
Nama Lengkapnya adalah Haruo Ryota Takihiko. Ia adalah budak jepang asal Fukuoka yang terpaksa ikut pindah bersama ayahnya ke Indonesia karena terjadinya pemberontakan besar besaran yang mengakibatkan adik serta ibunya tewas karena tertembak. Ayahnya di khianati bawahannya sendiri yang merupakan komplotan dari musuhnya, padahal bawahannya sudah sangat setia padanya, bisa bisanya ia adalah boss yang sesungguhnya.
Dan haru adalah pewaris selanjutnya, ia adalah seorang MAFIA muda yang siap menggantikan ayahnya. Namun sayangnya, saat kecil, Haru kurang cekatan dalam hal apapun. Awalnya ia tidak peduli dengan posisi itu karena menurutnya itu tidaklah menarik, ia memilih menjadi anak biasa yang tidak ditakuti. Tetapi, anak pertama lah yang wajib menanggung semuanya, di usianya yang ke 14 tahun itu, ia terpaksa menjadi tuan muda menggantikan ayahnya.
Sayang sekali, masa kejayaannya hanya sementara, karena Haru tidak bertindak lebih jauh seperti ayahnya, ia hanya meneliti gerak gerik para musuhnya. Ketika sedang berkumpul bersama, Mereka tanpa basa basi memberontak dan menarik pelatuk nya pada ibu yang sangat disayangi oleh Haru.
Tentu saja membuat Haru marah, namun ia yang saat itu kehilangan kendali malah menembakan peluru kemana mana. Di saat sedang genting, Ayahnya sudah menyiapkan mobil untuk segera pergi dari negrinya. Taki terpaksa membawa Haru pergi dari sana meninggalkan Putra bungsu nya dan istrinya.
Haru juga menangis karena tidak bisa melindungi kedua nya, Kini yang ia miliki adalah ayahnya seorang.
"Ayah, kita bakal kemana?" tanya Haru dalam bahasa jepangnya.
"Kita akan pergi menjauh untuk sementara waktu, kita tidak bisa diam di negeri ini. Mereka pasti akan terus mengincarmu, kau tenang dan jangan menangis, ya? Ayah tidak pernah mengajarkan anak ayah untuk menangis dan lemah," Jawab B.I sambil tersenyum, baru kali ini ia melihat ayahnya yang sangar itu tersenyum.
Haru semakin sedih dan memeluk ayahnya dengan erat, namun sayangnya, Mobil mereka kehilangan kendali setelah si sopir di tembak lewat belakang.
Akhirnya mobil itu terguling dan hampir masuk ke jurang. Mereka kembali terkepung di sana, B.I segera mengeluarkan satu satunya putra yang tersisa dan ia siap menghadapi mereka.
"Hh, tidak ada habisnya kalian mengincarku," Ucap B.I tak habis pikir.
"Kalau begitu, jika kau tak ingin mati sendirian, kami senang hati membantumu mati bersama putra tak becus mu itu!!!"
B.I panik karena Haru masih tak sadarkan diri, ia segera berlari ke tempat Haru, tapi ia menemuka bahwa Haru tidak ada disana. Ia bingung, kemana perginya Haru?
"Ayah! Jangan lengah!!!! Dia di sebelahmu!"
B.I segera melirik dan memukul orang itu. Mereka akan kewalahan jika 2 lawan 30 orang. Namun sekuat tenaga, mereka berusaha melawan mereka sampai akhirnya kabur melarikan diri ke indonesia.
Tentu saja saat berada di sana ia tidak bisa apa apa, karena mereka juga tak pandai berkomunikasi menggunakan bahasa indonesia. Ia lupa dimana alamat rumahnya, ia sudah pernah ke indonesia dan membeli saham serta rumah. Tapi ia tidak tahu dimana daerahnya.
Beruntung, asisten yang mengabdi pada keluarga Ryota ada disana dan segera menyambut mereka. Pertama tama mereka di larikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan darurat.
Setelah beberapa bulan berada di sana, barulah B.I membicarakan soal pendidikan putranya di indonesia.
"Ayah... Aku tidak mahir berbahasa indonesia," Ucap Haru takut.
"aku tau itu, aku juga tidak mahir berbahasa indonesia, tapi ini hanya satu tahun sampai kau bisa mempelajarinya. Kau tidak usah banyak bicara saja, Oke?"
"Ayah, apa yang kau maksud? Bagaimana aku memperkenalkan diri bahkan mengobrol dengan teman temanku?" Tanya Haru ingin menangis.
