
Setelah semuanya sudah siap tidur...
Leon sudah menghadapkan tubuhnya ke arah pintu, Yuki pun sebaliknya. Yuki tidak bisa tertidur karena aegyo Leon tadi, itu menghantui pikirannya, ia terus terngiang wajah Leon yang tertawa tadi.
Ia pun terbangun dan menatap Leon yang sudah memejamkan matanya.
"Yeon ..." Panggil Yuki manja. Ia membuka selimut Yeon
"Yeon~ Kamu beneran udah bobo?" Tanya Yuki kemudian. Tidak mungkin dirinya se~lelap ini.
"Huhuhuhu... tidur kamu gemesin banget Yeon, gimana aku bisa anggap kamu suami kalo kamu nya segemes bayi hm? " Tanpa sadar, Yuki menggerai rambut Leon yang lelap itu.
"Gua denger semuanya,"
Deg!
Jantungnya berdegup kencang mendengar suara Leon itu. Ia menjauh darinya karena malu. Leon pun kembali membuka netranya dan mendelik pada Yuki.
"Ganggu aja," ketus Leon kesal.
"Kan kamu udah bobo siang tadi... Masa udah mau bobo lagi?" Tanya Yuki padanya.
"Gua? Gak bisa gadang, mau gua tidur siang berjam jam pun, gua gak akan bisa gadang." Jawabnya yang terantuk.
"Temenin aku dong... Aku gak bisa tidur... gak tau kenapa, mata ini sangat susah di tutup tau," Ucap Yuki yang mendekati Leon, tiduran di dekatnya.
"Kenapa?" Tanya Leon penasaran.
"Kenapa coba ...? Ya karna aegyo kamu tadi menghantui kepala aku, kayak... aegyo kamu itu gak ngizinin aku buat bobo tau." Jawab Yuki lagi, Leon hanya mengedipkan matanya sesaat, mencoba mencerna apa yang di ucapkan Yuki.
"Nggak ngerti," Kata Leon sambil memalingkan wajahnya dan mencoba tidur lagi.
"Huah! Yeon, maen dulu dong bentaran," Rengek Yuki manja.
"Nggak bisa, gua ngantuk," Tolak Leon mentah mentah.
"Ukh... Nyebelin. Yeon nyebelll~~innn!!!"
Leon terbangun karena suara melengking itu meracau di telinganya, ditambah ia juga melempar bantal pada Leon. Leon menatap Yuki sesaat lalu berganti menatap bantal yang dilemparnya tadi.
"Barusan kenapa? Maksudnya apaan lempar bantal kayak gitu? Ngajak perang?" Tanya Leon dengan tatapan dinginnya.
"E,eh?! Nggak gitu yon... Aku--"
Bugh!
Leon melempar bantalnya balik tepat di wajah Yuki.
"Ini kan? Loe mau perang bantal sama gua kan? hh! Gua gak takut!" Tantang Leon yang membuat Yuki semangat.
"Oooh... Gitu...? Jangan salahin aku kalo kamu kalah di suruh aegyo lagi ya?"
Leon hanya tersenyum smirk menanggapi istri kecilnya itu, ia mulai melempar bantal bantal yang ada di dekatnya. Yuki lupa kalau leon adalah seorang laki laki, maka tenaga nya pun lebih besar daripada dirinya.
"Yeon! Udahan... Aku nyerah... aaahhh--"
Bugh!!!
Lemparan terakhir leon itu tepat sasaran dan membuat rambut Yuki berantakan.
"pth! Ahahaha,"
Yuki kesal karena merasa tidak adil. Ia kan sudah menyerah tadi, tapi bisa bisanya Leon menyerangnya lagi. Ia mengambil satu bantal nya dan kembali melemparnya pada Leon.
"Udah, Stop! Dada gua sakit..." Lirih Leon saat Yuki hendak melemparnya balik.
"Yeon... kamu kenapa...?" Tanya Yuki kemudian, ia khawatir saat melihat Leon yang memegang dadanya.
"Canda," Jawab Leon yang membuat Yuki kesal dan memukul punggungnya pelan.
"Yeoonnn kamu ngeselin bangetttt,"
"Aaahh... hahaha, Udah udah, udahan bener. Liat, udah jam setengah dua belas malem, katanya ... kalo misalnya masih ada yang berisik, nanti nenek nenek itu dateng sambil nyapuin halaman rumah loe... iiiiihh! Takut!" Leon yang tiba tiba kekanak kanakan tanpa sadar.
"Heh?! Jangan gitu dong... aku takut... Yeon~ Ah, ada suaranya... Yeon~~" Rengek Yuki ketakutan.
Yuki malah ikut di selimut Leon dan tidur sambil memeluknya. Leon hanya tertawa kecil karena Yuki, ia lalu tertidur walaupun Yuki memeluknya. Ia senang karena malam ini bisa bermain bersama Yuki walaupun dadanya tadi benar benar sakit.
