My Cold Friend Is My Husband

My Cold Friend Is My Husband
Chapter 20. Latihan nyanyi



Kini, tim yang di pilih Jiho untuk bernyanyi dan menari layaknya Idol kpop itu sedang berada di ruang seni. mereka meminta izin pada Gibran untuk mengisi ruangan itu untuk mereka.


"Sekarang mau lagu apa yang di pilih?" tanya Leon pada mereka.


"Gua gak bisa bahasa korea njir, kudu gimana? Aaahhh! Rumiet syekalihhh!!!" Keluh Axel yang depresot.


"Yaudah, sok sok-an aja pake bahasa korea, kayak gue yang imuts ini...^^" Sahut Air yang imut itu.


"Bisa kali lah, kita pake lirik yang gampang aja," Jawab Leon juga yang sibuk mencari lagu kpop.


"Kalian mau tema apa? Rock? Slow atau gimana nih? Gua mah... ikut ikut aja," Sahut Haru juga.


"Lagu rock bagus tuh," Jawab Rezel dan diberi anggukan oleh Alex.


"Lagu rock? Yang lagi ngehits lagunya treasure bukan sih?" Tanya Leon pada semuanya.


"Coba liat," Titah Haru padanya.


Mereka pun mengerumuni Leon karena penasaran. Setelah lagu di putar, mereka semua sangat menikmati lagunya dan setuju memilih lagu itu.


"Waktunya lumayan banyak, ada seminggu lebih dua hari lagi. Gimana nih? Kalian setuju kan?" Tanya Leon lagi pada semuanya.


"Gua setuju," jawab Rezel.


"Aku sih yess," jawab Air juga.


"Gua ikut," Jawab Alex dingin.


"Okeeeeyyyyy~" Kata Axel semangat.


"Haru?" Tanya Leon pada haru yang sedang bingung.


"Hah? Oh... Boleh," Jawab Haru sambil tersenyum tipis.


"Kalian pilih lagu masing masing,"


"Dari koreografi nya yang ini rada susah, tapi suka banget sama lagunya," Jawab Axel greget.


"Lu suka yang mana?" Tanya Air penasaran.


"I love you," Jawab Axel menggoda Air yang menjadi diam.


"Sorry xel, gua hargain perasaan loe ke gua, tapi gua bukan gay, maaf ... kita temenan aja." Jawab Air tertunduk.


"Ck! Bolot! Gua normal! Maksut gua lagunya judulnya I Love You! haah... haah... emosi gua jadi kumat," Ucap Axel kesal, teman temannya tertawa karena lelucon air yang berhasil membuat Axel marah.


"Hahaha, udah udah, air, loe suka lagu apa?" Tanya Leon kemudian.


"Hmm... Going crazy sih, kayaknya cocok sama gua yang kiyowo ini," Jawab Air kembali mengekspresikan kelinci. "Idih si najis," Ketus axel mendelik kesal.


"Zel? Pilih apa Zel?"


"Boy, konsepnya gua suka," jawab Rezel yang terus melihat video klip treasure.


"Alex, lu suka apa?" Tanya Leon pada Alex.


"Yang ini," Jawab Alex sambil menunjuk lagu treasure everyday.


"Ru, suka apa ru?" Tanya Leon pada haru.


"Gua sukanya yang ini, 'Mmm' Bagus nih," Jawab Haru kagum.


"Kalo gua suka yang ini, slow soalnya," Kata Leon yang memilih lagu Orange.


"Oke nih, semua pilihannya bagus, kita mulai latihan lagu pertama," Lanjut Leon semangat.


Setelah berlatih beberapa kali, akhirnya mereka dapat menentukan posisi masing masing, mereka menjadikan Haru dan alex sebagai Rapper karna suara beratnya dan suara Alex yang menyejukkan, Sisanya adalah vocal. Leon mendapatkan banyak bagian karena ia yang memang adalah seorang Center. Walaupun mereka selalu bercanda, tapi latihan mereka sudah sampai batas maksimal, ternyata mudah sekali mengatur mereka, pikir Leon.


"Yoo, kita istirahat sebentar," Ucap Rezel yang sudah mandi keringat.


Leon langsung mengambil inhalernya dan mengocoknya sebentar lalu menghirupnya. Latihan nya benar benar seru, tapi penyakitnya selalu menghalanginya melakukan sesuatu yang melelahkan.


