Me And My Amnesia CEO

Me And My Amnesia CEO
Tentang Stefhani



" Aku baru kembali kemarin Kak... Dan hari ini, aku ingin segera menemui kakak " ucap Stefhani manja.


Austin berdiri dari duduknya, Stefhani mendekati Austin namun Austin menjaga jarak aman.


" Kakak Austin... I miss you so much ! " ucap Stefhani sambil bergelayut di lengan Austin.


Karena sikap Stefhani yang begitu tiba-tiba, Austin tidak bisa menghindar. Di saat bersamaan Kaylee dan Nick muncul dari balik pintu. Melihat seorang wanita bergelayut di lengan Austin membuat hati Kaylee berdenyut.


" Kakak Nick, apa kabar ? " sapa Stefhani lalu melepaskan tangannya dari Austin, menghampiri Nick lalu ia memeluknya.


" Stefi, kapan kau kembali ? " tanya Nick sambil melepaskan pelukan Stefhani.


" Kemarin aku baru kembali dan hari ini aku datang ingin bertemu denganmu dan Kakak Austin " jawab Stefi manja.


Stefi mengalihkan pandangannya pada Kaylee yang berdiri di belakang Nick.


" Kakak Nick, siapa gadis ini ? Apakah dia kekasihmu ? " tanya Stefi penasaran.


" Dia... "


" Dia adalah Kaylee, calon istriku " tegas Austin sambil merengkuh pinggang Kaylee yang nampak begitu cantik di mata Austin.


" Apa ? Calon istri ? " kaget Stefi.


" Ya betul. Kaylee ini akan segera menikah dengan Austin " sahut Nick membuat Stefi merasa sedikit sesak.


" Halo... Namaku Kaylee, senang bertemu denganmu " ucap Kaylee ramah sambil mengulurkan tangannya.


Dengan terpaksa Stefhani menerima uluran tangan Kaylee.


" Halo, aku Stefhani... " ucap Stefi memperkenalkan diri.


" Kalau begitu, aku dan Kaylee permisi Stef. Karena kami harus melakukan fitting baju pengantin untuk pernikahan kami dan kamu harus datang saat penikahan kami " ucap Austin sambil melirik Kaylee.


" Kalian akan pergi ? Padahal aku sangat ingin makan bersama kalian... Aku kan sudah lama tidak makan bersama Kak Austin dan Kak Nick. Ah, kita juga bisa meminta Kak Edward untuk makan bersama kita. Bagaimana ? " pinta Stefhani penuh harap.


Austin menatap Kaylee dan Nick bergantian.


" Maaf Stef... Aku tidak bisa " tolak Austin.


" Yah... Ayolah, Kay... Kamu minta kakak Austin agar mau makan bersama " mohon Stefi pada Kaylee.


Kaylee menatap Austin yang sedikit memberikan kode dengan gelengan kepala.


" Maaf Nona Stefhani, siang ini kami tidak bisa menemanimu. Mungkin lain kali... "


" Ok, kalau begitu nanti malam kita makan malam bersama. Aku akan menghubungi Kakak Edward agar ikut bersama. Kalau begitu nanti aku beri kabar " potong Stefhani semangat.


Kaylee saling melempar pandangan bersama Austin. Austin menghela nafasnya lalu menganggukkan kepala lemah.


" Baiklah, anggap saja ini makan malam untuk penyambutanmu kembali " ucap Austin yang diikuti sorakan oleh Stefhani.


" Kalau begitu, kami pergi. Nick, kamu temani Stefi dulu ! " seru Austin.


Austin dan Kaylee kemudian berlalu dari hadapan Stefhani dan Nick. Mata Stefhani terus mengikuti Austin dan Kaylee hingga mereka masuk ke dalam lift dan menghilang dari pandangannya.


" Stef ? Kamu mau terus disini ? " tanya Nick pada Stefhani yang hanya diam.


" Ah iya... Kak, kau mau menemaniku makan siang kan ? " tanya Stefhani pada Nick.


" Baiklah, aku akan menemanimu makan " jawab Nick.


Mereka berdua pun meninggalkan ruangan Austin.


Sementara itu di dalam mobil, Austin sibuk menjelaskan pada Kaylee hubungan antara dia, Nick, Edward dan juga Stefi. Ia tak ingin ada kesalah pahaman diantara mereka berdua.


" Honey... Kau marah padaku ? " tanya Austin yang bingung harus melakukan apa, karena Kaylee hanya diam semenjak menaiki mobil.


" Honey... Please say something " ucap Austin lagi. Ia tak tahu harus berbuat apa lagi saat ini.


Austin menepikan dan menghentikan laju kendaraannya. Setelahnya ia meraih tangan Kaylee lalu mengangkat dagu sang kekasih agar ia bisa menatap wajah Kaylee.


" Honey... I love you so much. You are the one, only one for me ! " tegas Austin kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Kaylee lalu memberanikan diri mengecup bibirnya.


