My Cold Friend Is My Husband

My Cold Friend Is My Husband
Chapter 16. Pacaran



Keesokan harinya...


Leon sudah bersiap siap hendak bersekolah hari ini, ia bahkan sudah mengambil kunci motornya untuk pergi. Yuki sedang sibuk di dapur menyiapkan sarapan pagi untuk Leon. Inilah yang ia tunggu, hari dimana ia makan bersama Leon.


Leon memandangi susu yang ada di depannya, Yuki yang hendak membawa nasi ke meja makan tersenyum melihat Leon yang sudah pasti mengira bahwa itu susu beruang.


"Tenang aja yon... Itu bukan susu beruang, itu susu sapi yang aku beli tadi. Diminum, masih anget kok," Ucap Yuki yang membuat Leon terkejut.


"Makasih,"


"Okeee~" Jawab Yuki senang.


Mereka pun duduk berhadapan, Yuki mengambilkan piring dan sendok untuk Leon. Leon rasa ada yang aneh padanya, ada apa?


"Dimakan ya, di abisin." Ucap Yuki lagi, leon hanya mengangguk.


"Enak gak?" Tanya Yuki menanyakan hasil masakannya.


"Enak," Jawab Leon singkat.


"Gak ada yang salah kan sama menu hari ini?" Tanya Yuki lagi.


"Nggak ada, semua kesukaan gua. Cukup?"


"Hehehehehe, pujian kamu udah bikin aku seneng," Jawab Yuki lagi.


Setelah menghabiskan sarapan paginya, Yuki dan Leon siap pergi ke sekolah naik motor.


"Sini tas kamu, aku pegang." Ujar Yuki padanya, Dengan datarnya Leon memberikan tasnya pada Yuki. Jangan lupa pakai masker agar tidak terlalu terlihat pucat!


Setelah sampai di sekolah...


Terdengar sekali di telinga Yuki bahwa ia menggoda siswa laki laki tampan di sekolah. Kabar itu bukan hanya dari kelasnya saja, bahkan satu sekolah sudah tahu bahwa ia begitu. Yuki benar benar tak percaya diri untuk masuk kelas, hal itu membuat Leon merasa tak nyaman. Mengapa Istrinya harus disebut sebagai 'Penggoda?'


"Ck, banyak mulut busuk disini," Ketus Leon sambil menatap sinis kepada siswa siswi yang memperhatikan kanan kirinya. Yuki tidak mendengar Leon mendengus kesal, ia hanya tertunduk malu saja.


"Yang kayak gini harus gua kasih pelajaran,"


Dengan wajah datarnya itu, Leon menarik tangan Yuki dan menggenggamnya, tidak peduli berapa banyak orang yang membicarakan keduanya.


'Yeon... Kamu kenapa kayak gini?' Batin Yuki terkejut. Belum puas dengan celotehan sekitar, Leon menarik Yuki dan berada di rangkulannya.


"Yeon kamu kenapa?" Tanya Yuki sambil berbisik.


"Gua gak suka berisik, diem." Jawab Leon dingin.


Sampai akhirnya mereka sampai di kelas...


Keadaan kelas mereka yang awalnya berisik, seketika hening ketika Leon dan Yuki masuk. Namun Leon tak peduli dan tetap memegang tangan Yuki sampai tempat duduk.


"Tuh kan bener... Leon juga di ganggu,"


"Hh, bisanya nempel ke cowok ganteng,"


"Dih, dasar cewek penggoda!"


"Gatelan iuuuuhh..."


"Bisa bisanya Leon ke goda ih,"


"Awas! Rezel jagain!"


"Axel sama Alex juga! Semoga mereka gak ke goda ya... huhuhuhu..."


Brak!


Leon menggebrak mejanya dan bangkit dari duduknya. Ia menatap anak anak yang menghujat Yuki dengan tajam.



"Berisik banget anjir, gak usah ganggu ketenangan orang lah,"


"Haaah... biasalah, namanya juga a*jing, pasti nge-gong gong terus." Sahut Alex yang baru saja masuk ke kelas.



"Alex... Gak boleh toksik ih, gak baik," Sahut Axel juga dengan lagaknya yang imut.


"Axel... Axel emang paling the best sih..."


"Hohoho... Gua debest cuma depan Leon aja, gua gak terima Leon dan Yuki di cemooh sama orang bego kayak kalian...^^" Jawab Axel juga.


💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮


"Gak suka deh sama yang ngehujat hujat kayak gitu! Emang kalian tuh netijen?! Hah?! Bisa nya cuma ngejek, gak tau diri! huuh!"



Rezel hanya tertawa mendengar komenan tentang Leon dan Yuki di kelasnya. Akhirnya mereka semua bubar karena omongan pedas dari Axel dan Alex yang adalah si kembar beda rahim:v


"Yon... Jangan gitu eh, nanti kamu bisa di benci tau." Bisik Yuki pada Leon.


"Ehehe... makasih udah mau bela aku Yon, aku makasiiiiihhh... banget." Ucap Miyu dengan mata yang berbinar binar.


Leon hanya diam saja, seperti biasanya. Guru pun masuk kelas dan memberi tahukan pada semua siswanya bahwa ada murid baru yang akan datang ke kelas mereka.


