
Kejadian sebelumnya...
Dua senior legend itu baru saja sampai di sekolah lama mereka. Mereka berpenampilan mencolok sampai mengundang perhatian.
"Dah lama ya, kita gak kesini," Ucap salah satu di antara mereka.
"Mau liat duo nino, udah lama,"
Nama mereka masih harum sampai sekarang, salah satu di antara mereka adalah kakak sepupu Leon dan Rezel. Mereka adalah Arthur dan Jay, duo siswa yang tidak menye menye, mereka adalah diamond dan golden student. Tidak ada yang tidak mengenali mereka, sesuai fakta, mereka juga sangat tampan dan gagah.
Saat sedang menyapa para murid yang menyapa, ia mendengar suara minta tolong itu dari dalam Toilet wanita. Lucunya Jay, ia takut kalau itu bukanlah manusia, melainkan hantu. Karena banyak rumor mengatakan kalau ada hantu penunggu di kamar mandi wanita.
"E,eh... I,itu, t,tolong bantuin." Ucap Jay meminta tolong pada anak perempuan yang lewat, tapi mereka malah mengabaikan Jay begitu saja.
"Hah! Dasar anak anak jaman sekarang, emang gak ada adab ya? Mereka pikir kita siapa? Gua yang lebih tua juga ah," Ucap Jay mengoceh terus, membuat Arthur sedikit tersenyum.
"Kalo gitu, loe aja yang masuk," titah Arthur padanya, tentu saja Jay langsung menolaknya. Ia beralasan bahwa ia pria dan tidak sopan masuk ke toilet wanita begitu saja.
"Lah? Bukannya loe takut sama si Mimi ya? Udahlah, si Mimi nya udah gak ada. Namanya juga gosip, gak tau bener gak tau enggak kan?" Jawab Arthur berusaha meyakinkan.
"Tapi kan--"
"Nah, sementara loe masuk, gua jaga depan, gua pantau siapa yang berani masuk ke sini," Belum selesai Jay berbicara, Arthur sudah memotong ucapannya.
"Lah?"
"Cepetan, kasian."
"E,eh...?!!!"
Akhirnya Jay masuk ke toilet wanita, benar benar memalukan. Ini pertama kalinya ia masuk ke toilet wanita selama beberapa tahun ia di sekolah.
"M,maaf ya... Gak niat ganggu kok... C,cuma mau liat... Tadi... Ada yang minta tolong..."
Jay pun membuka toilet wanita itu satu satu, saat melihat toilet terakhir terkunci, tentu saja ia merasa heran. Dengan paksa, ia membuka toilet terakhir itu dan terkejut melihat seorang wanita yang sudah tergeletak tak berdaya di sana.
"Huaaaahhh! Ce~wek! Ada cewek Thur!" Teriak Jay keras, Arthur hanya mengernyitkan dahinya karena suara berisik Jay.
Ia menyadari bahwa itu bukanlah hantu, melainkan wanita. Dengan terus terusan meminta maaf, ia menggendong wanita itu yang adalah Yuki. Ia membawa Yuki keluar dan mengajak Arthur menuju UKS. Itulah mengapa keduanya di perhatikan sampai sebegitunya.
Awalnya Jay tampak ragu untuk menggendong Yuki, karena ia belum pernah sekali pun menyentuh wanita selain ibu dan kakaknya. Makannya ia tampak takut ada rumor jelek yang tersebar, baik dirinya maupun gadis yang dibawanya.
Selewat ia mendengar kata Leon, dan ia menyimpulkan kalau wanita yang ia bawa adalah pacar Leon. Setelah sampai, keduanya kaget karena tidak ada UKS, melainkan ruang seni.
"UKS nya dimana?" Tanya Jau panik
"UKS dimana ***?" Tanya Arthur pada orang yang lewat disana.
"Dari sini belok kanan kak," jawabnya.
"Makasih,"
Mereka pun melanjutkan langkahnya menuju UKS. Ia menghubungi Leon kalau pacarnya ada di UKS bersamanya.