Kaylee mendorong tubuh Austin agar menjauh darinya.


" Huft... Kau ingin membunuhku, Aus ? " sentak Kaylee.


" Tidak, tapi dirimu yang ingin membunuhku " sahut Austin tak mau kalah.


" Kenapa jadi aku ? " tanya Kaylee tak terima.


" Kau mendiamkanku saja, rasanya aku ingin mati Kay. Harus berapa kali kukatakan jika aku hanya mencintaimu seorang. Aku tidak memiliki perasaan apapun pada Stefhani atau yang lainnya.Perasaanku padanya hanyalah perasaan sayang seorang kakak kepada adiknya. Thats all, not more ! " jelas Austin.


" Tapi yang aku lihat dia mencintaimu, Aus... " lirih Kaylee.


" But I'm not " tukas Austin.


" Kay... Pernikahan kita sudah di depan mata, aku tidak ingin ada apapun yang membatalkan pernikahan kita. Aku akan berusaha mati-matian mewujudkan impianku untuk menikahimu ! " tambah Austin lagi.


" Trust me, Kay ! Bukankah kau sudah berjanji untuk mempercayaiku ? " tanya Austin kemudian.


Kaylee menghela nafasnya...


" Ok, I will trust you ! " ucap Kaylee kemudian.


But she's not


Batin Kaylee.


Austin memeluk Kaylee dengan erat.


" Kamulah yang aku mau, Kay... No one else ! " bisik Austin lantas mengecup kening Kaylee.


Austin kembali melajukan mobilnya menuju butik. Rupanya kedatangan mereka sudah ditunggu oleh pemilik butik dan juga Nenek Eliza.


" Nenek disini ? " tanya Kaylee sambil menghampiri Nenek Eliza.


" Tentu saja disini karena Nenek ingin melihatmu memakai baju pengantin " ucap Nenek Eliza.


" Jika Nenek akan kemari, mengapa menyuruhku pergi ke perusahaan ? " tanya Kaylee.


" Tentu saja agar kau bisa bersama dengan Austin. Dan juga agar kau bisa mengenal dan mengetahui pekerjaan calon suamimu. Lagi pula kau akan segera menikah dengan Austin dan semua orang di perusahaan harus mengenalmu " jelas Nenek Eliza.


" Sekarang, kau ikut dengan Nyonya Laura. Dia akan memilihkan gaun pengantin untukmu ! " seru Nenek Eliza.


Kaylee mengangguk patuh lantas mengikuti Nyonya Laura masuk ke dalam galerinya.


" Austin, kau sudah bertemu dengan Stefi ? " tanya Nenek Eliza pada Austin.


" Nenek sudah tahu jika Stefi sudah kembali ? " tanya Austin.


" Ya, tadi Stefi menelpon Nenek. Dia menemuimu ? " selidik Nenek Eliza.


" Ya, dia juga bertemu dengan Nick dan Kaylee " jawab Austin jujur.


" Nenek tidak mau kehadiran Stefi membuat Kaylee tidak nyaman... Sebaiknya kau beri penjelasan pada Kaylee " seru Nenek Eliza.


" Iya Nek... Aku sudah menjelaskan semuanya pada Kaylee. Antara aku dan Stefi tidak ada hubungan apapun. Hanya sebatas kakak dan adik saja tidak lebih dari itu " sahut Austin.


" Baguslah, Nenek harap Kaylee mengerti. Dan Nenek juga berharap Stefi bisa menghormati dan menerima keputusanmu untuk menikahi Kaylee " harap Nenek Eliza.


" Stefi harus menerima keputusanku menikah dengan Kaylee. Perasaanku pada Kaylee tidak ada hubungannya dengan Stefi. Nenek harus percaya padaku jika aku sangat mencintai Kaylee dan aku tak ingin kehilangannya " tegas Austin.


" Nenek percaya padamu ! " timpal Nenek Eliza sambil menepuk pundak Austin.


Austin pun segera masuk untuk mencoba pakaian pengantin miliknya.


Sementara Nenek Eliza duduk menunggu kedua cucu kesayangannya itu sambil memikirkan Stefhani, gadis cantik yang merupakan adik kandung dari sahabat Austin, Daniel.


Daniel adalah sahabat dari Austin, Nick dan Edward. Daniel memiliki seorang adik perempuan, dan dia adalah Stefhani.


Daniel mengalami kecelakaan. Sebelum meninggal Daniel meminta ketiga sahabatnya untuk menjaga Stefhani. Namun, ternyata Stefhani memiliki perasaan lain kepada Austin. Walaupun ia tahu jika Austin tak bisa menganggapnya lebih dari seorang adik tetapi Stefhani selalu menganggap jika Austin adalah lelaki yang dipilihkan oleh sang kakak untuknya.


Setelah penolakan cinta dari Austin, Stefhani memilih untuk tinggal di luar negri. Namun kini ia telah kembali, dan Nenek Eliza khawatir jika Stefhani akan menggangggu hubungan Kaylee dan Austin.