Mr. Jungkook's Naughty Wife

Mr. Jungkook's Naughty Wife
BAB 56



Semakin berjalannya hari Jungkook menjadi berubah dari yang Yuna pikirkan, wanita itu mengira bahwa setelah di diamkan akan berubah tapi nyatanya ia semakin menjauh.


"Nona, apa Tuan memiliki masalah lain dengan Nona? Kenapa ia menjadi dingin bahkan sampai menjauh seperti itu."


"Masalah waktu itu saja belum dia selesaikan, aku bahkan tidak mengerti apa terjadi kepadanya."


"Dia semakin menjauh,"sambung Yuna.


"Tuan sudah tidak berbicara lagi dengan saya."


"Nanti saya akan mencoba mengobrol dengan dia,"ujar Yuna pergi bangkit dari duduknya.


Yuna mencari Jungkook di kamarnya bahkan di ruang kerja, tapi anehnya ia sudah tidak menemukan batang hidung pria itu. Entah kemana kah dia?


Memang Jungkook akan sia-sia karena tidak akan di respon.


"Jungkook!"


Sampai pada akhirnya Yuna menemukan bayangan dari pria tersebut yang tengah berada di taman, kuat juga mendorong sampai sana.


"Sedang apa? Ada beberapa hal yang harus aku ucapkan kepadamu."


"Pergi!"


"PERGI!"


Yuna merasa terpojok, dirinya seakan tidak di inginkan lagi. Bahkan ketika melihat wajah Jungkook yang menatap manik mata Yuna dengan amarah membuatnya mengurungkan niat.


"Sebetulnya ada apa denganmu? Katakan saja jangan membuatku khawatir."


"Pergi!"


"Pergi Yuna!"


"Egois kamu Jungkook!"


Kepergian Yuna membuat Jungkook menarik napas gusar, ia tidak memiliki masalah dengan wanita itu melainkan dirinya sendiri.


Biar kalian mengetahuinya, di kala itu Jungkook hendak menjemput Yuna di kampus. Namun ia menerima ucapan yang buruk dari mereka yang jelas bukan teman baik Yuna. Mereka mengatakan bahwa dirinya tidak pantas untuk wanita seperti Yuna, jadi karena itu ia bimbang.


Apa aku bercerai saja dengan Yuna? Itu pertanyaan yang membuat Jungkook berpikir aneh belakangan ini karena kebimbangan di hati serta pikirannya.


Dua jam melamun di sana sambil memikirkan masalah ini membuat Jungkook mengerti arti kebahagiaan untuk Yuna.


Sigap pria yang menyerah hidup tersebut menuju ruang kerja untuk menulis sebuah surat yang membebaskan Yuna dari semua kepahitan.


Surat cerai, itu yang tertulis di atas sana dengan sebuah pernyatan yang mengejutkan karena di sana Jungkook mengaku selingkuh dengan wanita lain tanpa di ketahui oleh Yuna.


Gila memang, Jungkook selalu punya cara untuk membuat Yuna terluka akan pemikiran yang belum tentu.


Semua pasangan akan memiliki titik lelah masing-masing tapi tolong jangan berakhir dengan kata cerai, sangat di sayangkan.


Jika kamu ingin berpisah dengan pasanganmu tolong ingat seberapa sulit kamu mendapatkannya dulu dan seberapa lelah kamu mendapatkan kepercayaan darinya hingga tercipta keluarga.


Jam menunjukkan pukul satu dini hari, Jungkook yang haru kembali menyisipkan surat tersebut di atas nakas. Melihat wajah Yuna yang tertidur lelap membuatnya merasa bersalah karena susah menemani pria yang bahkan tidak dapat melindungi di kala sulit.


Maaf Yuna, aku harus melepaskanmu.


...****************...


Pagi menyambut, mentari kini datang lagi membawa sejuta kehangatan untuk semua orang. Yuna yang baru saja bangun segera beranjak dari tidur karena hari ini ia akan pergi menemani Jungkook ke rumah sakit.


Ketika ia melebarkan tangannya sebuah surat terjatuh di sana, spontan tangan Yuna mengambilnya.


"Surat?"


Memberanikan diri Yuna membuka surat tersebut, mata yang masih merasakan kantuk segera terbelalak ketika selesai membaca pada bagian perceraian karena selingkuh.


"Aku tidak percaya dia melakukan hal ini!"


"JUNGKOOK!"


Yuna berlarian menuju lantai bawah, tidak sengaja kakinya tergelincir hingga terjatuh sampai di anak tangga paling bawah tepatnya di lantai pertama.


