
Akhirnya mereka pun kembali ke rumah masing masing. jujur saja, itu adalah perjalanan terberat bagi seorang Leon yang tidak pernah pergi keluar rumah sampai jam malam seperti itu. Saat menekan bel pintu, terlihat skekali wajahnya sangat pucat. Namun ditekan berkali kali tidak ada yang merespon.
"Bunda, Zel, pak agus, " Panggil Leon dari luar.
Masih tidak ada jawaban. Leon mulai kedinginan diluar, bisa bisanya tidak ada yang menjawabnya di saat begini. untungnya Bi Mita cepat cepat datang dan memberikan selimut untuknya. Huufftt! Hampir saja ia mati kedinginan.
Saat masuk ke dalam...
Ia akhirnya mengerti kenapa tidak ada yang menjawabnya saat tadi menekan bel. semua keluarganya tengah sibuk mempersiapkan acara pernikahannya.
"Assalamu'alaikum, " Ucap Leon dengan nada dinginnya.
"Wa'alaikumussalam, eh anak bunda udah pulang, " Jawab Bunda sambil menghampiri Leon.
"Daritadi Leon udah ada di luar, gak ada yang denger. Leon mau ke kamar, mau istirahat. " Jawabnya ketus, ia kesal dengan bundanya yang tidak peka ini.
"Eh?! jangan dulu ke kamar, sini cerita dulu sama bunda sama ayah, " Ujar bunda sambil menahan anaknya pergi.
"Besok aja bun. Leon capek, besok sekolah, ya? " Bujuk Leon dengan lembut, yang membuat bundanya tidak tega menahannya lebih dari ini.
Leon pun naik ke kamarnya dengan lunglai. Akhirnya ia bisa kembali rebahan di kasur empuknya itu. Rezel yang sedang belajar akhirnya tersadar saat Leon memanggilnya.
"Eeehhh.... Yang udah kencan... Coba cerita gimana kencannya? asik? "
"Gua gak tau kencan asli itu kayak gimana zel, gua sama Miyu gitu gitu aja. makan, ke bioskop, taman hiburan? udah, cuma segitu. " Jawab Leon datar.
"Gitu doang? gak ada obrolan apapun gitu? " Tanya Rezel lagi yang membuat otak Leon sedikit ngebug saat tengah memikirkannya.
Deg!
"Weh! malah ngelamun ni anak! " Kata Rezel yang mencolek Leon.
"eh?! gak ada obrolan apa apa. cuma perkenalan doang! udah ah! mau bobo, gua ngantuk. " Ucap Leon yang salah tingkah.
"eeeehhh... gue tau ada yang loe sembunyiin kan??? jangan lupa ke wc, cuci kaki cuci tangan, cuci muka, wudhu. " Titah Rezel saat melihat adiknya mengganti bajunya.
"Iya, gue juga tau. Jangan ngingetin gua seolah gue itu anak bayi, " Jawab Leon ketus.
"ooohhh??? bukan bayi ya? okey! gak papa, "
Leon pun akhirnya bisa tidur setelah lelah dengan semuanya. Tidak terasa malam telah berganti menjadi pagi. Leon dibangunkan paksa oleh Rezel yang sepertinya dilanda kepanikan.
"Ck, kenapa siih??? "
"Liat jam woi! setengah 7 ini! kita kesiangan! " Jawab Rezel yang akhirnya membuat Leon kaget dan segera berlari ke kamar mandi.
Entah apa yang membuat mereka bisa sama sama terlambat. padahal Rezel selalu mengaktifkan alarm jam 4 subuh, tapi bisa bisa tidak terdengar olehnya. Keduanya lupa tidak membawa bekal dari bundanya dan segera saja Rezel membawa helm dan kunci motornya.
"eh nak! sarapan dulu kalian! "
"Nanti aja bun! " Teriak Rezel.
Rezel menancapkan gas dan mengebut. Ia tak peduli bagaimana nantinya. Ia terus berkeringat dingin karena takut jika berhadapan dengan guru BK yang sedang bertugas hari ini. beliau adalah bu rose yang tiada ampun.
Benar saja, mereka tidak bisa menghindari amukan darinya. Kini mereka tengah berdiri di lapangan dan dimarahi.
"Sekarang lari 10 keliling! "
DEG!
Rezel membelalakkan matanya kaget. 10 keliling? untuk ukuran Rezel sih tidak apa apa, namun Leon bagaimana? Ia melirik Leon yang sedang berusaha mengatur napasnya. jangan jangan asma nya kambuh?!
"Bu, saya mau nawar. biar saya aja yang lari 20 keliling buat gantiin Leon, " Ucap Rezel datar, Leon segera menarik bajunya pelan.
"ngapain kayak gitu? mau jadi pahlawan loe? " Kata Leon pelan sekali.
"Nggak ada penawaran! sekarang kalian lari! cepet! "
"Bu! Leon punya asma akut dari kecil, terus jantungnya lemah. Jadi kalo di aja lari, belum ngelilingin setengah lapangan aja bakal tumbang bu, " Jelas Rezel yang membuat bu rose berpikir lagi. apa tidak terlalu berat jika memberikannya hukuman 2 kali lipat?
