My Cold Friend Is My Husband

My Cold Friend Is My Husband
Chapter 3. Perjodohan



Saat Leon membukakan pintu, ia melihat kedua orang tuanya sedang membicarakan sesuatu dengan orang tua lainnya. Siapa lagi mereka?


"Assalamualaikum, Bunda." Panggil Leon karena bundanya tak menyadari keberadaannya.


"waalaikumussalam... Eon~ Baru pulang nak? Sini sini," Titah bundanya sambil tersenyum.


"Mau apa bun? Leon capek, jadi mau langsung ke kamar aja," Jawab Leon dengan seribu alasannya.


"Hmm? capek? sebentar aja kok, bunda mau ngenalin anak temen bunda,"


"Maaf bun, tapi Leon bener bener cape," Tolak Leon lagi.


"Leon sesek tadi di sekolah, asma nya kambuh lagi bun. Jadi harus istirahat," Sahut Rezel sambil merangkul adiknya.


"Astaghfirullah! Beneran nak?! kamu kambuh lagi?! Mau bunda anterin ke rumah sakit?" Tanya Bunda mulai khawatir.


"nggak papa bun, Leon cuma butuh tidur aja. Jadi... maaf ya bun, Leon gak bisa hadir," Jawab Leon lagi, rezel mulai merangkul Leon dan membantunya naik ke kamarnya.


Bundanya terdiam sesaat. Sebenarnya Bundanya mau menjodohkannya dengan anak teman dekatnya, namun karena kondisi Leon yang kurang sehat, ia tak bisa memaksakannya untuk saat ini.


"Makasih Zel, lu udah bantuin gua." Ucap Leon sambil duduk di kasur king size nya.


"Santai Eon, Gue udah tau kalo bunda pasti bakal jodohin loe lagi. Udah yang ke berapa kalinya ini?"


"Udah hampir yang kelima kalinya. Gua gak mau zel, gak suka dari bunda tuh ya itu. Maksa gua buat terus dijodohin dan tunangan, sedangkan gua gak tau ceweknya baik apa enggak." Ucap Leon memuntahkan kekesalannya.


"Bener juga sih, dari lima orang itu semuanya gak ada yang pernah dateng lagi,"


"Itu karena waktu perjodohan pertama gua, gua sakit parah Zel. Gua demam tinggi, mimisan, muntah dan asma. Makannya mereka nolak jodohin gua, kan jadi keliatan. mana yang tulus ngurus gua dan mana yang mandang fisik dan harta? ya kan?" Jelas Leon bangga.


"Ya, gue aku akui semua cewek kayak gitu, jaman sekarang mana ada cewek yang liat dari imannya, dari prilakunya, hm! cewek langka tuh," Jawab Rezel kagum.


"makannya gua jadiin asma sebagai alasan, ternyata mereka kabur semua. Mungkin karena gak mau kerepotan ngurusin gua,"


"hmm... pasti loe capek gini terus, semangat." Kata Rezel menyemangati.


Malam harinya...


Bunda masuk ke kamar Leon dan duduk di sebelahnya, ia mengusap hangat wajah kecil putranya sambil tersenyum hangat.


"Bunda tau, kamu ngehindarin perjodohan kan? Maafin bunda ya? Bunda selalu maksa kamu ngikutin hal yang bunda mau. jadi... Karena kamu gak mau ngikutin perjodohan ini, terpaksa bunda **BUNUH KAMU!!!


DEG!


SRET**!


Leon membelalakkan matanya kaget, ia langsung terperanjat dari mimpi buruknya. Napasnya tampak tak beraturan, dadanya sakit sampai ia berkeringat dingin.


"Hosh... Hosh... Hosh... uukkh!"


Leon mencari cari Inhaler di sebelahnya dan segera menghirupnya tatkala ia menemukannya. Benar benar mimpi yang sangat buruk, Apakah ia salah menolak perjodohan itu? Leon pun memukul mukul dadanya saat masih merasakan sesak, ia tak bisa berhenti membayangkan bundanya membawa pisau dan siap menerkamnya.


Rezel terbangun saat mendengar suara mengi di sebelahnya, ia juga ikut bangun saat melihat Leon yang masih terengah engah.


"eh?! Loe kenapa?! Loe kambuh lagi?! Gua kasih tau bunda ya???"


"Jangan! Jangan... kasih tau... Bunda... ukh! hosh... hosh... hosh..." Tahan Leon dengan tangannya, agar kembarannya tak memberi tahu keadaannya pada ibunya.


"kenapa? kenapa gak boleh kasih tau bunda?"


"Panggil... kak serena aja... hosh... hosh... hosh..." Jawab Leon dan diberi anggukkan oleh Rezel.


Tak berselang lama, Serena datang dan segera memeluk Leon tatkala melihatnya pucat pasi sambil terus menghirup inhaler nya.


"kenapa??? Kamu mimpi buruk? Ganti ya, pake oksigen?" Tawar Serena dengan lembut, namun Leon segera menggelengkan kepalanya.


"Gak usah... Leon udah gak papa..." Jawabnya kaku.


"Hmm... Yaudah. Kakak bakal nemenin kamu tidur, jadi gak usah takut ya?"


