
Nick menyeringai saat melihat Jeremy yang terlihat terkejut. Tentu saja Jeremy terkejut, karena dari informasi yang didapatnya, Nick tengah bersama dengan Austin melakukan meeting perusahaan.
" Nick... apa yang kau lakukan disini ? " tanya Jeremy gugup. Peluh kini mulai membasahi keningnya.
Nick tersenyum miring, lalu meminta anak buahnya untuk mengamankan para penjahat yang berada di dalam gudang.
" Melakukan yang seharusnya sudah ku lakukan sejak dulu ! " seringai Nick dengan terus mengarahkan senjata apinya ke arah Jeremy.
Terkesiap... ! Namun detik selanjutnya Jeremy justru tertawa terbahak-bahak.
" Oh ya... ? Jadi kau sudah siap melawanku rupanya. Apa kau punya buktinya ? " gertak Jeremy dengan tersenyum remeh
" Tentu saja, aku ini bukan orang bodoh seperti dirimu " sahut Nick sinis.
Nick lantas memperdengarkan rekaman yang ia dapat dari alat penyadap yang terpasang pada liontin Rachel.
Wajah Jeremy kembali pias. Kedua tangannya mengepal, rahangnya mengeras, serta giginya beradu menimbulkan suara gemeletuk.
" Kau... ! " tunjuk Jeremy mengarahkan telunjuknya ke wajah Nick, sementara matanya membola.
Kali ini Nick yang balas tersenyum mengejek.
" Ini balasan yang harus kau terima setelah apa yang kau lakukan selama ini. Membusuk di penjara seumur hidupmu ! " ucap Nick lagi.
Tubuh Jeremy seketika meluruh, ia merasa apa yang ia lakukan sudah berakhir. Hingga kemudian penjahat yang berada di dalam gudang berhasil dilumpuhkan dan digiring keluar dari dalam gudang oleh anak buah Nick.
Rachel dan Mom Katrin pun keluar dari gudang. Nick segera berlari menghampiri Rachel dan Mom Katrin.
Rachel memeluk erat Nick.
" It's oke, baby... ! I'm here now. You are safe ... " ucap Nick balas memeluk Rachel. Ia tahu jika gadis itu dilanda ketakutan dan kesedihan.
Mom Katrin menatap iba Jeremy yang tengah menunduk dan terduduk di atas tanah.
" Mom... Biarkan dia mendapatkan hukuman atas apa yang ia perbuat ! " seru Nick saat melihat sang ibu menatap Jeremy.
Mom Katrin menghela nafas panjang. Meskipun ia sangat mencintai pria itu, tapi mengetahui semua perbuatan liciknya, perasaannya pada pria itu menguap begitu saja.
Selang berapa lama, sirine mobil polisi datang diikuti mobil Tuan Albert.
" Valeri... Kau baik-baik saja, Nak ? " ucap Tuan Albert yang tergopoh-gopoh menghampiri Rachel dan Nick.
" Kakek... ! " lirih Rachel lantas beralih dari pelukan Nick dan memeluk Tuan Albert.
Tuan Albert mengusap punggung sang cucu.
" Semua akan baik-baik saja, Nak...! Tenanglah... !" ucapan sang Kakek sedikit menenangkan Rachel.
Akhirnya, polisi membawa Jeremy dan antek-anteknya ke kantor polisi. Mereka sudah dipastikan mendekam di balik jeruji besi untuk waktu yang sangat lama.
Nick memberikan rekaman pengakuan dari alat penyadap kepada Tuan Albert sesaat sebelum Nick bergerak tadi. Ia juga meminta Tuan Albert untuk melaporkannya kepada polisi dan meminta agar mereka datang ke gudang tua tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Wedding Day
Nick sudah bersiap di depan altar menunggu pasangannya tiba. Austin dan Kaylee duduk di barisan paling depan untuk menyaksikan upacara pengikatan janji suci mereka.
Begitu pula dengan Mom Katrin, Mom Joana, Bu Rosi beserta Nathan dan Nadin pun duduk di barisan pertama.
Cristopher dan Stefi pun ikut menghadiri upacara pernikahan Nick dan Valeri. Juga tak ketinggalan Edward yang turut hadir dengan membawa seorang wanita cantik bernama Audrey.
Tuan Albert menyerahkan tangan Valeri kepada Nick saat mereka sampai di depan altar.
