
Keesokan harinya...
Leon disuruh mengantar jemput Yuki untuk permulaan agar terbiasa. Ia juga diizinkan menaiki motor oleh bundanya, karena ia tidak mau keterusan merepotkan pak agus yang memang kerjaannya bukan hanya mengurusnya saja.
Leon sudah berada didepan rumah Yuki, Yuki pun menyambutnya dengan hangat dan memakai helm pemberian Leon.
"Emang gak papa ya kalo kita naik motor kayak gini??? pak satpam gak akan ngambek?" Tanya Yuki di perjalanan.
"apaaa? Gak kedengeran! " Jawab Leon dengan suara kencang.
"nggak jadi! kamu gak akan denger kalaupun aku terus ngomong sampe ngebudah! "
Leon pun diam tak menanggapi karena memang tak terdengar. akhirnya mereka pun sampai di sekolah...
Yuki belum berani masuk ke kelas, sedangkan Leon menunggunya di belakang. ia heran kenapa anak itu tiba tiba mogok?
"wei, ngapain? cepet masuk, " Ketua Leon dingin.
"b, bentar! aku malu yon, " Jawab Yuki memerah.
"ck, pake malu segala. loe pake baju kan? " Tanya Leon sambil menarik tangan Yuki untuk masuk.
"e, eeehh...! Yon bentar! orang yang suka sama kamu tuh banyak, gimana kalo mereka ngejek kamu gara gara jalan sama aku? "
"Yang kayak gitu masih loe pikirin? cepet ah, "
Yuki pun pasrah saja dibawa masuk oleh Leon. Seluruh teman temannya di kelas bengong melihat mereka bergandengan tangan. ada apa ini? mereka langsung mendekati meja Yuki dan Leon, sedangkan Leon masa bodo dan langsung memasang earphone nya sambil melihat ke kaca jendela.
"ada apa nih? kok... pegangan tangan gitu, "
"e, eh?! gak papa kok... " Jawab Yuki terbata, bingung bagaimana cara menjawab pertanyaan teman temannya.
"Hmm... jangan jangan... kalian pacaran ya???"
"eh?! haha... ya kali Leon mau sama aku... " Jawab Yuki sambil melirik Leon yang acuh.
"Kalo gak pacaran, terus apaan? tunangan? "
Deg!
Leon yang sedari tadi menyimak langsung membelalakkan matanya. Perkataan macam apa itu?
"Bu...
" Ya emang kalo pacaran kenapa? Loe mau ngusik hidup dia? Toh dia yang jalanin, kenapa loe yang ribut? " Akhirnya Leon menyahut lebih awak dari Yuki, membuat temannya itu malu dan segera pergi.
begitulah Leon, sekali berucap bisa membuat orang lain diam dan tak berkutik lagi. Sedangkan Yuki merasa bersalah pada temannya itu.
"Leon," Panggil Yuki, Leon hanya melirik saja.
"Jangan lupa minta maaf. dia masih temen kamu, " Lanjut Yuki berbisik.
"ck, apaan sih? gak kedengeran, " Jawab Leon mendelik kesal.
'Gimana mau kedengeran kalo kamu pake headset? ampun... taluk aku sama orang ini...' Batin Yuki diam.
Akhirnya jam istirahat pun selesai...
Yuki buru buru menghampiri Laras sebelum akhirnya pergi.
"Laras!" Panggil Yuki.
"Iya yu? kenapa? " Tanya Laras sambil tersenyum.
"maafin sikap Leon yang tadi ya? Mood nya lagi gak baik, makannya sikapnya kayak gitu," Jawab Yuki merasa bersalah.
"hahaha, gak papa Yu. Siapa yang gak tau Leon sih? anak dingin yang sekali berucap bikin orang diem, gak papa Yu. Udah gue maapin kok, daripada gitu... mending ke kantin, yuk! " Ajak Laras sambil menarik tangan Yuki meninggalkan Leon di kelas.
Leon pun memandangi Yuki yang mulai pergi meninggalkannya. Rezel dan axel datang menghampiri Leon dan mengajaknya ke kantin juga. Leon pun setuju dan mengangguk.
"eh? Emang loe beneran mau nikah Yon? " Tanya Axel, pelaaann sekali.
"hm, " Jawabnya sambil mengunyah bakso.
"walah... kalo gitu kita bakal jarang nongki dong, sedih deh gua... tapi selamat ya. "
"Gak usah takut jarang nongki, kita bisa pergi ke rumah dia nanti. " Sahut Alex juga.
