Mr. Jungkook's Naughty Wife

Mr. Jungkook's Naughty Wife
BAB 57



Hari semakin gelap, namun seorang pria dengan kursi roda masih setia menunggu wanitanya kembali. Perlaham matanya terbelalak ketika melihat dari kejauhan istrinya di antar oleh pria lain, geram rasa hati.


"Siapa dia?"pertanyaan pertama yang terlontar membuat Yuna terdiam.


"Dosenku, ada apa?"


Singkat sekali ia menjawab seakan tidak merasakan bahwa Jungkook tengah cemburu.


Seakan tidak di dengar ketika Yuna pergi meninggalkannya Jungkook tidak kembali ke dalam bersama dengan wanita itu, ia lebih memilih untuk pergi ke taman seorang diri.


Beberapa pelayan melihat, mereka hanya merasa bahwa Jungkook tersisihkan begitu saja. Di lihat-lihat pria yang mengantar Yuna tidak kalah tampan dari Jungkook.


Setelah di rasa tenang pria yang penuh dengan rasa cemburu itu segera masuk ke dalam rumah, namun takdir berkata lain sebuah mobil berwarna hitam yang berhenti secara tiba-tiba membuat pria tersebut terpojok.


"Mau apa kalian?"


Jungkook sudah tahu bahwa mereka bukan orang baik malah sebaliknya, tidak berpikir lama pria itu mendorong kursi rodanya.


"Hallo Tuan Jungkook!"ujar salah satu dari mereka yang membuat mata Jungkook terbelalak.


"Kam...!"


Tanpa berpikiran panjang mereka membawa Jungkook yang tidak dapat memberontak, cukup mudah memang.


Di dalam mobil Jungkook di minta diam tapi mereka mengajak pria itu mengobrol.


"Masih ingat dengan saya Tuan?"


Wajah yang tidak asing di matanya, itu milik salah satu penjaga di kediaman Jeon.


"Kamu? Kenapa kalian menculikku?"


"Karena kamu memang mangsa kami Tuan, tenang dan tunggu sampai kami sampai di tempat tujuan."


Sementara itu Yuna merasa cemas karena ia tidak berhasil menemukan Jungkook di sepanjang sudut.


"Bagaimana ini Jimin? Coba kita lihat CCTV. Tidak mungkin dia keluar seorang diri!"


Ketika melihat di antara layar di depan sana mereka menyadari bahwa Jungkook sudah di culik oleh segerombolan orang, sigap Jimin mengerahkan orang-orang untuk membantu menemukan Jungkook.


Tapi satu hal yang membuat Jimin bungkam, orang yang sama dengan yang di lihat oleh Jungkook di kala pertama kali.


Niat hati untuk segera mencari keberadaan Jungkook ia urungkan bahkan membuat Yuna kebingungan akan ekpresi wajah Jimin yang ambigu.


"Jimin, kenapa kamu tidak mencarinya? Segeralah!"


"Nona kita sebaiknya tidak usah mencari Tuan, dia akan kembali dengan sedirinya."


Kerutan di wajah Yuna terlihat,"Maksudmu?"


"Bukan orang asing yang membawanya,"ujar Jimin dengan begitu ringan.


Yuna semakin tidak mengerti apa yang sebetulnya Jimin tahu ketika melihat orang di dalam kamera pengawas itu.


"Keluarga Jeon yang membawa Tuan, dan yang mengobrol itu adalah pengawal keluarga. Tuan tahu karena sedari dulu dia setia pada keluarga Jeon."ujar Jimin yang segera pergi dari hadapan Yuna.


Keluarga Jeon? Jadi apakah mereka tahu bahwa selama ini Jungkook masih hidup?


Yuna tidak dapat diam saja, ia segera mengambil kunci mobil dan membawanya pergi untuk mencari suaminya meski tidak tahu ada di mana.


Lain di tempat, sebuah ruangan gelap nan lembab berhasil membuat Jungkook terdiam tanpa suara hingga akhirnya ia mendengar suara yang tidak asing di telinganya.


Sorot lampu berhasil memperlihatkan bos dari beberapa orang yang membawa Jungkook, tentu itu Ayahnya sendiri. Dengan pakaian gagah sang Ayah segera menghampiri anaknya sambil berkata,"Pria cacat?"


Entah mengapa rasanya sakit ketika mendengar ucapan itu keluar dari keluarganya.


"Darimana Anda tahu saya masih hidup?"


"Sekarang kamu menjadi pria cacat, bagaimana perasaanmu? Apakah sudah banyak orang yang menghina pria sepertimu yang kini menjadi orang cacat, apa ada wanita selain Alea yang akan mencintaimu?"


"Yuna mencintaiku! Dia bersamaku!"


"Oh aku tahu sekarang kenapa kamu tidak ingin kembali pada keluargamu, Yuna? Wanita itu yang selalu menenamanimu. Tapi apa kamu yakin bahwa dia tidak memiliki pria lain selain pria cacat sepertimu, aku pernah melihatnya bersama dengan pria lain bukan hanya satu tapi bergantian. Bukankah murahan?"


