My Cold Friend Is My Husband

My Cold Friend Is My Husband
Chapter 30. Penampilan



Leon kembali ke kelasnya, karena ia harus tampil, mau tidak mau ia harus memakan obat dari Yuki, ia menghargai usaha Yuki yang jauh jauh berlari membawa obatnya ke rumah.


"Are you okay?" Tanya seseorang dari belakang saat Leon memijit batang hidungnya.


"Hm? Bang Jay," Jawab Leon sambil tersenyum.


"Dah lama abang gak liat Leon, Leon gimana kabarnya?" Tanya Jay lagi sambil membantunya berdiri.


"Baik. Abang gimana kabarnya?"


"Baik dong, hidup enak mana bisa sakit? Hahaha, sini sini, duduk sama abang," Ajak Jay yang menyuruhnya duduk.


"Ji! Pesen coffenya tiga," Ucap Jay pada Jiho, ia mengenal Jiho karena sempat bersaing dengannya dulu.


"Siap bang, untuk tamu spesial hari ini," Jawab Jiho yang membuat Jay tertawa.


Arthur menatap Leon cukup lama, mungkin ia heran karena Leon berbeda, tidak seperti dulu yang katanya selalu menggigit tangannya.


"Apa liat liat? Suka?" Tanya Leon yang membuat Jay kembali ngabrut.


"Nggak, aneh aja. Kamu kenapa? Udah gak mood lagi gigit tangan saya?" Tanya Arthur kemudian pada Leon.


"Nggak, makasih. Bukan kanibal," Jawab Leon sama sama datar. Setelah saling bertatap cukup lama, akhirnya Arthur dan Leon tertawa bersama, lalu mereka berjabat tangan.


"Kabar sekolah kamu baik baik aja? Ada yang jahat gak sama kamu?" tanya Jay lagi.


"Gak ada bang, gak ada apa apa." Jawab Leon lagi.


"Jadi yang tadi tadi tuh siapa? Yang abang tau kamu gak akan ngasih perhatian yang berlebihan gitu kalo gak kenal, Emang bener pacar kamu ya?" Tanya Jay sambil memposting minuman yang baru saja datang.


"Abang, udah Leon bilang. Dia itu yang itu, cewek itu... Istri Leon," Jawab Leon akhirnya mengatakan yang sejujurnya.


"Puufftt!" Arthur hampir saja menyemburkan kopi panas ke wajah Leon saking terkejutnya.


"Apa? Kaget?" Tanya Leon lagi padanya, sampai kapan pun Leon tidak mengizinkan Jay untuk dekat dekat dengan Arthur karena dulu Jay lebih memilih bermain bersama Arthur ketimbang dengannya.


"Beneran? Wah... Gua kekalahin sama bochil, gua ke duluan," Jawab Arthur tidak percaya.


"Udah percobaan belom? Hm? Hm?" Tanya jay sambil berbisik. "Duh, jangan bahas itu bang, belom waktunya," Jawab Leon lagi, bingung dengan pemikiran kedua abang abang ini.


"Bang, lebih baik leon yang nyamperin apa gimana? Leon gak enak lama lamaan kayak gini," Ucap Leon lagi sambil menunduk.


"Yaiyalah, harus lakik yang nyamperin, walaupun dia jauhin kamu, karna kamu suaminya, jadi harus tanggung jawab. Gak usah takut buat cerai lah, masa baru nikah udah cerai, padahal kalian juga belum malam pertamaan," Jelas Jay sambil menyeruput kopinya.


"Hm? Sering kok," Jawab Leon polos.


"Hah?!"


"Loe--


"Traveling ya otaknya...? Hahaha, Leon udah malam pertamaan sama Miyu, gak rame, Miyu ngeyel terus," Jawab Leon sambil tersenyum. Padahal maksud Leon itu, ia sudah pernah tidur bersama Yuki di hari pertama mereka menikah, bukan berarti seperti apa yang di pikirkan Jay dan Arthur.


"Wah... Bener bener sih, udah legend kalo misalnya mau bikin lagi,"


"Bang, nanti kalian tonton konser kita ya? Kita mau nyanyi neh," Sahut Rezel sambil menarik kursi dan duduk di dekat Arthur.


