My Cold Friend Is My Husband

My Cold Friend Is My Husband
Chapter 15. Rumor



Pelan pelan Yuki melepas genggaman tangan Leon darinya. Ia berjalan menuju lemarinya untuk mengganti pakaiannya. Setelah itu, ia mulai membereskan semuaanya. Mulai dari deterjen yang berhamburan, mencuci pakaian leon yang tadi sempat terkena muntah, dan yang lainnya. Benar benar pekerjaannya sudah seperti ibu rumah tangga, ia bekerja sendirian tanpa pembantu dan teman temannya pun tak kunjung datang.


"Aduh yeon, yeon... kamu tuh maksain banget sih..." Gumam Yuki sambil menyeka keringatnya.


Setelah selesai, ia langsung merebahkan dirinya di atas sofa yang empuk kiriman ayah mertuanya. Ia memainkan ponselnya sebentar dan mengecek kabar kabar terbaru. Ia membelalakkan matanya kaget saat ada rumor jelek menyebar di grup sekolahnya.


**What's up Grup


"Wei katanya yuki godain kak gibran,"


"Yang bener? Kak gibran ketua osis galak?"


"Njir, berani betul tuh anak,"


"Yuki yang mana sih???"


"Yuki yang polos lho... gak polos sih, sok Polos aja itu mah,"


"Masa kak Gibran kepincut sama yang mem begituan sih?!"


"Dih, jijik gue dengernya,"


"Eh jangan spam disini, Yuki kan bisa baca,"


"Biarin aja, biar nyadar dia tuh, kalo dia gak pantes godain kak Gibran,"


"Bukan kak Gibran aja lho, Leon! Leon kelas kita yang cool juga dia deketin!"


"Anjir tuh anak sasimo!"


"Jijik ih, sok cantik, malah sasimo."


"Lah? Emang lu kira dia cantik?"


"Cantikan gue lah tentunya..."


"Ya ampun... Prince ice juga di godain?"


"Haduuuh... bener bener kudu di kasih pelajaran,"


what's up selesai**...


Yuki menutup ponselnya dan sedih. Darimana rumor itu berasal? Kenapa bisa bisanya ada yang menggosip jelek tentang dirinya? Tidak terasa ia menangis, air mata terus membasahi pipinya. Namun masih ada hal yang harus ia kerjakan, ia segera mengelap air matanya dan beranjak menuju kamarnya.


Saat ia membereskan kamarnya, Leon terus menggeliat, sepertinya ia terganggu karena sinar matahari yang menembus kedua kelopak matanya.


"Keganggu ya? Aku tutup ya...?"


Yuki pun menutup tirai yang tadinya terbuka. Ia pun akhirnya duduk di sebelah Leon yang masih terlelap dan tidak terbangun itu.


"Yeon, banyak gosip jelek tentang aku. Katanya aku sasimo, masa aku sasimo sih? Aku juga gak pernah godain kak gibran, aku takut clara sama Laras jauhin aku gara gara hal ini, Yeon... Aku harus gimana??? Apa aku pindah sekolah aja ya?" Yuki yang tiba tiba mengeluarkan keluhannya pada Leon yang masih tidur.


"Haus..." Kata Leon yang terbatuk.


"Haus?! Bentar, aku bawain dulu aer nya."


Jantungnya berdetak kencang, Leon tidak boleh sampai dengar keluhannya tadi. Ia tidak boleh menyulitkan Leon lagi. Cukup ia saja yang menderita, jangan sampai leon ikut menderita.


"Nih, nih, minum. Aku bantu duduk ya...?"


Leon pun meneguk air hangat dari Yuki yang perlahan membasahi tenggorokannya. Yuki masih takut Leon mendengarnya, mereka masih saling diam tak berbicara. Leon lalu menatap Yuki dan beralih menatap susu beruang.


"Loe kasih gua susu beruang?" Tanya Leon kaget.


"Iya, kenapa emangnya?" Tanya Yuki balik.


"Ck, gua gak suka susu beruang, " Jawab Leon kesal.


"Terus sukanya susu apa? Susu kucing?" Tanya Yuki lagi.


"Gua suka susu sapi, gak suka susu beruang,"


Yuki terdiam sesaat, pikirannya cukup ngebug. Ia lalu tertawa saat pikirannya berjalan lagi, ia tertawa mendengar jawaban Leon. Leon mengernyitkan alisnya bingung, apa yang salah?