"Niat mau ganteng malah jadi gini ya jay..." Ledek Arthur yang melihat pakaiannya basah.
"Gak papa lah, gua ada baju ganti. Gua udah telpon Leon biar cepet cepet kesini," Jawab Jay lagi lega.
"Leon ya?" Gumam Arthur pelan. "Kenapa?" Tanya Jay heran.
"Nggak, inget aja sama bochil itu. Dia hobi banget gigitin tangan gua, bilang kalo gua kangen di gigit ama dia," jawab Arthur yang membuatnya tertawa.
"Ahahaha, gua inget! Dia gak suka sama loe karna keseringan maen ama gua, ampe asmanya bengek gara gara nangis mulu,"
"Ah iya... Dia punya asma..." Gumam Arthur lagi.
Tak lama kemudian, Leon datang sambil terengah engah, ia sempat oleng sebentar karena pusing.
"Eh, padahal jangan lari lari," Ujar Jay saat melihat Leon berjalan lunglai ke arahnya.
"Kan... Kakak... Yang nyuruh saya lari..." Jawab Leon terbata. "Eh? Nggak kok, kak Jay bilangnya cepet cepet," Ucap Jay lagi.
"Sama aja oncom, loe ada ada aja kalo ngomong," Sahut Arthur menjitak kepalanya.
Leon tak mendengarkan candaan dari Jay dan Arthur, Ia buru buru menghampiri Yuki dan melihat bahwa wajahnya sangat pucat dengan luka lebam di pip kanan kirinya.
Deg!
Seperti biasa, ia teringat kalau Yuki sedang menjauhinya. Ia pun bergegas pergi keluar dan meninggalkan mereka begitu saja. Aneh sekali, pikir Jay. Baru kali ini ia melihat Leon yang terburu buru begitu demi seorang wanita.
Leon kembali berlari bergegas menuju kelasnya dan meminta obat dari Clara.
"Buat apa?" Tanya Clara heran. "Buat orang sakit, cepetan," Titah Leon padanya, terdengar kembali napasnya yang mulai memburu.
"Yon, tapi--"
Leon pun melihat terlebih dahulu, mana obat yang cocok untuk Yuki. Tidak lupa ia membelikan susu beruang dan dua permen untuknya.
"Bang, ini obat pusing, yang ini obat pilek. Yang dimakan duluan yang ini, obat pilek, nanti kalo udah sejam, baru makan yang obat pusing. Gak susah kan bang? Suruh dia makan bubur sendiri, gak usah di suapin. Leon udah bilang ke temennya buat nemenin dia nanti. Jadi pas mereka dateng, abang boleh pergi," Jelas Leon, penjelasannya membuat Arthur sedikit pusing. Setelah jay mengiyakan, ia cepat cepat pergi lagi karena sebentar lagi istirahat selesai dan ia harus melayani pelanggan lagi.
"Loe ngerti jay?" tanya Arthur padanya, Jay hanya hahah heheh saja, entah paham atau tidak.
"Mana coba yang dimakan duluan?" Tanya Arthur padanya.
"Yang ini kan...?"
"Apa namanya?" Tanya Arthur lagi.
"Obat pilek," Jawab Jay ragu.
"Emang bener kalo obat pilek dimakan duluan, tapi loe tetep salah. Karna yang loe tunjuk ini tuh obat pusing, kalo obat pilek yang ini," Jelas Arthur menjelaskan obat yang ditunjuk Leon tadi.
"eeehh... Loe yang salah thur, gus bener kalo ini obat pilek, ini baru pusing," Jawab Jay tak mau kalah.
"Loe kalo dikasih tau ngotot ya? Kebalik tau, ini pusing ini pilek," Jawab Arthur lagi ikut keras kepala juga. Padahal hanya dua obat, dan mereka tidak usah mengikuti apa kata Leon, karna dua duanya juga bisa dimakan berbalik, Yuki bisa memakan obat pusing dulu, baru setelah itu obat pilek.
Sampai mereka tidak sadar kalau Yuki sudah sempat terbangun dan mendengarkan perdebatan mereka.