"Nah, CS gua nih,"


"Eeeh... Zel, gak keliatan daritadi. Kemana aja?" Tanya Jay sambil memeluk Rezel.


"Tadi Zel sibuk nyambut pelanggan, cuma Zel gak tau kalo kalian udah dateng. Makannya, sebagai tamu VIP, kita udah nyiapin kursi buat kalian."


Sampai sekarang pun Yuki menunggu pesan dari Leon, ia bahkan tidak sempat mengirimkan pesan pada Leon.


"Yeon... Aku mau minta maaf..." Gumam Yuki sambil mengeratkan genggamannya.


Padahal ia ingin sekali bercerita tentang dirinya kenapa sampai seperti itu, namun lagi lagi pikirannya hanya dipenuhi oleh Leon yang masih marah padanya. Bagaimana cara menuntaskan keduanya agar bisa saling menjelaskan bahwa itu adalah kesalahpahaman?


Malam hari pun tiba...


Berawal dari acara penyambutan dari kepala sekolah, berlanjut pidato dari sang senior legend, lalu penyerahan jabatan untuk ketua OSIS baru, lalu sambutan dari ketua OSIS yang baru dan barulah penampilan dimulai.


Leon dan teman temannya tengah bersiap di belakang panggung. Sambil mengecek mikrofon apakah nyala atau tidak?


Benar benar seperti panggung besar. Leon menitipkan inhalernya pada Clara, tapi Clara memberikannya pada Yuki karena Yuki yang mengurus mereka nantinya.


"B,bentar! kan kamu yang disuruh pegang inhalernya, kenapa jadi ke aku?" Tanya Yuki saat menerima inhaler dari Clara.


"Tuh, tugas gue masih ada. Gue ada panggilan alam dulu, gak kuad sumpah! Gue takut telat, bisa bahaya nanti. Kan asma Leon udah parah! Uuhh... Loe... Obat obat nya... Ada disana.... Uuhh... Loe... Ambil aja... Uaaaahh! Di Sana semua obat punya Leon lengkap. Jadi... Uuukkhhh! Dadah!"


Clara pun meninggalkan Yuki yang panik panik sendiri. Ia takut Leon marah kalau ia yang memegang inhalernya. Ia juga cukup terkejut saat mendengar kalau asma nya sudah parah.


Leon menghela napas pelan pelan dan siap untuk tampil. Menampilkan yang terbaik untuk Yuki, hanya untuknya. Ia juga mau menyanyi dan dance karena Yuki, jadi ia harus membuat Yuki bahagia atas usahanya berlatih berhari hari.


Semuanya bersorak memberikan tepuk tangan saat tim mereka naik ke atas panggung, membawakan lagu pertama berjudul "Mmm" dengan deep voice milik Haru yang mampu membuat siapa pun meleleh jika mendengar suaranya.



Apalagi ekspresi menggodanya mampu membuat siapapun leleh melihatnya. Mereka tidak percaya kalau badboy itu mempunyai bakat yang bagus dalam menyanyi dan rap.


Jiho bangga melihatnya, terlebih, mereka bisa menari secepat itu, bahkan koreografi nya tampak sulit. Setelah dua lagu di putar, mereka bisa beristirahat di belakang panggung. Benar benar di luar dugaan kalau Leon bisa bertahan di dua lagu itu. Sampai saat ini ia hanya merasa lelah saja, belum sampai ke tahap akan kambuh,Tapi Laras cepat cepat memberikan mereka minum.


"Clara mana?" Tanya Leon pada Laras.


"Pas dia nyetor emas, listrik di wc mati, makannya dia gak bisa keluar dulu."


"Inhaler gua?" tanya Leon lagi.


Belum juga Laras menjawab, seseorang berlari sambil membawa air dan handuk untuknya, ia lalu menghampiri Leon dan memberikannya air minum, ia sendiri sibuk mengelap keringat yang terus bercucuran dari dahi Leon.


"M,miyu?"


"A,ah... M,maap kalo kamu gak suka, t,tapi, aku ditugasin sama Clara buat kasih ini ke kamu, bisa bahaya kalo aku gak stand by sedangkan asma kamu makin parah, maapin aku kali ini, kalo ini udah beres, aku bakal ngejauh kok dari kamu,"


Deg!


Bersambung...