"Annyeonghaseyooo!!! Naneun Keinzo Aaram Bellamy-Imnida! Annyeong yeorobum!!!"



"Uwah! Kiyowo!!! Aaahhhh!!! Kiyowo bangeddd!!! >o< omaygat omaygattttt!!!" Ucap Yuki gemes sendiri melihat Air ini.


"Lah si air, malah sok imut kayak gitu. Pasti axel tersaingi, " Gumam Rezel yang ikut tersenyum melihat tingkah air ini, apalagi memang aslinya sangat manis dan lucu.


Leon juga tersenyum dibalik maskernya, ia senang teman lama nya kembali lagi, mereka bertemu saat SD, Air selalu mengikuti Leon kemana pun, hanya saja... Saat kejadian hari itu, dimana air tertimpa besi sangkar burung di pasar malam, membuatnya patah tulang dan harus berobat ke luar negeri.


"Yeon! Yeon, aku panggil daritadi kamu gak nyaut nyaut, kamu bengong terus." Keluh Yuki yang membuyarkan lamunan Leon.


"Coba kamu bertingkah imut kayak gitu, kan lucu banget... Lucu lucu lucuuuu banget," Pinta Yuki padanya.


"Lucu?"


"Iya,"


"Lucu banget? Iya?" Tanya Leon lagi.


"Iyaaaaa, coba kamu aegyo depan aku, plisss...."


"Hah! Sayangnya itu gak akan pernah terjadi," Tolak Leon mentah mentah. Kemana harga dirinya jika ia melakukan hal itu.


Yuki cemberut karena permintaannya di tolak Leon. Air masih sibuk berkenalan dengan teman teman barunya. Ia belum sadar bahwa ada Leon disana. Saat matanya menangkap mata Air, ia berbinar binar sekali.


"Arshen! Ampun!!! Arshen, loe tinggi bangedd... loe makan apa sampe tinggi gini hah? Udah kayak galah di rumah gue..." Sapa Air yang mendekati meja Leon.


"Gua makan segalanya, jadi jangan di turutin," Jawab leon dingin, dari jawabannya saja Yuki tahu bahwa Leon bahagia.


"Temen deket ya?" Tanya Yuki padanya.


"Bukan lagi dong... Kita udah temenan dari waktu dalem kandungan, makannya kita deket kayak gini... ya gak ya?" Leon tertawa dengan lelucon Air, ia tak akan tertawa jika bukan candaan dari Air.


"Ngomong ngomong, kamu siapa ya? Kok bisa duduk sebelah Arshen sih? Aku aja dari dulu gak pernah duduk sebangku sama Arshen," Tanya Air lagi, ia selembut kapas karena tidak bisa kasar kepada wanita.


"O,oh... A,aku..." Yuki bingung harus menjawab apa, ia melirik Leon dulu, takut salah mengatakan sesuatu.


"hm? Kenapa?"


"Aku...


"Pacar Gua," Sahut Leon dingin.


Semua murid tertuju padanya, Seorang Leon yang dingin yang bahkan gak pernah menerima cewek cantik sekali pun bisa berpacaran dengan cewek polos yang sedang di gosipkan jelek? Kini mereka tahu, bahwa mereka salah menargetkan Yuki.


"What the-- Yang bener lu???" Tanya Air tak percaya, ia juga yakin teman sekutub utara ini tidak mau berpacaran.


"Ngapain harus boong? Miyu, jelasin, kita pacaran kan?" Tanya Leon pada Yuki.


"Iya..."


"Berarti... Jajanin miksu sekelas...!!! Asyikkkk kita party coyyy! Temen kita pacaran!!!" Si air yang tidak tahu permasalahan aslinya.


"Ya, gua pacaran atas kemauan gua sendiri, Gua suka sama Miyu, Gua yang nembak duluan, gua juga berhak tau masalah Miyu. Jadi... Buat loe! Siapapun pelaku yang nge-buntutin gua sama Yuki tiap malem...


Harap jangan ketemu sama gua, Sampai sini paham???" Leon melirik seseorang dengan tatapan bak singa.


Keadaan kelas kembali hening. Karena air tidak suka keheningan, ia pun membuyarkan semuanya.


"Hayo lho... Siap siap yang jadi target Arshen..." Si air malah menambah suasana mencekam.


"Hehehehehe, canda deh canda... Axel! Kita Battle aegyo! Siapa disini yang paling imut!" Tantang Air yang membuat Axel panas.


"Siapa takyut?! Hayoh! Mana pendukung axel?!"


"Huuuuuu Axelllll"


"Hehe, walaupun gua murid baru, tapi gua yakin ada peminat gua disini! Mana pendukung air?!!!!!"


"Airrrrrr!!!!"


Leon sibuk mengotak atik sesuatu di ponselnya dan menunjukkan nya pada Air bahwa ia mendukung air.


"Kamu suka banget ya sama air?" Tanya Yuki senang.


"Dia uniq," Jawabnya singkat.


"Makasih ya, kamu udah nolongin aku," Ucap Yuki pada Leon.


"Ya, lagian udah tugas gua ngebela loe," Jawab Leon sambil mendekatkan Yuki padanya.


Bersambung...