My Cold Friend Is My Husband

My Cold Friend Is My Husband
Chapter 1.Sekolah



Haaah...


Hari ini seperti biasanya gadis itu pulang dengan lunglai karena tugasnya sebagai bendahara jadi menumpuk akibat terlambat melapor pemasukan bulan ini. Ia sungguh kesal pada laki laki yang dingin, sedingin dinginnya! Laki laki itu adalah Leon, yang dijuluki Prince Ice...


Entah kenapa setiap kali teringat Leon, kepalanya menjadi sangat pusing dan ingin menghantamkannya ke dinding.


Apa sulitnya jika ia membayar uang kas? Toh dia anak kaya raya, yang sekalinya jajan pake kartu item. Masa untuk bayar uang kas aja gak bisa?


"Assalamualaikum... Mamah... Yuki pulang..." Ucap perempuan itu yang diketahui bernama Yuki.


"waalaikumussalam... Anak mamah pulangnya sore lagi???" Tanya aisha pada anaknya.


"iya mam, Yuki dapet amukan dari kakak osis karena telat ngelapor... huhu... sedih banget," Jawab Yuki sambil menyeka air matanya.


"hmm... Kakak osis yang mana yang berani ganggu adek abang? Bilang sama abang sekarang," Sahut Cyan yang merupakan anak sulung aisha.


"Kak Gilang. Yuki dapet amukan kak gilang karena orang 'itu' gak pernah bayar uang kas! haah! gimana mau ngelapor kalo dia terus terusan mogok bayar,"


"siapa emangnya?" Tanya Cyan lagi.


"Leon. Leo-ndra Arsenio Brady," Jelas Yuki sambil menggerakkan tubuhnya mengenalkan anak itu.


"Leondra... kayaknya gua rada kenal sama tu anak," Gumam Cyan bingung.


"kenapa bang?" Tanya Yuki membuyarkan lamunan nya.


"eh?! nggak apa apa, ngagetin aja kamu,"


Gadis yang bernama lengkap Miyuki Oceana Puri, adalah seorang anak kedua dari pasangan Aisha dan Reza Puri. Ia adalah gadis yang sangat sederhana walaupun ayahnya memegang jabatan sebagai direktur, jadi... Ya menurutnya apa yang harus di pamerkan kan? Bahkan ia saja masih selalu magang di caffe caffe dan juga indomerit. Makannya jarang yang tahu kalau Yuki adalah anak direktur.


Ia mempunyai satu kakak laki laki yang bernama Cyan Oceana Puri. Entahlah, walaupun namanya lucu, tapi ia agak sensitif kalau sudah mengenai adiknya. Cyan sangat menyayangi Yuki walaupun sebenarnya masih punya satu adik laki laki lagi karena menganggap hanya yuki satu satunya perempuan yang ada di anggota keluarganya setelah mamanya.


Dimalam hari...


Beralih ke keluarga Brady...


Seorang anak laki laki imut dan berkulit putih pucat itu tengah asyik menonton tv kesukaannya. Jika para perempuan melihatnya, mereka akan sangat tergoda goda karena ketampanan yang tak terbandingkan itu. (Benarkah?)


Clak...


"Hm?"


Anak laki laki itu pun mengelap hidungnya dan tampak cairan merah segar sedang mengucur dari hidungnya. Kakak perempuannya yang hendak menghampirinya dan menonton bersamanya kaget melihat adiknya yang terus mimisan. Dengan cekatan ia mengambil tissue dan air minum.


"eon! Kamu mimisan Lagi! Sini, miringin kepala kamu," Titah serena, kakak perempuan Leon.


"Pegel kak," Kata Leon datar.


"ya mau gimana lagi coba??? liat udah jam berapa?"


"sembilan," Jawabnya simpel.


"nah itu tau... Kenapa gak bobo?" Tanya serena lagi agak bentak.


"belum ngantuk,"


"ada apa sih ribut ribut???"


"Rez! Bawain selimut sama jaket Eon!" Teriak Serena lagi.


"hah?! kenapa kenapa? oh! mimisan?! Bentar!"


Dengan segera, laki laki itu naik ke atas lagi untuk mengambil selimut dan jaketnya. Setelah agak mereda, barulah Serena menceramahi adiknya tentang Kesehatan. Ini adalah ceramah yang ke 32 kalinya di minggu ini. Namun dengan santainya laki laki ini menjawab "hm" saja.