Jungkook yang tengah sarapan teriris hatinya merasakan sakit yang Yuna juga rasakan. Tangan pria itu menjulur meminta Yuna untuk bangkit, tapi sayang ternyata tidak mampu. Hal mudah seperti ini saja tidak bisa ia lakukan, memang pria tidak berguna!


Yuna menatap mata Jungkook yang terlihat kecewa, tidak mungkin pria yang mencintai begitu dalam memiliki wanita lain.


Dia berbohong!


Jimin membantu Yuna bangkit, di lihat ternyata pergelangan kaki wanita itu memerah. Dengan segera mereka pergi ke rumah sakit melakukan beberapa pemeriksaan, tapi tanpa ada Jungkook disana.


Di rumah sakit Yuna bertanya soal wanita yang Jungkook sembunyikan, Jimin selalu menjawab bahwa Tuannya tidak mungkin melakukan hal yang akan membuat mereka jauh.


"Aku memiliki surat yang ia berikan untukku, surat cerai."ujar Yuna membuat Jimin terkejut.


Ketika di baca lebih jelas Jimin mengetahui bahwa Tuannya memiliki niat lain, apa mungkin karena ia lumpuh.


"Nona saya belum menceritakan bahwa Tuan pernah hendak ke kampus untuk menjemput tapi beberapa orang malah menghinanya karena ia memakai kursi roda serta mengatakan bahwa dia suami Nona, apa mungkin karena ini Tuan semakin menjauh?"


"Tado saya melihat Tuan menjulurkan tangan sebelum saya datang dan Anda juga hendak menjabatnya sebelum mengulurkan niat begitu saja. Apa dia.."


Yuna teringat bahwa orang yang tengah mengalami keadaan sulit seperti ini akan mudah untuk menganggap dirinya tidak berguna.


Apa dia juga berpikiran seperti itu?


Setelah segalanya selesai Yuna segera mendatangi Jungkook yang tengah menyuapi Yu-Jung dengan bubur.


Sigap pelukan Yuna pada tubuh pria di hadapannya,"Aku minta maaf.."


Tetes air mata Yuna mengalir dengan deras membuat Jungkook tidak bisa menahannya untuk tidak menyeka.


"Ada apa?"


"Kenapa kamu menulis surat menyedihkan ini? Apa kamu tidak berpikir bagaimana hidupku tanpa ada dirimu, tolong jangan menendangku begitu saja. Aku ingin terus bersamamu Jungkook apa semuanya kurang jelas? Jangan pernah memikirkan perkataan orang lain karena di mataku dan mereka sangat berbeda."


Jungkook mengelus puncak kening Yuna dengan lembut,"Kamu berhak mendapatkan pria yang lebih bertanggung jawab dari aku, lihat sekarang aku tidak bisa berjalan seperti orang lain."


"Kita bisa menghadapinya bersama, aku selalu berjanji seperti itu."


"Yuna aku takut aku tidak bisa kembali berjalan, semua orang akan menganggap kamu bodoh karena bersamaku."


"Kamu salah mereka akan berpikir bahwa aku setia, cinta kita begitu besar hingga tidak ada yang dapat menggantikan bahkan dengan yang sempurna sekali pun."


Mereka kembali berpelukan dengan erat, masalah yang sudah membuat mereka berdua semakin jauh kini sudah di selesaikan. Harapan keduanya bahwa cinta mereka akan semakin berkembang dan Jungkook kembali seperti dulu tanpa ada kata cerai.


"Lalu apa benar di dalam surat ini bahwa kamu memiliki wanita lain di luar sana?"tanya Yuna mengerutkan keningnya serta bibir manyun.


"Jika benar bagaimana?"tanya Jungkook suka melihat wanita itu marah.


"Jika memang benar aku akan.."


Belum juga menyelesaikan kalimat Yuna segera mendapatkan ciuman lembut dari Jungkook yang membuat kedua pipinya memerah merona seperti tomat.


Ciuman keduanya semakin intim sampai mereka berakhir pada malam berbintang tanpa beranjak dari ranjang dengan tubuh yang menyatu menjadi satu, akhirnya keduanya melakukan hubungan suami istri lagi.


"Jangan mengatakan atau menulis cerai kembali, aku tidak ingin kehilanganmu Jungkook."


Jungkook mencium punggung Yuna,"Aku berjanji aku akan bangkit dan bisa berjalan kembali untuk melindungi kalian berdua."


"Terimakasih, kamu akan selalu menjadi wanita yang aku cintai di sepanjang sisa hidupku Yuna."sambung Jungkook.


"Em, aku percaya."