Jungkook menahan emosinya bahkan mengepalkan kedua tangannya dengan kuat,"Diam!"


"Ah Jungkook tidak ada yang betul mencintaimu selain aku dan Ibumu, dia selalu bertanya apakah anaknya betul sudah meninggal dan aku menjawab bahwa semenjak kejadian itu kamu sudah tidak ada di hati kami. Sepuluh tahun yang lalu kamu hanya kami anggap sebagai boneka pengganti kakakmu, apakah kamu merasakannya?"


"DIAM!"


Ingin melawan tapi ia tidak bisa, hanya mendengar omong kosong pria tua di hadapannya.


"Semenjak apa? Kalian memang tidak menganggapku ada sedari aku kecil. Kematian kakak memang menyedihkan untuk kalian tapi apa kalian berpikir bahwa aku bukan dirinya!"


"Kakak di bunuh oleh orang lain, tapi kalian selalu menganggapku pembunuhnya hingga aku harus hidup di bawah bayang-bayang Joung!"


"DIAM KAMY TIDAK BERHAK MENYEBUTKAN NAMANYA!"


Dagu Jungkook di cengkram kuat oleh Ayahnya yang berapi-api,"Sekarang pilihannya anakmu atau dirimu yang harus menikah dengan Alea."


"Sampai kapan ini semua berakhir huh?"tanya Jungkook mulai kehabisan kesabaran.


"Karena menikah dengan wanita itu akan membuatku semakin kaya!"


"Alea tidak akan menikah dengan pria cacat sepertiku!"


"Siapa bilang? Dia sudah mengatakan bahwa akan menikahimu setelah berhasil membawamu. Pilih saja, ingin mengucapkan kematian pada anakmu dan Yuna atau mengucapkan kematian untuk anakmu dan Ibunya?"


"APA YANG AKAN KAMU LAKUKAN!"ujar Jungkook memberontak.


"Coba tebak apa yang akan aku lakukan pada dua orang terkasihmu?"


"Jangan pernah sentuh wanita dan anakku sedikit pun jika kamu tidak ingin mati!"


"Mati? Apa kamu sedang melucon kepadaku? Apa yang bisa kamu lakukan dengan kursi roda ini!"


Kursi roda yang di duduki oleh Jungkook terbalik hingga membuat pria itu terkampar di lantai.


"Lihat, bagaimana? Sekarang kamu sudah tidak berdaya seperti kutu, ayolah pilih Jungkook sebelum semuanya terlambat."


"Apa yang akan kamu lakukan? Setega ini kamu berbuat pada anak menantu serta cucu."


"Dulu aku kira keluarga Yuna akan membuat kami bangkit lebih besar ternyata salah, hanya keluarga Alea yang bisa. Apakah aku harus mempertahankan kegagalan itu? Tidak!"


"BERHENTI JANGAN LAKUKAN APAPUN, AKU AKAN MENERIMANYA!"teriak Jungkook sambil menangis ketika Ayahnya membawa bingkai foto berisi keluarganya bertiga.


Jungkook melakukan ini semua dengan terpaksa, takdir tetap tidak berpihak kepadanya. Mau bagaimana lagi? Jungkool harus menerimanya karena sebuah keegoisan orang yang tidak berperasaan.


"Yuna, dia tidak boleh ada di acara pernikahanmu nanti. Tinggalkan dia sekarang juga jika memang kamu mencintainya, segera."


"Bawa dia pulang dan selalu awasi gerak geriknya, selalu laporkan apa yang pria cacat ini lakukan sekecil apa pun itu."


"Dasar tidak berguna!"kalimat makian terakhir yang Jungkook dengar dari mulut Ayahnya.


Kalian mungkin belum tahu bahwa hubungan Jungkook dengan kedua orang tuanya memang tidak baik, bukan renggang saja melainkan hancur. Kejadian itu sudah lama, bahkan pria itu sudah menanggung perih sejak ia masih kecil.


Sebetulnya keluarga Jeon memiliki dua anak kembar, Joung dan Jungkook. Tapi karena satu dan lain hal Joung harus pergi lebih dulu karena sebuah penculikan yang menewaskannya. Mereka memang bersama ketika di culik oleh saingan perusahaan, Joung tidak terselamatkan tapi Jungkook masih dapat bertahan hingga sampai saat ini. Namun sayang kedua orang- tuanya tidak dapat menerima itu semua hingga harus menyalahkan anaknya Jungkook.


Bukankah menyedihkan di balik Jungkook yang di juluki Tuan toxic itu karena di dalam gudang milik penculik itu penuh dengan kotoran tikus dan kuman lain yang membuat Jungkook memiliki trauma serta penyakit kulit.


Mengerti sekarang? Setiap orang menyembunyikan luka meraka masing-masing hingga orang di sekitarnya tidak tahu hal apa yang sudah terjadi padanya.


Semoga ini hanya terjadi pada Jungkook bukan kalian.