
Nick dan Rachel kini dalam perjalanan pulang menuju apartemen. Di perjalanan, Nick mendapatkan telpon dari sang ibu. Ia meminta Nick dan Rachel untuk menemuinya.
Awalnya, Nick tak menanggapi permintaan dari sang ibu. Namun, ibunya memaksa untuk bertemu dikarenakan ada hal penting yang harus disampaikan pada Nick.
Nick akhirnya menyetujui permintaan sang ibu. Lagipula, mereka memang perlu banyak bicara tanpa kehadiran sang ayah tiri.
Nick dan Rachel tiba di sebuah restoran yang telah dipesan oleh sang ibu. Mom Katrin pun telah menunggu kedatangan mereka di sebuah private room.
" Hai, mom... " sapa Nick sambil mencium pipi sang ibu.
" Hai, sayang... " balas Mom Katrin.
" Hai, Rachel... Mommy senang sekali bertemu denganmu. Bagaimana persiapan pernikahan kalian ? Maaf jika Mommy tidak bisa membantu banyak " tutur Mom Katrin.
" It's oke, Mom... Lagipula kami mendapat banyak bantuan dari Tuan Austin dan Nona Kaylee, Tuan Edward serta Kakek Albert " tukas Rachel.
" Thanks God ! Kalian dikelilingi, orang-orang yang baik " sahut Mom Katrin.
" Tentu saja, Mom... Kecuali suami tercintamu " sinis Nick.
" Nick... Jangan seperti itu ! Dia menyayangimu dan ingin yang terbaik untukmu " sahut Mom Katrin.
" Terbaik untukku atau untuk dirinya sendiri ? " timpal Nick dengan tatapan benci.
" Astaga, Nick ! Jangan selalu berpikiran buruk tentang ayahmu " desau Mom Katrin.
" He is not my father ! " geram Nick.
Rachel segera menggenggam tangan Nick untuk menenangkan calon suaminya itu.
" Kakak Nick, tenanglah ! Kita tidak datang untuk berdebat kan " bisik Rachel sambil mengelus lengan Nick.
Nick menatap Rachel, lalu mengatur nafasnya. Melihat calon istrinya khawatir membuat Nick menurunkan emosinya.
" Maafkan Kakak Nick, mom ! " mohon Rachel.
" It's ok, my dear... Mommy bisa mengerti ! " sahut Mom Katrin.
" Mommy bahagia karena Nick menemukan gadis seperti dirimu. Setelah kehilangan Valeri, mommy pikir Nick tak ingin dekat dengan seorang wanita. Tapi ternyata kehadiranmu merubah segalanya " tambah mom Katrin menatap Rachel dengan intens.
Lama ia menatap Rachel, hingga ia merasa jika melihat Valeri dan Celine dalam diri Rachel. Terlebih lagi mata hazel milik Rachel begitu mirip dengan mata Valeri.
" What's wrong mom ? " tanya Rachel membuat Mom Katrin segera menyadarkan dirinya.
" No... Nothing wrong ! Hanya saja mommy melihat seseorang dalam dirimu "
" Really ? Who ? " tanya Rachel penasaran.
" Valeri... " jawab Mom Katrin kembali menatap lekat pada Rachel.
Rachel merasa terkejut karena ternyata Mom Katrin masih mengingatnya.
" Mengapa kau terkejut ? " tanya Mom Katrin curiga.
" Tentu saja, karena bukan hanya Mommy yang mengatakan hal itu. Bahkan Nick, juga Kakek Albert pun mengatakan hal itu " jawab Rachel apa adanya.
" Ya, sepertinya kau benar. Kalau begitu sebaiknya kita makan dulu hidangan ini " seru Mom Katrin.
Mereka pun makan bersama. Setelah selesai makan, mom Katrin meminta ijin untuk pergi ke toilet.
" Baby... Sepertinya mommy sudah merasa jika kau adalah Valeri " ucap Nick.
" Mengapa berpikir seperti itu ? " tanya Rachel.
" Aku tahu karena aku mengenalnya., baby... " jawab Nick.
" Lalu mengapa kita tidak memberitahunya yang sebenarnya ? " tanya Rachel penasaran.
" Karena akan ada orang yang berniat menghilangkan nyawamu jika statusmu yang sebenarnya terbongkar " jawab Nick.
" Sudahlah, baby... Untuk.sementara kita tidak perlu mengatakan jika kau sebenarnya adalah Valeri " potong Nick.
" A... Apa ? Jadi kau adalah Valeri ? Valeri... Ternyata kau masih hidup, nak... " ucap Mom Katrin masih berada di muara pintu.