"Jangan banyak bicara dan jadilah anak dingin," Jawab B.I tak berpikir panjang.
Haru hanya menghela nafas panjang dan bingung dengan jalan pikir ayahnya. Padahal aslinya haru adalah anak yang ramah dan selalu tersenyum.
Setelah pertama datang ke sekolah, ia sama sekali tidak punya satu pun teman. Semua menatapnya dengam tatapan kagum dan suka, apalagi para wanita.
"おはようございます、春尾良田瀧彦です。
Sesuai perintah nya, ia harus menjadi orang dingin untuk sementara sampai ia bisa berbicara bahasa indonesia. Semua teman temannya melongo menatapnya, tapi haru berusaha memalingkan wajahnya dari pandangan mereka.
"Nah... Namanya... Haru ya anak anak, Haru ini pindahan dari jepang, makannya dia belum bisa komunikasi pake bahasa indonesia, jadi... Ibu minta tolong temenan sama haru yang baik baik ya, jangan ngajak haru ke jalan sesad kayak kalian," Ucap Bu Guru dengan sedikit sindiran kepada murid muridnya.
Sayangnya... Haru masuk ke kelas anak nakal bahkan berani melawan guru. Hanya guru ini, bu melda yang killer dan ucapan beracun nya yang mampu melumpuhkan siswa laki laki di kelasnya. Ia berharap, Haru ini bisa jadi anak yang baik yang tidak terbawa bawa oleh mereka. Kini Haru duduk di paling belakang, dengan seorang anak berandal bernama Aji.
"Hoo~ Jadi ini budak jepang ini...? Kalo diliat liat... ya jelas ganteng gua, kenapa pada teriak teriak suka ama ni anak? Wajah kek b*ngsat juga," Ucapnya ketus, Aji mengira bahwa Haru tidak paham bahasa indonesia yang ia ucapkan, padahal ia tahu betul makna tersebut.
'Si bodoh ini... Dia kira aku tidak tau apa maksudnya?' Batin haru dengan logat jepangnya. Baru sekarang ia merasakan ejekan, selama ia masih di jepang, ia sama sekali tidak pernah di ejek apalagi di hina seperti ini.
Haru tetap sabar menghadapi Aji ini. Seminggu berlalu, ia merasa kalau Aji ini semakin keterlaluan padanya. Ia terus mencaci Haru dengan perkataan kotornya, apalagi ia langsung berbicara di hadapannya.
Tidak puas hanya mencaci nya, ia juga mencaci guru yang sedang mengajar dan seenaknya keluar begitu saja.
"Pak! Pelajaran bapak bener bener bosenin! Yang di pelajarin itu itu terus! Gua bosen anjir! Apalagi suara lemah loe bikin gua ngantuk!"
Brak!
Haru menggertaknya dan menengadahkan kepalanya. Ia lalu menatap Aji dengan tatapan tajamnya.
"This is the first time i saw a student being rude to the teacher. Hei... didn't your mother teach you manners? You deserve to be called trash..." Jika Haru tidak mampu berucap bahasa indonesia, ia masih mampu berbicara normal menggunakan bahasa inggris.
Deg!
Aji melongo menatap tajam Haru, ia tersadar kalau haru bukanlah orang bodoh. Ia juga tersadar kalau haru mengerti ucapannya.
"Apa loe bilang...?"
"Hoo... I speak english not japanese, Don't tell me... You're stupid in English too?" Jawab Haru tersenyum smirk.
Bugh!
Aji langsung mencengkram leher Haru dengan kuat. Ia tak terima orang lain mencemooh tentangnya. Guru itu berusaha untuk menghentikan perbuatan aji dan segera memanggil haru ke ruangannya.
"Haru! Kenapa kamu kayak gitu?!"
"I just want to defend you, i do not accept you being ridiculed like that," Jawab Haru tertunduk.
"Bapak tau kamu cuma mau belain bapak, tapi bapak gak papa kok. Bapak terima semua cemoohan Aji, bapak gak bisa lawan karena dia adalah putra pemilik sekolah ini, kalo masalah ini nyampe ke telinga beliau, kamu bisa aja di keluarin, jadi... lebih baik kamu tunduk juga ya? " Ucap Bapak lembut, haru kaget mendengar pernyataannya, Tunduk katanya? Kenapa harus tunduk?!
Mau tidak mau, ia akan mengikuti saran bapak. Ia pun kembali ke kelas nya dan menyadari sesuatu, pantas saja semua teman temannya tidak ada yang berani menjawab Aji maupun membela Pak Guru.
Bersambung...