"Aduh... aku harus wajarin karna kamu sakit ya dedek Yeon..."


"Nih, aku kasih tau ya, susu beruang yang kamu maksud itu dalemnya susu sapi. Beruang mah cuma logo doang Leon cintaku..." Jawab Yuki ingin tertawa lagi, tapi ia melihat Leon yang sepertinya kesal padanya.


"Iya iya, aku gak akan ketawa lagi. Sekarang mau makan ya??? Tuh, demam nya udah berkurang, bisa kali... makan? Perut kamu pasti laper karena gak diisi seharian, sekarang udah mau maghrib."


"Hmmm... Ya," Jawab Leon pasrah.


Yuki pun tersenyum lega karena sepertinya Leon sudah mood makan. Dan yang terpenting, Leon tidak mendengar apapun yang dikatakan Yuki tadi. Ia segera turun ke bawah dan menghangatkan bubur yang sudah ia buat tadi.


Rezel kembali datang ke rumah Leon, memastikan apakah Leon sudah bangun dan keadaannya membaik. Yuki mempersilahkan Rezel untuk pergi ke kamarnya dan ia sibuk membuat bubur.


"Gimana keadaan loe sekarang?" Tanya Rezel yang duduk di dekat Leon.


"Baik, udah mendingan sekarang." jawab Leon mengangguk.


"Asma loe kambuh lagi?" Tanya Rezel lagi.


"Nggak lagi, tadi doang pas pagi. Gua bener bener mendingan," Jawab Leon meyakinkan Rezel.


"Air udah balik lho, dia baru nyampe dari jerman," Ucap Rezel yang memberi kabar baik untuk Leon.


"Oh iya? Kapan datengnya?" Tanya Leon senang juga.


"Kata dia tadi malam, dia baru mau masuk sekolah lagi besok." Jawab Rezel sambil tersenyum.


"Maen PS kuy," Ajak Rezel pada Leon.


"Jangan!" Tolak Yuki dari belakang.


"Kenapa?" Tanya Rezel aneh.


"Yeon baru mau masa pemulihan, masa langsung di ajak main PS? Kalo nanti sakit lagi gimana?" Tanya Yuki marah.


"Lah? Loe marah?" Tanya Rezel balik.


"Iya! Aku marah nih, Leon gak boleh sakit lagi. Aku bakal larang dia ngelakuin aktifitas dulu sebelum bener bener sembuh total," Jawab Yuki lagi.


'Gemes banget...' Batin Rezel memerah malu.


"Iya deh iya... Maapin gua."


"Hehe, gak papa kok. Yon, sekarang makan dulu ya?" Ucap Yuki menghampiri Leon.


Leon hanya mengangguk dan menerima suapan dari Yuki. sesekali ia menahan mual nya karena tidak mau membuat Yuki menangis.


'Gua udah gak kuat... Gua gak bisa nampung bubur lagi...' Batin Leon yang menutup mulutnya.


"Kenapa? Buburnya gak enak? Mau ganti aja?" Tanya Yuki khawatir.


"Bukan... Bukan apa apa... buburnya enak... tapi... gua mual lagi... uughhh..."


"Yaudah ya, udah udah. Sekarang minum dulu abis itu minum obat," Jawab Yuki yang mengusap punggung Leon pelan pelan.


Untung nya ia berhasil tak memuntahkan makanannya lagi dan meminum obatnya.


"Istirahat ya...? Langsung bobo,"


"Gak akan bisa, gua udah tidur berjam jam, mata gua udah kayak busuk." Tolak Leon dengan suara seraknya.


"Jadi mau gadang gitu? Mau gadang? Iya?" Tanya Yuki dengan senyuman yang membuat Leon sedikit ngeri.


"Gua gak akan gadang... Nunggu sampe ngantuk baru gua tidur." Jawab Leon yang mengalihkan matanya kemana saja.


"Bagus... Abis mandi, aku langsung ke kasur kok,"


"Mandi mulu, berapa kali loe mandi?" Tanya Leon sambil meraih ponselnya.


"Kalo aku mood bisa sampe 5 kali kok, biar wangi dan biar kamu suka^^" Jawab Yuki sambil masuk ke kamar mandi.


Deg!


"Sumpah... Senyumnya bikin gua merinding," gumam Leon sambil mengusap dadanya.