My Cold Friend Is My Husband

My Cold Friend Is My Husband
Chapter 18. Yeon~ Aegyoo dong...



"Assalamualaikum..." Ucap Yuki sambil membuka pintu rumahnya.


"Hei... Kalian lama banget datengnya! Lapar nih," keluh Axel dengan mulut kiyowonya.


"Maap maap, tadi Leon belok dulu nih, ke super market, makannya lama," Jawab Yuki cengengesan.


Leon membuka maskernya dan duduk di dekat Rezel sambil kembali mengatur napasnya, Rezel tahu, anak ini pasti habis sesak makannya begini.


"Panas," Gumam Leon sambil mengibaskan tangannya.


"Yon, minum air putih dulu, kalo langsung minum es, kamu bisa mimisan," Sahut Yuki membawakan air putih untuknya. Leon menerima air itu dan langsung meneguknya.


"Cape banget ya?" Tanya Air sambil menatap Leon yang sedang kelelahan.


"Gitu aja, biasa." Jawab Leon singkat.


"Dia kan emang gitu, Emang badannya gak kuatan, makannya bakal gampang cape terus. Ketambah, Leon gak biasa naik motor lagi karna udah lama," Sahut Rezel sambil terus mengotak atik ponselnya.


"Sibuk amat," Ketus Leon yang melihat Rezel asyik dengan ponselnya.


"Ada yang naksir gua, dia keterusan ngirim chat terus pas gua udah bales chat dia sebelumnya," Jawab Rezel yang senyum senyum.


"Lu seneng apa kesel? Aneh banget lah," Ujar axel cemberut.


"Hehehe... hehehe... Nggak... seneng aja we," Jawab Rezel lagi.


Yuki sibuk di dapur dengan beberapa masakan yang akan ia hidangkan untuk teman temannya. Leon berkata pada Yuki bahwa ia akan beristirahat sebentar di kamarnya.


"Ya, halo?" Sapa Leon yang menerima telpon saat baru saja duduk di kasurnya.


".........."


"Oooh... bunda, apa kabar?" Tanya Leon kemudian.


"......."


"iya bun, leon sehat sampe sekarang."


"......."


"Iya, nggak kok... gak papa,"


"..........."


"Beneran, asma nya udah gak kambuh lagi,"


".........."


"Iya... Jantungnya juga gak papa, baik baik aja,"


"........."


"Kemaren dokter cek, kalo jantung leon gak kenapa napa bun,"


"........."


"Iya, bunda gak usah khawatir,"


"........"


"Miyu? Miyu jagain leon baik baik kok,"


"........."


"Hm, Dia juga sehat. Alhamdulillah, "


"........."


"Apa bun? Nggak! Nggak ada yang kayak begituan,"


"........."


"Belom bun... jangan ah, Lah emang Miyu nya mau? Leon juga belom siap bun, jangan gitu, Leon malu,"


"......... "


"Iya, iya, tutup aja telponnya. Hm, waalaikumussalam,"


Leon menepuk nepuk pipinya karena malu atas permintaan Bundanya yang harus melakukan 'itu' sebagai pasangan suami istri. Ia lalu membaringkan diri di kasur king sizenya lalu menatap langit langit kamarnya.


'Gua harus gimana? Gua gak akan selamanya nyembunyiin hal ini dari Miyu kan? Gua juga harus jujur sama Miyu, soal gua... dan soal penyakit gua...' batin Leon lagi sambil memejamkan matanya.


Tanpa sadar ia tertidur dan melewatkan makan siangnya, padahal ia harus minum obat, jika kelewat satu saja, maka jantungnya akan kembali bereaksi.


"Yeon... Yeon... bangun yuk..."


"mmmhh..." Leon mengenali suara itu, suara yang lembut yang menjadi ciri khasnya saat membangunkan Leon.


"Miyu...? "


"Kamu ngelewatin makan siang kamu, temen temen kamu juga udah pulang tadi," Ucap Yuki dengan lembut.


"Maaf ..." hanya kata itu yang di ucapkan Leon. " Gak papa, gak usah minta maaf, sekarang makan dulu yuk, soalnya kamu gak makan tadi. " Lanjut Yuki yang menarik tangan Leon untuk duduk.


"Gua .. ketiduran ya ...?"


"iya, makannya itu, bangun abis itu cuci muka, kamu boleh bobo lagi,"


Daripada itu, Leon lebih memilih untuk mandi dulu walaupun tidak baik untuk kesehatannya, ia melakukan hal itu karena berkeringat dan lengket. Setelah itu, ia turun dengan wajah yang segar dan cerah.


"hayu makan...^^"


"Loe belum makan?" Tanya Leon kaget. " Aku nungguin kamu, mana bisa aku makan sendiri tanpa suami aku kan???" Pernyataannya membuat Leon sedikit geli, 'Suami' Katanya?