" Aku percayakan cucu tersayangku padamu. Jaga dan selalu lindungi dia. Berjanjilah kau akan selalu mencintainya dan membahagiakannya ! " ucap Tuan Albert kepada Nick dengan mata berkaca-kaca.
" Jangan khawatir, Kek... Aku akan selalu membahagiakannya. Aku tidak akan pernah menyakitinya ! " tegas Nick sambil menatap Tuan Albert.
" Aku percaya padamu... ! " ucap Tuan Albert lalu menepuk pundak Nick, kemudian mundur dan duduk bersama Mom Katrin.
Upacara pun segera dimulai, janji suci pernikahan diikrarkan oleh Nick dan Valeri.
" Saudara Nick Richardson, apakah kau bersedia menerima Valeri Oswald sebagai istrimu... Untuk saling memiliki dan menjaga mulai saat ini sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang. Pada waktu kelimpahan maupun kekurangan. Pada waktu sehat maupun sakit. Untuk saling mengasihi dan menghargai satu sama lain hingga maut memisahkan..."
" Aku bersedia " ucap Nick dengan lantang menatap Valeri yang tersenyum teduh.
" Saudari Valeri Oswald, apakah kau bersedia menerima Nick Richardson sebagai suamimu. Untuk daling memiliki dan menjaga mulai saat ini sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang. Pada waktu kelimpahan maupun kekurangan. Pada waktu sehat maupun sakit. Untuk saling mengasihi dan menghargai satu sama lain, hingga maut memisahkan... "
" Aku bersedia " ucap Valeri dengan yakin.
Kini mereka berdua telah sah menjadi pasangan suami istri di hadapan Tuhan. Nick mencium bibir Valeri setelah mereka dinyatakan resmi menikah.
Semua yang hadir bertepuk tangan menyambut pasangan yang baru menikah itu. Tangis haru juga pecah saat mereka selesai memhikrarkan janji suci. Semua memberikan doa terbaik agar pasangan itu selalu dilimpahi kebahagiaan.
Kaylee dan Austin pun segera memberikan ucapan selamat kepada pasangan yang baru saja menikah itu.
Begitu juga dengan Edward dan gadi yang bernama Audrey yang dibawanya.
" Berarti tinggal dirimu yang belum menikah, Ed ! Pengalamanmu dengan wanita memang jauh diatas kami. Tapi, untuk pernikahan kau jauh tertinggal. Bahkan sepertinya kau pun akan dilangkahi oleh Stefi dan Cris " ledek Austin.
" Ya, cepatlah kau menikah, Ed ! Atau nanti senjatamu itu rusak karena terlalu sering diasah " tambah Austin.
" Sialan kalian ! Tunggu saja nanti " gerutu Edward kesal.
" Memangnya ada wanita yang mau menikahi pria yang senang celup sana sini " sindir Austin lagi.
Edward memperhatikan Audrey yang tengah berbincang dengan Kaylee. Dua orang wanita cantik yang ada di dalam hatinya. Edward tersenyum melihat Audrey yang bisa tertawa lepas bersama dengan Kaylee. Matanya tak lepas dari gadis cantik yang memakai gaun berwarna lilac itu. Tapi tunggu dulu, apakah Audrey sudah berhasil masuk ke dalam hatinya dan menggeser posisi Kaylee ?
Hanya Edward yang tahu perasaannya yang sebenarnya.
Malam itu, mereka semua larut dalam kebahagiaan. Bahkan sepertinya, mereka juga akan merayakan pernikahan Stefi dan Cristopher segera karena buket bunga pengantin yang dilemparkan berhasil ditangkap oleh Stefi.
...##### THE END #####...
Halo all my reader...
Cerita Me and My CEO ini akhirnya selesai juga👏👏 😊
Terima kasih buat para readers semua yang sudah sudi membaca dan mendukung karya ini🥰 😍😍
Kalian semua luar biasa. Love you all 😘😘
Buat yang penasaran sama cerita Edward dan Audrey, bisa mampir ya ke Bukan Sekedar Pelampiasan. Cerita ini karya pertama author dalam bentuk chat story. ( Mohon dukungannya ya 😁🤗)
Atau bisa juga mampir ke karya Author yang masih up judulnya " Adorable Love "
Ceritanya tentang kisah Indira, anak bungsu dari Adinda dan Zaid (sekuel Adinda untuk Kapten Zaid) yang terpaksa menerima perjodohan dengan Galang.
Jangan lupa mampir ya !! Author tungguin lho 😁
Thank you all 🙏🙏🙏🙏🙏😘😘😘😘😘😘