Leon tidak bersekolah keesokan harinya karena sakit. Yuki jadi sendirian karenanya. Namun Guru wali kelasnya menyuruhnya mengantarkan tugas tugas itu ke rumah Leon.


Tapi! Rumahnya saja Yuki tidak tahu. Ia pun mencoba mengirimkannya pesan, tapi ternyata hanya ceklis satu. Sepertinya memang sakit, begitu pikirnya.


"Bunda, Leon siap nerima perjodohan kali ini. Tapi janji... Jangan bunuh Leon..." Ucap Leon sambil memeluk Bundanya dengan erat, kalau demam Leon memang suka manja.


"Siapa yang bunuh kamu? Masa bunda tega ngelakuin hal itu? nggak lah sayang... Bunda juga tau kamu gak suka kan, sama mereka?" Tanya Bunda nya lembut.


"Bukan... mereka gak suka Leon. Leon penyakitan, Leon lemah. Emang siapa yang mau nolongin leon kalo leon lagi kambuh? Leon bisa ngeliat mata males mereka, mereka juga cuma liat status Leon. Kalo udah tau sebenarnya Leon penyakitan, mereka tinggalin," Jelas Leon menangis.


"Siapa yang kayak gitu?!" Tanya Bunda kaget.


"Semuanya, gak ada yang nggak."


Bunda terdiam sesaat, ternyata begitu pemikiran mereka. Mereka hanya ingin harta kekayaan Brady, membuat Bunda marah saja.


Bunda pun kembali mengelus punggung Leon yang panas.


Setelah membaik, bunda kembali melakukan perjodohan, yang tentu saja Leon menyetujui karena takut bundanya membunuhnya, padahal hanya mimpi.


"Kali ini kita langsung ke rumahnya aja ya?"


"kok...? " Leon bertanya tanya.


"hihihi, katanya kalian itu udah di jodohin dari bayi, makannya mamah sekalian pengen liat calon kamu!" Jawab Bunda senang, namun Leon malah terkekeh geli.


Dijodohin pas bayi katanya? Bagaimana bisa?! Leon pun memasuki mobil ayahnya yang langsung mendampinginya. Ia pasrahkan semuanya pada yang maha kuasa, jodohnya, kesehatannya, bahkan sifat calon jodohnya itu.


Di perjalanan, Leon masih diam memikirkan siapa jodohnya itu? Secepat itu pula? Kenapa hanya dia yang menikah di usia muda? Sedangkan rezel Tidak? Ya karena Rezel mudah memberontak, jika ia menolak tidak boleh dipaksa. Jika masih memaksa, ia akan kabur dari rumah. Sedangkan Leon juga meminta bantuan kembaran nya itu, tapi bunda langsung menolak permintaan putranya.


Sampailah mereka di sebuah rumah...


Leon menatap rumah itu dengan sedih, benarkah masa mudanya akan hilang dan ia akan segera menjadi seorang ayah di usia mudanya?


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumussalam... Masya allah... ganteng banget anak kamu, sholeh lagi."


"makasih banyak bu, sesuai janji yang kemarin... mari kita lakukan sekarang," Ucap Bunda dan disetujui oleh pihak wanita.


Mereka pun mengobrol bagaimana pelaksanaan pernikahan mereka. Namun lagi lagi, dada Leon merasa sesak dan ingin keluar untuk menghirup inhalernya, ia pun meminta izin keluar sebentar untuk menghirup inhalernya. Saat kembali kedalam, ia terkejut siapa jodohnya kali ini!


"elo?!"


Wanita yang ditunjuk leon itu menatap Leon dengan memelas. ia sungguh tak percaya kali ini, beneran dia?! dia yang dijodohin sama gua?!


"Oh... kalian udah saling kenal???" Tanya Bunda memecah keheningan.


"iya... Leon temen sebangku ku," Jawabnya dengan nada sedih, ternyata itu adalah Yuki.


"wah... kebetulan dong. Gimana Leon?"


"Kalo menurut kamu gimana Yu?" Tanya Aisha juga.


"Aku setuju setuju aja mam. Leon ganteng, punya semuanya, walaupun aku biasa aja dan gak punya perasaan apa apa, aku usahain buat jadi yang terbaik buat leon." Jawaban Yuki membuat Leon sedikit tersentuh dan terdiam, ia melihat senyuman tulus dari wajahnya.


Akhirnya Leon pun duduk kembali dan menatap Yuki yang masih menunduk. Bunda Menanyakan pendapat Leon lagi sekali lagi.


"huufftt, Iya. Leon setuju," Jawaban Leon yang mantap membuat Bundanya senang.


"Tapi... pernikahannya gak usah rame rame. Leon gak mau pihak sekolah tau kalo Leon nikah,"


"Yuki juga. Secara pihak keluarga aja yang di undang, dan beberapa temen deket paling," Sahut Yuki dan diberi anggukkan mantap oleh Leon.


Akhirnya Yuki bisa mendapatkan hati Leon yang selama ini menolak melakukan perjodohan. Tapi Leon masih belum mengungkapkan kalau dia punya penyakit agar Yuki tidak terlalu kerepotan. Ia percaya pada Yuki karena sepertinya Yuki memang tulus padanya. dan apa ini? Mereka sudah di jodohkan dari bayi?