ganti. loe gak usah nangis, " Jawab Clara sambil menyiapkan baju yang lain.
Setelah selesai...
Akhirnya Leon kembali melihat penampilan Yuki. Ia tersenyum tipis melihatnya agak tertutup, tidak seperti tadi.
"Jalan, " Titahnya berjalan duluan.
Bukan pakai motor tapi pakai mobil. Mereka benar benar canggung satu sama lain, apa yang harus mereka obrolkan?
"Loe cantik," Monolog Leon datar.
"hah?"
"Lain kali jangan gitu lagi, gak baik buat mata gua, ya? " Ucap Leon sambil menyiratkan senyum tipisnya.
"I, iya... Maapin aku, " Kata Yuki malu.
Akhirnya sampailah mereka di sebuah restoran. Yuki melongo sebentar dan melihat tas kecil yang ia bawa. Apakah uangnya akan cukup untuk makan disini?
"ck, gak usah khawatir masalah duit, gua kan ada. Emangnya apa gunanya gua di sini? angin lewat? " Ketus Leon sambil mendelik.
'Aduh, kena mental lagi. Kedepannya aku harus siap menghadapi raja samyang ini, aku harus sabar, ' Batin Yuki.
Yuki menggapai tangan Leon dan menggenggamnya. "Mmm... katanya kalo kencan harus pegangan tangan, s, sebagai permulaan," Ucap Yuki memerah.
"oh, "
'Permulaan? lah emang kedepannya bakal gimana?' Batin Leon bingung.
Leon dan Yuki memasuki restoran itu, mereka disambut ramah oleh para pelayan yang ada disana. pelayanannya memang yang terbaik.
"Pesen apa aja yang loe mau, gua bakal bayarin semuanya, " Ucap Leon sambil melihat lihat menu.
"boleh? " Tanya Yuki yang kembali mendapatkan tatapan tajam dari Leon. Akhirnya ia pun tak banyak berkata dan paham.
"nih, buka mulut loe, yang gede. "
"e, eh? g, gak usah. a, aku bisa sendiri, " Tolak Yuki dengan lembut dan lagi lagi mendapatkan tatapan tajam dari calon suami menyebalkannya itu.
"Yaudah, "
Setelah pergi dari restoran, mereka memutuskan untuk menonton Film. Namun, genre yang diinginkan tak sesuai dengan apa yang dipikirkan Yuki. Apalagi kalau bukan Horor kan? Film favorite Leon saat ini.
Berkali kali Yuki berteriak karena ketakutan, membuat Leon terganggu saja.
Namun lagi lagi, Yuki dibuat baper saat Leon memegang tangannya guna menenangkannya.
"eh? "
Tapi Leon datar saja dan memakan popcorn nya. Yuki pun sedikit tenang olehnya. Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam saat mereka keluar dari bioskop.
"Maap kalo kencannya kayak gini, gua bakal berusaha sebaik mungkin biar loe bahagia, " Ucapnya saat diluar ruangan.
"Gak papa kok, segini juga aku udah seneng. sekarang aku boleh minta satu tempat yang pengen aku kunjungin? " Tanya Yuki kemudian.
"Kemana? " Tanya Leon balik saat melihat Yuki tersenyum.
Mereka pun pergi ke sebuah taman hiburan yang di dalamnya terdapat banyak wahana permainan.
"ini! bolehkan, aku main ini sama kamu? " Tanya Yuki padanya.
"boleh... " Jawab Leon ragu.
Mereka pun membeli dua bando berbentuk kucing dan beruang. ia memakaikannya pada Leon, Leon tak menolak.
"hmm... harusnya sih, bando singa, tapi gak ada, " Gumam Yuki sambil menatap Leon.
"Terus? mau gimana? " Tanya Leon setelah itu.
"wah... kamu gak pernah ke wahana ya? kita naik itu! " Tunjuk Yuki pada sebuah permainan.
"R, roller coaster? " Kata Leon melongo.
"iya! gimana? mau gak? " Tanya Yuki berharap. namun Leon enggan untuk menaikinya.
"kalo naek itu, gunanya kita kencan apa? naek itu aja, " Tunjuk Leon pada wahana yang membuat Yuki makin berbinar.
"iya! mau banget! " Jawabnya semangat.
Akhirnya, mereka menaiki Sangkar burung yang biasa dipakai kencan oleh anak muda seperti mereka. Leon sebenarnya dilarang keras oleh ibunya untuk datang ke Wahana permainan itu lagi karena masalah kesehatannya, ia hampir saja kehilangan nyawanya selesai setelah menaiki roller coaster itu. Makannya ia trauma menaikinya lagi.
"Loe mau pake baju apa nanti? " Tanya Leon mengawali pembicaraan setelah pulang dari wahana permainan itu.
"semua yang dipilihin kamu, " Jawab Yuki bahagia.
"alasan loe nerima gua apa? " Tanya Leon lagi, membuat Yuki sedikit terdiam.
"Apa ya? karena kamu ganteng(?) ^^ Aku suka orang ganteng, aku juga suka oppa Korea. aku suka sama orang yang ngelarang aku pake baju pendek, " Jelas Leon lagi.
"Gitu doang? kalo misalnya gua gak suka gimana? emangnya loe udah suka sama gua? " Tanya Leon lagi, banyak sekali yang ingin ia tanyakan pada gadis polos ini.
"Ya aku bakal berusaha sebaik mungkin, aku bakal jadi orang terbaik di hidup kamu, gimanapun keadaan kamu, gimanapun semua sifat kamu, aku bakal nerimain. aku gak akan pernah ninggalin kamu, " Jawaban yang cukup menyentuh hati Leon lagi.
Leon tidak akan bertanya lagi karena pertanyaan nya sudah dijawab jelas oleh Yuki. sebisa mungkin Leon juga akan menyukainya dan mencintainya dengan tulus.
*Bersambung...
bonus visual!!!
Momen ketika Yuki pake baju pendek depan Leon*.
momen ketika Yuki ganti baju setelah dimarahi Leon.
Leon yang sedang depresot