"ya, boleh. " Jawab Leon lagi.
Sedangkan Yuki masih malu untuk memberitahukan hal itu pada Laras dan Clara yang merupakan sahabatnya. Ia sudah bersahabat bersama Clara sedari kecil, jadi tidak mungkin jika dia tak mengundangnya. tapi bagaimana cara nya? ia terlalu malu.
"b, belum... "
"cepet kasih tau. sebelum pulang kabarnya harus udah ada, ya? " Ucap Rezel sambil tersenyum dan diberi anggukkan oleh Yuki.
Pada akhirnya...
saat mereka sedang berolahraga dan menunggu giliran untuk bermain, Yuki memberanikan diri untuk membicarakannya dengan keduanya.
"Clara, Laras, " Panggil Yuki pelan, keduanya langsung menengokkan kepala.
"ya?"
"Mmm... aku mau nikah, " Lanjut Yuki malu sekali.
"hah?! pht! canda mulu loe mah, jangan gitu ah Yu, masih lama hidup loe tuh. " Jawab Clara yang menganggap itu hanyalah candaan.
"nggak, aku gak bercanda... aku... beneran bakalan nikah, "
"what! sama siapa?! " Tanya Laras serius.
"sama... itu... temen... sebangku... " Jawab Yuki terbata bata.
"Leon? jadi bener? "
"anjir! kenapa nikah sekarang? " Tanya Clara ikut serius.
"nggak tau... katanya kita udah dijodohin dari bayi. makannya sekarang nikah... tapi... kalian jangan kasih tau siapa siapa. pernikahannya hanya sebatas pihak keluarga dan temen deket. makannya... aku cuma ngundang kalian... " Jawab Yuki dan dibalas anggukkan mengerti oleh keduanya.
"huhuhu... selamat ya... terhura gue denger sahabat gue nikah... huhuhu... " Ucap Clara sambil memeluk Yuki.
"iya... kita gak bakal sama sama lagi dong... " Jawab Laras juga memeluk Yuki.
Leon memandangi Mereka yang sedang berpelukan dari jauh. Ia hanya menghela napas dan tahu bahwa Yuki sudah memberitahu mereka.
Saat pulang sekolah, Leon pun kembali menunggunya di parkiran, menunggu Yuki yang sedang piket.
"eh? Padahal gak usah nungguin... " Ucap Yuki malu.
"Disuruh Bunda, cepet naek, " Jawab Leon dingin.
Yuki pun menaiki motor dan kembali pulang bersama Leon. Yuki terus memikirkan perkataan Clara dan Laras tentang 'Kencan'.
"Tapi loe pernah kencan sama Leon? " Tanya Clara saat di lapangan tadi.
"Belum... orang baru kenal dua hari, " Jawab Yuki bingung.
"kencan dong, biar pendekatan juga, "
"gimana caranya? " Tanya Yuki penasaran.
"Nanti malem, loe chat dia. suruh kencan bareng, "
"terus? "
"bajunya jangan kuno banget, nanti dateng aja ke rumah gue. gua sama Laras bakal dandanin loe biar cantek. "
Memikirkannya saja sudah ngeri. Apa topik yang akan dibicarakan mereka nanti? Tanpa sadar, ia memeluk Leon agak kencang karena geli.
"kenapa? " Tanya Leon.
"eh? gak papa gak papa, " Jawab Yuki cengengesan.
Ternyata Leon pun ber pemikiran sama. bagaimana caranya ia kencan, sedangkan dia belum pernah berpacaran sama sekali. Ia pun mengenyahkan pikiran itu.
Setelah sampai di rumah Yuki, barulah Leon berani berbicara walaupun malu malu.
"Malem... loe ada waktu gak? " Tanya Leon memalingkan pandangan matanya.
"Ada, banyak malah. " Jawab Yuki polos.
"N, nanti siap siap. G, gua bakal jemput loe. k, kita... k, k, k, k, kencan! " Ucap Leon semakin terbata karena malu sekali, ingin rasanya ia nyebur ke sumur.
"e, eh?! "
"b, bukan kata gua! d, disuruh Axel. " Jawab Leon lagi.
"sama! aku juga disuruh kencan sama Laras dan Clara! hayu! kita kencan! " Jawaban Polos Yuki membuat Leon heran. dia gak tau kalau Kencan itu apa ya? Pikir Leon.
Bersambung...