Me And My Amnesia CEO

Me And My Amnesia CEO
Salah Dengar



Kaylee meresah saat mendengar keinginan Austin. Entah harus bagaimana ia menyembunyikan wajahnya.


" Austin... Aku... " Kaylee menghentikan ucapannya saat dengan segera Austin meraih tangannya dan menciumnya.


" Jangan kau pikirkan ucapanku tadi... Aku hanya ingin menggodamu saja. Aku akan melakukannya saat kita sudah menikah, kecuali..."


Austin menggantung ucapannya dan hal itu sukses membuat rasa penasaran dalam diri Kaylee.


" Kecuali apa, Aus ? "


" Kecuali kau sendiri yang mengijinkanku untuk melakukannya " jawab Austin.


Kaylee menarik tangannya yang berada dalam genggaman tangan Austin.


" Tell me, sudah berapa wanita yang kau minta untuk melakukannya denganmu Mr. Austin ? " selidik Kaylee.


" No one, only you Kay ! " jawab Austin jujur.


" Kau pasti berbohong... " tuduh Kaylee.


" No, i'm not lying... " tegas Austin yang langsung membuat Kaylee terpaku.


" Haruskah aku tersanjung Aus ? Atau haruskah aku menyerah ? Karena rasanya kau tidak selayaknya menerima barang bekas orang " lirih Kaylee, sudut matanya kini sudah digenangi oleh air mata.


Austin menghentikan kembali laju mobilnya dan setelahnya ia mendekap tubuh Kaylee.


" Kau bukanlah barang bekas Kay... Kau sangat istimewa untukku. Maafkan ucapanku jika itu melukaimu " ucap Austin lembut.


" Aku tidak akan memintamu melakukannya Kay... Kita tunggu saja sampai tiba waktunya untuk kita, ok " tambah Austin lagi sambil mengurai pelukannya.


" I love you, Kay... I love you so much " tegas Austin lantas memagut bibir Kaylee dengan begitu lembutnya.


Austin melepaskan pagutannya lalu menangkup wajah Kaylee.


" Jangan mengatakan jika dirimu adalah barang bekas, Kay. Hatiku sakit mendengarmu mengatakan itu. Bagiku kamu original, limited edition " seru Austin kemudian mencium kening Kaylee.


Perasaan hangat menyelimuti hati Kaylee. Ia tak menduga jika Austin bisa mencintainya sebesar ini. Tak peduli apapun yang terjadi di masa lalunya.


" Thanks Aus... For giving me love that i never expected " ucap Kaylee tulus.


" I should be thanking you because you trusted me to loving you " sahut Austin mengelus pipi Kaylee dengan lembut.


Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan kembali ke mansion.


Sampai di depan mansion, Kaylee tertidur. Austin yang tidak tega membangunkan Kaylee lantas menggendong Kaylee hingga sampai di kamarnya.


Austin membaringkan Kaylee di atas tempat tidur, lalu membuka heels di kaki Kaylee lalu menyelimuti gadis cantik itu.


Sebelum beranjak, Austin memandangi wajah cantik Kaylee. Wajah ini yang selalu datang dan membayanginya setiap malam. Wajah yang sama yang dilihatnya saat pertama kali merengkuh nikmatnya bercinta.


Hah... Rasanya Austin tak tahan harus menahan hasrat saat berdekatan dengan Kaylee. Ingin rasanya ia menyatukan dirinya kembali dengan Kaylee, merasakan kenikmatan tak terkira yang pernah dikecapnya bersama dengan Kaylee, walaupun saat itu hanya dirinyalah yang menikmati karena Kaylee tak sadarkan diri.


Ish... Apa yang kamu pikirkan, Aus ? Kamu harus menahannya sampai tiba waktunya merengkuh kenikmatan berdua bersamanya. Jangan membuatnya kecewa...


Austin berbicara dengan dirinya sendiri.


Austin kemudian mendekati wajah Kaylee dan mengecup keningnya.


" Have a nice dream my beauty baby... " ucap Austin lalu segera keluar dari kamar Kaylee.


" Apa Austin yang membawaku kesini ? " gumam Kaylee.


Kaylee bangkit dari ranjang menuju kamar mandi, ia segera membersihkan diri.


" Astaga Austin... Sedang apa kau disini ? " tanya Kaylee sesaat setelah ia keluar dari kamar mandi dan menemukan Austin yang duduk santai di tepi ranjangnya.


Austin menatap Kaylee yang hanya mengenakan bathrobe dengan rambut yang dibalut handuk. Aroma sabun yang segar mengusik penciuman Austin. Ia menatapi Kaylee yang nampak kaget melihatnya.