"Eh? Udah bangun..." Monolog Jay sambil tersenyum hangat padanya.
"Kakak siapa? Hah?! Kakak apain aku?!" Tanya Yuki saat melihat pakaiannya sudah berganti.
"Nggak kok! Jangan salah paham, kita gak apa apain kamu, kita liat kamu pingsan di toilet makannya kita tolongin. Terus yang gantiin baju kamu itu, siswi yang jaga di UKS ini, jadi jangan pikirin yang aneh aneh," Jawab Jay takut Yuki salah paham.
"O,oh... M,makasih." Ucap Yuki malu.
"Oh iya, ini ada pesan dari Leon, kalo... Kamu wajib minum obat abis makan bubur ini, makan nya yang obat pilek dulu, tunggu satu jam baru makan yang obat pusing. Maaf tapi kita gak bisa lama lama disini, soalnya masih ada urusan lain, nanti katanya temen kamu datang--"
"Yukiiiiii~" Panggil seseorang yang memasuki UKS itu dengan terburu buru, ia bahkan sampai menabrak arthur karna tidak sadar.
"Yuki, loe baik baik aja kan? Apa yang sakit? Hm?" tanya Laras padanya.
"Ehehe, gak papa kok. Ini, cuma perih aja... Dikit," Jawab Yuki sambil menyentuh pipinya yang lebam.
"Siapa yang udah bikin loe kayak gini hah?! Biar gue bilangin sama Leon sekarang!" Ancam Laras marah.
"Hmmm... Ras, kamu tadi nyenggol kakak itu," Tunjuk Yuki pada Arthur yang menatap Laras dengan tajam.
"Hah?!" Laras pun menoleh pada kedua pria yang ada dibelakangnya dan terkejut setelah melihat siapa orang yang ia tabrak tadi.
"Aduh! Maap, maapin saya kak! Suer, saya gak nyadar ada orang disini, maap kak, maapp... Saya pantes di hukum atas perbuatan saya," Ucap Laras yang tiba tiba berbicara formal.
"Bukan zaman kerajaan ***, yang penting hati hati aja kalo jalan," Jawab Arthur yang berbaik hati.
"Makasih kak, makasih banyak! Mmm... Kalau bisa... Mau minta fotbar... Ehehehe..." Pinta Laras basa basi, Yuki kaget melihat laras yang tiba tiba minta fotbar bersama dua pemuda itu. Yuki lantas bertanya siapa mereka berdua pada Laras.
"Loe gak tau?! Astaghfirullah... Loe kudet banget, baru keluar dari gua hira lu? Mereka adalah Jaden, alias kak Jay dan kak Arthur, murid legend sekolah ini. Gak ada yang gak tau mereka Yuki... Terus, kak Jay ini, kakak sepupunya Leon," Jelas Laras padanya, Yuki membelalakkan matanya kaget.
"Lah?! Aduh, kak. Maapin aku juga kak, aku gak sengaja salah paham sama kakak, maapin..." Ucap Yuki meminta maaf.
"Gak papa... Di maklumin kok, kalo gitu... Kami mau pergi dulu ya?"
Akhirnya keduanya pergi meninggalkan Yuki dan Laras setelah Laras meminta untuk fotbar bersama keduanya. Laras senang, tapi Yuki malah murung.
"Kenapa lagi? Hm?" Tanya Laras padanya.
"Kenapa gak Leon aja yang jenguk?" Tanya Yuki balik, Laras pun hanya bisa tertunduk.
"Leon nitipin gue ke elu karna dia disuruh layanin pelanggan sama Kak Ji," Jawab Laras padanya.
"Kak Ji?"
"jiho maksudnya, ehe..." jawab Laras lagi.
Yuki pun memakan bubur pemberian Leon dan meminum obatnya sesuai perintah dari Leon. Walaupun begitu, ia masih tetap ingin berada di samping Leon. Ia ingin meminta maaf padanya, tapi Leon malah terus menghindarinya, padahal keduanya sama sama salah paham.
Bersambung...
Koleksi foto Jaden