"Loe punya asma?" tanya Haru yang duduk di sebelah Leon.


"Iya," Jawab Leon singkat, ia kembali memasukkan inhalernya ke dalam sakunya.


"Kenapa? Gua aneh?" Tanya Haru lagi.


"Loe ganteng, gua insecure." Jawab Leon yang membuat Haru tertawa karenanya.


"Orang ganteng bilang insecure? Gak aneh?"


"Semua cewek pasti suka sama penampilan loe nanti, kita harus berjuang biar kelas kita menang," Jawab Leon sambil tersenyum.


"Hmm... Loe mirip banget sama adek gua, makannya gua pengen deket sama loe," Ucap Haru lagi, walau suaranya berat, tapi bisa dipastikan bahwa haru adalah orang yang lembut.


"Gitu ya? Sekarang adek loe kemana?" tanya Leon penasaran. "Dia udah tenang disana," jawab Haru yang membuat Leon merasa bersalah.


"Maaf, gua gak tau." Jawab leon tertunduk.


"Santai aja, gak papa kok. Loe mirip banget sama segalanya, wajah loe, senyuman loe, sikap loe yang sekarang, gua kangen, makannya gua kayak gini," Jelas Haru padanya.


"Haha, padahal awalnya gua kira loe sangar dan gak mau ngomong apalagi berbaur, tapi loe baik juga ya, lembut lagi." Jawab Leon yang selalu tertawa.


"Gitu ya? Gua gini ada alesannya--"


"Teman teman semuaaaaaaa!!! Haloooo^^" Sapa seseorang dengan suara melengking nya masuk ke ruang seni.


"Miyu? Kenapa kesini?" tanya Leon heran.


"Ini!!! Aku mau ngasih minuman buat kalian, kalian pasti cape dan haus," Jawab Yuki sambil menunjukkan beberapa kaleng minum yang kelihatan segar.


"Waahhh Yuki emang peka! Gomawo~ Nuna~~^^" Sahut Air senang, ia mengambil minuman itu dari tangan Yuki.


"Nih, nih, minum minum, ini seger banget lho..." Tawar Yuki pada semuanya.


"Kenapa asyik loe aja yang suka kesini? " Tanya Alex padanya.


"Gak papa dong... Pacar aku kan ada disini, emang gak boleh kasih semangat buat PACAR aku ya?" Tanya Yuki lagi pada Alex.


"Pacar..." Gumam Alex sambil melirik Leon yang hanya tersenyum smirk.


"Pacar gua emang paling the best, paling bisa setia dan nempelin gua kemana mana," Jawab leon bangga hati.


"Ehehehehe, bener banget tuh. Aku adalah orang yang paling sayang sama Yeon, gak pernah tergantikan, dimana ada yeon, disana ada Yukiii^^" Jawab Yuki juga, ia senang mendengar pembelaan dari Leon.


"Yayayaya... Tinggalin aja yang pacaran mah, jauh jauh...!!!" Seru Axel si orang jomblo.


"Ehehehehe... Yaudah, kalo gitu, aku pergi lagi ya? Masih banyak yang harus aku kerjain nih, huhuhu... sayang aku gak bisa ikut liat latihan kalian," Ucap Yuki sedih


"Kalo gitu, semangat ya. Gua cuma bisa kasih loe semangat," Jawab Air dengan gerakan tangan kiyowo nya.


"Uuuhhh Kiyowo!" Yuki pun melambaikan tangannya dan berlari keluar.


"Mantav! Pengertian dan gemezz, hahaha." sahut Air puas. Leon hanya tersenyum menanggapinya, memang, hubungannya sudah sedekat itu. Tapi Leon hanya baru bisa merubah sikap, belum sepenuhnya.


"Kalo gitu kita latihan sekali lagi, kalo udah lanjut ke lagu kedua," Ucap Leon sambil berdiri.


"Beruntung banget asma loe gak sering kambuh," Bisik Rezel padanya.


"Nggak, gua di rawat dengan baik. Kalo kecapean aja, kayak tadi baru bakal kumat, hayu. kita latihan," jawab Leon semangat.


"Hahaha, gua seneng liat sikap loe yang berubah gini," Gumam Rezel yang melihat Leon maju ke depan.


**Bersambung...


Bonus bonus**!