"e, eh?! bentar bu! Rezel juga punya penyakit jantung bawaan dari kecil! " Sahut Leon menyela ucapan bu rose. Bu rose menggelengkan kepalanya pasrah. Ia baru menyadari kalau mereka kembar, jadi bisa saja kan keduanya memang punya penyakit karena terikat hubungan antar saudara kembar?
"Yaudah, ibu juga gak bisa maksa kalian, bersihin toilet laki laki dan toilet perempuan abis pulang sekolah. langsung ke kelas, ini peringatan, jangan sampe ada yang kedua kalinya. "
"makasih bu, " Ucap keduanya bersamaan.
Yuki memerhatikan Leon dan Rezel daritadi. ia penasaran apa yang dibicarakan mereka dan bu rose.
"kenapa? "
"inhaler... inhaler nya ketinggalan! " Jawab Leon sambil memeriksa saku celananya.
"Hm! gua udah ngira bakal ketinggalan. Untung gua bawa, pegang baik baik. " Ucap Rezel yang sedikit kesal dengan Leon yang ceroboh.
"Makasih, "
"Lu ngapain tadi ngomongin gua punya jantung bawaan? itu udah lalu wei, udah dua taun yang lalu, " Ujar Rezel yang malu saat Leon mengatakan itu kepada bu rose.
"Ya biar lu selamat lah. mana mungkin gua biarin loe lari lari di lapangan, dahlah. yang penting kita juga dapet hukuman kan? yu masuk kelas, " Ajak Leon yang berjalan selangkah lebih dulu dari rezel.
"Kamu kenapa tadi? " Tanya Yuki saat Leon baru saja duduk di kursinya.
"Nggak papa. " Jawab Leon singkat, sepertinya ia kembali ke sifatnya yang dingin.
"nggak bisa jawab ya? yaudah deh gak papa, " Ucap Yuki sedih.
Masa bodo dia dengannya. Yang penting ia bisa mengikuti pelajaran dengan baik tanpa bengek seperti tadi. Awalnya Leon hendak pergi ke uks karena suruhan bu rose. tapi ia kembali menolak karena tidak mau berbaring terus.
"Yeon udah makan??? " Tanya Yuki lembut, tapi kelembutannya malah membuat Leon jijik.
"Belum, " Jawabnya singkat.
"kenapa belum? nanti sakit lho... kita makan bareng ya di kantin, " Ajak Yuki lagi, entah itu ajakan atau godaan Leon tidak tahu.
"Gua mau makan sama Rezel, " Jawabnya dingin.
"Lah? Justru kata Rezel gitu. aku harus ngajakin kamu makan bareng soalnya kamu belom makan tadi pagi, nih kalo gak percaya liat chatnya, "
Rezel (Kembarannya Yeon🤭) : Yu, jan lupa ajak Leon makan. dia belum sarapan tadi pagi. {07.09}
Anda: Oke siap bossque!
Leon hanya diam dan memincingkan matanya menatap Rezel yang duduk tenang tanpa berdosa itu.
Deg!
'Perasaan gua gak enak.... ' Batin Rezel.
Istirahat pun tiba...
Benar saja, Yuki benar benar mengajak Leon ke kantin. Namun dengan segera, leon melepas tangannya dari genggaman yuki.
"Jangan megang gitu, orang orang bakal salah paham, " Ucap Leon dingin, tiada hari tanpa dingin bagi Leon.
"lah? kok salah paham??? kenapa emang? Aku kan gak mau kalo kamu di kerumunin ciwik ciwik, " Jawab Yuki sedih, entah mengapa sepertinya hari ini yuki manja sekali pada Leon.
Akhirnya Leon menerima tangan Yuki dan bergandengan tangan sampai ke kantin. Mereka menjadi pusat perhatian, terlebih lagi Yuki yang memang anak polos itu tidak mungkin berpacaran, apalagi dengan idola sekolah seperti Leon.
"Yeon mau makan apa? Biar aku pesenin, " Tanya Yuki pada Leon.
'Dia lagi belajar jadi istri ato apaan? kok gua aneh banget sama dia, ' Batin Leon bingung.
"Pesen apa aja, " Jawabnya simpel. "Yaudah, karna kamu belom sarapan, aku pesenin nasi goreng bu minah aja ya? bentar! " Yuki pun segera pergi dan memesan nasi goreng ke warung bu minah.
Setelah beberapa menit kemudian...
Akhirnya Yuki datang membawa satu nasi goreng dan bakso untuknya. Leon menatap bakso itu, ia ingin bakso.
"Nih, makan. " Kata Yuki sambil memberikan nasi goreng padanya.
"Itu... kenapa loe makan bakso? bukannya loe juga belom sarapan?" Tanya Leon yang iri melihat bakso Yuki.
"eh? kata siapa? aku udah makan kok, gak mungkin aku telat sarapan kayak kamu. " Jawab Yuki yang membuat Leon diam.
Akhirnya dengan berat hati Leon memakan nasi goreng dari Yuki. sedangkan Yuki masih menikmati baksonya. Terkadang ia juga suka membuat Leon ngiler dengan bakso itu.
"Itu...
" kenapa yon? " Tanya Yuki kemudian, ia tahu Leon mau bakso.
"Mau ya? tapi gak boleh... baksonya pedes, kamu bakal sakit perut nanti, " Tolak Yuki mentah mentah. Sumpah ya! Hari ini Yuki meresahkaan! Membuatnya kesal setiap hari.
Bersambung....