" Mom... " ucap Nick dan Rachel kompak.
Mom Katrin menghambur memeluk Rachel.
" Akhirnya... Mommy bisa bertemu lagi denganmu..." ucap Mom Katrin penuh rasa haru.
" Ternyata dugaan Mommy benar... Ah mommy sangat bahagia... " ucap Mom Katrin lagi, kini ia merasa bahagia karena kesabaran Nick akhirnya berbuah manis.
" Mom... Tolong jangan katakan apapun kepada suamimu, Jeremy " pinta Nick.
" Biarkan kami menikmati, hari-hari bahagia kami tanpa takut ada yang akan menghancurkannya " jelas Nick.
Katrin menganggukkan kepalanya, pertanda ia akan mengikuti kemauan sang anak. Mereka akhirnya berpisah. Nick dan Rachel kembali ke apartemen, sementara Katrin kembali ke mansion yang ditinggalinya bersama sang suami.
Jeremy sedang duduk di sofa saat Katrin masuk ke dalam mansion dengan wajah berseri-seri.
" Wah, sepertinya suasana hatimu sedang baik. Kau sudah bertemu Rachel dan Nick ? " tanya Jeremy berbasa-basi.
" Tentu saja aku bahagia, we have very special moment saat mereka berdua masih kecil " jawab Katrin apa adanya.
Jeremy semakin yakin ada yang tidak beres dengan ucapan Katrin. Maka ia hanya perlu menjebak Katrin agar mengatakan yang sebenarnya.
" Benarkah ? Jadi rupanya hubungan kalian sedekat itu. Seharusnya tadi aku ikut juga denganmu " ucap Austin memancing Katrin agar ia bercerita lebih banyak.
" Kalau kau ikut, mereka pasti tidak akan mengatakan hal apapun " sahut Katrin tanpa curiga sedikit pun.
" Memangnya apa yang mereka katakan ? " tanya Jeremy.
" Ini rahasia sayangku... " ucap Katrin lalu berjalan melenggang menuju kamar.
Tak hilang akal, Jeremy mengikuti Katrin hingga ke dalam kamar mereka. Jeremy bahkan menyiapkan air hangat di kamar mandi. Semua itu dilakukannya untuk membuat sang istri rileks dan mau menceritakan semuanya.
" Sayang... Terima kasih ! " ucap Katrin sambil mencium bibir Jeremy saat ia masuk ke dalam bathtub.
" Everything for you, honey ! Biarkan aku memijatmu, aku tahu kau pasti lelah " ucap Jeremy, lantas ia mulai memijat tubuh Katrin dimulai dari kepala, pundak, lalu lengannya.
" Kau pasti bahagia bisa berkumpul bersama anak dan calon menantumu. Andai saja Nick bisa menerimaku sebagai ayah sambungnya... " ucap Jeremy terdengar sendu.
" Nick masih perlu waktu, honey ! " sahut Katrin menatap.suaminya yang seperti kehilangan semangat.
" Ya, tapi sampai kapan honey ? Bahkan sejak kepergian Valeri dan kedua orang tuanya, Nick seolah memberi benteng tebal yang tak bisa ditembus " ucap Jeremy meminta simpati.
" Nick pasti menerimamu, apalagi saat ini Valeri sudah kembali " sahut Katrin yang akhirnya membocorkan informasi yang diterimanya.
" Valeri sudah kembali ? Maksudmu apa, honey ? " tanya Jeremy terkejut.
" Ya, Valeri sudah kembali... Valeri adalah Rachel ! Ternyata ia mengalami kecelakaan dan membuatnya kehilangan ingatannya... " jawab Katrin memberitahu sang suami.
" Begitukah ? Syukurlah jika Valeri sudah kembali. Lalu, siapa saja yang sudah mengetahui hal ini ?" selidik Jeremy.
" Entahlah, mungkin hanya mereka berdua saja yang tahu ditambah aku dan dirimu. Jika Paman Albert mengetahuinya, pasti ia sudah meminta Rachel kembali ke mansionnya.
Damn !! Aku harus segera menyingkirkan Nick dan gadis itu. Atau semua rencana yang telah ku susun sejak lama akan berakhir sia-sia.
pekik Jeremy dalam hati.
Aku harus menemukan cara yang tepat untuk menyingkirkan mereka semua... Tapi bagaimana caranya ??
Pikir Jeremy dalam hatinya.
Ah, aku rasa aku punya ide cemerlang. Dan aku yakin kali ini misiku akan berhasil...
Batin Jeremy tersenyum penuh misteri.