"Gua minta maaf lagi karna ketiduran, loe jadi telat makan juga gara gara nungguin gua, maaf."


"Yaudah... aku mau maafin kamu kalo kamu berani aegyo kayak Air dan Axel, aku baru mau maafin kamu,"


"Permintaan loe cukup aneh deh, loe juga sakit?" tanya Leon kaku, apa apaan permintaan nya itu? Ia tahu aegyo adalah istilah yang selalu di pakai orang korea untuk menunjukkan sisi imut mereka.


"Nggak kok, aku sehat terus. Hayo dong... Aegyo, kalo misalnya nggak gitu, aku marah nih," Bujuk Yuki sambil memajukan mulutnya ke depan dan membentuk kerucut.


"Makan dulu," Titah Leon yang tidak kuat melihat Yuki.


Yuki pun setuju karena memang perutnya juga sudah berdering daritadi. Ia pun penasaran dengan apa yang di pikirkan Leon saat menerima lamaran pernikahan ibundanya.


"Gua sakit terus," jawab Leon dengan wajah datarnya.


"Sakit?"


"Karna imun gua yang lemah dari bayi, makannya sampe sekarang juga lemah. Dulu gua sempet... bukan sempet sih, dari kecil gua susah jalan, jalan dua langkah aja gua jatoh, apalagi lari. kena matahari dikit, gua pingsan, kalo nggak pun, gua mimisan. Ya gitu lah, makannya gak ada cewek yang mau sama gua, karna keadaan gua nya yang sakit sakitan kayak gitu," Jawab Leon, ia memang mengatakan hal yang sebenarnya, tapi ia tak mengatakan penyebabnya.


"Tapi mereka mau sama kamu?"


"Kalo mereka nerima, sekarang gua gak akan duduk dan makan bareng sama loe, mereka semua ... cuma liat dari sudut pandang keluarga aja, mereka tau gua anak yang berada, makannya mereka mau. Tapi pas tau gua kayak gini... mereka gak mau," Jawab Leon lagi, tiba tiba saja wajahnya murung.


"Yon..."


"Tapi gua nya juga gak suka, jadi gak masalah. gua gak mikirin," Lanjut Leon kembali memakan makanannya.


"Gua udah beruntung punya loe yang sabar, loe mau ngurus gua, makannya... makasih. Buat sekarang, cuma itu yang bisa gua ucapin. makasih banyak, udah mau jagain gua, udah mau sabar ngadepin gua, makasih," Ucap Leon tersenyum tipis, Yuki menyadari, bahwa senyuman leon adalah senyuman paling manis yang ia lihat.


"Udah udah, makasih nya udah cukup. sekarang, lakuin permintaan aku," Pinta Yuki lagi, Leon menyesal karena tidak melanjutkan tidurnya jika tahu yuki akan mengingat hal ini lagi.


"Cepet banget abisin makannya,"


"Aku kan keren, aku bisa habisin makanan aku pas kamu cerita sampe beres cerita, hayu, hayuuu ageyo dong ... Ye~on, aegyo! Ye~on, Aegyo!" Seru Yuki semangat, inilah yang ia tunggu, Leon melakukan Aegyo di depannya.


"Bentar bentar, aku bawain bando dulu," Yuki segera berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya dan mengambil bando berbentuk rusa. Ia langsung memakaikannya di kepala Leon.


"Miyu..." Rengek Leon malu. "Ayo ayo!" Seru Yuki makin gemas.


Dengan wajah malu malu nya, ia mengangkat kedua tangannya dan mengepalnya lalu membuat wajah se--lucu mungkin agar Yuki senang.


"Miaw!" Begitulah suara imut yang keluar dari mulut Leon. Yuki menganga melihatnya begitu, ia lalu tertawa karena gemas sekali melihat suaminya yang imut dan lucu ini. Suara tawaan Yuki menular pada Leon hingga ia ikut tertawa bersama.



"Ahahaha, gitu bukan? Udah ah, gak usah nyuruh kayak gitu lagi," Ucap Leon malu sekali.


"Pokoknya aegyo ini jangan di tunjukin ke siapa siapa, cukup aku aja. Cukup aku yang tau kamu kayak gini, aku gak mau suami aku jadi direbutin kayak axel dan air," Jawab Yuki setelah ia mengambil foto Leon tanpa disadarinya.


"ogah gua ge," Jawab Leon.


Yuki lalu tersenyum mellihat foto leon yang kebetulan ikut tertawa bersamanya. Wajahnya memerah karena senang. Ia lalu menjadikan foto Leon sebagai wallpaper di ponselnya.


Bersambung...