" Maaf... Aku hanya ingin membangunkanmu, tapi nampaknya aku terlambat karena kau sudah bangun dan nampak begitu segar " ucap Austin dengan senyuman terkembang.


Austin bangkit dari ranjang, kemudian ia berjalan mendekati Kaylee. Kaylee berjalan mundur saat Austin mendekatinya.


" Kau mau apa, Aus ? " tanya Kaylee siaga.


Austin menyeringai, melihat sikap Kaylee ia semakin senang menggodanya. Kaylee menutup bagian dadanya menggunakan tangan. Meskipun dadanya tertutup bathrobe, tapi ia merasa tatapan Austin seolah ingin menelanjanginya. Kaylee melangkah mundur hingga akhirnya punggungnya menyentuh dinding dan ia tak lagi bisa menghindari Austin.


Austin mengungkung tubuh Kaylee hingga wajah mereka tak berjarak, bahkan Kaylee bisa merasakan hangatnya hembusan nafas Austin yang berbau mint menerpa wajahnya.


Kaylee menahan nafas dan memejamkan matanya. Tentu saja hal ini membuat Austin terkekeh. Dengan cepat Austin mengecup bibir Kaylee.


" Ini ciuman selamat pagi dariku. Dan setiap pagi aku akan selalu memberikannya untukmu. I love you honey ! " ucap Austin kemudian memilih untuk meninggalkan kamar Kaylee.


Kaylee membuka matanya saat Austin melepaskan kungkungannya. Kaylee bisa melihat Austin mengerlingkan sebelah matanya sesaat sebelum keluar dari kamar. Kaylee memegangi dadanya, merasakan degupan kencang jantungnya.


" Ya, ampun... Ini benar-benar tidak baik untuk kesehatan jantungku " gumam Kaylee. Ia berusaha untuk menenangkan diri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tak terasa hari bahagia Kaylee dan Austin kini tinggal 2 minggu berselang. Nenek Eliza sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Persiapan sudah mencapai 95%.


Austin berada di dalam ruangannya bersama dengan Nick. Austin kini bersiap untuk melakukan cuti selama menjelang hari pernikahannya. Ia ingin mendampingi Kaylee dalam mempersiapkan acara pernikahan mereka. Oleh karena itu, untuk sementara waktu Austin menyerahkan urusan perusahaan kepada Nick.


" Kau jadi cuti ? " tanya Nick pada Austin yang sibuk menyelesaikan pekerjaannya.


" Ya. Aku ingin menemani calon istriku dalam mempersiapkan pesta kami nanti " jawab Austin antusias.


" Kau bahagia, Aus ? " tanya Nick kemudian.


" Tentu saja... Tidak pernah sebahagia ini. Kau juga harus segera mencari calon istri, Nick ! " seru Austin dengan kekehan kecil.


" Lalu... Sampai kapan kau merahasiakannya ? Dia berhak tahu kebenarannya " Nick mengingatkan Austin.


Austin menghela nafas lalu menghembusnya perlahan. Ia bangkit dari kursi kebesarannya lalu berjalan menuju jendela besar di ruangannya. Ia mengedarkan pandangan ke luar jendela, melihat hiruk pikuk kendaraan yang ada di jalan raya.


" Apa aku harus mengatakannya, Nick ? Aku takut dia tidak bisa menerimanya dan pergi meninggalkanku " racau Austin.


" Tapi, dia harus tahu yang sebenarnya Aus ! Apa kau mau dicap sebagai pembohong ? Orang yang lari dari tanggung jawab ? " cecar Nick.


Austin menggeleng lemah.


" Ini adalah bentuk tanggung jawab yang kuberikan padanya... Aku akan membuktikan tanggung jawabku dengan menikahinya " jawab Austin.


Tanpa mereka sadari, di belakang pintu yang tidak tertutup sempurna, seseorang mendengarkan pembicaraan mereka. Ia menyeringai, seolah mendapatkan angin segar.


Kau tunggu saja, gadis pengganggu... Aku akan membuatmu menjauh dari sisi Kak Austin. Bagaimana rasanya jika kau tahu bahwa orang yang kau pikir mencintaimu ternyata hanya merasa bertanggung jawab padamu ?


Orang yang mencuri dengar itu adalah Stefi. Stefi sedikit banyak mengetahui jika Austin ditolong oleh Kaylee saat mengalami kecelakaan. Karena itu, ia berpikir bahwa Austin hanya berhutang budi pada Kaylee. Sehingga, Austin berencana menikahi Kaylee