Sampai tidak terasa, pernikahan mereka sudah berjalan ke 1 Bulan. Mereka jadi lebih dekat dan Leon mulai mengerti sikap Yuki.
"Guys... Minta perhatiannya bentar," Ucap Jiho, si ketua kelas paling bijak dan baik hati.
"Nih, katanya bentar lagi bakal ada perlombaan antar kelas, tiap tiap kelas harus punya permainan yang wajib menarik pelanggan,"
"Ooh... kira kira kita bakal bikin yang kayak gimana ketua?" Tanya Clara yang penasaran.
"Kalo misalnya rumah hantu... Kayaknya udah biasa sih, ada ide lain?" Tanya Jiho pada semua murid.
"Hmm... Gimana kalo kayak konser konser gitu? Kelas kita kan banyak yang pinter nyanyi apalagi nge-dance," jawab Clara lagi, ia menunjukan kode kode pada seseorang.
'Perasaan gua gak enak...'
"Oh bener juga ya...? Bukannya si kembar jago nyanyi sama nge dance?" Tanya Jiho kemudian.
Deg!
Benar saja dugaan Leon, Jiho pasti akan menyebutnya kali ini. Padahal ia sudah berusaha keras menghindari hal ini.
"Nggak ah, nggak bisa. Udah hiatus, gua udah berenti nyanyi," tolak Leon mentah mentah, ia mendapatkan lirikan tajam dari Haru, yang adalah seorang badboy sangar yang sesungguhnya.
"Kenapa nolak? Bukannya ini tawaran manis biar loe bisa bersinar?" Tanyanya yang membuat orang orang di sekitarnya tercengang, memang lah, suaranya sangat deep sehingga bisa membuat para wanitah meleyot.
"Kali ini gua gak mau ikut," Jawab Leon menatap sinis. Kini kedua visual itu sama sama saling bertatapan.
"Yeon," Panggil Yuki pelan.
"Hh, udah bagus dapet peran kayak gini, biar gak cape cape ngurus hal lain, tinggal latihan nyanyi doang," Ledek Haru yang menatap Leon dari atas sampai bawah.
"Hmm... kalo rezel gimana?" tanya Jiho pada Rezel agar tidak ada perselisihan lagi.
"Gua ikut," jawabnya singkat.
"Kira kira siapa lagi ya...? Axel, alex, air? Bukannya mereka juga jago ya? Apalagi kan... Kalo axel dan Air bisa narik pelanggan banget, mereka kan bayi di kelas kita," Sahut Laras yang mendapat anggukkan mantap dari Jiho.
"Haaahh! Ketua, gua mau ikut kalo Haru juga IKUT," Sahut Leon dengan muka datarnya, ia dipaksa yuki mengikuti hal itu.
"Apa?! Gak! Gak ada yang kayak gituan anjir," Tolak Haru setelah mendengar pernyataan dari Leon.
"Loe nyuruh gua bersinar, loe sendiri juga gak mau, Padahal sayang lho... loe tinggal hapalin lirik lagu dan latihan bareng doang," Jawab Leon yang membalikkan perkataan Haru tadi.
"T,tapi...
"Bener juga... dengan Deep voice Haru, bisa aja kita dapet lebih banyak keuntungan, penampilan kalian juga bisa di tampilin di akhir acara. Fiks ya, berarti yang bertugas menjadi Idol adalah Leon, Rezel, Axel, alex, air dan haru, Kalian setuju?"
"SETUJU!!!"
Haru hanya bisa pasrah dan diam sambil menatap Leon yang tersenyum seringai padanya. Ternyata konser tersebut hanyalah persiapan mereka untuk tampil di malam puncak acara. Mereka menyimpan rahasia itu untuk kejutan, dan acara yang akan mereka buat adalah Caffe bertemakan idol itu.
"Emang gak papa kalo gua ikutan kayak gitu?" Tanya Leon padanya.
"Gak papa lah, aku seneng bisa liat idol langsung tanpa harus bayar jauh jauh ke korea,"
"Suara gua jelek lho, jangan nyesel," Jawab Leon tertunduk.
**Bersambung...
Jiandra Horisuki mahesa (Jiho**)
**🍁Anak dengan seribu bakat
🍁Ramah dan mudah berbaur
🍁Bijaksana dan bertanggung jawab
🍁Turunan Jepang yang lancar bahasa jawa
Haruo Ryota Takihiko**
🌸Badboy sesungguhnya
🌸Asli jepang yang merantau ke indonesia sejak SMP
🌸Sempet di bully karna gak bisa bahasa indonesia
🌸Deep Voice bikin meleyot
🌸Dingin
🌸Setia kawan