"heh! dengerin tuh kalo kakak ngomong,"


"iya," Jawabnya simpel lagi.


Kenapa keluarganya sangat mengkhawatirkan keadaan Leon? karena Leon divonis memiliki penyakit yang cukup serius selain asma, yaitu lemah jantung. Makannya keluarganya sangat protektif terhadapnya, termasuk kembarannya ini. Dia lah yang dijuluki prince ice itu, yang dinginnya tak bisa dicairkan oleh siapapun termasuk keluarganya. ya mungkin untuk keluarga, ia bisa bersikap manja dan manis, tapi tidak untuk orang lain.


"Cepetan ke kamar gih, bobo sana." Usir Serena sambil mencoba merebut remote dari tangan Leon.


"kalo kamu berani rebut ini, Leon gadang," Ancam Leon sambil menarik kembali remotenya.


"ya, ya gak bisa gitu lah dek... kenapa mesti gadang? padahal acara tv nya gini gini aja. Lagian kamu mimisan gara gara kedinginan kan? Nunggu apa lagi?" Tanya Serena pasrah.


"Nunggu bunda pulang," Jawabnya sambil mengambil keripik dari tangan kembarannya.


"haah... Bunda lembur sekarang. Harus bantuin ayah di kantor, gimana?" Sahut Rezel yang ikut pasrah pada leon yang keras kepala.


Leon terdiam sesaat, sebenarnya ia ingin pergi karena tidak terbiasa bergadang. Tapi ia sangat menantikan bundanya.


Karena tidak ada yang akan didengarkan Leon, akhirnya Rezel menghubungi bundanya guna memerintahkan Leon agar segera tidur.


"Eon sayang..." Panggil Navya dari ponsel.


"Kenapa belum bobo? hm? Kamu nungguin bunda?" Tanyanya lagi, dan Leon hanya mengangguk saja.


"maafin bunda ya, Buat sekarang bunda gak akan pulang dulu. Ayah ada banyak kerjaan sampe bunda juga harus turun tangan. kamu harus nurut sama kakak kamu ya, sekarang bobo atau bunda ngambek,"


"iya..." Akhirnya dengan lunglai Leon berjalan menuju tangga dan hendak pergi ke kamarnya. Rezel tersenyum dan berterimakasih pada bundanya.


Rezel pun pamit tidur duluan karena besok harus sekolah. Ia tidur sekamar dengan Leon karena ia yang minta. dasar! seperti bayi saja, pikir rezel saat melihat adiknya meringkuk dalam selimutnya.


Keesokkan harinya...


seperti biasa di hari jumat adalah hari penagihan duit kas kelas. dan seperti biasanya lagi, Leon tak membayar uang kas kelas. Membuat Yuki kesal dan harus meminta bantuan Clara, bagian keamanan yang paling killer.


BRAK!


Clara mendobrak base camp Leon dengan wajah galak nya, membuat teman teman Leon kaget. Sementara Yuki ada dibelakangnya, kini leon sudah tahu bahwa itu adalah tagihan duit kas kelasnya.


"Gak ada," Kata Leon langsung menolak begitu saja.


"eh?! B,belum juga ngomong..." Jawab Yuki kaku.


"heh! harusnya loe nyadar diri dong! loe udah gak bayar duit kas kelas selama lima bulan! udah numpuk banget ini weei! Jangan mentang mentang lu ganteng ya, jadi keenakan gak bayar duit kas! yang ganteng juga harus bayar duit kas biar tambah ganteng!"


"Kalo ngomong bisa gak turunin nada nya? Gak enak di denger nih," Sahut Rezel bangkit dari duduknya.


"Rezel?"


"g,gue...


'Aduh tuh kan kena mental... Bener sih. minta bantuan Clara bakal berujung masalah kayak gini,' Batin Yuki takut.


"Berapa?" Tanya Leon dari belakang.


"eh? maaf... sekitar 350.000 ribu." Jawab Yuki kaku lagi.


"mahal banget, kok gitu?"


"d,ditambah denda gak piket..." Jawab Yuki lagi.


"nih," Kata Leon menyodorkan sesuatu.


"lah? gak ada uang cash gitu?" Tanya Yuki kaget.


"nggak ada, gua udah bilang di awal gak ada kan? tanggung jawab aja, Gimana caranya ini diubah jadi duit cash." Tantang Leon sambil tersenyum smirk.


Bersambung...


gimana caranya Yuki nuker black card itu jadi duuit Cash? bisa gak ya???